The Spirit Of Tahajud

The Spirit Of Tahajud Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from The Spirit Of Tahajud, Religious school, Pekalongan.

06/02/2021

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (038) 0702*🌻

*Enam Amalan Penguat Iman*

*"Ingatlah... Sesungguhnya di dalam badanmu terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka akan baiklah seluruh badannya. Dan jika ia rusak, maka akan rusaklah seluruh badannya. Ingatlah... Dia itu adalah hati*

✍️ Nikmat Allah yang tak terhingga nilainya adalah iman di hati kita. Dengan iman yang kuat kita akan selamat dunia & akhirat. Semoga Allah SWT menguatkan iman kita dengan amal dzikir dan amal saleh serta berdoa agar dikuatkan iman. Para ulama telah berpesan bahwa suatu waktu bisa jadi iman kita melemah. Maka yang harus kita lakukan adalah memperkuat segala lini dari hal-hal yang dapat memperkuat Iman kembali. Berikut ini adalah pesan-pesan penting para alim ulama agar iman kita dikuatkan oleh Allah SWT:

*1. Perbanyak Dzikir*
Melalaikan zikrullah adalah kematian hati. Orang yang ingin mengobati imannya yang lemah, harus memperbanyak zikrullah.

… وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ …

“… dan ingatlah Rabbmu jika kamu lupa …” (QS Al-Kahfi : 24).

…. أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“… ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram,” (QS Ar-Ra’d : 28).

Ibnu Qayim berkata, “Di dalam hati terdapat kekerasan yang tidak bisa mencair kecuali dengan zikrullah. Maka seseorang harus mengobati kekerasan hatinya dengan zikrullah.”

*2. Pasrah berserah diri ke Allah*
Seseorang selagi banyak pasrah dan tunduk, niscaya hatinya akan lebih dekat dengan Allah. Sabda Rasulullah Saw, bahwa: “Saat seseorang paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa,” (HR Muslim).

Posisi sujud melambangkan kerendahan kita, kelemahan daya pikir kita. Dalam sujud kita pasrah setiap apa yang akan terjadi adalah hak mutlak Allah SWT. Ketika kita mampu menampakan kehinaan dan kerendahan diri kepada Allah, insya Allah iman kita semakin kuat. Semakin banyak berharap dan meminta kepada Allah, semakin kuat p**a iman kita kepada Allah SWT.

*3. Jauhi Panjang Angan-angan*
Hal berikutnya supaya iman kita terjaga dan semakin kuat adalah jangan terlalu banyak berangan-angan kejayaan dunia. Sebab, dunia itu pada hakikatnya sangat sebentar. Kalau kita terlalu panjang angan-angan duniawi, sama saja kita memenjarakan diri dan memupuk perasaan hubbud-dunya (Cinta dunia).

Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari (Syarah Shahih Bukhari) menguraikan, “Tulul amal akan melahirkan malas dari taat, menunda – nunda tobat, sangat senang kepada dunia, melupakan akhirat, dan mengeraskan hati. Oleh karena itu, untuk membersihkan dan menjernihkannya hanyalah dengan mengingat mati, mengingat kubur, pahala, dosa dan mengingat kejadian-kejadian yang menakutkan di hari Kiamat. Sekali lagi kita harus tersadar bahwa dunia itu hina. Rasulullah Saw mengilustrasikan, “Sesungguhnya makanan anak keturunan Adam itu bisa dijadikan perumpamaan bagi dunia. Maka lihatlah apa yang keluar dari diri anak keturunan Adam, dan sesungguhnya rempah – rempah serta lemaknya sudah bisa diketahui akan menjadi apakah ia,” (HR Thabrani).

*4. Berusaha Tawadhu’*
Sikap ini benar-benar menjadi pribadi Rasulullah Saw. Sejalan dengan sabda beliau, “Merendahkan diri termasuk bagian dari iman,” (HR Ibnu Majah).

Rasulullah juga berkata, “Barang siapa menanggalkan pakaian karena merendahkan diri kepada Allah padahal dia mampu mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari Kiamat bersama para pemimpin makhluk, sehingga dia diberi kebebasan memilih di antara pakaian – pakaian iman mana yang dikehendaki untuk dikenakannya,” (HR Tirmizi).

*5. Sering Menghisab Diri*
Diingatkan oleh Allah SWT dalam Alquran,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ …

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yangd iperbuatnya untuk hari esok (akhirat) …” (QS. Al-Hasyr : 18).

Umar bin Khattab Ra berwasiat, “Hisablah dirimu sekalian sebelum kami dihisab.” Selagi waktu kita masih longgar, hitung-hitunglah bekal kita untuk hari akhirat. Apakah sudah cukup untuk mendapat ampunan dan surga dari Allah SWT ? Sungguh ini sarana yang efektif untuk memperbaharui iman yang ada di dalam diri kita.

*6. Minta Ketetapan Iman*
Perbanyaklah doa. Sebab, doa adalah kekuatan yang luar biasa yang dimiliki seorang hamba. Begitu juga kalau kita ingin kuat iman kita, tetap minta kepada Allah SWT agar dikuatkan. Salah satunya,

“Allahumma ya muqallibal quluubi sabbit qalbii ‘ala diinika (Ya Allah, wahai Tuhan yang membolak – balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu,” (HR Tirmizi).

06/02/2021

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (355) 2112*🌻

*Derajat Amal tertinggi di Sisi Allah*

✍️ Amalan ibadah yang baik banyak dijelaskan di dalam Al-Quran dan hadits Nabi SAW. Kedudukan dan keutamaan ibadanya pun berbeda-beda. Ada yang wajib, sunah, yang asas, dan yang cabang. Selain itu, ada p**a yang berfungsi sebagai rukun dan syarat sah ibadah, ada juga yang lebih tinggi kedudukannya dari ibadah yang lain. Dalam sebuah hadits, para sahabat kerap bertanya kepada Rasul SAW tentang amalan yang paling utama dan dianjurkan dalam Islam. Misalnya, pertanyaan Abdullah bin Masud ra tentang amalan yang paling dis**ai Allah. Rasul pun menjawab, “Shalat pada waktunya, berbuat baik kepada ibu bapak, dan jihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).🙏

👉 “Maukah aku ingatkan kalian dengan suatu amalan yang paling baik; amalan yang paling suci pada apa yang kalian miliki, paling tinggi derajatnya; lebih baik dan utama bagi kamu sekalian daripada menginfakkan emas; lebih baik bagi kamu sekalian daripada kalian berhadap-hadapan dengan musuh, kalian pukul lehernya dan mereka pun memukul leher kalian?” Para sahabat menjawab, “Tentu kami mau, ya Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, “Mengingat Allah.” (HR Tirmidzi).🙏

✍️ Jika disimpulkan, maka perbuatan yang dapat digolongkan dalam amalan paling super adalah mengucapkan kalimat tauhid, menjaga rukun iman dan Islam, berzikir (mengingat Allah), bersedekah dengan harta yang dicintainya, shalat pada waktunya, berbuat baik kepada orang tua, dan berjihad di jalan Allah (dengan maknanya yang sangat luas).🌿

👉 Di samping itu, masih ada amal perbuatan yang patut digolongkan dalam amalan yang paling super (terbaik), yaitu menciptakan kedamaian. Bahkan, kedudukan amalan ini lebih utama daripada derajat ibadah shalat, puasa, dan zakat. Hal itu sesuai dengan hadist Nabi. “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang suatu amalan yang lebih utama daripada derajat shalat, puasa, dan sedekah? Yaitu, menciptakan kedamaian (merukunkan) antara manusia sebab kerusakan hubungan di antara manusia adalah pembinasa agama.” (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban). Wallahu’alam🙏

06/02/2021

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (354) 2012*🌻

*Wali Allah (Kekasih Allah)*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ [رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dibandingkan ia melakukan hal yang Aku wajibkan terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah (nafilah) kecuali Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku adalah (yang menolong) pendengarannya saat ia mendengar, penglihatannya saat ia melihat, tangannya saat ia memukul, dan kakinya saat ia melangkah. Jika ia meminta kepada-Ku, sungguh Aku akan memberikannya. Jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, Aku akan melindunginya (H.R al-Bukhari) 🌿

✅ Siapakah Wali Allah? Wali secara makna bahasa adalah pihak yang dekat, mencintai, dan siap menolong (disarikan dari Tafsir Ruuhul Ma’aniy karya al-Aluusiy dan penjelasan Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Aalusy Syaikh dalam syarh Arbain an-Nawawiyyah). Wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Allah Ta’ala berfirman:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63)

Ingatlah, sesungguhnya Wali-Wali Allah tidaklah mengalami takut maupun bersedih. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa (Q.S Yunus ayat 62-63) 🙏

✍️ Dr. Aidh Abdullah al-Qarny dalam bukunya : “Jangan Takut Hadapi Hidup”, menyebutkan ada beberapa sarana untuk menggapai cinta kasih Allah, sehingga menjadi kekasih Allah, antara lain:

1. Melakukan segala sesuatu dengan disertai ketulusan hati (ikhlash).

2. Ridho dengan keberadaan Nabi Muhammad saw, sebagai imam dan menjadikannya teladan serta menerima semua hukum yang bersumber darinya.

3. Cinta dan benci karena Allah.

4. Senantiasa menjaga hati terhadap umat Islam.

5. Menjalankan semua yang diwajibkan Allah secara maksimal dan menambah dengan melaksanakan sesuatu yang sunnah.

6. Mengikuti keyakinan salafus shalih dan juga tidak membanggakan diri

7. Mengajak kepada kebaikan, memerintahkan pada yang makruf, dan mencegah bentuk kemungkaran serta tidak menyimpan pengetahuannya

8. Cinta kebersamaan dan benci perpecahan, berusaha mencari titik temu, serta menjauhi perbedaan yang mengarah pada perpecahan.

9. Mengembalikan segala sesuatu kepada al-Qur’an dan Hadits pada saat terjadi perbedaan

10. Senantiasa mengatakan yang benar dan tidak mencampurnya dengan yang batil, serta tidak mengikuti bisikan nafsunya.

Demikian semoga kita bisa menjadi wali Allah (kekasih Allah). Aamiin...🙏

06/02/2021

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (351) 1712* 🌻

*Rumah yang diberkahi*

وَقُلْ رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ

Dan berdoalah, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (Qs.al-Mukminun : 29)

Rumah atau tempat merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Di sanalah seseorang mendapatkan tempat berlindung dari cuaca panas dan dingin, atau tempat kembali setiap kali bepergian. Di rumah p**a, segenap anggota keluarga dapat melakukan berbagai aktivitas. Rumah juga berfungsi sebagai tempat pembinaan. Rumah adalah lokasi terbaik dalam menyemai benih-benih kebaikan serta keimanan dari sebuah keluarga. Sehingga, tidak berlebihan jika setiap orang mendambakan rumah yang nyaman, sejuk, agar mendukung terciptanya keluarga sakinah, yaitu rumah yang diberkahi.

Rumah yang diberkahi Allah yaitu rumah yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan karena mendapat rahmat dan hidayah dari Allah swt. Rumah yang bisa memberikan fungsinya sebagai surga (baity jannati = rumahku adalah surgaku). Lalu tanda-tandanya bagaimana ?

1) *Selalu digunakan untuk ibadah shalat.*
Tempat tinggal yang mententramkan seringkali digunakan sebagai tempat shalat, zikir dan pengajian sebagai bentuk kemaslahatan untuk agama. Rumah, selain menjadi tempat ibadah, juga media untuk mengantarkan penghuninya semakin mendekatkan diri kepada Allah swt.

Rumah yang digunakan untuk shalat berjamaah akan turun rahmat di dalamnya, sehingga memberikan ketenangan dan ketentraman bagi penghuninya, dan akan selalu dikaruniai rezeki yang berkah. Bukan hanya memiliki nilai pahala, tetapi merupakan sebuah pelajaran dan pengajaran langsung bagi keluarga untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan shalat berjamaah akan terjalin kebersamaan, saling menghormati serta kerukunan dalam keluarga, sehingga bisa memberikan solusi segala masalah keluarga.

....... وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
.... dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”. (QS Yunus 87).

2) *Selalu dibacakan Al-Qur’an*
Rasulullah saw bersabda :”Sinarilah rumah-rumah kamu sekalian dengan bacaan Al-Qur’an”.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ .......

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ....”. (QS Al-Isra 82).

Rasulullah saw bersabda: ”Manakala mengajari anaknya membaca Al-Qur’an, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Dan barangsiapa mengajarinya membaca Al-Qur’an dengan hafalan, lalu setiap anak membaca satu ayat, maka Allah mengangkat satu derajat untuk ayahnya sehingga pada akhir Al-Qur’an yang dibaca”.

3) *Selalu diisi dengan majelis zikir*
Berzikir dan bersyukur harus selalu menjadi bagian dari pendekatan ibadah kepada Allah. Apabila direalisasikan dalam kegiatan berumah tangga, maka akan terbentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Rumah tangga tersebut disinari cahaya Ilahi ke dalam hati penghuninya sehingga hati mereka menjadi tentram.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat p**a kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian kufur”. (QS Al-Baqarah 152).🙏

👉 Rumah yang dijadikan tempat berzikir akan diberi nur Ilahi bagi penghuninya. Cahaya ketenangan, ketentraman, keharmonisan dan kerukunan. Abu Hurairah ra dan Abu Sa’id r.a. menyaksikan Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah duduk suatu kaum yang berzikir kepada Allah kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi dengan rahmat Allah dan diturunkan kepada mereka sakinah (ketentraman). Allah senantiasa menyebutkan mereka dihadapan para makhluk yang ada disisi-Nya. (HR. Ibnu Majah).🙏

06/02/2021

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (350) 1612*🌻

*Hari Anda Adalah Hari Ini*

وعن ابن عمر – رضي الله عنهما- قال: أخذ رسول الله صلى الله عليه و سلم بمنكبي فقال : كن في الدنيا كأنك غريب، أو عابر سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول : إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك . رواه البخاري.

*Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh saw. pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)*

✍️ Jika datang waktu pagi maka janganlah menunggu tibanya sore. Pada hari ini Anda hidup, bukan di hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan kejelekannya, dan bukan p**a hari esok yang belum tentu datang. Hari ini dengan mataharinya yang menyinari Anda, adalah hari Anda. Umur Anda hanya sehari. Karena itu anggaplah rentang kehidupan Anda adalah hari ini saja, seakan-akan Anda dilahirkan pada hari ini dan akan mati hari ini juga. Saat itulah Anda hidup, jangan tersangkut dengan gumpalan masa lalu dengan segala keresahan dan kesusahannya, dan jangan p**a terikat dengan ketidakpastian-ketidakpastian di masa yang penuh dengan hal-hal yang menakutkan serta gelombang yang sangat mengerikan.🎋

👉 Hanya untuk hari ini sajalah seharusnya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Pada hari ini Anda harus mempersembahkan kualitas shalat yang khusyu', bacaan Al-Quran yang sarat tadabbur, dzikir yang sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian pada jiwa dan raga, serta bersikap sosial terhadap sesama. Hanya untuk hari ini saja, saat mana Anda hidup.🌾

👉 Oleh karena itu, Anda harus benar-benar membagi setiap jamnya. Anggaplah setiap menitnya sebagai hitungan tahun, dan setiap detiknya sebagai hitungan bulan, saat-saat di mana Anda bisa menanam kebaikan dan mempersembahkan sesuatu yang indah. Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan nanti, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan. Terimalah rezeki yang Anda dapatkan dari Allah hari ini dengan penuh keridhaan.

فَخُذۡ مَاۤ اٰتَیۡتُکَ وَ کُنۡ مِّنَ الشّٰکِرِیۡنَ

"Maka berpegang-teguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur." (QS Al-A'raf: 144)🙏

✍️ Banyak orang yang sering menunda amal saleh hanya karena beberapa alasan. Mau bersedekah, ditunda sampai tabungan banyak. Mau shalat dzuhur, masih menunggu waktu yang mendekati shalat ashar. Dan banyak lagi contoh sehari-hari yang sepertinya sepele, namun tidak baik jika dipelihara seterusnya. Bukankah Nabi berpesan kepada kita untuk selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya ? Imam Muslim meriwayatkan dalam hadisnya:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا ».

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bersegeralah beramal, sebelum datang fitna (ujian, godaan, keadaan genting yang sulit membedakan antara yang haq dengan yang batil) laksana lipatan malam yang gelap, pada pagi hari seorang menjadi seorang yang beriman dan di sore hari menjadi seorang yang kafir atau sore hari menjadi seorang yang beriman dan pagi hari menjadi seorang yang kafir, (karena) ia menjual agamanya (hanya) dengan sebagian dari dunia.” HR. Muslim.🙏

👉 Sifat menunda hanya akan membawa kerugian pada diri kita di dunia. Dan penyesalan jauh lebih dalam nantinya di akhirat. Karena jika kita renungkan lebih dalam, bahwa kematian tidak akan pernah bisa ditunda, ia datang kapan saja. Bayangkan jika kita mati dalam keadaan belum melakukan kebaikan apapun, karena selama ini hidup kita penuh dengan menunda-nunda.🪴

👉 Jika Anda jujur terhadap diri Anda sendiri maka dengan kemauan keras, Anda akan bisa menundukkan jiwa Anda pada teori ini : "Saya tidak akan pernah hidup kecuali hari ini." Oleh karena itu, manfaatkanlah hari ini, setiap detiknya, untuk membangun kepribadian, untuk mengembangkan semua potensi yang ada, dan untuk membersihkan amalan Anda. Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, melakukan shalat sesempurna mungkin, melakukan shalat-shalat nafilah sebagai bekal untuk diri sendiri, bergelut dengan Al-Qur'an, mengkaji buku-buku yang ada, mencatat hal-hal yang perlu, dan menelaah buku yang bermanfaat.🌸

👉 Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan menanam nilai-nilai keutamaan di dalam hati ini dan mencabut pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri: takabur, ujub, riya', dan buruk sangka. Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kebaikan kepada mereka: menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang kebingungan, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang dalam kesulitan, membantu yang dizhalimi, membantu yang lemah, mengasihi yang menderita, menghormati seorang yang alim, menyayangi anak kecil, dan menghormati yang lebih tua. 🌷

👉 Karena saya hidup untuk hari ini saja maka saya akan hidup untuk mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah bersama mataharimu. Aku tidak akan menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku tercenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi. "Wahai masa depan, yang masih berada dalam keghaiban, aku tidak akan pernah bergelut dengan mimpi-mimpi dan tidak akan pernah menjual diri untuk ilusi. Aku tidak memburu sesuatu yang belum tentu ada karena esok hari tidak berarti apa-apa, esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan, dan tidak pantas dikenang. "Hari Anda adalah hari ini", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan", kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.🙏

06/02/2021

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (349) 1512*🌻

*Persiapkan Hidup Untuk Mati*

اِقۡتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُہُمۡ وَ ہُمۡ فِیۡ غَفۡلَۃٍ مُّعۡرِضُوۡنَ ۚ

*"Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)”. (Qs. Al-Anbiyaa’ : 1)*

👍 Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Pepatah tua itu, tampaknya cukup mampu menjawab pertanyaan untuk apa hidup ini. Tak ada yang mampu mengabadikan "hidup" manusia, selain peninggalannya. Maka tak heran jika Rasulullah jauh-jauh hari dulu pernah bersabda, "Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk lingkungannya." Hanya dengan berbuat baik saja, nama kita akan dikenang sepanjang zaman, minimal oleh anak cucu kita, melampaui umur yang dianugerahkan pada kita.🌷

👉 Sekarang masalahnya adalah, sering kali manusia lupa, bahwa sesungguhnya hidup ini adalah untuk mati. Tak kurang dan tak lebih. Kehidupan dunia dengan segala pernik dan warnanya di banyak waktu telah membuat kita gila. Manusia tak ada bedanya dengan laron-laron di musim hujan yang keluar dari tanah dan mengejar cahaya. Kian dekat dunia digapai, kian besar bahaya dituai. Terangnya sinar lampu dunia telah membuat kita gelap mata, bahwa semakin dekat kita dengan sumber cahaya, semakin tinggi p**a suhu dan panasnya. Dan kita bisa terbakar di dalamnya dengan sia-sia.

👉 Banyak keistimewaan yang bisa kita dapatkan dengan mengingat kematian. Aisyah, pernah berkata, suatu ketika salah seorang sahabat bertanya pada Rasulullah. "Ya Rasulullah, apakah ada orang yang kelak dibangkitkan bersama dengan para syuhada?" Kemudian Rasulullah menjawab, "Ada, ia adalah orang-orang yang mengingat mati dua puluh kali dalam sehari." Dalam kesempatan lain, sahabat Anas ra, berkata, ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Banyak-banyaklah mengingat mati, karena dengannya akan terkikis dosa-dosa dan terhapus ambisi manusia pada dunia."🍁

👉 Kini mari kita tanyakan pada diri sendiri, berapa kali sehari kematian melintas di dalam angan kita ? Mungkin tak setiap hari, gelak tawa, gurauan canda kita dengan kawan dan keluarga kadang membuat kita terlena. Untuk orang-orang seperti ini, Rasulullah pernah memberikan peringatan. Suatu saat, ketika beliau memasuki masjid, terlihat beberapa orang sedang tertawa senang. Kemudian Rasulullah menghampiri mereka dan menegurnya, "Ingatlah kematian. Demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan menangis." Nabi Muhammad saw. bersabda,

عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ وَلَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” [HR. Muslim, no. 2359] 😭

👉 Dari peristiwa tersebut, Rasulullah seakan memberikan isyarat, betapa berat dan dahsyat kematian itu. Satu peristiwa dalam fase yang tak satupun kehidupan lolos darinya, meski telah sembunyi dan melarikan diri.

قُلۡ اِنَّ الۡمَوۡتَ الَّذِیۡ تَفِرُّوۡنَ مِنۡہُ فَاِنَّہٗ مُلٰقِیۡکُمۡ ثُمَّ تُرَدُّوۡنَ اِلٰی عٰلِمِ الۡغَیۡبِ وَ الشَّہَادَۃِ فَیُنَبِّئُکُمۡ بِمَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ

"Katakanlah, sesungguhnya maut, yang kalian lari darinya, pasti akan mendapati kalian. Kemudian, kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata. Lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian, apa-apa yang telah kalian lakukan." (QS. Al Jumu'ah: 8)🙏

✍️ Sesungguhnya, kematian itu sangat dekat dengan kehidupan. Segala sesuatu yang tak pernah diketahui dan segala sesuatu yang tak pernah diprediksi adalah dekat. Kematian dan kehidupan, seolah-olah hanya dibatasi garis tipis. Jika saat ini kita masih hidup, tak ada yang menjamin esok hari nyawa masih dikandung badan. Jangan kan sehari, sedetik ke depan pun tak ada yang mampu memberikan jaminan.
*Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs. Luqman 34)*

👉 Jika demikian, tak pernahkah kita merasa takut menghadapinya. Sudah cukupkah perbekalan yang kita kumpulkan saat kematian datang. Tak ada yang tahu. Para ulama sufi berpendapat, saat kita hidup sebenarnya adalah tidur panjang, ketika kematian datang, saat itulah kita harus bangun dan sadar. Dan saat itu manusia hanya punya dua pilihan.

*Pertama*, ia bangun dari tidurnya panjang dan menjadi segar. Saat dibangkitkan setelah kematian ia benar-benar menjadi manusia yang beruntung karena tidur panjang yang diberikan betul-betul ia gunakan dengan baik dan penuh manfaat. Kebangkitannya dari kematian adalah sesuatu yang dinantikan. Orang-orang seperti ini akan mengucapkan kata seperti yang pernah keluar dari bibir Rabi' bin Khutsaim. "Tidak ada satu hal yang tersembunyi yang dinanti-nanti oleh orang beriman yang lebih baik dari kematian."

*Kedua*, ia bangun dari tidur tapi lesu dan bersedih hati, karena waktu yang diberikan tidak benar-benar dimanfaatkan. Ia memohon untuk diberikan sedikit waktu lagi dan mengumpulkan bekal. Tapi apa lacur, waktu tak bisa berjalan mundur atau berhenti. Waktu akan terus meluncur, mendorong yang bertahan dan menggilas yang kelelahan. Dan orang-orang seperti ini akan berkata, "Celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang merugi."

👉 Sekaranglah saatnya sadar, bahwa hidup yang selama ini kita jalani, ternyata hanya bersiap untuk mati, untuk menuju kehidupan yang lebih nyata. Meski demikian, bukan tempatnya kita hanya memikirkan mati dan keabadian saja, kehidupan dunia pun tak bisa kita lepaskan begitu saja. Seorang muslim selayaknya jika siang ia seperti singa yang mencari buruannya. Tapi jika datang senja, ia akan menjadi rahib yang merintih meminta ampun dan berkah pada Tuhannya. Karenanya, "Kematian yang tiba-tiba adalah rahmat bagi orang beriman dan nestapa bagi orang durhaka," demikian sabda Rasulullah.

06/02/2021

🌻 *SPIRIT TAHAJUD (348) 1412* 🌻

*Indahnya Pahala Menahan Amarah*

Dari Muâdz Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Saw. bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ

"Barangsiapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskan pelampiasannya, maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk. Kemudian, disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya." (HR. Abu Dawud - At-Tirmidzi)

Tingkat keteguhan seseorang dalam menghadapi kesulitan hidup memang berbeda-beda. Ada yang mampu menghadapi persoalan yang sedemikian sulit dengan perasaan tenang. Namun, ada p**a orang yang menghadapi persoalan kecil saja ditanggapinya dengan begitu berat. Semuanya bergantung pada kekuatan ma'nawiyah (keimananan) seseorang.

Pada dasarnya, tabiat manusia yang beragam: keras dan tenang, cepat dan lambat, bersih dan kotor, berhubungan erat dengan keteguhan dan kesabarannya saat berinteraksi dengan orang lain. Orang yang memiliki keteguhan iman akan menyelusuri lorong-lorong hati orang lain dengan respon pemaaf, tenang, dan lapang dada. Adakalanya, kita bisa merasa begitu marah dengan seseorang yang menghina diri kita. Kemarahan kita begitu memuncak seolah jiwa kita terlempar dari kesadaran. Kita begitu merasa tidak mampu menerima penghinaan itu. Kecuali, dengan marah atau bahkan dengan cara menumpahkan darah. Na'udzubillah.

Menurut riwayat, ada seorang Badwi datang menghadap Nabi saw. Dengan maksud ingin meminta sesuatu pada beliau. Beliau memberinya, lalu bersabda, "Aku berbuat baik padamu." Badwi itu berkata, "Pemberianmu tidak bagus." Para sahabat merasa tersinggung, lalu mengerumuninya dengan kemarahan. Namun, Nabi memberi isyarat agar mereka bersabar. Kemudian, Nabi saw. p**ang ke rumah. Nabi kembali dengan membawa barang tambahan untuk diberikan ke Badwi. Nabi bersabda pada Badwi itu, "Aku berbuat baik padamu?" Badwi itu berkata, "Ya, semoga Allah membalas kebaikan Tuan, keluarga dan kerabat."
Keesokan harinya, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat, "Nah, kalau pada waktu Badwi itu berkata yang sekasar engkau dengar, kemudian engkau tidak bersabar lalu membunuhnya. Maka, ia pasti masuk neraka. Namun, karena saya bina dengan baik, maka ia selamat." Beberapa hari setelah itu, si Badwi mau diperintah untuk melaksanakan tugas penting yang berat sekalipun. Dia juga turut dalam medan jihad dan melaksanakan tugasnya dengan taat dan ridha.

Rasulullah saw memberikan contoh kepada kita tentang berlapang dada. Ia tidak panik menghadapi kekasaran seorang Badwi yang memang demikianlah karakternya. Kalau pun saat itu, dilakukan hukuman terhadap si Badwi, tentu hal itu bukan kezhaliman. Namun, Rasulullah saw. tidak berbuat demikian. Beliau tetap sabar menghadapinya dan memberikan sikap yang ramah dan lemah lembut. Pada saat itulah, beliau saw. ingin menunjukkan pada kita bahwa kesabaran dan lapang dada lebih tinggi nilainya daripada harta benda apa pun. Harta, saat itu, ibarat sampah yang bertumpuk yang dipakai untuk suguhan unta yang ngamuk. Tentu saja, unta yang telah mendapatkan kebutuhannya akan dengan mudah dapat dijinakkan dan bisa digunakan untuk menempuh perjalanan jauh.

Adakalanya, Rasulullah saw. juga marah. Namun, marahnya tidak melampaui batas kemuliaan. Itu pun ia lakukan bukan karena masalah pribadi melainkan karena kehormatan agama Allah. Rasulullah saw. bersabda, "Memaki-maki orang muslim adalah fasik (dosa), dan memeranginya adalah kufur (keluar dari Islam)." (HR.Bukhari) Sabdanya p**a, "Bukanlah seorang mukmin yang s**a mencela, pengutuk, kata-katanya keji dan kotor." (HR. Turmudzi)

Seorang yang mampu mengendalikan nafsu ketika marahnya berontak, dan mampu menahan diri di kala mendapat ejekan, maka orang seperti inilah yang diharapkan menghasilkan kebaikan dan kebajikan bagi dirinya maupun masyarakatnya.

Seorang Hakim yang tidak mampu menahan marahnya, tidak akan mampu memutuskan perkara dengan adil. Dan, seorang pemimpin yang mudah tersulut nafsu marahnya, tidak akan mampu memberikan jalan keluar bagi rakyatnya. Justru, ia akan senantiasa memunculkan permusuhan di masyarakatnya. Begitu pun pasangan suami-isteri yang tidak memiliki ketenangan jiwa. Ia tidak akan mampu melayarkan laju bahtera hidupnya. Karena, masing-masing tidak mampu memejamkan mata atas kesalahan kecil pasangannya.

Bagi orang yang imannya telah tumbuh dengan suburnya dalam dadanya. Maka, tumbuh p**a sifat-sifat jiwa besarnya. Subur p**a rasa kesadarannya dan kemurahan hatinya. Kesabarannya pun bertambah besar dalam menghadapi sesuatu masalah. Tidak mudah memarahi seseorang yang bersalah dengan begitu saja, sekalipun telah menjadi haknya. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

ليسَ الشديدُ بالصُّرَعَةِ، إنَّما الشديدُ الذي يَمْلِكُ نَفْسَه عند الغَضَبِ”.

Artinya: “Bukanlah orang yang kuat adalah orang yang pandai bergulat, hanya saja yang kuat adalah orang yang mampu menahan nafsunya ketika marah”.(Muttafaqun ‘alaihi).

Dalam Taudhih Al Ahkam Min Bulughil Maram, disebutkan bahwa: ” Hadits itu menunjukkan bahwa sesungguhnya kekuatan yang sebenarnya adalah bukanlah kuat otot, kuat jasmani, hanya saja kekuatan yang sebenarnya adalah kekuatan rohani, maka bukanlah yang kuat adalah orang yang membanting orang-orang yang kuat lainnya selalu. Hanya saja yang kuat itu adalah yang mampu melawan hawa nafsunya dan menundukannya tatkala amarahnya memuncak, ia mampu mengekangnya, hingga tidak dapat mendorongnya melakukan hal yang diharamkan, yaitu menyerang, dan menahan lidahnya hingga ia tidak mengucapkan ucapan yang diharamkan dari cacian, laknat, menuduh (tanpa bukti) atau selain dari itu. (Abdullah Al Bassam, Taudhih Al Ahkam Min Bulughil Maram 7/394).

Orang yang demikian, akan mampu menguasai dirinya, menahan amarahnya, mengekang lidahnya dari pembicaraan yang tidak patut. Wajib baginya, melatih diri dengan cara membersihkan dirinya dari penyakit-penyakit hati. Seperti, ujub dan takabur, riya, sum'ah, dusta, pengadu domba dan lain sebagainya.
Dan menyertainya dengan amalan-amalan ibadah dan ketaatan kepada Allah, demi meningkatkan derajat yang tinggi di sisi Allah swt.

Dari Abdullah bin Shamit, Rasulullah saw. bersabda, "Apakah tiada lebih baik saya Beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah meninggikan gedung-gedung dan mengangkat derajat seseorang?" Para sahabat menjawab, "Baik, ya Rasulullah." Rasulullah saw bersabda, "Berlapang dadalah kamu terhadap orang yang membodohi kamu. Engkau s**a memberi maaf kepada orang yang telah menganiaya kamu. Engkau s**a memberi kepada orang yang tidak pernah memberikan sesuatu kepadamu. Dan, engkau mau bersilaturahim kepada orang yang telah memutuskan hubungan dengan engkau." (HR. Thabrani)

Sabdanya p**a, "Bahwasanya seorang hamba apabila mengutuk kepada sesuatu, naiklah kutukan itu ke langit. Lalu, dikunci pintu langit-langit itu buatnya. Kemudian, turunlah kutukan itu ke bumi, lalu dikunci p**a pintu-pintu bumi itu baginya. Kemudian, berkeliaranlah ia ke kanan dan kekiri. Maka, apabila tidak mendapat tempat baru, ia pergi kepada yang dilaknat. Bila layak dilaknat (artinya kalau benar ia berhak mendapat laknat), tetapi apabila tidak layak, maka kembali kepada orang yang mengutuk (kembali ke alamat si pengutuk)." (HR. Abu Dawud)

Address

Pekalongan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when The Spirit Of Tahajud posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share