Pondok Pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah Surau Cubadak Sungai Asam

Pondok Pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah Surau Cubadak Sungai Asam Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pondok Pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah Surau Cubadak Sungai Asam, Education, Jalan Syech Burhanuddin, Pariaman.

Alhamdulillah
30/06/2024

Alhamdulillah

09/06/2021
29/05/2021

DOA PERLINDUNGAN

Sukai Halamanya
21/03/2021

Sukai Halamanya

💙❤💙
08/03/2021

💙❤💙

Syech Angku Aluma Koto Tuo
07/03/2021

Syech Angku Aluma Koto Tuo

07/03/2021

Syekh Inyiak Angku Aluma Koto Tuo: Pemuka Syattariyah di pedalaman Minangkabau



Beliau ialah seorang ulama Tarikat Syathariyah di Darek yang mempunyai pengaruh besar, hingga disebut ketika Ulakan tidak lagi menampakkan pengaruh, nyaris Koto Tuo (dalam hal ini Surau Angku Aluma ini) menyaingi posisi Ulakan, bahkan merebut pengaruh Ulakan dikalangan pengikut Syathariyah.
Dari segi jaringan intelektual, Angku Aluma mempunyai koneksi yang istimewa dibandingkan dengan ulama-ulama Syathariyah lainnya. Ulama-ulama Syathariyah lainnya umumnya menyandarkan silsilah Tarikat Syathariyahnya hanya kepada Syekh Burhanuddin Ulakan Semata, namun Angku Aluma disamping kepada Syekh Burhanuddin, juga menurut garis silsilah lainnya yaitu kepada Syekh Muhammad Saman Aceh (sama-sama berguru kepada Syekh Burhanuddin Ulakan) melalui gurunya Syekh Angku Sutan Koto Tuo, hal mana Angku Sutan mempunyai hubungan yang erat dengan tokoh terkemuka Paderi Tuanku Koto Tuo.

Dalam sanad sisilah yang terdapat di Kiambang (cabang Syathariyah Koto Tuo), ilmu Tarekat yang dikembangkan oleh Angku Aluma lebih ditekankan kepada gurunya yang tersohor Syekh Tuanku Uwai Limopuluah.
Di Surau Angku Aluma, sebagai halnya Surau Uwai juga mengajarkan keilmuan Islam lewat kitab-kitab klasik, manuskrip, sebahagiannya menggunakan kitab yang sudah dicetak, yang diistilahkan dengan kitab kuning. Bentuk pengajiannya masih model lama yaitu sistem halaqah. Disamping itu, sebagaimana gurunya Tuanku Limopuluah, Syekh Aluma juga terdapat menggubah Sya’ir-sya’ir yang menguraikan pengajian Tubuh. Diantaranya berjudul “Sya’ir Ma’rifat”, kutipan isinya ialah:

Tuhanku tanzih shifatnya muhith
menjadikan hambanya shalih dan ‘abid
mengarangkan ma’rifah ‘ilmu tauhid
dalil memandang supaya qarib

duduklah faqir bersenang-sengan
masa tengah hari orang pun lengang
di hari fikiran tempat berpegang
supaya terus jalan memandang

sya’ir ma’rifat tuan dengarkan
setengahnya jawi hamba ‘uraikan
siapa yang tahu tuan fahamkan
beribu makna ada di dalam

satu sya’ir hendak dikarang
jalan ma’rifat supaya terang
jangan sesat tempat berpegang
dunia akhirat jangan tergamang
……………
Pandang muntahi bukan melangkah
Hanyalah adam sempurna fanah
Dari pada mengingati sudahlah lengah
Tiada sana kenal mengenal[lah]

Patutlah ia bernama qadim
Halus dan kasar sudahlah licin
Dihadirat Allah hanya bermain
Apa kehendak sudahlah amin

Jalan syari’at sebelum terang
Diam disana jadi belarang
Tidak siapa tempat berpegang
Hanyalah amal tempat menompang

Maqam ma’rifat bukanlah begitu
Hanyalah wahid jamaknya satu
Zhahir dan batin pandangnya satu
Tiada berlarang diam disitu

Orang syari’at sebelum karam
Dimana boleh disitu diam
Fariq-nya jauh bertukar jalan [m]
Sauh tempat berlain diam

Diantara murid-murid Tuanku yang kemudian yang berkiprah sebagai jargon Tarikat Syatariyah dikemudian hari ialah:

a. Buya Angku Isma’il Koto Tuo
Beliau ialah akan kandung dari Tuanku Aluma sendiri. Angku Isma’il ini telah menggerakkan pendidikan di kalangan Syathariyah dengan bentuk Madrasah, sebuah inovasi yang belum dikenal sebelumnya. Yaitu dengan mendirikan Madrasah Ibtida’iyah dan Madrasah Tsanawiyah Syathariyah di Bancah Laweh Padang Panjang. Selain itu dia telah memperkokoh posisi Koto Tuo sebagai sentra Syathariyah setelah Ulakan.

b. Syekh Angku Isma’il Kiambang (1901-1965)
Beliau merupakan salah satu murid Syekh Aluma yang mempunyai pengaruh Signifikan di Pariaman. Beliau belajar selama 8 tahun di Surau Angku Aluma, dengan 4 tahun dari keseluruhan masa itu dia belajar Tasawwuf, dalam artian Tarikat Syathariyah. Ajaran-ajaran yang diuraikan Syekh Isma’il ini dapat kita simak dari salinan pengajian yang ditulis muridnya Buya Khatib Yusuf, disalin dalam bentuk tulisan latin, dari tulisan Arab Melayu, kemudian buku ini tersebar dalam bentuk kopian. Diantara isi pengajiannya:

Syathariyah, Syathar dengan makna kashad, artinya yang betul, oleh sebab itu Tarikat Syathariyah artinya jalan yang betul kepada Allah, yaitu shiratal Mustaqim, yakni diri kita sendiri.
………
Tarikat Syathariyah ini diatas mematikan diri sebelum mati.
………
Bahwa rahasia pada pengajian Tarikat sesungguhnya “mengittikatkan sekalian hati dengan hati kepada Rasulullah, sampai kepada Allah.”
Diantara murid-murid Syekh Kiambang ini ialah:
i. Buya Mato Aia Pakandangan
ii. Syekh Angku Marajo Sungai Asam
iii. Buya Khatib Yusuf, Lakuak- Padang

sumber : http://surautuo.blogspot.com/

Syech Inyiak Ungku Shaliah
04/03/2021

Syech Inyiak Ungku Shaliah

Address

Jalan Syech Burhanuddin
Pariaman

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Madrasah Miftahul Istiqamah Surau Cubadak Sungai Asam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category