13/09/2017
Edisi Profil Tokoh
Kami memanggilnya ustad.
Santri memanggilnya Abah
Belakangan bliau terkenal dengan sapaan ustad akhir zaman...
Bliau Al Ustadzh
ZULKIFLI MUHAMMAD ALI, Lc. MA
Bliau Guru kami...
Inspirasi yang menyalakan lentera iman hati kami
Berada didekatnya serasa semua hidup ini akan diwakafkan untuk Allah dan Dien yang diRidhaiNya ini
Karena semangat itulah yg terus bliau nyalakan dalam dirinya
Belajar di Mesir dan dilanjutkan ke Tripoly, Libia pada pendidikan akhir adalah safar tholabul ilm yg mempertemukannya dengan ulama dunia yang menambahkan kekokohan jiwa militan dalam dirinya,
karena jika bicara Islam,
sejak kecil sudah terlihat kecendrungan dirinya pada segala hal yg berkaitan dengan aktifitas agama, besar dalam lingkungan Muhammadiah di masjid Raya Jihad Curup Bengkulu,
sejak kecil bliau sudah berbakat dengan gaya buya Hamka, dan sangat s**a dengan retorika Kyai Hj. Zainuddin MZ. dan bacaannya buku buku tafsir, dan sangat tertarik dg tafsir Fi Zilalil Quran, untuk anak usia SD, bliau memiliki pemikiran visioner, terlihat dilingkungan ia tumbuh, bliau s**a berada ditengah para aktifis dakwah masjid.
Meski sejak kecil mengalami dendam terhadap perlakuan sosial masyarakat,
karena besar dari keluarga miskin,
tapi ia mendapatkan kasih sayang yg hangat dari seorang ayah yg agamis, ...
pada tahap Allah mengamahkan harta,
bliau membayar dendam itu dengan menyantuni siapapun dengan maksimal,
karena kesulitan dimasa sekolah mendapatkan biaya, justru membuatnya selalu mensupport para pemuda tetap melanjutkan pendidikan.
diantara nasehatnya yang cukup penting bagi kami, adalah :
"menjadi pelaku Pendidikan sejatinya melanjutkan tugas para nabi dan Rasul Allah, yaitu, mengokohkan TAUHID pada diri setiap generasi
jika ,
kalian berlelah lelah dengan dakwah ini, membersamai anak anak menjaga fithrahnya hingga menemui usia taklifiah dg tepat,
berhabis habisan tenaga dan waktu, terkorbankan kenyaman pribadi demi terbentuknya sebuah generasi,
membuat kalian bahagia ... maka Allah sudah penuhi hati kalian dg nikmat iman sesungguhnya,
tapi,
apabila sebaliknya, kalian merasa rugi, semakin sulit, sempit, dan tidak merasakan bahagia, periksalah apa yg salah dalam menjalankan amanah ini.
tahukah bahwa generasi ini sedang diperebutkan oleh kebenaran dan kebatilan...
Jangan sangka para pendurhaka Allah diluar sana
tidak lelah,
tidak habis habisan harta,
tidak serius,
bahkan saking seriusnya menempuh semua cara yg tidak mungkin kita tempuh, keji, biadab , zholim
bahkan sampai putus asa jiwa mereka
Sama,..
kita dan mereka sama sama lelah
namun,...
ada kekuatan yg ada bersama kita
tapi tidak bersama mereka
yaitu Allah
Maka,...
tidak usah menandingi mereka dg cara mereka bergerak, tapi kita mulai dengan cara Al Qur'an yg telah mematahkan semua serangan.
Kini saatnya lebih tepat kita didikkan pd anak anak kita agar mereka mencintai negri ini INDONESIA, seperti para pejuang mencintai negeri ini dengan cara yg benar.
Tumbuhkan jiwa mereka peduli pada nasib negri ini, agar para perusak negri ini tidak bersewenangan menjadikan islam yg mengakar di bumi Indonesia justru malah mereka teriaki sebagai musuh negara, jangan jauhkan anak anak kita dari akar bangsanya, Agamis, Santun, Patriotis, Bersaudara, toleran,
karena bangsa ini diperjuangkan oleh para ulama yg juga berjuang mendidikkan iman utk mewariskan tauhid.