Buletin Madany

Buletin Madany Media Komunikasi dan Dakwah

08/12/2021

.
*Edisi Kamis wage*
*5 jumadil awal 1443*
*9 Desember 2021*
☘️☘️🍀☘️☘️☘️

*Kepedulian Cermin dari Keimanan*

KEIMANAN adalah amalan hati, namun orang yang beriman dapat diketahui dari amalan fisik. Karena amalan fisik itu salah satu tanda bukti dari keimanan itu sendiri.
Ditinjau dari sisi pengertian, iman secara bahasa menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin adalah pengakuan yang melahirkan sikap menerima dan tunduk.
Kata beliau makna ini cocok dengan makna iman dalam istilah syari’at. Dan beliau mengkritik orang yang memaknai iman secara bahasa hanya sekadar pembenaran hati (tashdiq) saja tanpa ada unsur menerima dan tunduk. Kata ’iman’ adalah fi’il lazim (kata kerja yang tidak butuh objek), sedangkan tashdiq adalah fi’il muta’addi (butuh objek) (Lihat Syarh Arba’in, hal.
Adapun secara istilah, dalam mendefinisikan iman manusia pendapat menurut Imam Malik, Asy Syafi’i, Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, dan segenap ulama ahli hadits serta ahlul Madinah (ulama Madinah) –semoga Allah merahmati mereka, demikian juga para pengikut madzhab Zhahiriyah dan sebagian ulama mutakallimin berpendapat bahwa definisi iman itu adalah: pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan.
Para ulama salaf –semoga Allah merahmati mereka- menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang (lihat Kitab Tauhid li Shaff Ats Tsaani Al ‘Aali, hal. 9).

Kepedulian Cermin dari Keimanan, Erupsi Gunung Semeru

Sudah kita ketahui bersama, bahwa banyak dari saudara kita yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru. Tidak sedikit nyawa yang terenggut, satu demi persatu mulai ditemukan jenazahnya. Banyak p**a yang rumahnya luluh lantah, sehingga banyak yang mengungsi, tanaman sawah dan kebunnya ludes.
Sebagai orang beriman pasti hati kecil ini terketuk, tergerak untuk peduli terhadap saudara. Karena kepedulian cermin keimanan. Rasulullah ﷺ mengingatkan kepada kita:

Foto: Pexels
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Rajab Al-Hambali berkata mengenai hadits di atas, “Di antara tanda iman yang wajib adalah seseorang mencintai saudaranya yang beriman lebih sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Ia pun tidak ingin sesuatu ada pada saudaranya sebagaimana ia tidak s**a hal itu ada padanya. Jika cinta semacam ini lepas, maka berkuranglah imannya.” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:305).

Sikap yang dilakukan oleh seorang muslim ketika melihat saudaranya yang melakukan kesalahan adalah menasihatinya. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “Jika seseorang melihat pada saudaranya kekurangan dalam agama, maka ia berusaha untuk menasihatinya (membuat saudaranya jadi baik).” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:308).

Kepedulian Cermin dari Keimanan, yang Membutuhkan Pertolongan

Termasuk juga tanda cinta terhadap saudaranya dengan cara menolongnya bila membutuhkan pertolongan. Orang beriman satu dengan yang lain itu merupakan satu kesatuan, saling membantu. Allah Ta’ala Berfirman :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ…
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain…” (QS. At-Taubah: 71).
Rasulullah ﷺ juga memperumpamakan mu’min satu dengan yang lain bagaikan satu tumbuh. Bila yang lain bagian tubuh tersebut merasakan ni’mat atau kebagian maka bagian tubuh lain juga merasakan ni’mat atau ikut bahagia p**a. Begitu p**a sebaliknya, bila sebagian tubuh merasakan sakit, maka yang lain juga merasakan sakit p**a. Ini salah satu karakter orang beriman. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari dn Muslim)
Di sisi lain, Rasulullah ﷺ juga merumpamakan orang beriman bagaikan bangunan yang saling menguatkan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Permisalan seorang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti bangunan yang menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Semua perumpamaan orang beriman yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada kita merupakan salah satu metode tarbiyah Ala Rasulullah SAW kepada Ummat Islam untuk menghidupkan akal, memfungsikan akal dalam memahami syari’at, supaya lebih mudah dipahami.

Adapun bentuk kontribusi kita kepada saudara kita yang terkena musibah dapat kita lakukan dengan banyak hal.

Kepedulian Cermin dari Keimanan, Kontribusi dengan Harta

Apabila Allah Ta’ala memberikan kita harta yang lebih, maka kita dapat kontribusi dengan harta. Bila diberikan kelebihan tenaga, maka kita bantu dengan tenaga.

Bila diberi kemampuan dalam ide, maka kita bantu dengan ide, dan tidak kalah pentingnya yaitu doa. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan saudara kita yang terkena musibah. Apalagi di zaman sekarang, Allah Ta’ala memudahkan orang untuk mengajak kebaikan misalnya dengan mengajak peduli kepada saudaranya dengan wasilah hp.
Semoga Allah Ta’ala melimpahkan kesabaran kepada saudara kita yang terkena musibah. Menjadi muhasabah untuk kita semua. Semoga Allah Ta’ala menerima keimanan dan semua amal ibadah kita. Melimpahkan sabar dan ikhlas serta keistiqomahan dalam setiap beramal. Aamiin yaa Robb. []

☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Lanjutan satu ayat kemarin

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لِّنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗ وَمَنْ يُّعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهٖ يَسْلُكْهُ عَذَا بًا صَعَدًا
linaftinahum fiih, wa may yu'ridh 'ang zikri robbihii yasluk-hu 'azaabang sho'adaa

"Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barang siapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat."
(QS. Al-Jinn 72: Ayat 17)

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

04/12/2020

*EDISI, JUMAT WAGE*
*4 DESEMBER 2020*
*18. ROBIUlTSANi 1422 H*
🌿🌿🌿🌿🌿🌿

*Saudaraku, Jangan Sampai Hartamu Melalaikanmu…*?

SAUDARAKU, harta umumnya menjadi tujuan utama hidup dan kehidupan seorang manusia Sejak bangun tidur hingga tidur kembali, banyak di antara manusia yang menjadikan pokok pikirannya adalah harta semata. Tentang bagaimana cara mendapatkan, menjaga dan mengembangkan harta sudah dimiliki, demikian seterusnya. Sehingga seluruh gerak-gerik kehidupan mereka hanya berpusat untuk harta dan harta.

Saudaraku…

Seringkali kita pun terbawa arus pemikiran seperti itu. meski kita tahu bahwa hidup kita hanya sementara dan tidak akan membawa harta, tetap saja hati kita seringkali berpusat pada salah satu perhiasan dunia tersebut. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Mungkin sudah waktunya kita kembali memikirkan kembali apa tujuan hidup kita?

Apakah benar murni untuk menjalankan tugas sebagai sebagai hamba Allah? Ataukah sudah berubah menjadi hamba harta dan perhiasan dunia? Apakah harta yang kita dapat bisa menjadi perantara kita mendapat surga, atau sudah berubah menjadi tujuan utama hidup dan kehidupan kita? Apakah harta menjadi budak kita, ataukah kita yang menjadi budak dunia?

Saudaraku…

Mari kita berintrospeksi. Lihatlah diri kita. Apakah ibadah kita menjadi terhalang karena kesibukan mencari harta dunia? Apakah waktu untuk menuntut ilmu menjadi terhapus dan tergantikan dengan segala macam kegiatan mencari penghidupan? Dan seterusnya. Tanyakanlah ke diri kita masing-masing.

Dan jika jawabannya adalah “iya”, demikian, maka renungkanlah peringatan Allah dalam Alquran:

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS al-Munafiqun ayat 9)

Saudaraku…

Allah telah memperingatkan kita agar tidak lalai karena mengejar harta dunia. Yang sesungguhnya akan kita tinggalkan, tidak akan kita bawa satu sen pun bersama kita ke liang lahad. Maka sisihkan waktu kita untuk ibadah, jangan sampai menjadi hamba yang lalai dari mengingat Allah dikarenakan mencari harta. Lalu setelahnya, kita ikutilah petunjuk rabbani dalam ayat selanjutnya:

Dan Belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS al-Munafiqun: 10)

Setelah kita sisihkan waktu kita untuk beribadah, mengerjakan segala kewajiban dan menambahi dengan berbagai sunnah yang dianjurkan, sisihkan p**a sebagian dari harta yang telah kita dapatkan sebagai bekal kembali. Jangan sampai kita pelit, kikir, bakhil, untuk membelanjakan sebagian dari nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Saudaraku…

Jangan sampai kita menjadi seperti orang yang disebutkan di dalam ayat di atas tersebut, yakni menjadi orang yang menyesal saat ajal datang, dikarenakan jarangnya dia bersedekah selama hidupnya di dunia, dan menyesal karena jarangnya dia berbuat kebaikan, padahal kesempatan tersebut telah dia dapatkan semasa hidupnya.

Karena ingat saudaraku, waktu kita terbatas, maka jangan sampai kita menyesal saat waktu kita telah habis, jangan sampai di akhirat kita menangis dengan keras.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (qa' al-Munafiqun: 11) []



🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Lanjutan ayat kemarin
Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ ذَلُوْلًا فَا مْشُوْا فِيْ مَنَا كِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِ لَيْهِ النُّشُوْرُ
huwallazii ja'ala lakumul-ardho zaluulan famsyuu fii manaakibihaa wa kuluu mir rizqih, wa ilaihin-nusyuur

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 15)

🍀🍀🍀🍀🍀🍀

19/11/2020

*EDISI Kamis wage*
*19 November 2020*
*3 Robiuakhır 1442 H*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀

*Kita hanya Menunggu Giliran Dijemput Ajal*

SIAPAPUN yang hidup di dunia ini pasti akan meninggal. Semua yang bernafas, semua yang memiliki ruh, semua makhluk yang Allah ciptakan akan bertemu dengan ajalnya.

Kita sering terlupakan oleh beribu aktivitas, seolah kita akan hidup selamanya di dunia ini. Dunia hanya tempat persinggahan. Cepat atau lambat masing-masing diantara kita pasti harus kembali pada Nya.

Namun pertanyaan besar selalu muncul. Amal apa yang sudah kita punya? Sudahkah cukup amal kita untuk mampu hidup di alam berikutnya? Sudah siapkah kita mempertanggung jawabkan segala yang dilakukan selama hidup di dunia ini?

Satu persatu keluarga kita mulai Allah panggil. Kemudian teman-teman satu sekolah, teman kerja, bahkan mereka yang lebih muda dari kita sudah lebih dahulu menemui ajalnya. Tentulah giliran kita semakin dekat.

Allah memberi peringatan akan kematian lewat mereka yang sudah lebih dahulu dipanggil oleh Nya. Mereka yang terenyuh hatinya dan merasakan bahwa kematian semakin mendekat terhadap dirinya maka ia akan senantiasa mendekati Allah Penguasa Jagat Raya ini.

BACA JUGA: Wahai Manusia yang Tertipu, Bayangkanlah saat Sakaratul Maut Mendatangimu

Kita mungkin pernah mengalami beberapa teman kita sebelumnya terlihat sehat, tertawa, bersenda gurau, namun tidak lama ajal menjemputnya dengan jalan yang tidak masuk akal. Penyebab kematian tidak perlu masuk akal. Karena siapa yang bisa menghentikan ajal mendekat? Jika sudah waktunya, maka Izrail akan datang menjemput.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Lanjutan ayat kemarın

Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا رَاَ وْهُ زُلْفَةً سِیْۤـئَتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ
fa lammaa ro`auhu zulfatan siii`at wujuuhullaziina kafaruu wa qiila haazallazii kuntum bihii tadda'uun

"Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), Inilah (azab) yang dahulu kamu memintanya."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 27)

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

17/11/2020

*EDISI Rabu pon*
*18 November 2020*
*2 Robiuakhır 1442 H*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀

*Ini 10 Manfaat Menjaga Pandangan Menurut Ibnu Qayyim*



وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

ISLAM mengajarkan muslim agar senantiasa menundukan atau menjaga pandangan. Menjaga pandangan mata diperintahkan agar terhindar dari dosa, maksiat, ataupun marabahaya lain.

Dalam kitab ‘Al Jawabul Kaafi’ Ibnu Qayyim mengatakan, menundukkan pandangan mempunyai banyak manfaat dan hikmah. Berikut ini 10 hikmahnya:

Melaksanakan perintah Allah
Melaksanakan perintah Allah yang menjadi sumber kebahagiaan hamba di dunia dan akherat karena tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba dari melaksanakan perintah Allah.

Mencegah masuknya ‘racun’
Maksudnya, mencegah panah beracun yang dapat merusak hati.

Mendekatkan diri kepada Allah
Lebih mendekatkan hati kepada Allah karena mata yang tak ditahan menyebabkan hati menjadi bercabang-cabang dan membuatnya jauh dari Allah. Bahaya besar bagi hati ketika matanya jelalatan kemana mana, bahkan menyebabkan kerenggangan hubungan hati dengan Allah.

Hati jadi lebih kuat
Membuat hati lebih kuat dan bergembira, karena mata yang tak ditahan membuat hati lemah dan bersedih.

Hati yang bercahaya
Membuat hati bercahaya dengan sinar iman sebagaiman bila mata tak ditahan membuat kegelapan di hati. Oleh karena itu di dalam surat An Nuur, Setelah menyebutkan perintah untuk menundukkan pandangan, Allah menyebutkan tentang cahaya di atas cahaya. Apabila hati hamba bercahaya maka akan singgah berbagai macam kebaikan padanya.

Firasat yang kuat
Mewariskan firasat yang kuat untuk membedakan al haq dengan kebatilan, membedakan orang yang jujur dengan orang yang dusta. Syujaa’ Al Karmani rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang memakmurkan lahiriyahnya dengan mengikuti sunnah, batinnya dengan muroqobah (selalu merasa di awasi oleh Allah), menundukkan pandangannya dari melihat yang haram, menahan diri dari syhawat dan membiasakan memakan yang halal maka firasatnya tidak akan salah.”

Dapat kekuatan ilmu dan hujjah
Menjadikan hati kokoh, berani dan kuat dan Allah akan mengumpulkan untuknya kekuatan ilmu dan hujjah dengan kekuatan qudroh. Allah Ta’ala berfirman:

من كان يريد العزة فلله العزة جميعا إليه يصعد الكلم الطيب والعمل الصالح يرفعه

“Barangsiapa yang menginginkan keperkasaan, maka milik Allahlah keperkasaan seluruhnya. KepadaNya naik kalimat kalimat yang baik dan Dia mengamgkat amal shalih kepadanya.” (QS. Fathir: 10)

Artinya barangsiapa yang ingin dijadikan mulia dan perkasa maka hendaklah ia mencarinya dengan cara menaati Allah yaitu beramal saleh dan kalimat kalimat yang baik.

Menutup pintu masuk setan
Menutup pintu setan untuk masuk ke hati karena setan masuk bersama pandangan mata, lalu setan menghiaskannya sehingga hati menjadi sibuk dengannya.

Memusatkan hati untuk memikirkan mashlahat
Lebih memusatkan hati untuk memikirkan kemashlahatannya karena mata yang tak ditahan menjadikan pikiran hati pecah dan mencegah dari memikirkan kemashlahatannya sehingga urusannya menjadi kacau, akibatnya ia jatuh dalam mengikuti hawa nafsu, hatinya lalai dari berzikir.

Hubngan mata dan hati
Antara mata dan hati terdapat hubungan yang kuat. Jika hati rusak maka pandangan mata pun akan rusak. Bila pandangan mata rusak, maka hatipun akan ikut rusak sehingga hati bagaikan tempat sampah yang dibuang padanya sampah yang tak bermanfaat dan najis. Itu semua membuat hati terhalang dari mengenal Allah. Tak mau kembali kepada Allah bahkan merasa tak tenang dengan mengingat-Nya. []

Referensi: Al Jawabul Kaafi’/Karya: Ibnu Qayyim/Penerbit: Darul Aqidah/Tahun: 2013

🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Lanjutan ayat kemarın

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ ۖ وَاِ نَّمَاۤ اَنَاۡ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
qul innamal-'ilmu 'indallohi wa innamaaa ana naziirum mubiin

"Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 26)

☘️☘️☘️☘️☘️☘️


---------

05/11/2020

*BULETIN MADANY*
*EDISI Jumat legi*
*6 November 2020*
*20 Robiulawal 1442 H*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀

*Agar Bahagia di Akhirat, Bahagiakanlah Orangtuamu*

SETIAP orangtua pasti akan rela berkorban apa aja untuk anak yang ia sayangi, mulai memenuhi kebutuhan hidup, biaya pendidikan, bahkan sampai biaya pernikahan anaknya. Tak cukup sampai di situ, setelah anaknya menikah, orangtua pun tak segan memberi apapun demi cucu tercintanya. Kasih sayang orangtua memang tak terbatas.

Seperti kita ketahui bahwa doa orangtua adalah mustajab. Karena itu sebagai anak sudah seharusnya kita memberi kepada orangtua untuk membahagiakan hati mereka. Lantunan doa dari orang tua mempunyai pengaruh yang besar bagi kebaikan seorang anak. Kesuksesan anak tergantung pada doa-doa ibu bapaknya.
Karena itu, jangan pernah membuat perhitungan untung dan rugi ketika kita berusaha menyenangkan hati orang tua. Sebab jika orang tua bahagia karena bakti anak kepadanya, ia akan berdoa dengan doa yang mustajab untuk kebaikan anaknya di dunia dan akhirat. Dan semua akan terbayar lunas di dunia dan akhirat.

Disebutkan dalam sebuah riwayat :

عَنْ مُحَمَّدُ بْنُ سِيْرِيْنَ قَالَ بَلَغَتِ النَّخْلَةُ عَلَى عَهْدِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَلْفَ دِرْهَمٍ، فَعَمَدَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ إِلَى نَخْلَةٍ فَنَقَرَهَا وَأَخْرَجَ جُمَّارَهَا فَأَطْعَمَهَا أُمَّهُ فَقَالَ لَهُ مَا حَمَلَكَ عَلَى هَذَا ..؟ وَأَنْتَ تَرَى النَّخْلَةَ قَدْ بَلَغَتْ أَلْفًا فَقَالَ إِنَّ أُمِّيْ سَأَلَتْنِيْهِ وَلاَ تَسْأَلُنِيْ شَيْئًا أَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلاَّ أَعْطَيْتُهَا – رواه الحاكم

“Dari Muhammad bin Sirin berkata: Pada zaman Ustman bin Affan ra harga pohon kurma pada saat itu mencapai 1.000 dirham. Saat itu Usamah bin zaid melubangi pohon kurma yang dibelinya dan mengeluarkan jantung pohon kurma-nya dan di berikan kepada ibunya sebagai makanan.

Lalu Muhammad bin Sirin berkata: Wahai Usamah, apa yang membuatmu melakukan hal ini? Sedangkan engkau tahu bahwa harga kurma ini senilai 1.000 dirham!

Usamah bin Zaid berkata: Sesungguhnya ibuku meminta jantung pohon kurma kepadaku. Dan tidaklah ibuku meminta sesuatu yang aku kuat untuk membelinya kecuali aku akan memberikannya.” (HR Hakim dalam Al-Mustadrak: 3/595 dan Thabrani dalam Al-Kabir : 370). []

SUMBER: BIMBINGAN Islam

🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Lanjutan ayat kemarin

Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ ذَلُوْلًا فَا مْشُوْا فِيْ مَنَا كِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِ لَيْهِ النُّشُوْرُ
huwallazii ja'ala lakumul-ardho zaluulan famsyuu fii manaakibihaa wa kuluu mir rizqih, wa ilaihin-nusyuur

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 15)

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

03/11/2020

*EDISI Rabu wage*
*4 November 2020*
*18 Robiulawal 1442 H*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀

*7 Wasiat Pembersih Hati*

BERIKUT ini ada tujuh nasihat indah dari para ulama agar kita terhindar dari sifat sombong, s**a meremehkan orang lain, dan sifat ujub, bangga diri serta merasa lebih baik dari orang lain.

1. Apabila kita berjumpa anak-anak, kita katakan dalam diri kita, anak ini lebih mulia dari saya karena ia belum dibebani dosa.

2. Apabila kita berjumpa orang yang usianya lebih muda dari kita, kita katakan dalam diri kita, orang ini lebih mulia dari saya karena tentu dosanya lebih sedikit dari saya.

3. Apabila kita berjumpa orang yang usianya lebih tua dari kita, kita katakan dalam diri kita, orang ini lebih mulia dari saya karena telah beribadah kepada Allah lebih lama dari saya.

4. Apabila kita berjumpa orang jahil, kita katakan dalam diri kita, orang ini lebih mulia dari saya karena ia berbuat dosa atas dasar kejahilan dan ketidakmengertiannya, sedangkan saya berbuat dosa dalam keadaan memiliki ilmu dan mengerti.

5. Apabila kita berjumpa orang alim, kita katakan dalam diri kita, orang ini lebih mulia dari saya karena didalam dadanya penuh ilmu.

6. Apabila kita berjumpa orang jahat, janganlah kita merasa lebih mulia darinya, akan tetapi kita katakan dalam diri kita, boleh jadi orang ini akan bertaubat di kemudian hari sehingga menjadi orang yang baik, sedangkan saya belum tahu bagaimana akhir kehidupan saya nanti.

7. Apabila kita bertemu orang nonMuslim, kita katakan dalam diri kita, belum tentu orang ini nonMuslim selamanya, boleh jadi ia mendapat hidayah dan kemudian masuk Islam.

Demikianlah tujuh nasihat indah dari para ulama, semoga Allah hindarkan kita dari sifat sombong, s**a meremehkan orang lain, dan sifat ujub, bangga diri serta merasa lebih baik dari orang lain, aamiin.

Semoga bermanfaat. []

Akhukum Fillah
Abdullah Sholeh Hadrami


🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Lanjutan ayat kemarin

Allah SWT berfirman:

وَاَ سِرُّوْا قَوْلَـكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ بِۢذَا تِ الصُّدُوْرِ
wa asirruu qoulakum awij-haruu bih, innahuu 'aliimum bizaatish-shuduur

"Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 13)

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

21/10/2020

*EDISI Kamis legi*
*22 Oktober 2020*
*5 Robiulawal 1442 H*
🌿🌿🌿🌿🌿🌿

*10 Keutamaan Membaca Al Quran Setiap hari*

DENGAN Al-Quran, inilah kita akan terarah dan berada di jalan yang benar. Selain mengarahkan kita ke jalan yang benar, Al-Quran memiliki banyak keutamaan bagi orang yang membacanya.

Berikut ini adalah 10 keutamaan membaca Al-Quran setiap hari.

1.Membaca Al Quran Akan Mendapat Banyak Keuntungan
Seorang muslim yang membaca Al Quran tidak akan pernah merasa dirugikan. Itu artinya banyak sekali keuntungan yang akan ia dapatkan. beberapa keuntungan tersebut yaitu:

2.Seorang muslim yang membaca Al Quran akan dibalas oleh Allah SWT berupa satu kebaikan. Dan dari satu kebaikan tersebut akan dilipat gkamukan menjadi 10 kebaikan.
Kebaikan yang didapatkannya bisa menghapus kesalahan yang telah dilakukan.
Semakin banyak membaca Al Quran maka pahala yang didapatkannya juga semakin besar.

Tetap Dapat Pahala Meskipun Tidak Lancar dalam Membacanya
Syarat membaca Al Quran tidak harus lancar dulu baru mendapatkan pahala. Tapi meskipun kamu masih terbata-bata dalam membacanya tetap akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT. Besarnya pahala membaca Al Quran yang akan didapatkan adalah sebanyak 2 pahala.

3.Mendatangkan Syafa’at Di Hari Kiamat
Seorang muslim yang senantiasa membaca Al Quran di rumah akan mendapatkan syafaat kelak di hari kiamat. Terutama bagi seorang muslim yang mempunyai waktu khusus dalam kegiatan sehari-hari untuk membaca Al Quran ini. Dalam sehari tidak pernah terlewatkan hidup tanpa bacaan Al Quran.

4.Membaca Al Quran merupakan Salah Satu Ibadah yang Agung
Keutamaan membaca Al Quran memang begitu dahsyat. Ibadah yang satu ini tergolong dalam salah satu ibadah yang paling agung. Allah SWT sangat menyukai dan mencintai seorang muslim yang selalu membaca Al Quran.

5.Menjadikan Hati Lebih Tentram
Al Quran ini bisa membuat hati si pembaca menjadi tentram. Penting bagi setiap muslim ketika dihantui rasa cemas, takut dan sedih untuk banyak-banyak mengingat Allah salah satu di antaranya yang paling mujarab adalah dengan membaca Al Quran ini.

6.Penyakit biasa Sembuh dengan Membaca Al Quran
Ketika sakit sudah semestinya sebagai umat muslim untuk mencari obat penawarnya. Di antara obat yang manjur adalah dengan membaca Al Quran. Tentu ada cara tersendiri seperti dengan membaca Al Quran lalu ditiupkan ke air kemudian diminum.

7.Hatinya Akan Dikaruniai Cahaya
Manfaat membaca Al Quran di rumah akan mendatangkan cahaya bagi si pembaca. Umat muslim yang rutin melafalkan Al Quran akan terhindar dari kegelapan kubur dan diringankan siksanya. Membayangkan saja mungkin sudah tidak sanggup. Keutamaan membaca Al Quran ini memang sangat luar biasa.

8.Memperoleh Kemuliaan
Orang yang membaca Al Quran akan memperoleh kemuliaan. Bagi seorang muslim yang juga menghafalkannya, memahami isi dari kandungan Al Quran serta mengamalkannya kelak dapat rahmat untuk memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya.

9.Memperoleh Kedudukan Tinggi Di Surga
Derajat bagi pembaca dan penghafal Al Quran sangat tinggi sekali. Bahkan bukan hanya di dunia kelak di surga juga akan memperolehnya. Disarankan apabila ingin mendapatkan derajat yang tertinggi ini dalam membacanya harus tartil. Paham akan tajwidnya dan tidak terburu-buru sehingga banyak kesalahan dalam membacanya.

10Ahlul Quran Menjadi Keluarga Allah SWT
Siapa yang tidak ingin menjadi keluarga Allah SWT? Setiap muslim pasti menginginkan hal tersebut. Beruntung bagi seorang yang ahli Quran. Setiap hari selalu ditemani dengan Al Quran. Dirinya membacanya, mengamalkannya dan menghafalnya. Maka ahlul Quran ini akan menjadi Keluarga Allah SWT. []

SUMBER: KITABISA.BLOG
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Lanjutan kemarin

Allah SWT berfirman:

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِيْۤ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ وَكَا نَتْ مِنَ الْقٰنِتِيْنَ
wa maryamabnata 'imroonallatiii ahshonat farjahaa fa nafakhnaa fiihi mir ruuhinaa wa shoddaqot bikalimaati robbihaa wa kutubihii wa kaanat minal-qoonitiin

"dan Maryam putri 'Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat."
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 12)

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

30/09/2020

*BULETIN MADANI*
*EDISI Rabu wage*
*30 September 2020*
*12 Safar 1442 H*
🍀🍀🍀🍀🍀🍀

*Ini yang Menyebabkan Hati Tidak Tenang*

DARI Nawwas bin Sam’an, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, ‘Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa menganggu jiwamu dan engkau tidak s**a jika diketahui manusia.” (HR. Muslim)

Hadits di atas menjelaskan kepada kita bahwa sesuatu yang mengganggu jiwa, membuatnya gelisah dan tidak tenang adalah sebuah dosa. Karena itu, hati manusia bisa dijadikan parameter bila ia hendak melakukan seuatu. Ini sesuai dengan hadits hasan berikut ini,

Dari Wabishah bin Ma’bad dia berkata, “Saya mendatangi Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, ‘Engkau datang untuk menanyakan kebaikan?’

Saya menjawab, “Ya.”

Beliau bersabada, ‘Mintalah pendapat dari hatimu. Kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.” (HR. Ahmad)

Bila jiwanya merasa tenang hendaklah ia melakukannya, bila sebaliknya maka hendaklah ia meninggalkannya. Hal ini karena jika seseorang berbuat dosa, dirinyalah yang lebih dahulu mengetahuinya daripada orang lain.
Tabiat perbuatan dosa memang menyebabkan hati gundah, depresi, dan gelisah. Contoh kecilnya adalah seorang pencuri. Ia memang telah berhasil mencuri barang curiannya, tapi hati kecilnya akan selalu dirasuki perasaan khawatir dan cemas. Khawatir jika sewaktu-waktu akan ketahuan, dibawa ke pengadilan dan dijatuhi hukuman.

Maka dari itu, mari kita bersama-sama meninggalkan segala sesuatu yang mampu membuat hati gelisah dan gundah gulana. Karena pada hakikatnya, dosa-dosa kitalah yang selama ini menggunung dan membuat hati tidak tenang. Wallahu ‘alam.[]

Referensi: 40 Pesan Nabi untul Setiap Muslim/Karya: Fahrur Mu’is
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Lanjutan ayat kemarin
Allah SWT berfirman:

قَدْ فَرَضَ اللّٰهُ لَـكُمْ تَحِلَّةَ اَيْمَا نِكُمْ ۗ وَا للّٰهُ مَوْلٰٮكُمْ ۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ
qod farodhollaahu lakum tahillata aimaanikum, wallohu maulaakum, wa huwal-'aliimul-hakiim

"Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 2)

☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Address

Pekalongan
51132

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Buletin Madany posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Buletin Madany:

Shortcuts

Share

Category