PP. Putra-Putri Ky. Labib Noor Kedungwuni-Pekalongan

PP. Putra-Putri Ky. Labib Noor Kedungwuni-Pekalongan Suatu wadah untuk menyebarkan agama allah dengan cara memperdalam ilmu agama.

23/05/2020
22/05/2020

Di ceritakan oleh guru kami saat ngaji bandungan di kelas tengah Ponpes ky. Labib Noor.
Pada saat itu kitab yang dikaji adalah Durrotunnasikhin karangan Imam Usman bin Ahmad Syukron dalam bab keutamaan shalawat.
Kata beliau dulu ada kisah unik tentang keharusan menjawabi shalawat. Ada seorang pedagang es yang tiap harinya keliling antar kampung. Yel-yel yang di pakai pedagang ini sangat Unik yaitu " Es ess Es ess limangatusan Shollu ala nabi muhammad " di akhir katanya di tambahi shalawat. Suatu hari ketika pedagang ini berjualan di salah satu kampung, berkeliling sambil nyayiin yel-yelnya. Ada salah seorang warga pada saat pedagang ini melewati depan rumahnya sambil nyayiin yel-yel, warga tersebut dalam keadaan buang hajat di kamar mandinya, dia tahu bahwa jawab shalawat itu wajib tapi dalam keadaan di dalam wc haram hukumnya. Akhirnya ketika selesai buang hajat. Warga ini kedepan rumah dan memarah-marahi pedagang tersebut. Sampai pedagang ini di usir dan tidak boleh berjualan didepan rumahnya lagi. Akhirnya pedagang tersebut pergi dengan hati yang hampa. Suatu hari warga yang memarahi pedagang tersebut Pergi ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Saat dia toaf tiba" mendengar suara nyayian yel" dari pedagang tadi "Es ess Es ess limangatusan Shollu ala nabi muhammad". Sontak dia sangat kaget dan terheran heran. Akhirnya dia mencari sumber suara itu dan tidak ditemukanya pedagang melainkan suaranya saja. Pada saat itu dia mulai mengerti kekramatan shalawat. Akhir crita ketika warga ini kembali ke kampungnya dan langsung mencari pedagang tersebut untuk meminta maaf dan menceritakan semuanya.

21/05/2020

Antara Kersan dan Tanjung Pinang

Dikisahkan ada salah satu santri bernama Slamet biasa dipanggil Slamet "Kabir".
Karena memang pada saat itu abdi ndalem Yai Noer yang bernama selamet ada 10 orang.
Suatu hari, menjelang Slamet mau pindah kamar (boyong). Beliau di panggil Yai Noer untuk masuk ke kamarnya yai, suatu kemuliaan tersendiri Mbah Slamet "dikersaake" masuk ke kamar Yai. Bagaimana tidak? Sampai Mbah nyai Aisyah,yg tak lain garwo nya yai mengatakan kepada Mbah Slamet "met, sampean kok Bejo temen iso mlebu kamare yai noer, mulai aku rabi Sampek aku ndue anak 13, durhung tau pisan-pisan mlebu neng kamare yai"
Itu menandakan bahwa kedekatan Mbah Slamet sama yai Noer sangat luar biasa.
Ketika berada di kamar Mbah Slamet di wasiati 3 perkara.
‌1. Tidak boleh keluar dari asal desamu
2. Jodohmu berasal dari tempat tinggalnya
3. Tidak boleh jadi pegawai

Dan wasiat itu terus di ulang-ulang oleh yai Noer kepada Mbah Slamet,
Dirasa sudah mulai cukup mengabdi pada yai Noer, akhirnya beliau pulang ke asal daerahnya yaitu desa cangkring kecamatan Brangsong kab.kendal.
‌Seperti yang dirasakan oleh sebagian besar para santri ketika pulang dari pesantren, merasakan sulitnya mencari ma'isyah. Dan itu pun juga dirasakan oleh Mbah Slamet, beliau ingin sekali merantau untuk mengadu nasib di tanah orang, tapi lagi-lagi beliau mengurungkan niatnya. Karena wasiat yai Noer selalu terngiang di telinga beliau.
‌beberapa bulan kemudian yai Noer dipanggil kehadirat Alloh SWT.
‌dengan perasaan gundah gulana, karena tehempit masalah ekonomi,
‌lagi-lagi beliau berfikir untuk merantau, tapi masih terus takut untuk menerjang wasiat nya yai.
‌dengan berbagai petimbangan dan beliau terpaksa menerjang apa yang di wasiatkan yai.
‌akhirnya beliau merantau ke tanjung pinang
‌dengan perasaan yang kurang nyaman Beliau menjalani hari-hari di suatu proyek di daerah di sana.
‌dapat beberapa bulan beliau bekerja. Pada suatu malam beliau bermimpi bertemu yai Noer dan beliau di marahi habis-habisan. Yang intinya beliau disuruh pulang ke cangkring, tapi apalah daya beliau tidak mempunyai ongkos untuk pulang.
‌terpaksa beliau "ndablek" untuk tidak pulang karena memang tidak ada ongkos.
‌sampai akhirnya pas malam Jum'at, tiba-tiba beliau di temui sosok seseorang berjalan ke arah beliau, dengan gaya jalanya yang sungguh tak asing bagi beliau. "Koyok-koyok ngimpi" kata beliau.
Dan tak lain sosok tersebut adalah yai Noer.
Padahal saat itu yai Noer sudah meninggal,
‌Dan pertama kali pertanyaan "pak Bali kapan met?"
Yang selalu terucap dari lisan yai Noer
Dijawab sama Mbah Slamet "mangkeh yai, dereng gadah sangu"
Akhirnya yai Noer menghilang.
Dan kejadian itu tidak hanya satu dua kali.
Hampir setiap malam Jum'at beliau selalu di temui yai Noer dalam keadaan terjaga (sadar)
Sampai Mbah Slamet pulang ke kampung halamannya.
Padahal jarak antara Kersan-tanjung pinang sangatlah jauh sekali.
Dan sungguh tak sulit bagi orang-orang pilihan Alloh SWT.
Bahwa benar ada maqolah
روح الكامل متجسد
Bahwa ruhnya orang yang sempurna bisa berubah menjadi jasad.

Dan sekarang Mbah Slamet menjadi salah satu tokoh kiyai di desanya.
Dan beliau masih sehat
Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan panjang umur.
Amin amin ya rabbal alamin

Wallahu a'lam

21/05/2020

"Wong yen niat ngaji kudu siap 3 perkoro: Sabar,Ikhlas lan Siap naleni weteng"

~Kh. Ahmad Labib Noor~

Address

Pesantunan-Kedungwuni Barat-Kedungwuni-Pekalongan
Pekalongan
51173

Telephone

+82326809905

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PP. Putra-Putri Ky. Labib Noor Kedungwuni-Pekalongan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category