Pondok Pesantren Darul Muzariin Al-Islamiyah

Pondok Pesantren Darul Muzariin Al-Islamiyah Pesantren Darul Muzariin Darunnajah 23

*ASSALAMUALAIKUM**WARRAHMATULLAHI WA BARAKAATUH* 🙏🏻🙏🏻😊*BISMILLAH WAL HAMDULILLAH* ✨*KABAR GEMBIRA* ✨🥳Alhamdulillah Pada ...
20/05/2022

*ASSALAMUALAIKUM*
*WARRAHMATULLAHI WA BARAKAATUH* 🙏🏻🙏🏻😊

*BISMILLAH WAL HAMDULILLAH* ✨

*KABAR GEMBIRA* ✨🥳

Alhamdulillah Pada Tanggal 10 Mei 2022 Pondok Pesantren Darul Muzari'in Al-Islamiyyah Telah Membuka Pendaftaran Siswa & Siswi Baru
Tingkat MI . MTs & MA
Tahun Ajaran 2022-2023.

🏫📃 *Tempat dan Waktu Pendaftaran* :

🏫 *Tempat* :
▶️ Kantor KMI
Pondok Pesantren Darul Muzari'in Al-Islamiyyah

⏰ *Waktu* :
Setiap Hari Pukul 09.00 s/d 17.00 WIB

💵 *Biaya* :
▶️ Infaq Bangunan : Rp 20.000 / Bulan
▶️ Uang Makan (Bagi Yang Berasrama)
▶️ Seragam Batik (85.000)
▶️ Baju Olahraga (90.000)

📃 *Tata Cara Pendaftaran* :
▶️ Calon Siswa/Siswi Datang Ke Tempat Pendaftaran Diantar Orang Tua / Wali .
▶️ Datang Pada Jam Yang Telah Ditentukan
▶️ Mengisi Formulir Yang Telah Disediakan .
▶️ Membawa Dokumen Yang Diminta .
▶️ Mengikuti Tes Pada Waktu Yang Telah Ditentukan .

🏛️ *Adapun Materi Tes Yang Akan Dilaksanakan Meliputi* :
▶️ Bacaan Al-Qur’an
▶️ Praktek Ibadah
▶️ Membaca
▶️ Berhitung

📃 *Dokumen Yang Harus Dibawa* :
▶️ Ijazah Terakhir / Surat Keterangan Lulus
▶️ Foto Copy KTP Ayah & Ibu
▶️ Foto Copy Kartu Keluarga
▶️ Foto Copy Akte Kelahiran

🏛️ *Info Lebih Lanjut Hubungi* :
👳🏻‍♂️ Al Ustadz Deni Faridz
_082210357013_
👳🏻‍♂️ Al Ustadz Mulyadi
_085892749019_
👳🏻‍♂️ Al Ustadz Ariyanto
_085693151301_

📃 NB :
▶️ *PENDAFTARAN TIDAK DIPUNGUT BIAYA (GRATIS)* ✨

26/07/2021
Darul muzari'in berqurban
01/08/2020

Darul muzari'in berqurban

Khutbatul 'arsy telah usai...Semoga pondok kita menjadi lebih maju lagiii...
14/07/2020

Khutbatul 'arsy telah usai...
Semoga pondok kita menjadi lebih maju lagiii...

Selamat pagi, inspirasi di pagi hari, semoga bermanfaat. 1. BATU, KERIKIL, DAN PASIRPada awal kelas filsafat di sebuah u...
07/05/2020

Selamat pagi, inspirasi di pagi hari, semoga bermanfaat.

1. BATU, KERIKIL, DAN PASIR

Pada awal kelas filsafat di sebuah universitas, profesor berdiri dengan beberapa item yang terlihat berbahaya di mejanya. Yaitu sebuah toples mayonaisse kosong, beberapa batu, beberapa kerikil, dan pasir. Mahasiswa memandang benda-benda tersebut dengan penasaran. Mereka bertanya-tanya, apa yang ingin profesor itu lakukan dan mencoba untuk menebak demonstrasi apa yang akan terjadi.

Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, profesor mulai meletakkan batu-batu kecil ke dalam toples mayonaisse satu per satu. Para siswa pun bingung, namun profesor tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu. Setelah batu-batu itu sampai ke leher tabung, profesor berbicara untuk pertama kalinya hari itu. Dia bertanya kepada siswa apakah mereka pikir toples itu sudah penuh. Para siswa sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.

Profesor itu lalu mengambil kerikil di atas meja dan perlahan menuangkan kerikil tersebut ke dalam toples. Kerikil kecil tersebut menemukan celah di antara batu-batu besar. Profesor itu kemudian mengguncang ringan toples tersebut untuk memungkinkan kerikil menetap pada celah yang terdapat di dalam stoples. Ia kemudian kembali bertanya kepada siswa apakah toples itu sudah penuh, dan mahasiswa kembali sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.

Para siswa sekarang tahu apa yang akan profesor lakukan selanjutnya, tapi mereka masih tidak mengerti mengapa profesor melakukannya. Profesor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke dalam toples mayones. Pasir, seperti yang diharapkan, mengisi setiap ruang yang tersisa dalam stoples. Profesor untuk terakhir kalinya bertanya pada murid-muridnya, apakah toples itu sudah penuh, dan jawabannya adalah sekali lagi : YA.

Profesor itu kemudian menjelaskan bahwa toples mayones adalah analogi untuk kehidupan. Dia menyamakan batu dengan hal yang paling penting dalam hidup, yaitu : Kesehatan, pasangan anda, anak-anak anda, dan semua hal yang membuat hidup yang lengkap.

Dia kemudian membandingkan kerikil untuk hal-hal yang membuat hidup anda nyaman seperti pekerjaan anda, rumah anda, dan mobil anda. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak terlalu penting di dalam hidup anda.

Profesor menjelaskan, menempatkan pasir terlebih dahulu di toples akan menyebabkan tidak ada ruang untuk batu atau kerikil. Demikian p**a, mengacaukan hidup anda dengan hal-hal kecil akan menyebabkan anda tidak memiliki ruang untuk hal-hal besar yang benar-benar berharga.

Pesan Moral : Perhatikan segala sesuatu yang penting demi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. Luangkan waktu untuk bersama dengan anak-anak dan pasangan anda. Selesaikan pekerjaan anda ketika anda berada di kantor, jangan saat anda sedang berkumpul dengan keluarga. Dendam terhadap seseorang tidak akan bermanfaat untuk anda. Dapatkan prioritas anda sekarang dan bedakan antara batu, kerikil, dan pasir.

Selamat pagi, kisah inspirasi di pagi hari semoga bermanfaat...Rambut Membeku demi Pergi SekolahWang Fuman adalah seoran...
05/05/2020

Selamat pagi, kisah inspirasi di pagi hari semoga bermanfaat...

Rambut Membeku demi Pergi Sekolah

Wang Fuman adalah seorang anak yang berasal dari Kota Shaotong, Provinsi Yunan, Cina. Memasuki awal tahun 2018, suhu kota tersebut mulai dingin dan mencapai -9º C. Meskipun begitu, dia tetap menjalankan aktivitasnya, yaitu pergi ke sekolah.

Karena menempuh jarak sejauh 4,5 kilometer, anak laki-laki ini harus bangun pagi-pagi sekali agar sampai di sekolah tepat waktu. Jarak yang jauh tersebut dilaluinya dengan berjalan kaki selama satu jam. Tidak ada pakaian khusus yang digunakan untuk menghangatkan badannya yang mungil itu, kecuali mantel yang sudah usang.

Setibanya di sekolah, Wang Fuman ditertawakan oleh teman-temannya karena rambutnya menjadi membeku. Jika dilihat sekilas, dia seperti tokoh kartun yang menggemaskan. Fotonya pun menjadi viral di dunia maya dan warganet memanggilnya ‘Snowflake Boy’.

Di balik kisah viralnya tersebut, diketahui bahwa Wang adalah seorang anak dari keluarga miskin. Hal itu terlihat dari pakaian yang dipakainya. Dia pun menuturkan hanya mempunyai tiga buah jaket saja.

Kedua orangtuanya pergi merantau ke kota untuk bekerja sehingga mengharuskannya untuk tinggal bersama dengan nenek dan kakaknya. Kehidupan sehari-harinya pun jauh dari layak, setiap hari keluarga Wang hanya bisa makan sayuran atau daun-daun yang bisa ditemukan di sekitar rumah mereka.

Kisah tersebut menyentuh banyak hati netizen dan bantuan pun datang untuk keluarga Wang. Tak hanya itu, hal itu juga menjadi berkah untuk warga lain yang juga mempunyai kondisi yang sama dengannya, mengingat daerah tersebut memang daerah lingkungan miskin.

Cita-citanya begitu sederhana, dia ingin terus sekolah sehingga bisa menjadi polisi dan bisa menangkap penjahat. Warganet pun mendoakan supaya Wang dapat mewujudkan cita-citanya.

Apa yang ada di benakmu setelah selesai membaca kisah inspiratif kehidupan nyata yang bisa diberikan untuk siswa ini? Bagi yang s**a malas-malasan pergi ke sekolah atau bolos, pasti akan membuatmu berpikir ulang dengan tindakanmu itu. Fasilitas yang kamu punya lebih lengkap, tapi masih saja malas sekolah.

Nah sebaiknya, gunakanlah fasilitas yang kamu dapat dari orangtua dengan baik. Karena di luar sana, masih banyak anak-anak yang tidak seberuntung dan mempunyai kehidupan yang layak sepertimu.

Masya Allah...
04/05/2020

Masya Allah...

Kisah inspirasi di sore hari, semoga bisa menginspirasi kita semua, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lag...
04/05/2020

Kisah inspirasi di sore hari, semoga bisa menginspirasi kita semua, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi..

TUPAI DAN SEMUT HITAM

Alkisah di sebuah kota kecil ada seorang petani yang sedang duduk di tepi sawah. Dia duduk sambil memandangi sawahnya yang luasnya tidak seberapa itu. Disamping sawah tersebut ada juga ladang miliknya.

Di ladang tersebut, ia menanam pohon rambutan, pohon sirsak dan mangga. Hatinya sangat senang melihat pohon-pohonnya yang akan panen. Sambil menghitung berapa banyak buah yang akan dihitung dan keuntungan yang dia dapat, tiba-tiba ia melihat seekor tupai meloncat dari pohon satu ke pohon lainnya. Lalu, muncullah kesedihan dalam hatinya bahwa tupai akan merusak panennya tahun ini. Ternyata, wajah petani tersebut menggoreskan rasa haru pada semut hitam. Raja semut hitam yang melihatnya segera mengumpulkan pas**annya untuk mengusir tupai tersebut.

Jadi, semut hitam berbaris dari akar pohon yang paling bawah sampai batang pohon yang paling tinggi. Tupai yang melihat semut hitam berbaris langsung pergi dari pohon ladang tersebut. Konon, semut hitam adalah musuh dari tupai. Karena kekompakan semut hitam dan jumlahnya banyak, maka tupai tidak berani dengan semut hitam.

Petani tersebut lalu penasaran, mengapa tupai tersebut pergi dari ladangnya. Padahal, dia yakin tidak akan ada yang bisa menangkap tupai. Tupai adalah binatang yang sangat pandai dalam meloncat. Karena kepandaiannya itulah, banyak petani yang menjadi rugi karena buah panennya banyak di rusak oleh tupai. Lalu petani tersebut, mendekati pohon tersebut dan melihat semut yang berbaris di pohonnya.

Petani tersebut sangat bersyukur, karena semut hitam telah berhasil mengusir hama tupai dari ladangnya. Kisah ini mengingatkan bahwa sepandai-pandainya tupai meloncat, pasti akan jatuh juga. Tidak ada orang yang sempurna dalam dunia ini.

"Sepandai apapun Anda, tentunya Anda pasti memiliki kekurangan. Contohnya saja: Tupai yang pandai meloncat, tetap memiliki kekurangan. Kekurangannya yaitu takut pada semut hitam. Tuhan sudah memberikan talenta kepada Anda, gunakanlah sebaik-baiknya dalam hal positif. Ketika satu orang diberikan talenta dalam bermain musik, bukan berarti orang tersebut juga pandai dalam bidang lain. Maka dari itu, bersyukurlah apapun talenta yang Tuhan berikan pada Anda. Tetaplah rendah hati, meskipun orang lain tidak sepandai Anda."

Address

Jalan Mega Camara Km 07 Ds. Karangbolong, Kec. Cigeulis, Kab. Pandeglang, Prov.
Pandeglang
42282

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Darul Muzariin Al-Islamiyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pondok Pesantren Darul Muzariin Al-Islamiyah:

Shortcuts

Share

Category