21/04/2026
๐ SIRAH NABAWIYAH ๐
โจ Kisah Nabi Muhammad ๏ทบ โจ
๐ฌ EPISODE 1 โ Bagian 13 ๐ฌ
103. PENYEMBAHAN MALAIKAT DI KALANGAN BANGSA ARAB
๐
BENTUK-BENTUK KESYIRIKAN BANGSA ARAB โ MENYEMBAH MALAIKAT ๐
Pada bagian yang lalu, kita telah membicarakan bagaimana bangsa *Arab jahiliyah* menyembah berhala-berhala sebagai perantara untuk mendekatkan diri mereka kepada *Allah ๏ทป*. Kita telah menyebutkan berhala-berhala besar *Seperti* *Latta*, *โUzza*, *Manat*, *Hubal*, dan lain-lain.
Namun kesesatan bangsa *Arab jahiliyah* tidak berhenti pada penyembahan berhala saja. Mereka memiliki berbagai macam bentuk kesyirikan yang lain โ yang satu lebih aneh dari yang lain, yang satu lebih sesat dari yang lain.
Di antara bentuk kesyirikan yang paling mengherankan dan paling menyimpang *Adalah* penyembahan malaikat. Ya โ sebagian di antara bangsa *Arab* ada yang menyembah dan menuhankan malaikat.
104. MALAIKAT SEBAGAI WAKIL TUHAN
Mereka yang menyembah malaikat memiliki keyakinan yang sangat aneh dan sangat menyimpang. Mereka menganggap bahwa para malaikat itu *Adalah* wakil-wakil Tuhan di alam semesta. Menurut keyakinan mereka, para malaikat itulah yang bertugas untuk memberikan segala sesuatu yang diminta atau dihajatkan oleh manusia. Dan para malaikat itu p**a yang berkuasa untuk mencabut kembali pemberian itu jika mereka menghendaki.
Dengan keyakinan *Seperti* itu, mereka merasa bahwa menyembah Tuhan saja tidak cukup. Mereka harus juga menyembah para malaikat โ karena menurut anggapan mereka, para malaikatlah yang secara langsung mengurus urusan-urusan manusia di bumi. Tuhan โ menurut mereka โ terlalu agung dan terlalu tinggi untuk mengurus urusan-urusan kecil manusia secara langsung, maka Dia mendelegasikan urusan itu kepada para malaikat.
*Imam Ath-Thabari* *Rahimahullah* dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sebagian bangsa *Arab* meyakini bahwa malaikat memiliki kekuasaan tersendiri yang diberikan oleh *Allah ๏ทป* โ kekuasaan untuk memberi rezeki, menyembuhkan penyakit, menurunkan hujan, dan mengatur berbagai urusan kehidupan. Oleh sebab itu, mereka menyembah malaikat dengan harapan para malaikat itu akan berpihak kepada mereka dan memberikan apa yang mereka butuhkan.
Keyakinan ini โ jika kita perhatikan dengan seksama โ sebenarnya mirip dengan keyakinan sebagian umat-umat terdahulu yang menjadikan perantara-perantara antara mereka dan Tuhan. Mereka tidak mengingkari keberadaan Tuhan, namun mereka merasa bahwa Tuhan itu terlalu jauh dan terlalu agung untuk didekati secara langsung. Maka mereka memerlukan perantara โ dan dalam hal ini, mereka memilih malaikat sebagai perantara itu.
*Imam Ibnu Taimiyyah* *Rahimahullah* dalam *Majmuโ Al-Fatawa* menjelaskan fenomena ini: *"Sebagian orang-orang musyrik meyakini bahwa Allah itu Tuhan yang Maha Agung, dan bahwa Dia tidak boleh disembah secara langsung oleh makhluk yang hina *Seperti* manusia. Mereka berkata: โKita harus mendekati-Nya melalui perantara, sebagaimana rakyat biasa tidak bisa langsung menemui raja, melainkan harus melalui para menteri dan pejabatnya.โ Maka mereka menjadikan malaikat, nabi-nabi, orang-orang shalih, dan berhala-berhala sebagai perantara di antara mereka dan Allah. Inilah asal mula syirik yang paling mendasar."*
โฎ *BERSAMBUNG* โญ
*************************