Majelis Dzikir&istighotsah Qolbul Iman

Majelis Dzikir&istighotsah Qolbul Iman

Share

Belajar, meneladani lalu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari apa-apa yang telah dilakukan oleh ulama-ulama kuno (salafus sholeh)...

Photos from Majelis Dzikir&istighotsah Qolbul Iman's post 06/09/2020

🌹NENEK PEMUNGUT DAUN🌹

Alkisah pada sebuah kota di Pulau Madura, tersebutlah seorang nenek yg kesehariannya bekerja sebagai penjual bunga cempaka di sebuah pasar.

Seperti kebiasaan setiap harinya usai berjualan, sang nenek selalu menyempatkan diri mampir ke Masjid Agung yg terdapat di kota itu dengan berjalan kaki walau jaraknya cukup jauh.

Ia kemudian berwudhu, masuk ke Masjid, dan melakukan shalat dhuhur.

Setelah berdzikir dan berdoa sekedarnya, ia segera keluar dari Masjid dan membungkuk-bungkuk badannya di halaman Masjid. Untuk apa? Si nenek dengan sabarnya memunguti serta mengumpulkan daun-daun yang berserakan di halaman Masjid tersebut.

Selembar demi selembar daun dikaisnya. Tak satu lembar daun pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama sang nenek membersihkan halaman Masjid dengan cara seperti itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh panas menyengat, hingga keringat pun jadi membasahi sekujur tubuhnya.

Banyak jemaah Masjid yang jatuh iba kepadanya, sehingga suatu hari Ta'mir Masjid memutuskan untuk membersihkan sendiri dedaunan itu sebelum si nenek tersebut datang.

Pada suatu hari, seperti biasanya sang nenek datang dan langsung masuk Masjid.
Berwudhu' dan dilanjutkan Shalat. Usai shalat, ketika ia hendak melakukan kebiasaan rutinnya, betapa terkejutnya ia. Sebab tak ada satu lembar pun daun yang berserakan disana. Ia kembali lagi ke Masjid dan menangis dengan sesenggukan di hadapan jamaah. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah dibersihkan sebelum kedatangannya.

Para jemaah mencoba menjelaskan bahwa mereka merasa kasihan kepadanya sehingga mereka mendahului membersihkan sebelum kedatangan si nenek.

"Jika kalian kasihan kepada saya, berikan kesempatan kepada saya untuk membersihkannya! Biarkan saya yang akan melakukannya." pinta nenek tersebut.

Singkat cerita, akhirnya sang nenek dibiarkan mengumpulkan dan membersihkan dedaunan itu seperti biasanya.

Karena orang-orang menjadi penasaran dengan kelakuan nenek tersebut, maka salah seorang kyai diminta untuk menanyakan kepada si nenek mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.

Maka bertanyalah sang Kyai. Akan tetapi Perempuan tua itu hanya mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat:

Pertama : Hanya Kyai yang mendengarkan rahasianya.

Kedua : Rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. (Sekarang sang nenek telah meninggal dunia dan kita dapat mendengarkan rahasia tersebut)

Setelah sang Kyai berjanji, maka berkatalah si nenek :

"Saya ini perempuan bodoh, Pak Kyai." tuturnya.
"Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Yang saya tahu, saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat dan di akhirat tanpa mendapat syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya mengucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Memberi syafaat kepada saya. Biarlah semua dedaunan itu bersaksi bahwa saya telah membacakan shalawat kepadanya." tambah nenek tua tersebut.

Sang kyai hanya mampu tertegun mendengarkan cerita nenek tersebut. Seakan tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya.

Perempuan tua yang hanya dari sebuah kampung itu, tidak saja telah mengamalkan dan mengungkapkan rasa cintanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam bentuknya yang tulus. Ia juga telah menunjukkan sifat kerendahan hati (tawadhdhu’) di hadapan manusia, dan tadharru’ (kerendahan diri ke Hadirat Tuhannya), serta pengakuan akan keterbatasan amal dihadapan Allah Subhanahu wata'ala

Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang tinggi, yang amat luhur. Ia sadar bahwa dia tidak dapat hanya mengandalkan amalannya untuk dapat selamat di Akhirat kelak. Dia sangat bergantung pada Rahmat dari Rabb-nya

Dan siapa lagi yang menjadi rahmat di semesta alam ini selain Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam?

Karenanya, syafaat dari Rasulullah itulah yang sangat dia harapkan.

Subhanallah...

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.

* * * *

Kisah nyata ini dituturkan oleh salah satu Kyai di Madura, Bapak K.H. D. Zawawi Imron

26/06/2020

AJAIB NYA CARA ALLAH SWT MENJAWAB DOA

(kisah inspiratif wajib baca)

Secara sadar maupun tdk kita sering putus asa, su'dzon bahkan protes kepada Allah Swt karena kita merasa sdh berdoa berulang-ulang namun blm juga dikabulkan.

Kisah berikut ini terjadi beberapa tahun lalu, adalah seorang Dokter ahli syaraf dari Syiria bernama Dr. Hisyam. Beliau sangat ahli di bidangnya hingga terkenal di jazirah Arab bahkan banyak pasien dari luar negeri berobat ke Dr. Hisyam.

Suatu ketika Beliau di undang utk mengisi sebuah seminar dan berangkat menggunakan pesawat. Belum berapa lama penerbangan tiba² karena cuaca buruk akhirnya pesawat yg Beliau tumpangi harus berhenti sementara di salah satu bandara utk menunggu cuaca normal. Pihak bandara mengumumkan utk menunda penerbangan sekitar 8-9 jam

Sembari menunggu, Dr. Hisyam mengeluarkan Hp utk menghubungi pihak yg mengundang nya seminar utk memberi tahu bahwa kedatangan nya akan terlambat karena gangguan cuaca. Namun karena cuaca buruk maka Hp nya pun tdk mendapat sinyal yg bagus utk menelepon akhirnya Beliau memutuskan utk keluar dari bandara mencari rumah penduduk utk meminjam telepon.

Di tengah cuaca buruk, hujan lebat akhirnya Dr. Hisyam menemukan sebuah rumah yg sangat sederhana lalu Beliau mengetuk pintu rumah tsb. Ketika dibukakan pintu oleh tuan rumah nya ternyata seorang wanita tua dgn pakaian yg sangat sederhana p**a.

Kemudian Dr. Hisyam mengutarakan maksudnya utk meminjam telepon dan wanita itu berkata:
"keadaan saya miskin, tdk punya telepon, jika tuan ingin istirahat mari silahkan masuk".
Lalu masuklah Dr. Hisyam dan wanita tadi menyuguhkan teh utk menghangatkan badan sang dokter dan sedikit makanan ala kadarnya. Lalu wanita itu kembali ke kursi nya utk berdzikir, berdoa kepada Allah Swt.

Pandangan Dr. Hisyam tertuju kepada seorang anak kecil yg terbujur kaku di sebelah wanita itu dan dgn rasa penasaran Dr. Hisyam menanyakan: "Siapa anak kecil itu?"
Wanita tadi menjawab: "ini cucuku"
Dr. Hisyam bertanya lagi: "lalu dimana kedua orangtuanya?"
Wanita tsb menjawab: "sdh meninggal dan anak ini saya yg merawat"
Makin penasaran Dr. Hisyam bertanya lagi: "anak ini kenapa? sejak tadi saya lihat dia diam tdk bergerak seakan-akan kaku?"
Kata wanita tsb: "Ya...cucuku ini ada kelainan pada syaraf tulang belakang tubuhnya hingga menjadikan sekujur badannya tdk bisa bergerak, dan kata org² disini tdk ada yg bisa menangani penyakit cucuku ini melainkan ada seorang dokter di Syiria bernama Dr. Hisyam yg sangat ahli di bidang syaraf, tapi apa daya saya org miskin tdk ada biaya utk naik pesawat ke Syiria blm lagi biaya utk mengobati cucu ku ini. yang bisa saya lakukan hanya berdoa dan berdoa agar cucu ku ini bisa sembuh"

Mendengar ucapan wanita tadi badan Dr. Hisyam gemetar luarbiasa seraya berkata:
"Yaa Allah saya di undang seminar dan pesawat mengalami gangguan cuaca, hujan lebat, Hp tdk ada sinyal hingga harus keluar dari bandara mencari pinjaman telepon dan Allah Swt menggiring saya kesini ternyata ini adalah cara Allah Swt utk mengabulkan doa anda"

Wanita tsb bingung dan berkata: "siapa anda ini tuan?"
Dr. Hisyam menjawab: "Saya adalah Dr. Hisyam yg anda sebutkan tadi"
Wanita tsb sangat terharu dan gembira luarbiasa ternyata doa nya dikabulkan oleh Allah Swt dan akhirnya wanita tua bersama anak kecil tadi mendapat kan pengobatan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun bahkan lebih dari yg ia mau.

Inilah kekuasaan Allah Swt. Tugas kita adalah ikhtiar dan jgn putus asa dalam berdoa jgn mengunakan matematika dlm doa harus berprasangka baik dan yg penting terus dan terus berdoa karena Allah Swt PASTI menjawab doa kita dgn cara-Nya yg luarbiasa indah, Kapan dikabulkan...? itu bukan urusan kita tetapi mutlak wewenang Allah Swt.

wallahu a'lam semoga bermanfaat.
sumber;habib syarif al-jufri

25/06/2020

Habib Ali Al-Habsyi Dan Seorang Orang Tua
” Diceritakan oleh Al Habib ‘Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Shohibul Maulid Simtud Dhuror), suatu saat didatangi seorang lelaki. Orang itu datang menghampiri Beliau dan memohon Doa pada Al Habib Ali Al Habsyi.
_
Lelaki itu berkata :
“Ya Habib Doakan aku.”
_
Habib Ali bertanya :
“Doa apa yang kau minta?.”
_
Lelaki itu berkata :
“Doakan supaya aku menjadi Hamba yang dicintai Allah Swt.”
_
Jawaban lelaki itu membuat Habib Ali tertegun dan heran, karena kebiasaan Orang yang minta Doa pada Beliau senantiasa mengenai kelapangan rezeki, menginginkan kebahagiaan dan lain-lainnya… Tetapi lelaki ini berbeda Doanya.
_
Habib Ali bertanya lagi :
“Kenapa kau meminta untuk menjadi Hamba yang di Cintai Allah Swt?.”
_
Lelaki itu menjawab :
“Ketahuilah wahai Habib, aku memiliki seorang anak yang masih kecil, betapa aku teramat sayang dan mencintai anakku, ketika aku sedang menggendong anakku, tiba-tiba dia mengeluarkan kotoran, tetapi tidak ada sedikitpun rasa jijik, apalagi marah didalam Hatiku…Bahkan buah hatiku aku peluk dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang dan tetap aku menciumnya.”
“Sehingga aku ingin ketika aku menjadi Hamba yang di Cintai oleh Allah Swt…
Kelak ketika aku kembali Kepada-Nya,
aku ingin Allah mau menerimaku karena Kasih Sayang-Nya,
aku ingin menjadi Hamba yang dicintai-Nya. Sehingga kesalahanku, keburukanku tidak akan dipandang oleh-Nya, tetapi yang dipandang hanyalah kebaikanku, dan aku ingin Allah Swt Mencintaiku sebagaimana aku mencintai anak yang didalam pelukanku tadi.”

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

02/06/2020

Bismillah
Dari Abah Guru Sekumpul dari Syeikh samman Al-madani..
Siapa doa di bawah ini 4x setelah sholat subuh
Maka di catat kedudukannya seperti wali qutub..

اللهم اغفر لامة سيدنا محمد
اللهم ارحم امة سيدنامحمد
اللهم اصلح امة سيدنامحمد
اللهم ف*ج عن امة سيدنامحمد

Dari abah Guru Sekumpul:
اللهم اغفر لامة سيدنا محمد
اللهم ارحم امة سيدنامحمد
اللهم استر امة سيدنامحمد
اللهم اجبر امة سيدنامحمد

Siapa berdoa di atas 4 x setelah sholat subuh,
Bisa di tambah jg setelah Magrib
1.di masukan martabat seperti wali qutub
2.di jadikan mudah rizkinya
3.naik pangkat dunia akhirat
4.husnul khotimah dll.
InsyaAllah

Selain berdoa perlu juga mengamalkan
1.memaafkan sesama umat Rasulullah
2.menutup kekurangan, tidak melihat aib umat Rasulullah, melihat aib sendiri, prasangka baik sesama muslim
3.kasih sayang dan menyenangkan umat Rasulullah..

Niat kan lillahi ta'ala

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

23/05/2020

Al - Hafizh ibnu Rojab berkata :

يا عبد الله
Wahai hamba Allah

إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل
Sesungguhnya bulan Ramadhan ini akan segera berlalu

ولم يبق منه إلا قليل
Dan waktu yang tersisa tinggal sedikit saja

فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام
Karena itu siapa saja dari kalian yang telah berbuat baik maka hendaklah ia sempurnakan lagi

ومن فرط فليختمه بالحسنى
Namun, barang siapa yang menyia2kannya, maka hendaklah ia akhiri dengan lebih baik .

Perhatikan nasihat Imam Hasan al-Bashri :

أحسن فيما بقي يغفرلك ما مضى
Teruslah berbuat baik Dari waktu yg tersisa semoga Allah memaafkanmu atas perbuatan yg telah lalu

فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله
Manfaatkan waktu tersisa karena kamu tidak pernah tahu kapan rahmat Allah bisa diraih

(Durrotun Nashihin)

أو كما قال : صلى الله عليه وسلم : من أدرك رمضان ولم يغفر له فأبعده الله وأسحفة ...

اللهم غفر لي ولكم ولمشايخي ولمشايخكم ولوالدي ولوالديكم ولجميع المسلمين ... آمين
#يوم العيد الأصغر #

Dari hati yang InsyaAllah tulus ..
Kulo pribadi Ngaturaken sedoyo kelepatan dateng sedoyo rencang2 FB menawi wonten klenta klentu angsal kulo matur, saking status kulo, komentar kulo, unggahan foto utawi nopo mawon ingkang nate nglarani manah rencang2 dg bahasa kasar/nakal.. mugi rencang2 kerso mbikak segoro pangapuro kagem kulo.
Mugi silaturrahmi dateng Dumay niki supadoso saget kelajengan silaturrahmi dateng Duta.. Aamiin

20/05/2020

RENUNGAN

ﺃﺧﻔﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ : ﻟﺘﺒﻘﻰ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻞ .
Allah merahasiakan mana doa yg terkabul; agar hati manusia tetap antara harap dan cemas.

ﻭﺃﺑﻘﻰ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻣﻔﺘﻮﺣﺎ : ﻟﻴﺒﻘﻰ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻣﻞ .
Allah membuka selalu pintu taubat; agar setiap orang tetap optimis.

ﻭﺟﻌﻞ ﺍﻟﻌﺒﺮﺓ ﺑﺎﻟﺨﻮﺍﺗﻴﻢ : ﻟﺌﻼ ﻳﻐﺘﺮ ﺃﺣﺪ ﺑﺎﻟﻌﻤﻞ

Allah jadikan husnul khatimah sebagai ukuran kebaikan; agar tidak ada seorang pun yang bosan beramal.

ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺸﻜﻞ ﻭﺍﻟﺠﺴﻢ ﺃﻫﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻭﺡ
ﻣﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺗﺼﻌﺪ ﻟﻠﺴﻤﺎﺀ ..… ﻭﺍﻟﺠﺴﻢ ﻳﺪﻓﻦ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﺘﺮﺍﺏ !!

Seandainya rupa dan tubuh itu lebih penting dari ruh; maka ruh tak akan menapak ke langit, sementara tubuh dikubur di tanah.

ﻛﻢ ﻣﻦ ﻣﺸﻬﻮﺭ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ
ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ

Berapa banyak manusia populer di bumi, tapi tidak dikenal di langit.

ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ
ﻣﻌﺮﻭﻑ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ

Dan berapa banyak orang yang jauh dari pop**aritas di bumi, tapi terkenal di langit.

ﺍﻟﻤﻌﻴﺎﺭ ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻷﻗﻮﻯ
“ ﺇﻥ ﺃﻛﺮﻣﻜﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺗﻘﺎﻛﻢ “

Tolak ukurnya adalah ketakwaan, bukan kekuasaan
“Sesungguhnya yg paling mulia di antara kalian di hadapan Allah adalah yang paling bertakwa”.

ﻻ ﺗﺤﺰﻥ ﺇﻥ ﺟﻬﻠﻮﺍ ﻗﻴﻤﺘﻚ
ﺍﻟﺘﻔﺖ ﺇﻟﻰ ﻗﻴﻤﺘﻚ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ … ﻭﺩَﻉ ﺍﻟﺒﺸﺮ

Tak usah bersedih jika orang-orang mengabaikan nilai (kebaikan)mu, Pedulilah akan nilaimu di hadapan Allah,dan biarkanlah (penilaian) orang.

27
demak
#🤲🤲🤲

اللهم ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاْذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّي الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَاْدِهِ الصَّاْلِحِيْنَ

Ya Allah, berkahilah aku di bulan ini dengan mendapatkan lailatul qadr. Ubah arah hidupku dari hidup yang susah menjadi mudah. Terimalah segala kelemahanku dan hapuskan dosa–dosa dan kejelekanku. Wahai Yang Maha Lembut terhadap hamba-Nya yang shaleh.

(Kitab Mafatihul Jinan, Syaikh Abbas Al-Qummi)

19/05/2020

MALAM KE - 27 RAMADHAN ADALAH TERCIPTANYA RATIBUL HADDÂD

Ratibul Haddad diambil dari nama penyusunnya yaitu Sayyidina Al-Imam Al-Quthb Al-Ghauts Habib Abdullah Bin ‘Alawi Al-Haddad RA, Seorang Imam Mujaddid (Pembaharu Islam).

Ratibul Haddad dengan Izin Allah Swt, disusun pada 27 Ramadhan 1071 H atau 26 Mei 1661 M.

Ratib ini disusun untuk memenuhi permintaan dari salah seorang murid beliau, iaitu ‘Amir dari keluarga Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan ‘Amir membuat permintaan tersebut ialah agar penduduk kampungnya memiliki wirid dan zikir yang tersusun.

Permintaan penyusunan Ratib ini p**a bertujuan agar mereka dapat mempertahankan dan menyelamatkan diri daripada ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu.

Pertama kalinya Ratib ini dibaca di kampung ‘Amir sendiri, yaitu di kota Shibam setelah mendapat izin dan ijazah daripada Al-Imam Abdullah Al-Haddad sendiri. Setelah itu Ratib ini dibaca di Masjid Al-Imam Al-Haddad di Al-Hawi, Tarim pada tahun 1072 Hijriah bertepatan dengan tahun 1661 Masihi.

Biasaannya Ratib ini dibaca berjemaah bersama doa dan solat sunnat setelah solat Isya’. Pada bulan Ramadhan Ratib dibaca sebelum solat Isya’ untuk menghindari kesempitan waktu menunaikan solat Tarawih.

Alhamdulillah, melalui perantara pengamalan Ratib Al-Haddad tersebut, dengan izin Allah kawasan-kawasan di mana Ratib itu diamalkan, dapat terhindar dari ancaman ajaran sesat.

Apabila Imam Al-Haddad berangkat menunaikan ibadah Haji, Ratib pun dibaca di Makkah dan Madinah. Ratib dibaca setiap malam di Bab As-Safa di Makkah dan Bab al-Rahmah di Madinah.

Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi pernah menyatakan bahawa barangsiapa yang membaca Ratib Al-Haddad dengan penuh keyakinan dan iman dengan terus membaca “La ilaha illallah” 1000 kali (pada umumnya dibaca 50-100 kali), Insya Allah orang yang istiqomah mengamalkannya akan mendapatkan pengalaman yang di luar dugaan dan tak pernah dibayangkannya.

Mudah-mudahan orang yang istiqomah mengamalkan Ratib ini diselamatkan Allah Swt dari pada kesulitan, kesusahan, kesempitan hidup, dijauhkan dari penyakit lahir dan batin, dilindungi dari gangguan jin dan manusia.

Amin ya Rabb

18/05/2020

Tangisan Imam Malik Saat Buka Puasa

Imam Malik ibnu Anas pendiri Mazhab Maliki, dalam sebuah riwayat di bulan Ramadhan, pada saat berbuka puasa beliau menangis hingga bercucuran air matanya membasahi janggutnya, lalu salah satu muridnya bertanya..

Murid: "Wahai guruku yang mulia, kenapa engkau menangis sedemikian sedih sehingga menyayat hati kami? Apakah ada di antara kami yang membuat hatimu sedih, atau hidangan ini kurang berkenan?"

Imam Malik: "Tidak.. tidak wahai murid-muridku.. sungguh, kalian adalah murid-murid terbaikku dan sangat khidmat padaku, bahkan hidangan ini teramat nikmat buatku"

Murid: "Lalu kenapa wahai guru kami yang tercinta?"

Imam Malik: "Sungguh, aku pernah berbuka dengan guruku (Imam Ja'far ash Shadiq, cucu Baginda Rasulullah saw), dalam makanan yang nikmat seperti saat ini, dan beliau (Ja'far ash-Shadiq) berkata sambil terisak, "Wahai ibnu Anas (Imam Malik) tahukah engkau, Rasulullah saw terkadang berbuka dengan 3 buah kurma dan air, tapi Beliau merasa sangat nikmat penuh syukur, bahkan seringkali Rasulullah saw hanya berbuka sebutir kurma di bagi p**a dengan Aisyah, tapi sungguh Beliau merasa sangat nikmat, Beliau sedikit sahur dan berbuka, tapi sangatlah banyak ibadah dan syukurnya, Beliau selalu mendoakan kita umatnya yang selalu lalai kepada Baginda saw"

"Sedangkan hari ini, kita dipenuhi makanan nikmat dalam berbuka, tapi kita sangatlah jauh dari ibadah dan rasa syukur"

Lanjut Imam Malik: "Dan tahukah kalian setelah berkata itu, maka guruku manusia yang mulia (Imam Ja'far ash Shadiq) pingsan karena tidak kuat mengenang Rasulullah saw"

Setelah Imam Malik ibnu Anas menceritakan hal itu sambil terisak menangis kepada murid-muridnya, maka tiba-tiba ruangan tersebut menjadi haru dengan isak pilu kerinduan kepada Baginda Nabi saw..

Mari tataplah santapan sahur dan berbuka kita, lalu tela'ah amal ibadah kita.. bersyukurkah kita atau kufurkah kita?

AGAR PUASA MENJADI SEMPURNA

Al-Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya 'Ulumuddin menjelaskan agar puasa menjadi sempurna yaitu dengan :

1. Membatasi penglihatan dari semua hal yang tercela, mengalihkan hati, dan melalaikannya dari ingat kepada Allah.

2. Menjaga lisan dari ucapan ucapan yang tidak berguna,dusta,ghibah,adu domba,sumpah palsu dll.

3. Menjaga telinga dari mendengarkan perkara-perkara yang tidak baik. (misalnya mendengarkan ghibah).

4. Menjaga kedua tangan dan kedua kaki dari perbuatan dosa, juga menjaga perut dari makanan syubhat ketika berbuka.

5. Tidak terlalu banyak dan berlebih-lebihan menyantap makanan ketika berbuka, sehingga perutnya kekenyangan. (karna kekenyangan mengakibatkan malas untuk beribadah).

6. Hendaknya orang yang berpuasa itu memiliki rasa cemas dan harapan, sebab ia tidak tahu apakah puasa yang dilakukannya itu diterima, sehingga ia tergolong orang orang yang dekat dengan Allah ?, atau bahkan tertolak sehingga ia termasuk orang-orang yang dijauhkan dari rahmat Allah ?.

Mari tataplah santapan sahur dan berbuka kita, lalu tela'ah amal ibadah kita.. bersyukurkah kita atau kufurkah kita?
.. Ya Allah dengan berkah ramadhan-Mu kami memohon kepada-Mu.

Janganlah Engkau biarkan kami masuk dan keluar ramadhan ini kecuali telah pasti Engkau ampuni seluruh dosa-dosa kami.

baik dosa kecil ataupun dosa besar.
baik dosa yang disengaja ataupun dosa yg tidak disengaja.

baik dosa yg kami ingat ataupun dosa yg kami lupa.

baik dosa kepada-Mu ataupun dosa kepada sesama makhluk-Mu.

Ya Rabbana ﷻ mempertemukanlah kami dengan Sayyidina Muhammad ﷺ di dunia dalam mimpi-mimpi kami, saat kematian kami, di dalam barzakh dan mahsyar serta kumpulkanlah kami semua di dalam Surga-Mu bersama kekasih-Mu Sayyidina Rasulullah Muhammad ﷺ.

اللهم صل علی سيدنا محمد وعلی ال سيدنا محمد

08/05/2020

*KISAH AKHLAK IMAM AHMAD IBNU HANBAL DALAM MENEGUR MURIDNYA*

Harun ibn ‘Abdillah, seorang ulama ahli hadis yang juga pedagang kain di kota Baghdad bercerita:

Suatu hari, saat malam beranjak larut, pintu rumahku di ketuk.

“Siapa?” tanyaku.

“Ahmad,” jawab orang di luar pelan.

“Ahmad yang mana?” tanyaku makin penasaran.

“Ibn Hanbal,” jawabnya pelan.

"Subhanallah, itu guruku!" kataku dalam hati. Maka kubuka pintu. Kupersilakan beliau masuk dan kulihat beliau berjalan berjingkat, seolah tak ingin terdengar langkahnya. Saat kupersilakan untuk duduk, beliau menjaga agar kursinya tidak berderit mengeluarkan suara.

“Wahai guru, ada urusan yang penting apakah sehingga dirimu mendatangiku selarut ini?”

“Maafkan aku ya Harun. Aku tahu biasanya engkau masih terjaga meneliti hadis selarut ini, maka aku pun memberanikan diri mendatangimu. Ada hal yang mengusik hatiku sedari siang tadi.”

Aku terkejut.
"Sejak siang?, Apakah itu wahai guru?”

“Mmmm begini!” Suara Ahmad ibn Hanbal sangat pelan, nyaris berbisik.
“Siang tadi aku lewat di samping majelismu, saat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Aku saksikan murid-muridmu terkena terik sinar mentari saat mencatat hadis-hadis, sementara dirimu bernaung di bawah bayangan pepohonan. Lain kali, janganlah seperti itu wahai Harun! Duduklah dalam keadaan yang sama sebagaimana murid-muridmu duduk!”

Aku tercekat, tak mampu berkata. Maka beliau berbisik lagi, mohon pamit, melangkah berjingkat dan menutup pintu hati-hati. Masya Allah! Inilah guruku Ahmad ibn Hanbal, begitu mulianya akhlak beliau dalam menyampaikan nasehat.

Beliau bisa saja meluruskanku langsung saat melintasi majelisku. Tapi itu tidak dilakukannya demi menjaga wibawaku di hadapan murid-muridku. Beliau juga rela menunggu hingga larut malam agar tidak ada orang lain yang mengetahui kesalahanku.

Disadur dari kitab: Kisah Para Kekasih

07/05/2020

PENYESALAN TUKANG BANGUNAN

Alkisah Seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya
bekerja ikut pemborong.

Ia pun bermaksud mengajukan pensiun
karena ingin memiliki banyak waktu
untuk keluarganya.

Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu
satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun.

Si tukang bangunan segera membangunnya. Karena kejar tayang,ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.

Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat..
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.

Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
"Rumah ini adalah hadiah untukmu,
karena telah lama bekerja bersamaku."

Terkejutlah tukang bangunan itu,ada rasa menyesal kenapa rumah,yang akhirnya hendak ia tempati itu,dikerjakannya secara asal-asalan.

"Andaikan saya tahu sebelumnya kalau ini untuk saya... tentunya rumah ini saya bangun dengan Sebagus mungkin."
Sesal si tukang...

Saudaraku.. Ibadah yang kita kerjakan didunia ini, tak lain adalah 'RUMAH' yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.

Jangan sampai kelak kita menyesal
karena kita menempati rumah yang kita bangun kwalitasnya asal-asalan.

Jadikan hidup ini lebih BERMAKNA....
PERBAIKI dan SEMPURNAKAN CARA IBADAH KITA, JANGAN ASAL IBADAH AGAR KELAK TIDAK MENYESAL

07/05/2020

Seorang santri sedang membersihkan kandang biawak milik Kyainya, ia memandang biawak besar dengan takjub..
Tak sadar Kyainya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga biawak itu?". Tanya sang Kyai..

"Tidak tahu". Jawab si Santri..

"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah sang Kyai.

Ia memfoto biawak itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Kyai. .
"Ditawar berapa nak?" tanya sang Kyai. .
"50.000 Rupiah Kyai". Jawab si Santri mantap..

"Coba tawarkan ke toko reptile !!". Perintah sang Kyai lagi..

"Baiklah Kyai". Jawab si santri. Kemudian ia beranjak ke toko reptile..

"Berapa ia menawar biawak itu?". Tanya sang kyai..

"800.000 Rupiah Kyai". Jawab si santri dengan gembira, ia mengira sang Kyai akan melepas biawak itu..

"Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sebagai bukti bahwa biawak itu sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Kyai lagi..

"Baik Kyai". Jawab si Santri. Kemudian ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia p**ang menghadap sang guru.

"Berapa ia menawar biawaknya?".

"50 juta Rupiah Kyai".

Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu biawak yang bisa berbeda-beda..

"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat..".


"Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu.. Mereka yang mengetahui nilai kamu itulah yang akan selalu menghargaimu..".

كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِي نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا
Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا
Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا
Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا
Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian terhadap kita.

وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا
Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri akan kita.

لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ
Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik di mata orang lain.

يَكْفِيْكَ رِضَا اللّٰهُ عَنْكَ ، رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَك
Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang takkan pernah tergapai.

وَرِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ ، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ
Sedangkan Ridha Allah, destinasi yang pasti sampai, maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah . ان شاء الله

By : Alvin Hamami

21/04/2020

AHMAD BIN MISKIN dan NAFSU TERSEMBUNYI

Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak pernah bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah.
Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun,
sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak.
Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain.
Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku.
Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata:
“Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan p**ang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

“Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit.
Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan.”

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya,
dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku.
“Ambillah, beri dia makan”, kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki.
Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku,
sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.

“Hei, Abu Muhammad...!
Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?”, tanyanya.

“Subhanallah....!”, jawabku kaget. “Dari mana datangnya?”

“Tadi ada pria datang dari Khurasan.
Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya.
Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta,” ujarnya.

"Terus?”, tanyaku keheranan.

Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu.
Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun.
Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan.
Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melejit sukses.
Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu
atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis.
Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya.”

Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:

Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku.
Sebagai bentuk syukur. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi.
Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah,
santunan dan berbagai bentuk amal shalih.
Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal shalihku.
Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan.
Ada semacam harapan pasti dalam diri,
bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

Suatu malam, aku tidur dan bermimpi.
Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat.
Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, bada n mereka membesar.
Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa,
dan setiap orang memanggul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar
seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan,
sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain.
Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku..!

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai.
Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya aku.
Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI.
Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih.
Semua itu membuat amalku tak berharga.
Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.

Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, “Masihkah orang ini punya amal baik?”

“Masih...”, jawab suara lain. “Masih tersisa ini.”

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa? Aku berusaha melihatnya.

Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah ku sedekahkan
kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku...
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi-jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku,sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun.
Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku.
Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai-sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku.

Tak sampai disitu, ternyata masih ada lagi amal baikku.
Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah.
Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku.
Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat.
Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, “Orang ini selamat dari siksa neraka..!”

==============
Masih adakah terselip dalam hati kita nafsu ingin dilihat hebat
oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita..?

🌷Jangan pernah bersandar pada amal yg tlh kau lakukan....
Sebab dari *ketertipuan* ini adalah sikap bersandar kpd amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, riya dan akhlak buruk kepada Allah Ta'ala

Orang yang melakukan *amal ibadah* tidak akan pernah tahu apakah amalnya *diterima atau tidak*....🍀

Mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya *bernilai keikhlasan* atau tidak.....

Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba2Nya. Dia Maha Kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya.
Wallahu Ta'ala A'lam....

Teruslah mengerjakan Amal shole sebanyak-banyaknya tapi jangan merasa diri paling sholeh,sebab amal belum cukup mengantarkan kita kesurga tanpa Rahmat & Kasih sayang dari Allah S.W.T
Wassalam AL fakir.🙏🙏🙏

Want your school to be the top-listed School/college in Pasuruan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


SUKOREJO
Pasuruan
67161