16/05/2025
لا تطْلُب العلمَ رياءَ، ولا تَتْرُكْه حَياءً
Janganlah mencari ilmu karena riya', dan jangan p**a tinggalkan ilmu karena malu.
Maka saat belajar janganlah ingin dilihat orang, ingin mendapatkan pujian atau semisalnya, tetapi latih ikhlas dalam mencari ilmu.
Saat dirimu tidak tahu tentang suatu ilmu, maka belajarlah atau bertanyalah kepada ahli ilmu, jangan sampai merasa malu akan hal tersebut yang pada akhirnya kamu tidak belajar juga tidak bertanya, dan endingnya dirimu terbelenggu dalam ketidaktahuan.
13/05/2025
Teruslah belajar, meskipun ilmu yang kamu peroleh sedikit, tetapi sedikitnya ilmu itu amalkanlah, agar menjadi penerang dalam hidupmu.
25/06/2024
WAHAI SANTRI TEKUNLAH DALAM BELAJAR
Diantara pelajaran yang diajarkan di Madrasah Al-Uluwiyah adalah kitab Ta'limul Muta'allim karya Syaikh Azzarnuji. Dalam kitab ini, penulis menyebutkan perkataan ulama' besar "Imam Abu Hanifah" tentang tekun dalam belajar,
قال أبو حنيفة رضى الله لأبى يوسف: كنت بليدا أخرجتك المواظبة، وإياك والكسل فإنه شؤم وآفة عظيمة.
Abu Hanifah berkata kepada Abu Yusuf (muridnya Imam Abu Hanifah): " Kamu dulu bodoh. Tapi ketekunan dalam belajar mampu mengeluarkan dirimu (dari kebodohan itu). Jauhilah malas-malas olehmu, karena itu adalah keburukan dan petaka yang besar.
Santri! Tekunlah dalam belajar.
21/02/2022
Imam Ja'far Asshadiq R.A berkata: "Kebaikan itu tidak akan sempurna kecuali dengan tiga perkara
; 1. Menyegerakan 2. Menganggap kecil 3. Menutupinya.
Maka sagat benar, ketika kita ada kesempatan berbuat baik, maka segerakan untuk mengerjakan kebaikan itu, karena kita tidak tahu kapan ajal kita akan datang. Sehingga ketika ajal datang, maka kita tidak bisa melakukan kebaikan tersebut.
Yang kedua anggaplah kebaikan yang kita kerjakan masih belum ada apa-apanya masih kecil dan tidak seberapa, sehingga kita akan terdorong selalu melakukan kebaikan tersebut.
Ketiga: Menutupi kebaikan, karena tidak sedikit dari kita ketika melakukan suatu kebaikan, ingin dilihat, ingin dianggap dan semisalnya, maka tidak disadari bahwa ia telah berbuat bukan karena Allah. Semoga Allah bantu kita untuk mensucikan hati kita semua. Aamiin
30/10/2020
Penghargaan untuk Madrasah Al-Uluwiyah.
22/05/2020
Salam Perpisahan Bulan Agung Bulan Ramadhan.
Salam ini ditulis oleh Al-Imam Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam karyanya.
Ya Rabb.. Ampuni kami karena telah melalaikan hak-hak bulan Ramadhan...
Ya Rabb.. Ibadah kami sangat sedikit dibulan Ramadhan...
Ya Rab... Jangan jadikan kami orang-orang merugi dibulan yang agung ini..
ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﻭﺗﻠﺎﻭﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺘﺠﺎﻭﺯ ﻭﺍﻟﻐﻔﺮﺍﻥ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻭﺍﻟﺈﺣﺴﺎﻥ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺘﺤﻒ ﻭﺍﻟﺮﺿﻮﺍﻥ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﻨﺴﻚ ﻭﺍﻟﺘﻌﺒﺪ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻭﺍﻟﺘﻬﺠﺪ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺘﺮﺍﻭﻳﺢ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﻳﺎ ﺷﻬﺮ ﺍﻟﺄﻧﻮﺍﺭ ﻭﺍﻟﻤﺼﺎﺑﻴﺢ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺃﻧﺲ ﺍﻟﻌﺎﺭﻓﻴﻦ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻓﺨﺮ ﺍﻟﻮﺍﺻﻔﻴﻦ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻧﻮﺭﺍﻟﻮﺍﻗﻌﻴﻦ, ﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺭﻭﺿﺔ ﺍﻟﻌﺎﺑﺪﻳﻦ, ﻓﻴﺎ ﺷﻬﺮﻧﺎ ﻏﻴﺮ ﻣﻮﺩﻉ ﻭﺩﻋﻨﺎﻙ, ﻭﻏﻴﺮ ﻣﻘﻠﻲ ﻓﺄﺭﻗﻨﺎﻙ, ﻛﺎﻥ ﻧﻬﺎﺭﻙ ﺻﺪﻗﺔ ﻭﺻﻴﺎﻣﺎ, ﻭﻟﻴﻠﻚ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻭﻗﻴﺎﻣﺎ, ﻓﻌﻠﻴﻚ ﻣﻨﺎ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻠﺎﻣﺎ.
Silahkan di share agar semua tahu salam perpisahan ini.
30/04/2020
Kita Harus Meminta Maaf...
Kita harus meminta maaf pada bulan Ramadhan...
Karena kita setiap tahun selalu Mengulangi kesalahan yang sama di bulan Ramadhan, beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadhan kita sudah mempersiapkan diri kita dan mengandai-andai :
Bahwa kita nanti dibulan Ramadhan akan melakukan ibadah ini...
Kita akan menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah ini ibadah itu...
Kita akan menghatamkan Al-Qur'an berkali-kali...
Dan kita akan makin giat bersedekah...
Kemudian apa, ketika masuk bulan Ramadhan dan berlalulah hari pertama bulan Ramadhan, sehingga gagallah rencana-rencana dan musnahlah angan-angan kita.
Apakah kita tahu apa sebabnya? sebabnya: bahwa kita ingin memaksa diri kita untuk melakukan amalan yang tidak biasa dilakukan.!
Kita ingin memaksa diri kita untuk melakukan amalan yang tidak biasa dilakukan sebelum Ramadhan??
Maka tidak heran jika rencana-rencana ibadah mengalami kegagalan begitu sangat cepat!
Memang kapan kita membiasakan Qiyamul Lail, menghatamkan Al-Quran dan selalu puasa sebelum Ramadhan?!
Adapun mereka yang dekat dengan Allah Subhanahu wa ta'ala, maka satu tahun penuh adalah bulan Ramadhan bagi mereka, ketika masuk bulan Ramadhan maka kesungguhan dan semangat mereka makin tinggi dan ibadah mereka kepada Allah pun juga bertambah.
Maka pertama meminta maaf wahai bulan Ramadhan...
Karena kebanyakan kita masih mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama.
Kita di tahun yang lalu juga sama seperti hari-hari sekarang ini, kita mengamati kedatangan Bulan puasa ini, lalu apa yang terjadi?? Setahun penuh kita sia-siakan begitu saja siang dan malam harinya.
Menit-menit dan detik-detikpun juga hilang begitu saja dari umur kita, dan itu tidak akan kembali lagi walau kita menginfakkan gunung-gunung emas.
Ketahuilah bahwa nafas kita itu terhitung dan ajal kita terbatas.
Maka ketahuilah bahwa nikmat yang paling Agung dari Allah Subhanahu wa ta'ala kepada kita yaitu Allah memanjangkan umur kita Dan Allahpun memberikan kesempatan kepada kita, bisa mendapati bulan yang agung ini, bulan Ramadhan.
Maka, tidak sedikit dari orang dekat dengan kita yang sudah dipanggil oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan orang yang kita cintai sudah berpindah tempat,
Maka ingatlah.. Tahun lalu mereka berpuasa bersama kita dan shalat Ied bersama, kemudian kemana mereka sekarang? Mereka sudah meninggal dan sudah berpindah tempat, dan keluarga, kekasih dan orang dekatnya melupakan mereka.
Maka dari itu, jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan yang sangat besar mari kita raih ridha, Allah Subhanahu wa ta'ala, ampunan allah subhanahu wa ta'ala dan surganya dengan dengan memaksimalkan ibadah baik mungkin.
تقبل الله منكم صالح الأعمال
09/03/2020
JIHAD
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ.
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.
سورة العنكبوت, آية ٦٩
وَقَالَ أَبُو سُلَيْمَانَ الدَّارَانِيُّ: لَيْسَ الْجِهَادُ فِي الْآيَةِ قِتَالَ الْكُفَّارِ فَقَطْ بَلْ هُوَ نَصْرُ الدِّينِ، وَالرَّدُّ عَلَى الْمُبْطِلِينَ، وَقَمْعُ الظَّالِمِينَ، وَعِظَمُهُ الْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَمِنْهُ مُجَاهَدَةُ النُّفُوسِ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَهُوَ الْجِهَادُ الْأَكْبَرُ.
Imam Sulaiman Ad-Darany berkata: Jihad dalam ayat ini bukan memerangi orang-orang kafir saja, tetapi menolong agama, melawan orang pembuat kebathilan, dan menahan orang-orang dzalim. Dan agungnya jihad adalah amar ma'ruf nahi mungkar dan diantara jihad adalah jihadunnufus (melawan nafsu) dalam taat kepada Allah dan itu termasuk jihad paling besar.
وَقَالَ الضَّحَّاكُ: مَعْنَى الْآيَةِ، وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِي الْهِجْرَةِ لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَ الثَّبَاتِ عَلَى الْإِيمَانِ. ثُمَّ قَالَ: مَثَلُ السُّنَّةِ فِي الدُّنْيَا كَمَثَلِ الْجَنَّةِ فِي الْعُقْبَى، مَنْ دَخَلَ الْجَنَّةَ فِي الْعُقْبَى سَلِمَ، كَذَلِكَ مَنْ لَزِمَ السُّنَّةَ فِي الدُّنْيَا سَلِمَ.
Imam Adh-Dhahhak berkata: Arti ayat ini adalah : orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam hijrah, sungguh Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan keteguhan atas Iman. Kemudian beliau berkata: perumpamaan As-Sunnah didunia seperti surga di akhirat, siapa yang masuk surga di akhirat berarti dia selamat, begitu juga orang yang tetap pada As-Sunnah di dunia maka dia selamat.
"لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنا" قَالَ السُّدِّيُّ أَيْ طَرِيقَ الْجَنَّةِ. وَقَالَ يُوسُفُ بْنُ أَسْبَاطٍ: الْمَعْنَى لَنُخَلِّصَنَّ نِيَّاتِهِمْ وَصَدَقَاتِهِمْ وَصَلَوَاتِهِمْ وَصِيَامَهُمْ.
Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Imam As-Suddy berkata: Yakni jalan menuju surga.
Dan Imam Yusuf bin Asbath berkata: Artinya sungguh Kami akan bersihkan niat, sedekah, shalat dan puasa mereka.
(وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ) وَهُوَ سُبْحَانُهُ مَعَهُمْ بِالنُّصْرَةِ وَالْمَعُونَةُ، وَالْحِفْظِ وَالْهِدَايَةِ.
Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. Yakni Allah Subhanah bersama mereka dengan pertolongan, bantuan, penjagaan dan hidayah.
تفسير القرطبي بالإختصار
10/08/2019
Keutamaan Menghidupkan Malam Idul Fitri dan Malam Idul Adha dengan Ibadah
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ. (رواه الشافعي وابن ماجه)
Artinya, “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).
25/05/2019
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.”
Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).