LPD Kaffah.Lembaga Pendidikan Dan Dakwah.

LPD Kaffah.Lembaga Pendidikan Dan Dakwah. Dakwah Kapada Ummat Berdasarkan Al qur'an dan Sunnah

🔍 CARA MENGERJAKAN PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWWAL YANG UTAMAPERTANYAAN :Mana yang lebih utama puasa (enam hari) berturut-...
24/05/2020

🔍 CARA MENGERJAKAN PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWWAL YANG UTAMA
PERTANYAAN :
Mana yang lebih utama puasa (enam hari) berturut-turut atau terpisah?
JAWABAN :
الأفضل صيام ستة أيام من شوال أن تكون متتابعة، وأن تكون بعد يوم الفطر مباشرة؛ بما في ذلك من المسارعة إلى الخير، ولا بأس أن يؤخر ابتداء صومها عن اليوم الثاني من شوال، ولا بأس أن يصومها الإنسان متفرقة إلى آخر الشهر؛ لعموم قوله صلى الله عليه وسلم: من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر كله. ولم يشترط النبي صلى الله عليه وسلم أن تكون متتابعة، ولا أن تكون بعد رمضان مباشرة.
🔴 Lebih utama puasa enam hari di bulan Syawal dilakukan secara berturut-turut dan dilakukan langsung setelah hari Idul Fitri (selesai). Karena yang demikian ini merupakan upaya untuk bersegera melakukan kebaikan.
🔴 Namun tidak mengapa ditunda permulaan puasanya dari hari kedua bulan Syawal. Tidak masalah p**a seseorang melakukannya secara terpisah hingga akhir bulan. Ini berdasarkan keumuman sabda beliau shallallahu alaihi wasallam : "Siapa saja yang puasa Ramadhan lalu mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia puasa sepanjang tahun."
Dalam hadis ini Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mempersyaratkan harus berturut-turut puasanya dan tidak p**a harus langsung setelah Ramadhan."
__________________
👤 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📚 Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb kaset nomor 239
🌍 Web | shahihfiqih.com/fatwa/cara-mengerjakan-puasa-6-hari-di-bulan-syawwal/
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih .
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.

23/05/2020
📎 SAAT TERBUKANYA PINTU LANGIT🔴 Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :إذا نُودي بالصلاةِ فُتِّحتْ أبوابُ ال...
23/05/2020

📎 SAAT TERBUKANYA PINTU LANGIT
🔴 Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :
إذا نُودي بالصلاةِ فُتِّحتْ أبوابُ السماءِ ، واسْتُجيبَ الدعاءُ
"Apabila adzan dikumandangkan, maka terbukalah pintu-pintu langit dan doa dikabulkan."
______
📚 Shahih Targhib no. 260 dan Shahih Jaami' no. 818
🌍 Web | shahihfiqih.com/mutiara-hadits/pintu-langit-terbuka-ketika-adzan/
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.
**andoa

Khotbah Singkat Idul Fitri 1441 H,Oleh Buya Gusrizal Gozahar ( Ketua Umum MUI Sumatera Barat )
21/05/2020

Khotbah Singkat Idul Fitri 1441 H,
Oleh Buya Gusrizal Gozahar ( Ketua Umum MUI Sumatera Barat )

📎 AIR MATA PERPISAHAN DI PENGHUJUNG RAMADHAN👤 Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata :‌كيف ‌لا ‌تجرى ‌للمؤمن ‌على ‌ف...
21/05/2020

📎 AIR MATA PERPISAHAN DI PENGHUJUNG RAMADHAN
👤 Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata :
‌كيف ‌لا ‌تجرى ‌للمؤمن ‌على ‌فراقه ‌دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع
“Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes saat berpisah dengan Ramadan, padahal ia tidak tahu, apakah disisa umurnya masih ada kesempatan untuk bertemu”
___________
📚 Lathaif al-Ma’arif hal 217
🌏 Web | shahihfiqih.com/mutiara-salaf/air-mata-perpisahan-di-penghujung-ramadhan/
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih .
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.

📎 (MANFAAT WAKTU YANG MASIH ADA) SELAMAT JALAN RAMADHAN👤 Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah Berkata :Wahai hamba Allah, ...
20/05/2020

📎 (MANFAAT WAKTU YANG MASIH ADA) SELAMAT JALAN RAMADHAN
👤 Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah Berkata :
Wahai hamba Allah, bulan Ramadhan telah bersiap-siap untuk berangkat. Tidak ada lagi yang tersisa kecuali saat-saat yang singkat. Barangsiapa yang telah melakukan kebaikan selama ini, hendaklah ia menyempurnakannya. Barangsiapa yang malah sebaliknya, hendaklah ia memperbaikinya dalam waktu yang masih tersisa. Karena ingatlah amalan itu dinilai dari akhirnya.
Manfaatkanlah malam-malam dan hari-hari Ramadhan yang masih tersisa, Serta titipkanlah amalan sholih yang dapat memberi kesaksian kepadamu nantinya di hadapan Al Malikul ‘Alam (Sang Penguasa Hari Pembalasan). Lepaskanlah kepergian (bulan Ramadhan) dengan ucapan salam yang terbaik :
“Salam dari Ar-Rahman (Allah) pada setiap zaman. Atas sebaik-baik bulan yang hendak berlalu. Salam atas bulan di mana puasa dilakukan. Sungguh ia adalah bulan yang penuh rasa aman dari Ar-Rahman. Jika hari-hari berlalu tak terasakan. Sungguh kesedihan hati untuk tak pernah hilang.”
____________
📚 Lathoif Al Ma’arif, halaman 380
🌍 Web | shahihfiqih.com/mutiara-salaf/selamat-jalan-ramadhan/
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih .
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.

📎 DOA AGAR MUDAH MENCINTAI FAKIR MISKINاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ ...
19/05/2020

📎 DOA AGAR MUDAH MENCINTAI FAKIR MISKIN
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِي غَيْرَ مَفْتُونٍ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk bisa berbuat baik, meninggalkan kemungkaran, mencintai orang-orang miskin. Ampunilah aku dan rahmatilah aku. Apabila Engkau menghendaki fitnah atas suatu kaum maka wafatkan aku kepada-Mu dalam keadaan tidak terkena fitnah. Aku mengharap cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta pada amalan yang mendekatkanku pada cinta-Mu." (HR. At-Tirmidzi 3235. Shahih)
➡ Ingin mencetak Poster diatas? Yuk download versi high resolution: https://shahihfiqih.com/pjv9
____________________
🌏 Web | shahihfiqih.com.
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih .
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.
**andoa

📎 BERSEGERALAH DALAM KEBAIKAN👤 Khalid bin Ma'dan rahimahullah berkata :إذا فتح أحدكم باب خير فليسرع إليه فإنه لايدري متى...
19/05/2020

📎 BERSEGERALAH DALAM KEBAIKAN
👤 Khalid bin Ma'dan rahimahullah berkata :
إذا فتح أحدكم باب خير فليسرع إليه فإنه لايدري متى يغلق عنه
"Apabila dibukakan sebuah pintu kebaikan bagi salah seorang di antara kalian, hendaknya dia bergegas melaksanakannya. Sebab, dia tidak tahu kapan pintu itu akan ditutup darinya."
___________
📚 Siyar A'lam an-Nubala 4/540
🌏 Web | shahihfiqih.com/mutiara-salaf/bersegeralah-dalam-kebaikan/
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih .
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.

'Idul Fithri akan tiba, Ini arahan MUI Sumatera BaratHarap dibaca secara utuh dan kawallah emosional dengan keilmuan ser...
18/05/2020

'Idul Fithri akan tiba, Ini arahan MUI Sumatera Barat

Harap dibaca secara utuh dan kawallah emosional dengan keilmuan serta jagalah dengan adab.

BAYAN
Nomor: 001/MUI-SB/V/2020
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه ومن والاه

Mengingat :
1. Fatwa MUI Nomor: 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Mewabahnya Covid-19;
2. Fatwa MUI Nomor: 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir Dan Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19;
3. Surat Dewan Pimpinan MUI Pusat Nomor: A-1123/DP-MUI/IV2020, Hal: Pelaksanaan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020;
4. Maklumat & Taushiyyah MUI Sumbar Nomor: 005/MUI-SB/IV/2020;
5. Maklumat & Taushiyyah MUI Sumbar Nomor: 006/MUI-SB/IV/2020;
6. Maklumat & Taushiyyah MUI Sumbar Nomor: 007/MUI-SB/IV/2020;
7. Petunjuk syariat Islam terkait dengan Hari Raya dan antisipasi penyebaran wabah penyakit sebagaimana dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw, di antaranya sebagai berikut :

a. Firman Allah swt :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”. (QS. al-Baqarah 2:185)

b. Hadits Nabi Muhammad saw :
عَنْ أَنَسٍ قَالَ : قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَقَالَ : " مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ ؟ ". قَالُوا : كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا : يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ ". (رواه أبو داود و النسائي)
“Dari Anas Ibnu Malik ia berkata: Rasulullah saw. tiba di Madinah (dan beliau melihat) mereka mempunyai dua hari yang mereka meriahkan dengan permainan. Beliau bertanya: Hari apa ini? Mereka menjawab: Di zaman Jahiliyah kami memeriahkannya dengan permainan. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari ini untuk kamu dengan yang lebih baik, yaitu Idul Adlha dan Idul Fitri. [HR. Abu Dawud dan an-Nasa’i].

c. Hadits Nabi Muhammad saw :
الطاعون آية الرجز ابتلى الله عز وجل به ناسا من عباده فإذا سمعتم به فلا تدخلوا عليه وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تفروا منه
"Wabah tha’un adalah suatu ayat, tanda kekuasaan Allah Azza Wajalla yang sangat menyakitkan, yang ditimpakan kepada orang-orang dari hambaNya. Jika kalian mendengar berita dengan adanya wabah Tha'un, maka jangan sekali-kali memasuki wilayah itu, jika Tha'un telah terjadi pada suatu daerah dan kalian disana, maka janganlah kalian keluar darinya". (HR. Muslim dari Usamah bin Zaid bin Haritsah r.a ).

d. Hadits Nabi Muhammad saw
لا عدوى ولا طيرة ولا هامة ولا صفر, وفر من المجذوم كما تفر من الأسد
“Tidak boleh ada penularan (penyakit) dan tidak boleh ada kesialan, dan tidak ada hammah (arwah gentayangan) dan tidak ada kesialan bulan safar dan berlarilah dari penyakit kusta seperti engkau lari dari singa”. (HR. Al-Bukhari dari Abi Hurairah ra)

Maka kami memberikan Bayan (Penjelasan) sebagai berikut :

1. Penyelenggaraan Idul Fitri 1441 H di Sumatra Barat tetap tidak keluar dari ketentuan-ketentuan Maklumat MUI Sumbar Nomor: 007/MUI-SB/IV/2020 yaitu :
a) ‘Udzur syar’i untuk tidak melakukan ibadah sholat berjamaah baik di lapangan maupun di masjid, masih tetap ada karena mengingat perkembangan penularan Covid-19 di Sumatera Barat.
b) Bagi daerah-daerah yang tidak terdapat anggota masyarakat positif tertular Covid-19 atau telah menunjukkan terkendalinya penularan wabah Covid-19, maka sholat Idul Fitri bisa ditunaikan selama ada jaminan dan pengawasan dari pemerintah setempat yang memberikan fasilitas kepada umat untuk menunaikan ibadah sehingga tidak menghantarkan diri mereka ke dalam kebinasaan, sebagaimana firman Allah swt:.. وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ...
“....dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.....”. (QS. Al-Baqarah 2:195)
c) Apabila tidak ada jaminan tersebut, maka MUI Sumbar tidak merekomendasikan penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1441 H secara berjamaah di lapangan maupun di masjid.

2. Pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi kaum muslimin untuk menjalankan ibadah yang menjadi syi’ar agama Islam dan harus berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi umat dari penularan wabah Covid-19 pada daerah-daerah yang terkendali dengan bersama-sama menggerakkan masyarakat untuk melakukan karantina terhadap wilayah mereka. Kewajiban ini adalah amanah dari Allah swt dan Konstitusi Negara Republik Indonesia.

3. Kepada umat Islam di Sumatera Barat, kami sampaikan bahwa dalam pelaksanaan ibadah berjamaah yang berpotensi untuk mengumpulkan orang banyak, termasuk untuk pelaksanaan sholat Idul fitri, agar memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
a. Ada penetapan pejabat berwenang bahwa daerah tersebut merupakan daerah yang tidak sedang mewabahnya Covid-19;
b. Daerah tersebut telah ditutup akses pintu masuk/keluar-nya sehingga tidak memungkinkan bercampur orang yang sehat dengan orang yang sakit.
c. Panitia yang menyelenggarakan ibadah dapat memastikan bahwa yang hadir menunaikan ibadah adalah jamaah setempat dan tidak bercampur dengan jamaah dari luar.
d. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah jamaah yang terlibat dalam sholat Idul Fitri maka MUI Sumatera Barat meminta agar panitia pelaksana meyelenggarakannya di beberapa tempat.
e. Tetap memperhatikan prosedur pencegahan penularan Covid-19, seperti:
1) Menyediakan tempat cuci tangan
2) Menggunakan masker.
3) Jamaah dianjurkan membawa sajadah masing-masing.
f. Untuk mencegah kemungkinan penularan wabah maka merenggangkan shaff ketika sholat, dibolehkan dan tidak membatalkan sholat berjamaah.
g. Pelaksanaan Sholat dan Khutbah ditunaikan secara “iqtishad” (sederhana) dengan membaca ayat-ayat pendek serta meringkaskan khutbah.

4. Untuk pelaksanaan point 1 dan 2 di atas, kepada MUI Kabupaten/ Kota se Sumatera Barat agar senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

5. Dalam pandangan jumhur ‘ulama, sholat Idul; Fitri dan Idul Adha adalah sunnah muakkadah namun bagi kaum muslimin yang tidak bisa, atau memilih tidak mengikuti sholat Idul Fitri berjamaah dengan umat secara umum di lapangan atau di masjid karena ‘udzur atau luput darinya pelaksanaan sholat ‘Id tersebut, maka dibolehkan menunaikannya sendiri atau berjamaah dengan keluarga di rumah sebagaimana pandangan fuqaha’ Syafi’iyyah, Malikiyyah dan Hanabilah, bersandarkan kepada hadits Rasulullah saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَامْشُوا إِلَيْهَا وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ وَالْوَقَارُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَاقْضُوا " (رواه أحمد)
“Dari Abu Hurairah ra, susungguhnya Rasulullah saw bersabda; Jika shalat telah didirikan, maka janganlah kalian datang sambil berlari, namun datanglah dengan berjalan, hendaknya kalian tenang, apa yang kalian dapatkan (raka'atnya) maka shalatlah, dan (raka'at) yang ketinggalan, maka gantilah." (HR. Ahmad)
Dan amalan sahabat Rasulullah saw (Anas Bin Malik ra) apabila luput darinya pelaksaanaan sholat ‘Id sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih :
أَمَرَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ مَوْلَاهُمُ ابْنَ أَبِي عُتْبَةَ بِالزَّاوِيَةِ، فَجَمَعَ أَهْلَهُ وَبَنِيهِ وَصَلَّى كَصَلَاةِ أَهْلِ الْمِصْرِ وَتَكْبِيرِهِمْ. (رواه البخاري)
“Anas bin Malik memerintahkan mawla mereka yaitu Ibnu Abi ‘Utbah ) ketika berada di al-Zawiyyah (pelosok di dekat Bashrah) maka dia mengumpulkan keluarga dan anak-anaknya, lalu kemudian Anas bin Malik shalat bersama mereka sebagaimana shalatnya penduduk kota dan seperti takbir mereka”.
Kaifiyyat pelaksanaan sholat Id di rumah adalah sama sebagaimana halnya pelaksanaan di lapangan atau di masjid, baik dari segi jumlah rakaat maupun jumlah takbirnya (7 kali takbir pada rakaat pertama selain takbiratul ihram dan 5 kali takbir pada rakaat kedua selain takbiratul qiyam), namun tidak disyaratkan khutbah sesudahnya.
Demikianlah “bayan” ini kami sampaikan semoga menjadi perhatian.
Wallahu a’lam
حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير
​​​​​Padang,
25 Ramadhan 1441 H/
​​18 Mei 2020 M

Dewan Pimpinan
Majelis Ulama Indonesia
Provinsi Sumatera Barat

Ketua Umum​​​​​
Buya Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag​​

Sekretaris Umum
Dr. Zulfan, SHI., MH

📎 KENALILAH SIAPA TEMANMU DAN SIAPA LAWANMU?👤 Umar bin Khattab radhiyallahu anhu berkata :لا تكلم فيما لايعنيك؛ واعرف عد...
18/05/2020

📎 KENALILAH SIAPA TEMANMU DAN SIAPA LAWANMU?
👤 Umar bin Khattab radhiyallahu anhu berkata :
لا تكلم فيما لايعنيك؛ واعرف عدوك؛ واحذر صديقك إلا الأمين، ولا أمين إلا من يخشى الله؛ ولا تمش مع الفاجر فيعلمك من فجوره ولا تطلعه على سرك؛ ولا تشاور في أمرك إلا الذين يخشون الله عز وجل.
“Janganlah engkau berbicara sesuatu yang tidak ada faedahnya, kenalilah musuhmu, berhati-hatilah terhadap temanmu kecuali yang tepercaya (amanah), dan tidak ada orang tepercaya kecuali yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janganlah engkau berjalan (berteman) dengan orang yang jelek (pelaku maksiat) karena dia akan mengajarimu kejelekan tersebut, jangan p**a engkau beritahu rahasiamu kepadanya, janganlah engkau bermusyawarah tentang suatu urusan kecuali dengan orang-orang yang takut kepada Allah Azza wa Jalla.”
__________
📚 Shifatu ash-Shafwah 1/149
🌍 Web | shahihfiqih.com/mutiara-salaf/kenalilah-siapa-temanmu-dan-siapa-lawanmu-2/
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih .
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.

📎 DOA KETIKA MENGALAMI KESEMPITAN DAN KESUSAHANApabila Nabi shallallahu alaihi wa sallam tertimpa kesusahan, beliau berd...
17/05/2020

📎 DOA KETIKA MENGALAMI KESEMPITAN DAN KESUSAHAN
Apabila Nabi shallallahu alaihi wa sallam tertimpa kesusahan, beliau berdoa :
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali hanya Allah Yang Mahaagung lagi Mahasantun. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Allah semata, Rabb ‘Arsy yang agung. Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali hanya Allah semata, Rabb langit-langit dan bumi serta Rabb ‘Arsy yang mulia.”
(HR. Bukhori 6346)

➡ Ingin mencetak Poster diatas? Yuk download versi high resolution: https://shahihfiqih.com/kckk
________________
🌏 Web | shahihfiqih.com.
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih .
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.
**andoa

📎 (REMINDER) JANGAN LUPAKAN DOA UNTUK ORANG TUAMU DI RAMADHAN INI👤 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah b...
16/05/2020

📎 (REMINDER) JANGAN LUPAKAN DOA UNTUK ORANG TUAMU DI RAMADHAN INI
👤 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :
ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻄﻠﺒﺔ اﻟﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻨﺸﺮﻭا ﺑﻴﻦ اﻟﻌﺎﻣﺔ ﺃﻥ ﻋﺸﺎء اﻟﻮاﻟﺪﻳﻦ اﻟﺬﻱ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﻛﻞ ﺷﻲء! ﺩﻋﺎءﻙ ﻟﻮاﻟﺪﻙ ﻓﻲ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ ﺃﻭ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﻬﺠﺪ ﺃﻓﻀﻞ ﺑﻜﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺗﺬﺑﺢ ﻟﻪ ﻋﺸﺮ ﻧﻮﻕ
"Seyogyanya para penuntut ilmu menjelaskan kepada orang awam bahwasannya jamuan malam untuk kedua orang tua di bulan Ramadhan bukanlah segalanya. NAMUN doa yang engkau panjatkan untuk (kedua) orang tuamu ketika shalat tarawih atau shalat tahajjud itu jauh lebih utama dibanding kamu menyembelihkan untuknya 10 ekor unta."
_________________
📚 Liqaa' Baab al-Maftuuh 115
🌍 Web | shahihfiqih.com/nasehat-ulama/jangan-lupakan-doa-untuk-orang-tuamu-di-ramadhan-ini/
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih .
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.

Address

Payakumbuh
26273

Telephone

+6281378345278

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LPD Kaffah.Lembaga Pendidikan Dan Dakwah. posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category