Sosial SMKN 1 Pkl kerinci

Sosial SMKN 1 Pkl kerinci peduli sosial untuk kemanusiaan mari kita peduli kesesama

Peduli sosial SMKN 1 Pangkalan Kerinci pengajian dan peresmian tempat berwuduk Masjid Darul Ilmi SMKN 1 Pangkalan Kerinc...
18/10/2025

Peduli sosial SMKN 1 Pangkalan Kerinci pengajian dan peresmian tempat berwuduk Masjid Darul Ilmi SMKN 1 Pangkalan Kerinci.

03/02/2025

Sambal cumi cabe hijau
Cumi potong2 dan cuci bersih lalu marinasi pakai jeruk diamkan 5menit dan cuci kembali
Bumbu halus ;
Cabe hijau
Cabe rawit (sesuai selera)
Bwg merah
Bwg putih
Daun jeruk

Carbut ;
Haluskan semua bumbu kecuali daun jeruk,tumis2 bumbu halus masukkan daun jeruk,oseng2 sampai Tanak masukkan cumi, kasih penyedap rasa
saus tiram dikit kecap manis dikit (sesuai selera bisa dikasih dan tidak)
Oseng cumi sampai menyusut airnya,krna cumi mengandung air dan siap saji..

30/07/2024
09/06/2024

Amal yang Mengabadi
Ibarahim as memberi teladan bagaimana membangun amal yang “mengabadi”. Perjalanan hidupnya seluruhnya adalah bagian dari amal dan perjuangan menegakkan kebenaran. Ibrahim as yang dibakar oleh api permusuhan raja Namrud. Ibrahim yang didera oleh kerisauan panjang tentang potensi keterputusan keturunannya. Ibrahim yang terombang-ambing psikologinya oleh perintah penyembelihan anaknya, Ismail as. Tapi Ibrahim selalu lulus dalam setiap ujian dan terpaan hidup.

Mari kita lihat salah satu episode ketika kaum kafir berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.” Maka Allah berfirman, “Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka kami menjadikan mereka itu orang-orang yang merugi.” (al-Anbiya’/21:68-70).

Apa resep Ibrahim? Tidak lain adalah karena dia menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah, taslim. Maka Allah akan menyelamatkan dan membalasnya dengan kesejahteraan dan “keabadian”. Sebab, inna maal usri yusra, wainna maal usri yursa, sungguh bersama kesulitan adalah kemudahan, dan sungguh bersama kesulitan adalah kemudahan.

Dalam bahasa modern, keikhlasan, ketulusan, dan kepasrahan Ibrahim as itu menjadikan maqam spiritualnya melangit. Maka, inilah kata kunci yang diberikan Ibrahim as: bahwa untuk menjadikan amal “mengabadi” sertailah dengan nilai-nilai spiritual.

Bismillah maka Abadilah
Rasulullah saw memberi pengajaran pada kita, bahwa dalam setiap mengawali amal, diharuskan mengawalinya dengan bacaan basmallah. Apa maknanya? Secara harfiah, kalimat ini bisa berarti bacalah disertai dengan Nama Allah.

Dalam konteks yang lazim menjadi ungkapan Arab—yakni mengaitkan satu pekerjaan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan—kalimat itu mengandung makna: 1) Agar pekerjaan itu mendapat “berkat”. 2) Menunjukkan bahwa pekerjaan itu dilakukan semata-mata demi “Dia”. 3) Agar pekerjaan itu mendapat “bekas” dari sifat atau keadaan dari nama yang diambil itu.

Dengan nama Allah mengantarkan pelaku amal untuk tidak melakukannya kecuali karena Allah dan hal ini akan menghasilkan keabadian karena hanya Allah yang Kekal Abadi dan hanya pekerjaan yang dilakukan secara ikhlas yang akan diterimanya. Tanpa keikhlasan, semua aktivitas akan berakhir dengan kegagalan dan kepunahan. Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (tanpa keimanan dan keikhlasan) itu, lalu Kami jadikan amal tersebut (bagaikan) debu yang beterbangan (al-Furqan/25: 23).

Nabi Muhammad saw juga bersabda: “Setiap pekerjaan yang tidak bertolak dari bismillah maka pekerjaan tersebut menjadi abtar (terputus, tidak berkesinambungan atau tidak abadi).”

Maka, berhaji adalah cermin bagaimana kita beramal yang “mengabadi..

Berbicara tentang haji, menarik untuk menjawab pertanyaan, apa di balik haji itu? Tentu dengan mudah kita bisa menjawabnya, bahwa haji adalah rangkaian tapak tilas (keluarga) Ibrahim as dan kemudian disempurnakan oleh Rasulullah saw.

Bukankah Ka’bah, bangunan sederhana, sebuah bentuk kubus tua yang nyaris tanpa sentuhan arsitektur rumit itu adalah bagian dari karya Ibrahim? Bukankah Sai, lari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah adalah jejak perjuangan Ibunda Hajar.

Bukankah air Zamzam yang memancarkan sumber kehidupan itu adalah buah perjuangan Hajar? Bukankah melempar jumrah itu adalah cermin ketegasan Ibrahim dalam menjawab keraguan dan godaan? Dan bukankah menyembelih ternak kurban itu adalah bagian dari “pengabadian” peristiwa monumental pengurbanan Ismail as?

Kata kunci selanjutnya adalah ternyata jejak perjalanan hidup dan perjuangan (keluarga) Ibrahim as itu bersifat “mengabadi”. Berabad tahun, sampai kini, dan esok, sejarah itu tetap akan ditapaktilasi oleh miliaran hamba Allah. Orang-orang bermimpi, bercita-cita, dan berhasrat menapaktilasi. Maka jutaan dolar uang terkumpul dan tersalur untuk niat itu, bahkan dengan kerja keras yang tiada pupus.

Dan pertanyaan penting yang perlu kita pecahkan sekarang adalah, mengapa sejarah Ibrahim as itu mengabadi?

Kita akan memahami mengapa amal adalah bagian dari jati diri manusia itu, terutama karena Allah telah memberi kita empat daya pokok. Pertama, daya fisik yang menghasilkan kegiatan fisik dan ketrampilan. Kedua, daya pikir yang mendorong pemiliknya berpikir dan menghasilkan ilmu pengetahuan.

Ketiga, daya kalbu yang menjadikan manusia mampu berkhayal, mengekspresikan keindahan, dan merasa. Keempat, daya hidup yang menghasilkan semangat juang, kemampuan menghadapi tantangan dan menanggulangi kesulitan (M. Quraish Shihab, 2000).

bahkan Al-Qur’an memberi motivasi yang kuat bagaimana agar manusia mendedikasikan dirinya untuk beramal. Perintah beriman, seringkali dilanjutkan dengan perintah beramal. Seolah hendak ditegaskan bahwa nilai keimanan itu belum sempurna tanpa diwujudkan dengan amal (saleh). Bahkan, boleh dikatakan bahwa amal adalah keniscayaan hidup manusia.

Dalam perspektif Islam, manusia mati meninggalkan amal, seperti sabda Nabi saw: “Jika keturunan Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tua.”

Pepatah yang sudah kita kenal mengatakan: gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan nama.

terlihat nyataNabi Ibarahim as memberi teladan bagaimana membangun amal yang “mengabadi”. Perjalanan hidupnya seluruhnya adalah bagian dari amal dan perjuangan menegakkan kebenaran. Ibrahim as yang dibakar oleh api permusuhan raja Namrud. Ibrahim yang didera oleh kerisauan panjang tentang potensi keterputusan keturunannya. Ibrahim yang terombang-ambing psikologinya oleh perintah penyembelihan anaknya, Ismail as. Tapi Ibrahim selalu lulus dalam setiap ujian dan terpaan hidup.

Mari kita lihat salah satu episode ketika kaum kafir berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.” Maka Allah berfirman, “Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka kami menjadikan mereka itu orang-orang yang merugi.” (al-Anbiya’/21:68-70).

Apa resep Ibrahim? Tidak lain adalah karena dia menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah, taslim. Maka Allah akan menyelamatkan dan membalasnya dengan kesejahteraan dan “keabadian”. Sebab, inna maal usri yusra, wainna maal usri yursa, sungguh bersama kesulitan adalah kemudahan, dan sungguh bersama kesulitan adalah kemudahan.

Dalam bahasa modern, keikhlasan, ketulusan, dan kepasrahan Ibrahim as itu menjadikan maqam spiritualnya melangit. Maka, inilah kata kunci yang diberikan Ibrahim as: bahwa untuk menjadikan amal “mengabadi” sertailah dengan nilai-nilai spiritual.

Bahkan Nabi Muhammad Rasulullah saw memberi pengajaran pada kita, bahwa dalam setiap mengawali amal, diharuskan mengawalinya dengan bacaan basmallah. Apa maknanya? Secara harfiah, kalimat ini bisa berarti bacalah disertai dengan Nama Allah.

Dalam konteks yang lazim menjadi ungkapan Arab—yakni mengaitkan satu pekerjaan dengan nama sesuatu yang mereka muliakan—kalimat itu mengandung makna: 1) Agar pekerjaan itu mendapat “berkat”. 2) Menunjukkan bahwa pekerjaan itu dilakukan semata-mata demi “Dia”. 3) Agar pekerjaan itu mendapat “bekas” dari sifat atau keadaan dari nama yang diambil itu.

Dengan nama Allah mengantarkan pelaku amal untuk tidak melakukannya kecuali karena Allah dan hal ini akan menghasilkan keabadian karena hanya Allah yang Kekal Abadi dan hanya pekerjaan yang dilakukan secara ikhlas yang akan diterimanya. Tanpa keikhlasan, semua aktivitas akan berakhir dengan kegagalan dan kepunahan. Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan (tanpa keimanan dan keikhlasan) itu, lalu Kami jadikan amal tersebut (bagaikan) debu yang beterbangan (al-Furqan/25: 23).

Nabi Muhammad saw juga bersabda: “Setiap pekerjaan yang tidak bertolak dari bismillah maka pekerjaan tersebut menjadi abtar (terputus, tidak berkesinambungan atau tidak abadi).”

Maka, berhaji adalah cermin bagaimana kita beramal yang “mengabadi.

Mengawas ujian hari ke-2
22/03/2024

Mengawas ujian hari ke-2

Ada budaya Indonenesia yang telah diakui Dunia Internasional, Reog, keris, Angklung, Wayang, Batik dan Tari Saman..
22/02/2024

Ada budaya Indonenesia yang telah diakui Dunia Internasional, Reog, keris, Angklung, Wayang, Batik dan Tari Saman..

04/12/2023
04/12/2023

Innalillahi wainailahi rajiun. Pengurus dan Warga sosial SMKN 1 Pkl Kerinci Turut berduka cita yg sangat mendalam berpulang kerahmatullah rekan sejawat kita *FITRIANI YUSMAL* guru SMKN 1 Pkl Kerinci semoga diampuni dan dilapangkan kuburnya serta keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Aamiin.

Assalamualaikum. Alhamdulillah pengajian Rutin sosial SMKN 1 Pkl Kerinci berjalan lancar membaca Alqur'an surat Ar-Rahma...
15/09/2023

Assalamualaikum. Alhamdulillah pengajian Rutin sosial SMKN 1 Pkl Kerinci berjalan lancar membaca Alqur'an surat Ar-Rahman sekaligus Silaturahmi dengan owner Jabal Tour Travel Umroh & Hajj Service bersama menuju Baitullah MOU dengan jurusan Usaha Perjalanan wisata (UPW) Smkn 1 Pkl Kerinci hadir Kepsek SMKN 1 Pkl Kerinci Nurasia MPd, owner Travel Jabal Tour Gohan Matondang dan Kepala Program UPW Firdaus di Masjid Darul Ilmi SMKN 1 Pkl Kerinci Jumat berkah 15 September 2023

Address

Jalan Hang Tuah Pkl Kerincj
Pekanbaru
28113

Telephone

+628127638866

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sosial SMKN 1 Pkl kerinci posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Sosial SMKN 1 Pkl kerinci:

Shortcuts

Share

Category