23/10/2021
Ruang Lingkup Thibunnabawi...
Ruang lingkup
Terdapat beberapa pengertian mengenai thibbun nabawi yang telah diartikan oleh ulama di antaranya:[3][4]
Thibbun nabawi adalah segala sesuatu yang diceritakan oleh Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih yang berkaitan dengan kedokteran baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan.
Thibbun nabawi adalah himpunan apa shahih dari ajar Rasulullah Muhammad S.A.W dalam kedokteran yang yang dia berobat dengannya atau sebagai mengobati orang pautan.
Ruang lingkup thibbun nabawi adalah (metode) pengobatan Rasulullah S.A.W yang dia ucapkan, dia tetapkan (akui), dia amalkan, merupakan pengobatan yang pasti (bukan sangkaan), dapat mengobati penyakit jasad, ruh dan indera.
Landasan hukumnya
Setiap penyakit itu hadir obatnya, seperti hadits Rasulullah S.A.W yang artinya:
“ “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan sebagai penyakit itu obatnya.” (HR. Bukhari no. 5678 dan Muslim, dari Debu Hurairah)[5] ”
“ “Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan p**a obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453.[6]) ”
“ “Setiap penyakit hadir obatnya. Karenanya bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim no. 5705) ”
“ "Barangsiapa berpura-pura jadi thabib (dokter) sedangkan beliau tidak tahu mengenal pengobatan, karenanya dia mesti bertanggung jawab (jika terjadi mala praktek)." (HR. Ibnu Majah no.3457[7] dan Debu Daud no.3971[8], dengan derajat hadits ... .) ”
Al-Qur`anul karim dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang hadir gunanya dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meninggalkannya sebagai berpindah untuk pengobatan kimiawi yang hadir di masa sekarang ini.[9]
Karena itulah Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu berkata: “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan karenanya jangan berpindah untuk obat-obatan (kimiawi). Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, karenanya jangan berpindah memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: ‘Setiap penyakit yang dapat ditampik dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan’.”
Ibnul Qayyim juga berkata: “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat hadir gunanya.” (Ath-Thibbun Nabawi, hal. 6, 29) Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekedar sbg pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sbg cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya S.A.W. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi S.A.W diyakini kesembuhannya karena berasal dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain Nabi kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman/ uji coba. (Fathul Bari, 10/210)
Berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seseorang tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu. Dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya, tapi untuk Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana perkataan Nabi Ibrahim tentang Tuhannya:“Dan apabila saya sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (Asy-Syu’ara`: 80)
Sebenarnya juga, sudah banyak hadits tentang Thibbun Nabawi yg menyentuh masalah herbal dengan pengobatan. Tapi, Al-Albani memasukkan sebanyak hadits-nya ke dalam Silsilah Hadits Dha'if.[10]
Jenisnya
Ruqyah
Ruqyah adalah cara penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit dampak dari ‘ain (mata hasad), sengatan binatang, sihir, racun, rasa sakit, sedih, gila, kerasukan, gangguan jin, dan pautannya. Dari Aisyah radiallahu ‘anhaa berkata;
“ “Bahawasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam apabila sakit baginda membaca sendiri Al-Muawwizat [11], kemudian meniup padanya. Dan apabila rasa sakitnya semakin saya yang membacanya kemudian saya usapkan ke tangannya mengharap keberkahan dari surah-surah tersebut.” (HR. Al-Bukhari) ”
Bekam
Bekam adalah mengeluarkan darah kotor dari tubuh dengan cara menyedot pada sayatan ringan di kulit tubuh.
“ "Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay (sundutan) dengan api, sesungguhnya saya melarang umatku dari kay." (HR. Bukhari) ”
Mengkonsumsi Habbatus Sauda
Guna mengkonsumsi Habbatus Sauda’ (Jintan hitam/Syuwainiz) menurut hadits nabi: Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa beliau pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“ “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya berharap keterangan, “Apakah as-sam itu?” Dia menjawab, “Kematian”. (HR.Bukhari) ”
Habbatus sauda’ berkhasiat mengobati segala jenis penyakit dingin, dapat juga membantu kesembuhan bermacam penyakit panas karena faktor temporal. Biji habbatus sauda’ mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. kandungan aktifnya thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Telah terbukti dari bermacam hasil penelitian ilmiah bahwa habbatus sauda’ mengaktifkan kekebalan spesifik/kekebalan didapat, karena beliau meningkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel-sel T penekan, dan sel-sel pembunuh alami.
Mengkonsumsi Madu
“ “Dari perut lebah itu keluar cairan dengan bermacam warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69) ”
Beberapa guna Madu atau ‘Asl:[butuh pustaka]
Bakteri tidak dapat melawan madu
Dianjurkan memakai madu sebagai mengobati luka bakar. Madu memiliki spesifikasi anti proses peradangan (inflammatory activity anti)
Madu kaya kandungan antioksidan
Antioksidan fenolat dalam madu memiliki kekuatan aktif tinggi serta dapat meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative stress)
Madu dan kesehatan mulut
Bila digunakan sebagai bersikat gigi dapat memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi, mengobati sariawan dan gangguan mulut pautan.
Madu dan kulit kepala
Dengan menggunakan cairan madu berkadar 90% (madu dicampur cairan hangat) dua hari sekali di bagian-bagian yang terinfeksi di kepala dan wajah diurut pelan-pelan selama 2-3 menit, madu mampu membunuh kutu, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan melembutkannya serta menyembuhkan penyakit kulit kepala.
Madu dan pengobatan kencing manis
Madu dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes karena hal hadir unsure antioksidan yang menjadikan asimilasi gula semakin remeh di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi. Madu nutrisi kaya vitamin B1, B5, dan C dimana para penderita diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Sesendok kecil madu alami murni akan menambah cepat dan akbar kandungan gula dalam darah, sehingga akan menstimulasi sel-sel pankreas sebagai menghasilkan insulin. Sebaiknya penderita diabetes memperagakan analisis darah dahulu sebagai menentukan takaran yang diperbolehkan sebagainya di bawah pengawasan dokter.
Madu mencegah terjadinya radang usus akbar (colitis), maag dan tukak lambung
Madu memerankan baik melindungi kolon dari luka-luka yang biasa ditimbulkan oleh asam asetat dan membantu pengobatan infeksi lambung (maag). Pada kadar 20% madu dapat melemahkan bakteri pylori penyebab tukak lambung di piring percobaan.
Selain itu madu amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, menghilangkan rasa obat yang tidak enak, membuat agar bersih liver, memperlancar buang cairan kecil, cocok sebagai mengobati batuk berdahak. Buah-buahan yang direndam dalam madu dapat bertahan sampai enam bulan.
Menggunakan Minyak Zaitun
“ “Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sbg minyak rambut, karena minyak zaitun diproduksi dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). ”
Ditengah guna minyak zaitun:[butuh pustaka]
Mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang hadir gunanya.
Mengurangi risiko penyumbatan (trombosis) dan penebalan (ateriosklerosis) pembuluh darah.
Mengurangi pemakaian obat-obatan penurun tekanan darah tinggi.
Mengurangi serangan kanker.
Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%.
Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%.
Pengkonsumsian buah-buahan, sayuran, dan minyak zaitun memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari kanker kolon.
Penggunaan minyak zaitun sbg krim kulit setelah berenang melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma)
Berpengaruh positif melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi risiko tukak lambung.
Mengandung lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi manusia seperti yang terdapat dalam ASI.
Penggunaan sbg minyak rambut dapat membunuh kutu dalam saat beberapa jam saja.
Mempergunakan Siwak (Miswak)
Bersiwak adalah menyikat gigi dengan Miswak, yakni sejenis ranting pohon yang lunak dan tidak melukai gigi dan memiliki kandungan getah yang tidak lengket dan berfungsi seperti pasta gigi.
“ “Jika tidak memberatkan umatku, (pasti) akan saya perintahkan mereka (mempergunakan) siwak pada setiap kali berwudhu.” HR. al-Bukhari ”
Selainnya
Diceritakan p**a khasiat dari beberapa bahan pautannya (di selangnya seperti cairan Zam-zam dan Daun Bidara) yang mampu dikategorikan sbg Thibbun Nabawi. Mampu p**a kita pergunakan berpuasa sebagai pengobatan secara Thibbun Nabawi. Menurut catatan Mohammad Sholikhin, puasa itu malah dapat menyembuhkan sakit maag. Sebab, puasa yang kita lakukan telah didasari niat sebelum fajar bahwa kita pada esok harinya akan berpuasa dan berbuka sewaktu maghrib. Niat itu direkam oleh otak dan akan memengaruhi jam biologis, yang seharusnya makan di saat siang, tapi terus sampai maghrib kelak. Padahal, rasa lapar dipengaruhi oleh hipofisis yang memperagakan pekerjaan. Ini akan memengaruhi pankreas dan adrenalin. Pankreas inilah yang mengeluarkan insulin guna mencerna makanan termasuk karbohidrat. Jadi dengan puasa itulah, lambungpun mengering selama 13 jam. Dengan demikian, luka-luka dan borok-borok pada lambung ikut kering. Setelah berbuka-pun, kita dianjurkan meminum cairan hangat campur madu segelas sbg obat luka pada lambung. Sehingga, dapat disimpulkan puasa mampu mengeringkan luka dan menjadi kunci sebagai "mempuasakan" orang menjelang operasi di bidang medis.[12]
Kitab tentang pengobatan Islami
Ibnul Qayyim pada tahun 1300-an menulis karya yang penting dalam bidang thibbun nabawi, yang berjudul Ath-Thibbun Nabawi yang mengandung 277 bab. Dia membahas beragam perawatan berlandaskan rekomendasi dari nabi, juga berkenaan dengan budi pekertinya, malpraktik dan pentingnya kompetensi dari seorang dokter.[13]. Budi pekerti di dalam proses pengobatan terus memiliki letak penting di dalam pengobatan Islami[14][15]. Ulama pautannya, seperti As-Suyuthi juga memiliki dua buah kitab tentang thibbun Nabawi, juga Imam Adz-Dzahabi (w. 1348 M).
*Herbalist Thibunnabawi*