28/07/2020
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengutarakan tantangan perubahan mindset masa pandemi Covid-19
“Pertama, yang saya sebutkan di sini adalah sikap mental nyaman dengan ketidaknyamanan. Situasi pada saat ini sangat tidak nyaman. Ketika kita berdamai dengan itu, nyaman dengan ketidaknyamanan, artinya kemudian melihat hal itu sebagai sebuah hal yang sangat positif sebagai hal yang menantang kita untuk terus belajar, ini sebenarnya budaya inovasi, karena inovasi yang diinginkan, arahan Pak Presiden Jokowi supaya kita melakukan budaya inovasi,” jelas Iwan Syahril
“Lalu sikap pembelajar, mau untuk belajar. Mau ini harganya sangat mahal. Belajar itu orang yang pintar dan mungkin orang yang punya keterampilan bagus, tapi kalau enggak mau, itu susah, susah sekali untuk bisa bekerja, susah sekali untuk bisa berkembang. Tapi orang yang mau, walaupun enggak pintar-pintar amat, walaupun mungkin keterampilannya enggak hebat-hebat amat, tapi kalau dia mau untuk belajar, itu dahsyat. Itu semua tantangan insya Allah bisa dihadapi, selama ada kemauan,” terang sosok yang akrab dipanggil Mas Dirjen
“Guru tertantang untuk mengubah orientasi yang lebih berpusat kepada muridnya. Pertanyaannya adalah bagaimana kita, bukan hanya guru dan kepala sekolah, tapi orang tua jadi sangat penting pada saat ini memikirkan situasi yang terpenting bagi anak. Jadi kalau berpijaknya dari sini, sebenarnya kesepakatan dengan orang tua akan lebih mudah terjadi,” ujar Dirjen GTK.
Dirjen GTK Iwan Syahril untuk kemudian menilai adanya akselerasi dalam penguasaan teknologi. “Katanya waktu 4 bulan pada saat ini itu sama dengan 4 tahun perkembangan yang terjadi,” urai Iwan Syahril.
ri