07/08/2024
Kekuatan mengucap syukur dikala sulit
Stefanus/ Yunani: Στέφανος, Stéfanos/ artinya "bumban dafnah", perlambang "pahala" atau "tanda jasa"/ wafat 34 M; adalah tokoh Kristen yang martir atau syahid perdana di dalam Kekristenan. Diriwayatkan di dalam Kisah Para Rasul bahwa Stefanus adalah diakon jemaat Kristen mula-mula di Yerusalem yang khotbahnhya mengobarkan antipati umat Yahudi dari berbagai golongan. Ketika diseret ke hadapan sidang majelis ulama Yahudi dengan dakwaan pen*staan agama, ia malah berkhotbah mengecam mereka, dan akhirnya dijatuhi pidana rajam. Gugurnya Stefanus sebagai syahid Kristen disaksikan langsung oleh Saulus dari Tarsus, seorang ulama Yahudi dari mazhab Farisi yang kemudian menjadi pengikut Yesus dan dikenal sebagai Rasul Paulus.
Di dalam Kisah Para Rasul 6; Stefanus adalah salah seorang Yahudi Helenis yang dipilih untuk membantu mengelola penyaluran santunan kepada janda-janda dari golongan umat Kristen, yang disebut diaken/ diakonos. Semangat mula-mula yang berkobar di dalam dirinya tidak membuatnya gentar dengan ancaman, masalah, bahkan kematian di depannya.
Saat ini dengan situasi yang semakin "panas"; baik cuaca, politik, bahkan perang yang semakin melebar membuat manusia semakin arogan. Tidak hanya di pasaran, bahkan di dalam pelayanan yang mengatas namanakan kasih pun kena imbasnya, dimana tidak sedikit yang mengatas namakan hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan yang hidup sama dengan dunia saat ini. Seharusnya kita sebagai pengikut Kristus terus bertahan untuk menjadi garam dan terang sekalipun dihimpit dan dirajam dengan batu dari berbagai penjuru seperti Stefanus.
Kekuatan apa yang membuat Stefanus dapat bersyukur ditengah-tengah rajaman batu? Kebersamaan dngan Tuhan Yesus lah yang mmbuat ia kuat, bukan hanya bersyukur memuliakan Allah, bahkan ia mengampuni mereka yang melemparinya dengan batu sampai mati. Kita dapat lihat dalam Yohanes 17, saat Tuhan Yesus berdoa untuk kita, Ia menekankan kebersamaan kita sama dengan kesatuan Ia dengan Bapa. Sehingga yang terlihat bukan lagi kemanusiaannya, melainkan keilahian Kristus yang ada di dalam dirinya.
Marilah kita sebagai anak-anak Tuhan, apalagi hamba Tuhan yang dianugerahi panggilan surgawi untuk menyatakan kasih dan kuasa ilahi. Ini hanya dapat dinyatakan melalui kebersamaan kita di dalam kristus. Lihat, Ia bediri di muka pintu, barang siapa yang mendengar suara-Nya dan membukakan pintu, maka Ia akan nyatakan kebersamaan-Nya (Wahyu 3:20). Jangan-jangan, hingga saat ini Tuhan Yesus selalu dan hanya diposisikan di luar gereja, Ia selalu mengetuk pintu hati anak-anak-Nya yang hidup dalam kemiskinan, ketelanjangan dan kebutaan di hadapan-Nya....
Selamat Beraktifitas
Kiranya kebersamaan kita sebagai anak-anak Tuhan dengan Kristus nyata dalam kehidupan kita sehari-hari....Mjj TYm.
Gereja Injili Karo Indonesia - GIKI Medan
Gereja Injili KARO Indonesia
Gereja Giki D**o
Gereja Injili KARO Indonesia (GIKI)
GIKI Durin Jangak