26/12/2020
5 Hal Sederhana untuk Mengapresiasi Diri di Hari Ibu
Dari 365 hari dalam setahun, Hari Ibu di tanggal 22 Desember mungkin menjadi salah satu hari yang emosional bagi banyak orang. Katanya, jadi ibu itu menyempurnakan seorang perempuan. Katanya, jadi ibu itu menggenapkan fitrah seorang perempuan.
Barangkali setiap perempuan punya kisah berbeda yang mengawali perannya sebagai seorang ibu. Bagaimanapun kisah dan perjalanannya, setiap ibu selalu jadi orang yang paling tidak egois di dalam keluarga. Mendahulukan kebutuhan suami dan anaknya, merasa bersalah jika ‘bersenang-senang’ hanya dengan dirinya sendiri.
Rasanya tak berlebihan jika ada 1 hari yang didedikasikan untuk memperingati perjuangan seorang ibu, bukan? Lalu, apa yang mendasari tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu?
Sekelumit Riwayat tentang Hari Ibu
Ternyata pemilihan tanggal 22 Desember ini bukan tanpa alasan. Konon, peringatan Hari Ibu di Indonesia sudah ada sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Namun, tanggal 22 Desember yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal memperingati Hari Ibu punya riwayat yang lebiiiiiih panjang dari masa lalu.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu ini ternyata mengacu pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia yang diselenggarakan pertama kali pada tanggal 22-25 Desember tahun 1928 silam, hanya beberapa pekan setelah Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.
Setelah itu, Kongres Perempuan Indonesia yang kedua diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1935 yang membahas kewajiban utama perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa untuk menumbuhkan generasi baru yang lebih baik.
Kemudian Kongres Perempuan Indonesia yang ketiga diselenggarakan pada tahun 1938 di Bandung, yang pada akhirnya memutuskan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember menjadi hari nasional yang bukan hari libur.
Hari Ibu diperingati untuk menghargai jasa-jasa perempuan di Indonesia sebagai ibu pendidik bagi anak, sebagai istri bagi suami, dan sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia.
Masya Allah, hampir satu abad sudah berlalu, banyak ibu dan calon ibu yang luar biasa sejak dulu :’) Lalu, hal apa yang bisa dilakukan untuk mengapresiasi ibu di era milenial ini?
Pentingnya Mengapresiasi Diri
Derasnya informasi di media sosial banyak memperlihatkan berbagai sisi kehidupan seorang ibu. Ada ibu yang selalu punya setumpuk ide main untuk anaknya atau selalu memamerkan karya-karyanya.
Kemudian muncullah berbagai rasa bersalah karena tak bisa sehebat ibu-ibu di media sosial. Muncullah rasa yang menyesakkan dada karena membiarkan anak bermain game di ponsel. Muncullah rasa rendah diri karena hanya berkutat dengan urusan domestik di rumah. Muncullah rasa benci pada diri sendiri karena dirasa tak pandai dalam hal apapun.
Itulah saat-saat ibu perlu mengapresiasi diri.
Pahamilah bahwa setiap ibu berbinar dengan caranya masing-masing. Bahkan jika ibu tak bisa memasak makanan lezat setiap saat, bahkan jika ibu tak bisa menemani main setiap waktu, bahkan jika ibu selalu hanya pakai daster dengan rambut digulung dari pagi sampai pagi lagi, ibu tetaplah pusat semesta bagi anaknya.
Apa yang sudah ibu lakukan saat menahan sakitnya kontraksi, menahan perihnya menyusui, menahan kantuk setiap mendengar suara tangisan tengah malam, tak menyerah saat drama MPASI dimulai, lebih bernilai dari apapun yang dipamerkan di sosial media.
Oleh karena itu, ibu juga berhak atas waktunya. Setiap ibu layak diapresiasi, salah satu caranya adalah dengan memberikan waktu pribadi atau me time.
Bagi sebagian ibu, meluangkan waktu untuk me time seperti melakukan dosa besar. Padahal, ibu yang bahagia karena punya cukup kesempatan untuk mengurus dirinya sendiri, biasanya tak mudah tersulut emosi karena pikirannya lebih tenang dan jernih. Kalau sudah begini, membersamai anak dan melayani suami pun jadi lebih menyenangkan (
5 Hal Sederhana Me Time di Rumah
Me time tak melulu tentang menghabiskan uang atau jalan-jalan ke luar rumah. Ada hal-hal sederhana yang bisa dilakukan meski di rumah saja, dan tentunya bisa membuat ibu lebih bahagia dan lebih menyayangi dirinya.
Makan Enak
Entah itu masak sendiri atau membeli lewat aplikasi pesan antar makanan, makan makanan yang ibu sukai juga bisa jadi hal yang menyenangkan loh!
Merawat Diri
Jika sulit untuk pergi ke salon atau ke klinik kecantikan, ibu bisa tetap merawat diri dengan pakai skincare atau sekadar luluran di rumah. Merawat diri bisa membuat ibu jadi lebih confident.
Tidur Siang
Memenuhi hak tubuh untuk beristirahat juga adalah salah satu cara mengapresiasi diri. Mudah kan? Tapi masih banyak ibu yang mengabaikan alarm tubuh kelelahannya dan melewatkan waktu istirahat.
Melakukan Hobi
Saat menjadi ibu, bukan berarti ibu harus merelakan jati dirinya. Buatlah jadwal khusus untuk melalukan hal -hal yang membuat ibu bergairah dan berbinar. Dengan begitu, ibu tak merasa kehilangan jati dirinya.
Quality Time dengan Suami
Siapa bilang kalau sudah punya anak tak bisa kencan lagi dengan suami? Justru ibu harus selalu menjadwalkan acara kencan dengan suami. Jika tak memungkinkan keluar rumah, lakukanlah hal yang sederhana seperti nonton film bersama saat anak sudah tidur. Merasa dicintai oleh suami juga adalah salah satu bentuk apresiasi. Dan semua ibu layak mendapatkannya (
Meski sederhana, hal-hal seperti itu merupakan salah satu bentuk perhatian dan sayang kepada diri sendiri. Jadi, tak perlu merasa bersalah jika ibu memerlukan waktu untuk sendiri, karena semua ada porsinya. Selamat Hari Ibu untuk seluruh ibu hebat di Indonesia!