12/01/2026
Dengan iringan doa, Imtihan Dauri III dilaksanakan. Semoga ilmu yang diuji menjadi cahaya kehidupan.
Selamat melaksanakan Imtihan Dauri (IMDA) III. Semoga diberi kelancaran dalam mengerjakan ujian, dan hasil yang diperoleh memuaskan.
13/12/2025
*IMNI (Ujian Akhir) Kelas IV Madrasah Miftahul Ulum Ibtidaiyah, Ranting Pondok Pesantren Sidogiri.*
Imtihan Nihai merupakan ujian penentu di kelas akhir yang berbeda dengan Imtihan Dauri. Jika materi yang diujikan pada Imtihan Dauri hanya tertentu pada satu kelas saja, Imtihan Nihai juga mencakup pada materi di kelas sebelumnya. Tantangan inilah yang dihadapi oleh para peserta Imni.
Jumlah peserta tahun ini menyentuh angka 5.975 peserta dengan rincian:
1. Peserta IMNI tingkat Ibtidaiyah sebanyak 3.652; induk sebanyak 1.067 dan ranting sebanyak 2.585,
2. Peserta Imni tingkat Tsanawiyah sebanyak 1.812; induk berjumlah 1.189 dan ranting sebanyak 623, dan
3. Peserta Imni tingkat Aliyah sebanyak 511.
Belajar yang baik, akan menghasilkan yang baik p**a.
Semoga Lancar dan ilmu yang diperoleh manfa'at nan berkah.
03/12/2025
Di balik grafik dan angka ini, tersimpan cerita perjalanan ribuan anak yang berani melangkah menuju gerbang ilmu. MMU Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri pada Tahun Ajaran 1446–1447 H. mencatat total 32.981 murid, sebuah angka besar yang menunjukkan betapa kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan madrasah.
Dari 2.676 murid di MMU Ibtidaiyah Induk hingga 30.305 murid di seluruh Ranting, semuanya menyatu dalam satu tujuan: mencari ilmu yang berkah dan bermanfaat.
Di ruang-ruang kelas itulah mereka belajar huruf pertama, membaca kitab kuning, dan menanam nilai-nilai adab serta akhlak mulia.
Semoga data ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dan semoga setiap usaha, sumbangsih, dan doa menjadi sebab tumbuhnya generasi yang shalih, cerdas, dan siap mengabdi kepada umat serta bangsa.
23/01/2025
Proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik p**a. Maka salah satu ikhtiar untuk mengawal tahapan ujian agar hasilnya benar-benar mencerminkan hasil belajar murid, maka soal ujian dibuat oleh Labsoma PPS dan mumtahin atau pengawas ujian ditetapkan oleh MMU Induk melalui Korwil Ranting
21/01/2025
إِذَا لَمْ تَكُنْ حَافِظًا وَاعِيًا * فَجَمْعُكَ لِلْكُتبِ لَا يَنْفَعُ
Standar sukses belajar adalah hapal dan paham. Hapal atau paham saja, lumayan. Tapi ketika keduanya tidak dicapai, maka tak ada gunanya memiliki banyak kitab dan buku.
Ujian adalah instrumen untuk menghidupkan semangat belajar dan mengukur tingkat keberhasilan selama proses belajar mengajar
20/01/2025
MMU Ibtidaiyah bekerjasama dengan lembaga TTQ (Ta'lim wa Tahfizh al-Quran) dan lembaga MQS (Metode Qurani Sidogiri) Pondok Pesantren Sidogiri dalam upaya menjaga mutu qira'ah al-Quran murid-murid MMU Ranting.
Secara berkala, muallim Quran MMU Ranting mendapatkan pelatihan dan pembinaan qira'ah al-Quran sesuai standar MQS, baik muallim al-Quran tingkat dasar maupun tingkat lanjutan. Kegiatan ini dilakukan agar murid bisa mengaji al-Quran dengan benar sesuai tasheh qira'ah muallimnya.
Selain itu, semua murid kelas 5 wajib lulus ujian al-Quran standar Metode Qurani Sidogiri (MQS) sebagai syarat naik ke kelas akhir. Pengujinya diutus langsung oleh pengurus bagian pendidikan al-Quran Pondok Pesantren Sidogiri.
20/01/2025
Hari terakhir ujian akhir
كَمْ شِدَّةٍ كَشَفَتْ مَعَادِنَ أَهْلِهَا إِنَّ الشَّدَائِدَ لِلْوَرَى غِرْبَالٌ
Betapa banyak ujian dan kesulitan yang berhasil menyingkap kemampuan bawaan seseorang * Karena sesungguhnya ujian dan kesulitan menjadi ayakan bagi karakter dan kemampuan orang-orang
***
Semoga pelaksanaan Imni dapat membantu murid-murid kelas akhir Ibtidaiyah dalam mengayak dan menghimpun ilmu yang manfaat dan barokah
16/01/2025
الأَدَبُ يَسْتُرُ قَلِيْلَ الْعِلْمِ، والْعِلْمُ لَا يَسْتُرُ قَلِيْلَ الأَدَبِ. وفَقْدُهُمَا عَرَاءٌ، وَجَمْعُهُمَا ثَرَاءٌ.
Tatakrama dapat menutupi sedikitnya ilmu, tapi ilmu tidak bisa menutupi kurangnya adab. Kehilangan keduanya berarti tak punya apa², hampa. Memiliki keduanya adalah kekayaan yang luar biasa.
15/01/2025
لَايَكْفِي التَّقْلِيْدُ وَذَهَبَ اِلَيْهِ ابْنُ الْعَرَبِي وَالسَّنُوْسِي، لَكِنْ نُقِلَ أَنَّ السَّنُوْسِي رَجَعَ عَنْ ذَلِكَ وَقَالَ بِكِفَايَةِ التَّقْلِيْدِ لَكِنْ لَمْ نَرَ فِي كُتُبِهِ اِلَّا الْقَوْلَ بِعَدَمِ كِفَايَتِهِ
Artinya, “Ikut-ikutan (dalam akidah) tidaklah cukup, pendapat ini menurut Imam Ibnu Arabi dan As-Sanusi. Hanya saja dikatakan bahwa Imam As-Sanusi menarik kembali fatwanya, dan mengatakan cukup sebatas ikut-ikutan. Namun kami (Syekh Fudhali) tidak menemukan dalam kitab-kitabnya, selain pendapat yang mengatakan tidak cukup.”.