Guru ibarat seperti 'talang yang berkarat'.
Talang merupakan tempat mengalirnya air.
Begitupun juga guru, guru merupakan tempat mengalirnya ilmu
Barangsiapa berani menginjak talang berkarat tersebut, maka dia akan terkena tetanus.
Barangsiapa berani 'menginjak' guru, menginjak dalam artian tidak menghormati guru, mencari- cari kesalahan guru, menggunjingkan guru, dsb. Maka ia tidak akan memperoleh kemanfaatan ilmu serta terputus dari keberkahannya.
Na'udzubillah
Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an Al Fudllola' - PPQF
Penjaga kalamullah
Coba seorang yang sedang berjuang untuk menghafalkan Al-Qur'an berbeda beda ragamnya. Ada yg di coba di awal, ada yg di coba di pertengahan, dan ada juga yang di akhir. Kyai H. Abdul Aziz pernah menjelaskan, cobaan bagi seorang penghafal Al-Qur'an ada empat,
1. Sakit
2. Keluarga
3. Mahabbah
4. Harta
Beragamnya cobaan itu alangkah baiknya jika kita mampu bertahan dan selalu husnudhon kepada allah. Karena tak jarang banyak yang menyerah dan putus di tengah jalan karena kurang kuatnya himmah untuk bertahan dan berhusnudhon kepada allah.
Jangan salah, yang sudah selesai (khatam) pun cobaannya beragam dan datang silih berganti. Contoh kecil ketika kita ingin istiqomah nderes dengan target harian, ndelalah ada saja "gangguannya" . Bagi yang masih berusia remaja mngkin gangguannya "setan yang bentuknya gepeng" , atau bahkan kekasih, tidak pandang bulu, entah laki2 maupun perempuan asti akan merasakannya. Dan masih banyak lagi contohnya.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang "سابق بالخيرات بإذن الله" , dan menjadi ahlullah, ahlul qur'an ahlul jannah, amiin..
Al qur'an yang barokah dan mbarokahi itu al qur'an yang di deres bukan al qur'an yang lancar, jadi yang merasa belum lancar tak usah berkecil hati, pokok angger awakmu iseh gelem nderes sregep iseh ono harapan lancar, seng lancar juga jangan membusungkan dada ngoten nggeh..
Kisah ini disampaikan oleh Ustadz Bachtiar Nasir dalam sebuah kajian tafsir yang membahas tentang surat Al-Baqarah ayat 120-121. Beliau bercerita tentang kisah nyata seorang kakek tua penghafal Al-Qur’an yang membuat jama’ah berdecak kagum.
Dalam suatu waktu, ada seorang kakek tua yang hendak dioperasi karena mengalami sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi demi menyembuhkan penyakitnya. Di luar dugaan, kakek tersebut terisak dalam tangis yang mendalam, dokter pun coba menguatkan dan meyakinkan sang kakek agar kakek tersebut tidak perlu khawatir karena penyakit yang dialaminya akan sembuh atas izin Allah dan tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan operasi karena dokter tersebut sudah berpengalaman untuk operasi penyakit tersebut dan besar sekali kemungkinan keberhasilannya.
Lalu kakek tersebut membalas perkataan dokter tersebut, “Dok, bukan itu yang saya khawatirkan, insya Allah saya siap dan tak takut untuk menjalani proses operasinya. Saya menangis karena saya sedih, akan banyak waktu yang terbuang saat operasi nanti pastinya, sedangkan saya memiliki kebiasaan untuk muraja’ah hafalan Al-Qur’an saya 12 juz tiap harinya, saya khawatir tidak dapat menyelesaikan hafalan saya di hari ini karena operasi ini, sebab itulah saya menangis…”
Lalu kakek tersebut melanjutkan dengan pertanyaan “Dok, seberapa lama saya akan dioperasi?” “Insya Allah hanya 4 jam kek” jawab dokter. “Kalau begitu, berikan saya waktu di satu jam pertama untuk muraja’ah hafalan saya, lalu lanjutkanlah tindakan operasi setelahnya” jawab kakek memberikan solusinya. Dokter pun menyetujuinya. Pada satu jam pertama dokter memberikan waktu untuk kakek muraja’ah hafalannya di ruang operasi, setelah waktu berjalan satu jam, dokter dan timnya melakukan tindakan medis, dibiuslah kakek tersebut dan melaksanakan tindakan operasi. Operasi tersebut berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti. Allah menolong keduanya.
Setelah kakek tersebut tersadar, dokter yang mengoperasinya tersebut berkata: “Kek, baru kali ini saya mengalami kejadian yang luar biasa ketika mengoperasi pasien. Setelah satu jam kakek muraja’ah hafalannya, kami pun membius kakek, saya yakin sudah tepat dosis bius kepada kakek, saya yakin dosis tersebut akan membuat kakek tak sadarkan diri. Tapi masya Allah, sepanjang operasi kakek tak berhenti sedikitpun membaca Al-Qur’an, seolah obat bius yang kami suntikan tak ada pengaruhnya dan rasa sakit saat operasi tak dirasakan”
Subhanallah… hikmah yang luar biasa yang dapat kita ambil dari kisah tersebut. Bagaimana dengan kita? Sudahkah ada kenikmatan dan kekhusyu’an ketika kita membaca Al-Qur’an?. Berapa banyak juz yang kita baca tiap harinya?. Berapa banyak ayat Al-Qur’an yang kita hafal tiap harinya? Berapa banyak ayat Al-Qur’an yang kita murajaah tiap harinya dan berapa banyak ayat Al-Qur’an yang kita amalkan tiap harinya???
Sungguh, masih amat sedikit amalan-amalan kita. Orang bijak mengatakan: “Janganlah takut dengan rezekimu pada hari ini, karena Allah sudah menjamin rezeki bagi orang yang hidup. Khawatir dan takutlah dengan kualitas dan kuantitas amalmu, apakah dapat mengantarkanmu ke surga? Karena tidak ada jaminan dari Allah bahwa kita akan masuk ke dalam Surga-Nya”.
24/12/2015
Haflah hidzaq pagi tadi 5 khotimat bil ghoib, 1 khotimin bil ghoib...
Semoga barokah fiddunya wal akhirah dan tetap menjadi golongan yang saabiqun bil khoirooti bi idz nillah...
12/12/2015
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Pakis Tayu
Pati
59155