Techno Club Indonesia

Techno Club Indonesia

Share

Tempat pembelajaran Sains, Teknologi, Elektronika dan Robotik Tempat kursus robotik untuk anak Usia Sekolah

Photos from Techno Club Indonesia's post 12/12/2019

Assalammualaikum.
Hallo Bunda Ayah & Kakak" ..
Untuk menyambut liburan tahun baru kami mengadakan HOLIDAYCAMP lohh🥰..
Untuk 2x pertemuan untuk menjadikan Liburan anak-anak & adik-adik menjadi have fun : merakit robot, mengembangkan kreatifitas setelah mengikuti HOLIDAYCAMP ini.
Segera daftarkan anak-anak dan adik-adik anda ke TECHNO CLUB INDONESIA yuukkk.
Pasti Liburannya akan menjadi seru dan menyenangkan..😍😍😍

Cp :
Ms.caca ( 0813-5228-5993) wa
Ms.Putri ( 0882-1387-4927) wa
Center Techno Club
(0821-1006-2718) TLP
IG :

Villa pamulang Blok CH 8 no 25 , sebrang Toko DANDAN Vila pamulang.

Photos from Techno Club Indonesia's post 28/09/2019

Azka😍📚💻🔌🔩🚁🚗

Photos from Techno Club Indonesia's post 28/09/2019
12/08/2019

Assalamualaikum wr.wb
Kami segenap seluruh managemen t dan seluruh staff *TECHNO CLUB INDONESIA* .
" Memgucapakan Selamat hari raya Idhul Adha 1440H"
Minal aidin walfaizin mohon maaf lahirbatin .😇🙏📚

Photos from Techno Club Indonesia's post 09/08/2019

Assalammualaikum Ayah/Bunda, dalam rangka menyambut HUT TI KE-74 maka dari itu TECHNO CLUB INDONESIA sedang mengadakan promo INDEPENDENCE DAY yaitu dengan potong sebesar 15%. Untuk adik-adik yang ingin bergabung dengan kami dan teman-teman yang lain, ikut belajar sambil bermain bersama-sama yang pastinya akan seru dan mengasikan loh!!!. Ayooo daftarkan anak,adik, dan saudar kalian ke Techno club Indonesia .
*Hanya berlaku sampai akhir bulan Agustus 2019.

Info lengkap 👇🏻
CP :
0821-1006-2718 ( center )
0813-5228-5993 (ms.caca )

16/07/2019

Assalammualaikun. Ayah/Bunda TECHNO CLUB INDONESIA sedang ada promo JULI CERIA yaitu dengan potong sebesar 20%. Untuk adik-adik yang ingin bergabung dengan kami dan teman-teman yang lain, ikut belajar sambil bermain bersama-sama yang pastinya akan seru dan mengasikan loh!!!. Ayooo daftarkan anak,adik, dan saudar kalian ke Techno club Indonesia .

Info lengkap 👇🏻
CP :
0821-1006-2718 ( center )
0813-5228-5993 (ms.caca )

18/09/2017

Pola Asuh Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Padang - Akademisi Universitas Negeri Padang (UNP) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Yarmis Syukur Mpd, mengemukakan, tumbuh kembang anak amat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan orang tua mulai sejak lahir.

"Tipe pola asuh berperan penting bagi tumbuh kembang anak baik fisik, kejiwaan dan kehidupan sosial," kata Yarmis, dalam acara "Gathering Anggota Exclusive Pumping Mama Indonesia Minang Maimbau" di Padang, Minggu (16/10).

Dosen Bimbingan Konseling UNP ini menambahkan, pola asuh anak terdiri atas tiga tipe yaitu otoriter, permisif dan demokratis.

"Orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter cenderung disiplin dan keras mendidik anak agar buah hatinya penurut dan tertib serta tidak melawan," ujarnya.

Untuk tipe pola asuh permisif, yaitu memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada anak. "Sehingga, semua keinginan dipenuhi dengan pertimbangan anak akan belajar dari pengalaman," lanjut dia.

Namun, menurutnya jika pola asuh permisif diterapkan, maka anak akan berlaku semaunya bahkan ketika dibawa ke lingkungan cenderung menguasai apa saja.

Untuk pola asuh yang ketiga, adalah demokratis yaitu dengan memberi keleluasaan pada anak namun tetap melakukan pengawasan sehingga tumbuh kembangnya wajar. "Dalam hal ini ada pemantauan, bimbingan karena anak butuh pendampingan," ujarnya.

Yarmis menyampaikan, anak adalah individu yang memerlukan perlakuan orang dewasa untuk membantunya tumbuh dengan baik dan orang tua harus menjadi model. Dirinya mengkritik orang tua yang memberikan anak gawai sejak usia dini sehingga secara sosial tumbuh kembang anak serta adaptasi dengan orang lain menjadi tidak baik.

"Jika anak dibekali gawai sejak dini cenderung asyik sendiri dan kurang peduli dengan lingkungan," katanya.

Terpisah, pakar parenting Adiyati Fathu Roshonah menyampaikan pengasuhan anak pada saat ini menghadapi tantangan berat karena berada di era digital yang identik dengan teknologi informasi.

"Mendidik anak hari ini tidak mudah karena tantangannya berbeda dengan dulu sebelum hadirnya telepon pintar dan internet," kata dia.

Menurutnya, saat ini masih ada orang tua yang memakai cara lama dalam mendidik dan memperlakukan anak, persis sebagaimana 30 tahun lalu dididik oleh orang tua sementara zaman sudah berubah. Padahal, ujar dia, anak-anak sekarang mengalami percepatan perkembangan dan mudah beradaptasi dengan teknologi informasi.

"Anak zaman sekarang kalau ingin tahu sesuatu bisa mencari tahu di internet, dapat dibayangkan kalau mereka mencari tahu persoalan seksualitas di internet, mengakses laman yang salah bisa berbahaya," katanya.

"Tidak hanya itu, anak-anak saat ini nyaris tidak bisa hidup tanpa internet, kalau sudah ada wifi baru bisa tenang," ujarnya.

09/08/2017

Pengaruh Lingkungan Terhadap Karakter Anak

Lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan karakter anak. Bila anak berada pada lingkungan yang baik maka akan dapat memberikan pengaruh yang baik p**a bagi perkembangan karakter anak, dan begitu juga sebaliknya lingkungan yang tidak baik juga dapat memberikan pengaruh yang tidak baik bagi perkembangan karakter anak. Anda sebagai orangtua harus jeli dan pintar-pintar memilihkan lingkungan yang baik bagi anak Anda, karena akan menentukan perkembangan karakter anak Anda. Lingkungan ini dapat dimisalkan seperti lingkungan tempat Anda tinggal, lingkungan bermain anak Anda, ataupun lingkungan sekolah anak Anda.

Sebagai makhluk sosial, sejak dini memang sebaiknya anak kita kenalkan pada lingkungan masyarakat. Nah, karakter tiap-tiap kelompok masyarakat itu sendiri berbeda-beda, pasti ada yang baik dan ada yang buruk. Karena anak tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, maka tugas Anda sebagai orangtualah yang mengarahkannya dan mendidiknya. Artinya, Anda harus tahu benar apakah lingkungan tempat anak Anda bergaul benar-benar steril untuk perkembangan karakternya atau tidak.

Dalam proses perkembangan anak, lingkungan merupakan faktor yang sangat penting setelah pembawaan. Tanpa adanya dukungan dari faktor lingkungan maka proses perkembangan dalam mewujudkan potensi pembawaan menjadi kemampuan nyata tidak akan terjadi. Oleh karena itu fungsi atau peranan lingkungan ini dalam proses perkembangan dapat dikatakan sebagai faktor ajar, yaitu faktor yang akan mempengaruhi perwujudan suatu potensi secara baik atau tidak baik, sebab pengaruh lingkungan dalam hal ini dapat bersifat positif yang berarti pengaruhnya baik dan sangat menunjang perkembangan suatu potensi atau bersifat negatif yaitu pengaruh lingkungan itu tidak baik dan akan menghambat/merusak perkembangan.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugas utama seorang pendidik untuk menciptakan atau menyediakan lingkungan yang positif agar dapat menunjang perkembangan si anak dan berusaha untuk mengawasi dan menghindarkan pengaruh faktor lingkungan yang negatif yang dapat menghambat dan merusak perkembangan sang anak.

Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat bisa juga disebut sebagai lingkungan sosial, lingkungan dimana Anda tinggal dan lingkungan dimana anak Anda berinteraksi denga orang lain yang lebih luas lagi. Anak Anda adalah bagian dari masyarakat yang salingberinteraksi satu sama lain dimana anak Anda dapat memberikan pengaruh pada lingkungannya tapi sebaliknya, anak Anda juga dapat menerima pengaruh dari lingkungan masyarakat tersebut.

Lingkungan masyarakat dapat berperan membentuk karakter anak Anda. Misalnya lingkungan tempat tinggal di asrama polisi atau tentara, anak-anak yang tinggal disana cenderung lebih berani karena mereka merasakan adanya label dari orangtuanya. Mereka juga besikap lebih semena-mena kepada teman-temannya yang lain. Lingkungan yang seperti ini akan membentuk karakter anak menjadi keras, pribadi yang galak, apa yang dia inginkan harus segera terlaksana. Ataupun dengan memilih tinggal di tengah-tengah kota besar, yang mana sesama tetangga tak saling mengenal satu sama lain, lingkungan yang seperti ini dapat membentuk karakter yang tidak baik juga pada anak Anda, anak jadi terbiasa untuk tidak peka terhadap orang lain, merasa tidak memerlukan orang lain dalam hidupnya, sikap individualismenya juga akan sangat terlihat.

Lingkungan masyarakat juga dapat berpengaruh sebaliknya yaitu berpengaruh baik bagi anak Anda. Misalnya dengan memilih tinggal di sebuah perkampungan di pinggiran kota. Yang di lingkungan tersebut terdapat masjid, para remajanya pun aktif dan antusias dalam kegiatan-kegiatan syiar agama untuk masyarakat sekitar, baik orangtua, remaja bahkan anak-anak kecil. Suasana lingkungan menjadi hidup, dinamis, agamis, harmonis serta menyenangkan hati masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut. Anak-anak Andapun terbentuk karakter yang sopan santun, beradaptasi, berempati, serta dapat menjadi manusia yang berjiwa sosial.

Lingkungan Sekolah

Sama halnya seperti lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga, tentu saja jika anak Anda sudah pada masa sekolah. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar jeli dalam memilih tempat sekolah untuk Anak. Jangan gegabah atau asal-asalan. Bagaimanapun, lingkungan sekolah akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak Anda.

Dalam memilih sekolah, hendaknya Anda memperhatikan 5 hal penting, yaitu spiritual, emosional, jasmani, intelektual dan sosialnya. Beberapa tips dalam memilih sekolah untuk anak adalah:

·Pilihlah sekolah yang tertib, teratur dan bersih. Tujuannya, selain untuk memperlancar proses belajar mengajar, hal ini juga akan membiasakan anak untuk hidup secara tertib dan disiplin. Jika di sekoah anak terbiasa tertib, maka di rumah anak pun juga akan tertib. Bukankah anak adalah makhluk dengan pembiasaan?

·Lihat output dari sekolah yang hendak Anda pilih. Carilah informasi sebanyak-banyaknya, lulusan atau alumnus dari sekolah yang hendak Anda pilih itu mampu masuk di sekolah unggulan tidak? Karena banyaknya lulusan yang bisa masuk sekolah unggulan berarti sekolah tersebut mempunyai sistem pembelajaran yang bagus.

·Jalin kerjasama yang baik dengan guru. Dengan kerjasama yang baik, Anda akan lebih mudah mengontrol anak Anda selama di sekolah.

·Pastikan bahwa lingkungan sekolah yang hendak Anda pilih aman dan baik, termasuk kualitas guru/pendidiknya. Pastikan bahwa mereka adalah tenaga pendidik yang berpengalaman dan memiliki kepribadian yang baik yang patut untuk dicontoh oleh muridnya.

·Pertimbangkan jarak sekolah dari tempat Anda. Sebaiknya pilih sekolah yang tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal. Karena, selain akan menghemat biaya transport, hal ini juga memungkinkan anak masih mempunyai waktu yang cukup untuk berkumpul dengan keluarga, dan bermain dengan orangtua.

Memang tidak ada yang mampu menjamin keberhasilan pembentukkan karakter pada anak Anda nantinya. Lingkungan yang baik belum tentu akan menghasilkan anak yang baik, begitu juga sebaliknya. Namun demikian, tak ada salahnya Anda berusaha, bukan?

08/08/2017

Mengenali Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia Batita
Selasa, 20 Desember 2016, 16:36 WIB
Share :
Proses tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Menurut Ketua Unit Kerja Kelompok Tumbuh Kembang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat, orang tua perlu memenuhi kebutuhan dasar anak, di antaranya nutrisi, stimulasi, imunisasi, aktivitas bermain, dan cukup tidur.

Mam perlu tahu bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak adalah dua hal yang berbeda, tetapi selalu berkaitan dan sulit dipisahkan. Pertumbuhan (growth) adalah perubahan yang bersifat kuantitatif atau dapat diukur. Pertumbuhan biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis pada tubuh anak. Sementara yang dimaksud dengan perkembangan (development) adalah perubahan kuantitatif dan kualitatif yang meliputi bertambahnya kemampuan (skill) struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Perkembangan terjadi dalam pola yang teratur seiring dengan proses pematangan/maturitas anak.

Agar Mam dapat lebih memahami proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada diri si Kecil, yuk, ketahui lebih jauh tahapan tumbuh kembang anak yang berlangsung pada fase batita.

Pertumbuhan Fisik
Tahapan tumbuh kembang anak ini meliputi bentuk tubuh, dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata. Ukuran tubuh si Kecil bertambah, mulai dari berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar lengan, dan lain sebagainya.

Untuk memperkirakan berat badan normal anak (dalam kilogram), Mam dapat menggunakan rumus dari Richard E. Behrman, yaitu:

Lahir : 3,25 kg
3-12 bulan : umur (bulan) + 9) : 2
1-6 tahun : umur (tahun) x 2 + 8

Sementara, perkiraan tinggi badan si Kecil, adalah:
1 tahun: 1,5 x tinggi badan saat lahir
4 tahun: 2 x tinggi badan saat lahir
6 tahun: 1,5 x tinggi badan saat umur 1 tahun

Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik dibagi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan si Kecil. Contoh perkembangan motorik kasar yaitu kemampuan berguling, telungkup, duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga, melompat, dan sebagainya.

Sementara, yang dimaksud dengan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu. Misalnya, kemampuan menggengggam benda, memindahkan benda dari tangan, mencorat-coret, menggunting, menyusun balok, dan lain sebagainya.

Tahapan tumbuh kembang anak yang baik dan sehat adalah yang berlangsung sesuai dengan tahapan usianya (milestones). Misalnya, saat si Kecil berusia 12-18 bulan ia sudah bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan. Atau, pada usia 18 bulan ia sudah mampu bertepuk dan melambaikan tangan.

Perkembangan Kognitif
Perkembangan ini berkaitan dengan pengetahuan, atau bagaimana si Kecil mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Proses tumbuh kembang anak ini sudah berlangsung sejak si Kecil dilahirkan lho, Mam. Bayi memiliki kemampuan menyimpan informasi yang berasal dari penglihatan, pendengaran, dan melalui indera lainnya. Bukan hanya itu, si Kecil juga mampu merespon berbagai informasi tersebut secara sistematis.

Beberapa ciri perkembangan kognitif pada batita:
● 0-12 bulan
Mulai mengembangkan konsep (misalnya sadar akan rasa lapar), senang bermain, minat terhadap lingkungan meningkat, memahami sebab akibat, memahami objek, mengeksplorasi sekitar, mengeksplorasi benda dengan bermacam cara (misalnya memasukkan benda ke dalam mulut), dan dapat bermain dengan pola yang simpel.
● 12-24 bulan
Dapat menemukan objek yang disembunyikan, dapat merespon instruksi sederhana, mengetahui bagian-bagian tubuhnya, dapat bermain pura-pura, belajar makan-minum sendiri, dan menirukan pekerjaan rumah tangga.
● 24-36 bulan
Dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya bila diminta, dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih, mampu menggabungkan dua kata menjadi kalimat, dan menggunakan nama sendiri untuk menyebut dirinya.

Perkembangan Bahasa
Tahap tumbuh kembang anak juga meliputi kemampuan berbicara dan berbahasa. Kemampuan berbahasa dapat menjadi indikator seluruh perkembangan anak lho, Mam. Melalui kemampuan berbahasa si Kecil, Mam dapat mendeteksi keterlambatan ataupun kelainan pada sistem lain, seperti kemampuan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak.

Beberapa ciri perkembangan bahasa pada batita:
● 0-12 bulan
Merespon terhadap suara, menunjukkan ketertarikan sosial terhadap wajah dan orang, babbling (mengulang konsonan/vokal), memahami perintah verbal, dan mampu menunjuk ke arah yang diinginkan.
● 12-24 bulan
Mampu memproduksi dan memahami kata-kata tunggal, mampu menunjuk bagian-bagian tubuh, perbendaharaan kata meningkat pesat, dan mampu mengucapkan kalimat yang terdiri dari 2 kata atau lebih.
● 24-36 bulan
Memiliki pemahaman yang baik terhadap percakapan yang familiar (misalnya oleh keluarga), mampu melakukan percakapan melalui tanya-jawab, dan mampu bertanya “mengapa”.

Perkembangan Psikososial
Perkembangan psikososial berkaitan dengan aspek-aspek psikologis, seperti emosi, motivasi, perkembangan diri pribadi, serta bagaimana si Kecil berhubungan dengan orang lain. Pada fase tumbuh kembang anak ini, si Kecil juga mulai belajar bertanggung jawab dan mengendalikan perasaannya.

Beberapa ciri perkembangan psikososial pada batita:
● 0-12 bulan
Bonding antara orang tua dan bayi, tersenyum, berceloteh, lebih menyukai ibu, merespon bila namanya dipanggil, senang diajak bermain, dan memahami perintah sederhana.
● 12-24 bulan
Meminta sesuatu dengan menunjuk (tanpa menangis/merengek), memeluk orang tua, meniru aktivitas di rumah, dan mulai berbagi mainan dengan anak lain.
● 24-36 bulan
Menunjukkan kemarahan bila terhalang, mampu bermain pura-pura, mulai membentuk hubungan sosial dan bermain bersama anak lain.

Tumbuh kembang anak usia dini sering disebut berjalan sangat cepat. Maka dari itu, pastikan Mam selalu memantau proses ini sehingga tidak ada perkembangan yang terlewatkan, ya. Bila ada sinyal hambatan pada proses tumbuh kembang si Kecil, Mam dapat segera mencari tahu permasalahannya dan melakukan penanganan untuk mengatasinya sejak dini.

Sumber:
Soetjiningsih, dkk. (2013). Tumbuh Kembang Anak, Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC hal. 21-22, 25-37, 47-48, 54-56, 98-101,
health.kompas.com/read/2016/06/02/160000123/cara.memastikan.tumbuh.kembang.anak.sesuai.tahapannya
juonorp.blogspot.co.id/2013/10/pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-usia_20.html
Diakses pada 22 November 2016

23/06/2017

Assalamualaikum wr.wb

Kami seluruh staff (guru)Techno Club mengucapkan kepada Murid-murid kami tercinta dan selaku orang tua murid :
Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir Batin.. Maaf jika ada kesalahan yang kami lakukan baik tidak disengaja.😇🙏🏻.

Dan kami ingin menginfokan kembali kepada seluruh murid TECHNO CLUB bahwa kami akan LIBUR LEBARAN mulai tanggal 23 Juni 2017 s/d 5 Juli 2017 dan akan beraktifitas belajar kembali mulai tanggal :
Kamis, 6 Juli 2017
Kami ucapakan kepada seluruh murid selamat berlibur ☺🙏🏻

Untuk Info lebih lanjut Hubungi :

☎ : 0821-1006-2718
📞 : 0856-9129-9922 (Ms.Putri)
IG :
FB : Techno Club Indonesia

Villa Pamulang Blok CH 8 no 25

19/06/2017

Mengasah Kemampuan Bersama Kreativitas
09 September 2014 Jurnalis : Riana Astuti, Fotografer : W***y

membuka IRO 2014 dengan menekan terompet dan didampingi oleh Bambang Rusli (kanan) selaku ketua panitia

Melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul tidak dapat dilakukan dengan cara mudah, dibutuhkan sebuah inovasi dari proses belajar. Dimulai dengan mengubah kebiasaan belajar yang monoton, saat ini di tiap sekolah menerapkan sistem mandiri untuk siswa-siswinya. Sistem tersebut bertujuan agar siswa berperan aktif dalam kegiatan belajar. Cara tersebut diharapkan mampu mengembangkan pola pikir anak dan bisa membuat anak peka dalam menerima hal baru.

Mewujudkan harapan tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi mengambil peranan dalam perhelatan Indonesian Robotic Olympiad (IRO). Acara yang diselenggarakan pada 6 September 2014 ini bertempat di Sekolah Tzu Chi Indonesia, P*K, Jakarta Utara. Perlombaan ini dihadari oleh Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, staf jajaran Sekolah Tzu Chi Indonesia, serta orangtua peserta yang mendampingi. Jumlah peserta yang mengikuti lomba sebanyak 300 yang berasal dari Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Bali, Solo, Semarang dan kota‐ kota besar lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Basuki Tjahaja Purnama mengunjungi both peserta sesekali beliau berfoto bersama kontestan

IRO sendiri merupakan sebuah kompetisi Lego robotik tingkat nasional yang diikuti oleh peserta, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan umum. Tahun ini merupakan tahun ke-11 IRO diselenggarakan oleh Mikrobotserta melibatkan peserta berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini merupakan pintu gerbang untuk bersaing pada tingkat internasional yakni World Robot Olympiad. Tema yang diusung pada kompetisi ini adalah “ Robot and Space” terdapat kategori yang disesuaikan oleh usia seperti, Regular Category mencakup: Elementary School dengan tema Rocket. Junior High School dengan tema Sputnik, dan Senior High School dengan tema Space Station. Kemudian terdapat juga Open Category (Kategori Robot Kreatif), First Lego League (FLL) dengan tema Nature’s Furry, Two Way Bot Category (Kategori Mekanik untuk Anak Sekolah Dasar), dan Robot Soccer (Kategori Perlombaan Sepak Bola Autonomous).

Mengembangkan Kreativitas
Persaingan antar negara sudah terlihat dari diutusnya delegasi tiap negara untuk membela tanah airnya masing-masing. Saat ini persaingan yang ada tidak dapat dibatasi, saling berkompetisi melalui kreativitas merupakan sebuah upaya cerdas dalam mencetak individu berkualitas. Sekolah Tzu Chi Indonesia mendukung penuh berlangsungnya acara ini dengan menjadi penyelenggara. “Saya bersyukur bahwa Sekolah Tzu Chi Indonesia turut mendukung kompetisi ini. Harapan saya pun agar Sekolah Tzu Chi Indonesia dapat terus mendukung kegiatan ini. Bila saling mendukung dalam bidang pendidikan akan menjadi hal baik untuk mengembangkan potensi anak,” tandas Bambang Rusli selaku Person in Charge IRO 2014.

Peserta lomba IRO 2014 terlihat antusias dan serius ketika masing-masing merakit robotik agar sesuai dengan ketentuan lomba

Setiap tahun kompetisi ini memiliki perkembangan yang signifikan baik dari segi minat peserta yang kian bertambah maupun dari soal yang diberikan. Peserta IRO 2014 ditantang untuk mengadu kreativitas dan keterampilan memprogram lewat tantangan yang diberikan, babak penyeleksian melalui 3 tahap di tiap tahapnya juri mengambil surprise rules yang akan diberikan kepada peserta. Soal-soal di tahun ini pun cukup rumit dibutuhkan berpikir cepat dan kerjasama yang baik dari tim. “Robotik ini adalah kreativitas. Persaingan dunia saat ini didasari oleh kreativitas. Saya mengharapkan bangsa Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Saya optimis sekali dengan kemampuan anak-anak Indonesia, tahun lalu kita tidak kalah dengan luar negeri. Sekolah Tzu Chi Indonesia sudah bukan harapan lagi melainkan sebuah model untuk sekolah. Agar semua sekolah memberikan pendidikan budi pekerti dengan mengajarkan menyayangi orangtua, menghargai alam, di sini pun tidak ada rasisme, primordialisme,” tukas Basuki Tjahaja Purnama yang membuka kegiatan lomba ini.

Belajar Ketangkasan
Mencoba pengalaman dengan mengikuti kompetisi ini merupakan sebuah pelajaran berharga. Selain mengasah otak dan daya kreativitas merakit robot juga menguji ketangkasan dari tiap individu. Sebelumnya peserta melakukan persiapan sejak Februari tahun ini, tiap daerah mengadakan kompetisi robotik regional. Setelah itu pemenangnya akan bertanding untuk tingkat nasional. “Kedatangan kami kemari untuk mengikuti lomba ini, kami berdua berasal dari Papua,” ungkap Mako bersama rekannya Demira. “Kami saat ini bersekolah di Sekolah Anak Indonesia (SIA), Sentul, Jawa Barat. Kami di sekolah belajar merakit robot, namun merakit robot tidak ada di dalam mata pelajaran. Mengikuti lomba ini persiapannya hanya satu minggu,” ujar Demira. “Semalam kami bongkar pasang robot ini soalnya kami buat awal tidak sesuai dengan aturan. Alhasil kami desain ulang dan harus berpikir supaya sesuai dengan aturan namun pada saat kualifikasi pertama sensor robot kami tidak membaca warna,” tambah Mako. Perlombaan IRO 2014 tingkat nasional ini dapat dijadikan tolak ukur kemampuan dan minat anak-anak Indonesia dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) serta sebuah momentum untuk memberikan motivasi anak agar terus berkreativitas tanpa batas.

Mako Peserta dari Sekolah Anak Indonesia menjadi salah satu peserta IRO 2014. Untuk pertama kalinya siswa asal Puncak Jaya mengikuti kompetisi IRO 2014

Want your school to be the top-listed School/college in Pamulang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Jalan Villa Pamulang Blok CH8 No. 25
Pamulang
15434

Opening Hours

Monday 10:00 - 17:00
Tuesday 10:00 - 17:00
Wednesday 10:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 17:00
Friday 10:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00