Pahala indonesia

Pahala indonesia

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pahala indonesia, Education, Pamulang.

22/03/2023
14/01/2023

PERANG CANDU kok diganti jadi PERANG PADRI

Oleh : HG Sutan Adil

Judul diatas didasari dari diskusi kami di grup whatsapp Sejarawan Lokal Minangkabau di Nagari Rao-Rao, Tanah Datar, Sumatera Barat beberapa hari yang lalu. Kenapa perang yang diakibatkan oleh terganggunya perdagangan candu di minangkabau ini dijadikan sebuah label sejarah sebagai Perang Padri yang jelas sekali berbeda dengan kondisi awal dan penyebab dari perselihan itu.

Sejarawan lokal sudah berusaha meluruskannya dengan menamakan perang itu sebagai “Perang Bonjol” tanpa menyebut “Perang Padri” atau ada yang menyebut “Perang Imam Bojol” sebagaimana ada “Perang Diponegoro” di Jawa. Secara pribadi saya lebih s**a penyebutan “Perang Bonjol”, sama seperti perang Aceh, Perang Banjar, dan lainnya, demikian pernyataan dari salah seorang tetua sejarawan lokal Rao-rao yang sering dipanggil Paktuo Kampusurau.

Menarik memang untuk mengangkat kembali sejarah perang di minangkabau ini untuk di teliti kembali dan menjadikannya sebagai ber-labeling sejarah yang didasari oleh cara Local Wisdom atau Kearifan Lokal. Karna selama ini memang sejarah di Nusantara ini banyak di tulis dan diawali oleh penulis-penulis sejarah kolonialis yang jelas mempunyai tujuan demi kepentingan mereka.

Berdasarkan data yang ada bahwa sejarah Perang Candu di Minangkabau ini diawali oleh tulisan-tulisan Profesor Pieter Johannes Veth atau lebih dikenal sebagai Prof Veth, seorang profesor geografi dan etnologi Belanda yang juga merupakan ketua utama dari Perkumpulan Geografi Kerajaan Belanda (KNAG) dan beliau juga menjadi editor dari De Gids dan editor dari Tijdschrift voor Nederlandsch Indië, yang sering mempublis tulisan-tulisannya.

Beliaulsh yang melabelkan Perang Candu tersebut sebagai Perang Padri yang akhirnya banyak menjadi rujukan oleh sejarawan lokal sebagai sumber tulisan mereka. Sayangnya rujukan yang keliru ini juga menjadi sumber pembelajaran dalam pembuatan standar sejarah nasional. Selain terdapat pengistilahan yang keliru, jalan cerita yang dikarang Prof. Veth ini juga dianggap tidak cocok dengan kenyataannya. Apalagi memang beliau ini memang tidak pernah berkunjung ke Minangkabau dan hanya menggunakan sumber-sumber yang ada saja, termasuk serdadu dan pejabat kolonialis Belanda.

Padri itu sendiri adalah julukan Prof Veth untuk kaum Islam di Minangkabau. Istilah ini sangat bertentangan dan keliru dari faktanya, karena kata “Padri” itu sendiri adalah berasal dari kata “Padre” dalam bahasa bangsa kolonialis Spanyol yang berarti “Pendeta”. Padahal tokoh-tokoh Islam di Minangkabau itu tentulah bukanlah seorang pendeta. Jalan cerita yang dikarang Prof. Veth ini juga lebih menjurus untuk kepentingan penjajahan kolianis disamping kepentingan pribadi sebagai seorang akademisi dan penulis.

Sekitar tahun 2016 lalu, kembali untuk meluruskan sejarah, seorang peneliti dan akademisi bernama Dr Emeraldy Chatra, seorang pengajar di Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Andalas, Sumatra Barat, telah mengangkat hasil penelitiannya dalam sebuah artikel yang bertajuk “Perang Paderi Versi Lokal, Sejatinya Perang Candu”, dan dipublis di berbagai media. Memang belum banyak yang meneliti Perang Candu ini, tetapi hasil penelitian dosen FISIP Universitas Andalas ini dapatlah menjadi suatu oase baru dan pembanding untuk mengkoreksi labeling Perang Padri tersebut saat ini.

Versi lokal tidak menyebut perang itu sebagai Perang Padri, tapi adalah "Perang Candu", Karena memang peperangan itu dipicu oleh maraknya peredaran candu (bahan memabukkan yang dihisap bersama tembakau memakai cangklong panjang) di Minangkabau. Tidak hanya candu yang marak, seiring dengan peredaran candu itu, mereka yang pengkonsumsi candu ini juga melakuakan judi "sirambuang" , minum tuak, dan mengadu ayam. Termasuk juga perzinahanpun menjadi hal biasa.

Demikian rusaknya masyarakat Minangkabau saat itu akibat maksiat yang tidak sesuai dengan falsafah minang adat basandi syara dan syara basandi kitabullah ini, sehingga seorang tokoh islam dan ulama muda minangkabau saat itu, Tuanku Nan Renceh (TNR), dari surau Naqsabandiyah di Kamang sangat galau dan menjadi marah. Beliau memimpin sebuah kelompok kecil masyarakat yang terlatih untuk memerangi peredaran candu dan maksiat-maksiat ikutannya di seputar wilayah Kamang. Inisiatif ini adalah murni dari inisiatif TNR sendiri, karena gurunya, Tuanku Nan Tuo di Canduang tidak sepakat melakukan tindakan kekerasan sebagaimana dilakukan muridnya ini.

Peredaran candu dan berbagai praktik maksiat di Minangkabau saat itu memang sengaja di biarkan dan bahkan Candu nya sendiri diimpor oleh Belanda dari India dan didistribusikan oleh tiga orang tokoh adat yang berdomisili di Tanah Datar. Dalam istilah sekarang, merekalah bandar besar narkotika dan dipelihara oleh Kolonialis Belanda. Soal nama ketiga orang ini tidak diungkap oleh Penulisnya tersebut karna memang dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan yang utama adalah untuk menjaga kodusifitas masyarakat saat ini.

Kaki tangan ketiga tokoh adat itu bertebaran di seluruh wilayah Minangkabau. Memang kenyataannya banyak penghulu adat yang tidak setuju dengan kondisi itu juga dan tidak terlibat dalam urusan candu ini, bahkan banyak juga yang melawan, tapi tidak berhasil karena gerombolan pengedar candu sangat kuat. Pembakaran pasar Pandai Sikek oleh Haji Miskin yang dipicu oleh candu-judi-tuak melibatkan seorang penghulu terkenal dari Tanah Datar.

Gerakan TNR lebih tepat disebut sebagai “Gerakan Surau”. Boleh jadi TNR terinspirasi oleh gerakan Wahhabi, tapi mereka bukan Wahabi yang terpublis saat ini, karena sejatinya kaum Naqsabandi tidak menyukai jalan kekerasan, dan tidak ada bukti bahwa beliau benar-benar Wahhabi. Istilah Wahhabi yang dilekatkan kepada Perang Padri juga berasal dari pendapat Prof. Veth ini.

Menurut versi lokal, tidak benar gerakan awalnya surau memerangi candu ini diinisiasi oleh Haji Sumanik, Haji Piobang dan Haji Miskin (nama lain dari Haji Pamansiangan). Sewaktu mereka pulang ke Minangkabau mereka sudah menemukan banyak kerusuhan yang disebabkan oleh gerakan surau-nya TNR. Kemudian mereka bergabung dengan TNR, membuat gerakan surau menjadi masif. Akibat terdesak oleh gerakan surau TNR, ketiga gembong candu memobilisasi kekuatan dan meminta pertolongan kepada Belanda. Belanda pun ikut campur urusan orang Minangkabau, melahirkan perang besar.

Perang inilah yang dikatakan secara keliru oleh Prof Veth sebagai perang Kaum Wahhabi melawan Kaum Adat. Tapi kita maklum, Kolonialis Belanda memang sering menulis dengan tujuan mereka dan tentu saja untuk mengadu domba dan membersihkan nama meraka saat ini. Campur tangan Belanda tidak menyurutkan semangat Kaum Surau. Perang makin sengit karena para penghulu adat yang anti candu bergabung dengan Kaum Surau.

Bergabungnya penghulu adat inilah yang kemudian melahirkan perang orang Minangkabau melawan Kolonialis Belanda. Tuanku Imam Bonjol adalah murid TNR yang paling terkenal, paling kuat, tapi juga yang mengakhiri perlawanan terhadap Belanda setelah beliau ditangkap dan dibuang ke Cianjur, Ambon, lalu ke Lotar, Sulawesi.

Rekonstruksi atau juga peng-koreksian sejarah memang sangat diperlukan saat ini untuk meluruskan sejarah yang terbengkokkan dan terkaburkan, sebagaimana sebelumnya sering di ungkap oleh almarhum Babe Ridwan Saidi, seorang tokoh nasional dibidang Politik, Sejarah dan Budaya, diberbagai tulisan dan talkshow beliau di berbagai media.

Banyak sekali sejarah nasional ini yang masih terkaburkan dan tenggelam. Butuh peneliti sejarah dan budayawan serta pemangku jabatan pemerintahan yang berani untuk mengungkapkan dan mengkoreksi sejarah yang sudah terlanjur menjadi standar sejarah nasional saat ini.

*) Penulis adalah Pemerhati dan Peneliti Sejarah dari Sutanadil Institute

Bogor, 11/1/2023

12/01/2023

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN

Di jaman Yesus, Taurat mengatur bhw perpuluhan diberikan dr hasil tani dan ternak.
Yesus tak pernah merubah ketentuan ini.
Makanya Dia yg punya profesi Tukang Kayu, ngga bayar PP kpd imam2 Lewi di jamannya.
dst .dst .

Bro memang anda tidak sendiri sebab ada banyak orang Kristen yang bilang, “Yesus tidak mengembalikan persepuluhan,maka kita harus mengikuti teladan Yesus...

Tapi begini bro.

Persepuluhan itu kan dikenakan atas pertambahan/keuntungan yang kita peroleh, atau dari hasil kerja kita.

Dan kita semua tahu bahwa.. Alkitab tidak mencatat kegiatan Yesus sebelum Dia memulai pelayananNya sebagai “Yang Diurapi”.

Makanya Setelah Yesus memulai pelayananNya menyampaikan kabar selamat, Yesus tidak mencari nafkah. Selama 3½ tahun terakhir dari hidupNya yang dicatat oleh Alkitab, tidak ada catatan bahwa Yesus pernah bekerja mencari nafkah, karena itu tidak ada catatan Yesus mengembalikan persepuluhan.

Tetapi dapat dipastikan bahwa sebelum Yesus meninggalkan rumahNya untuk menginjil, pada waktu Dia masih hidup di Nazaret dan Dia bekerja mencari nafkah untuk membantu keluargaNya, mungkin sebagai tukang kayu sama seperti profesi Yusuf suami Maria ibunya, Dia mengembalikan persepuluhan.

Nah..Dari mana kita bisa memastikan ini?
Karena Yesus tidak pernah berbuat dosa! Baca 2 Korintus 5:21 ini:
👇
“DIA YANG TIDAK MENGENAL DOSA telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”

Dosa itu apa? Lihat definisi Alkitab tentang dosa: 1 Yoh 3:4

“Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab DOSA IALAH PELANGGARAN HUKUM ALLAH.”

Berarti Yesus tidak pernah melanggar Hukum Allah! SEMUA HUKUM ALLAH! Termasuk mengembalikan persepuluhan.
Jadi pada saat Yesus punya nafkah, Dia pasti mengembalikan persepuluhan.
👆
ini bertolak belakang dengan asumsi mu..

Disisi lain,anda tidak bisa bantah ayat2 ini yg MEREKOMENDASIKAN SEMUA JENIS USAHA UNTUK DIBERIKAN KE PP..(yg tentu saja sekali lagi diluar usaha ternak babi tentunya)

sesungguhnya anda tidak bisa bantah bhw,Tidak semua ayat tentang persembahan persepuluhan hanya berbicara tentang hasil pertanian dan peternakan.

Sebab Faktanya..
Abraham dan Yakub memberi PP:

(1) Dari rampasan perang.
Anda baca ini..
👇
Kej 14:20 - “. ... (20) dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.’ Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh DARI SEMUANYA.”.
Anda bdk
Ibr 7:1-6 - “(1) Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. (2) Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh DARI SEMUANYA. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. (3) Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (4) Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh DARI SEGALA RAMPASAN YANG PALING BAIK. (5) Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham. (6) Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.”.

Kemudian yg ke dua..
Yakub..

"Dari segala sesuatu yang Tuhan berikan.
Kej 28:20-22 - “(20) Lalu bernazarlah Yakub: ‘Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, (21) sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. (22) Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. DARI SEGALA SESUATU yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu.’”.
👆
Disini JELAS bhw Yakub mengatakan DARI SEGALA SESUATU yang Engkau berikan
kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu.’”.

Nah..Para ‘penentang PP’ boleh saja mengatakan bahwa persembahan persepuluhan dari Abraham adalah hasil dari rampasan dan Yakub ini merupakan persembahan nazar atau mungkin ada yg mengatakan PP Abraham dan Yakub sifatnya s**arela karena belum ada pengharusannya pada saat itu.

TETAPI BAGAIMANAPUN, ITU TIDAK BISA DIBANTAH DISEBUT SEBAGAI👉 PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN!! Dan keduanya, sekalipun mungkin mencakup ternak dan hasil bumi, tetapi PASTI BUKAN HANYA TERNAK / HASIL BUMI...
Krn dikatkan Abram memberikan PP..👉"DARI SEGALA RAMPASAN YANG PALING BAIK".
Dan Yakub
👇
"DARI SEGALA SESUATU YANG ENGKAU BERIKAN"

Kemudian..
Ul 12:18..Tetapi di hadapan TUHAN, Allahmu, haruslah engkau memakannya, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, engkau ini, anakmu laki-laki dan anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan haruslah engkau bers**aria di hadapan TUHAN, Allahmu, .”.

Anda perhatikan akhir dari ay 18: ‘karena segala usahamu’.
KJV: ‘in all that thou puttest thine hands unto.’ [= dalam semua yang engkau letakkan tanganmu padanya.].
RSV: ‘in all that you undertake.’ [= dalam semua yang kamu usahakan.].
NIV: ‘in everything you put your hand to.’ [= dalam segala sesuatu yang kamu letakkan tanganmu padanya.].
NASB: ‘in all your undertakings.’ [= dalam semua usahamu.].
👆
Ini jelas menunjukkan bukan hanya dari pertanian dan peternakan,melainkan ada usaha2 lain yg diberikan..(yang tentu saja bukan yang usaha yg HARAM!!)

Selanjutnya..
Ul 14:29 maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau DI DALAM SEGALA USAHA YANG DIKERJAKAN TANGANMU.’”.
👆
Ay 29 akhir jelas juga menunjukkan ini tidak hanya menunjuk kepada petani dan peternak,tapi..
"DI DALAM SEGALA USAHA YANG DIKERJAKAN TANGANMU.’”.
Dan tentu saja dari SEGALA USAHA YANG DIKERJAKAN TANGANMU,akan ada pendapatan yg akan dikembalikan sebagai PP..

Terakhir..

2Taw 31:5 Segera setelah perintah ini tersiar, orang Israel membawa dalam jumlah yang besar hasil pertama dari pada gandum, anggur, minyak, madu dan segala macam hasil bumi. Mereka membawa juga persembahan persepuluhan DARI SEGALA SESUATU dalam jumlah yang besar.
👆
.
Kata-kata ‘dari segala sesuatu’ (ay 5b) jelas menunjukkan bahwa persembahan persepuluhan itu bukan hanya berupa hasil bumi dan ternak,tapi ada juga usaha2 yg lain yg dibawah sebagai PP..

Bahkan Nehemia dan sdrnya mempunyai usaha membungakan / meminjamkan UANG..
baca ini..
👇
Nehemia 5:10 (TB) Juga aku dan saudara-saudaraku dan anak buahku telah membungakan / meminjamkan uang dan gandum pada mereka. Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu!

Nah pertanyaannya,apakah Nehemia dan sdrnya tidak memberikan PP? Tentu dia dan sdrnya memberikan PP d**g!..

Lagipula..
Diwaktu itu yang memberi PP adalah..Para penguasa dan seluruh Yehuda / seluruh bangsa / semua orang Israel diperintahkan untuk memberikan persembahan persepuluhan.

Ini baca ayat2 ini
👇
(1) Neh 12:47 - “Pada zaman Zerubabel dan Nehemia SEMUA ORANG ISRAEL memberikan sumbangan bagi para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang sekadar yang perlu tiap-tiap hari dan mempersembahkanpp persembahan kudus kepada orang-orang Lewi. Dan orang-orang Lewi mempersembahkan persembahan kudus kepada anak-anak Harun.”.

(2) Neh 13:5b,10-12 - “(5b) Sebelumnya orang membawa ke bilik itu korban sajian, kemenyan, perkakas-perkakas dan persembahan persepuluhan dari pada gandum, anggur dan minyak yang menjadi hak orang-orang Lewi, para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang, dan persembahan khusus bagi para imam. ... (10) Juga kudapati bahwa sumbangan-sumbangan bagi orang-orang Lewi tidak pernah diberikan, sehingga orang-orang Lewi dan para penyanyi yang bertugas masing-masing lari ke ladangnya. (11) Aku menyesali PARA PENGUASA, kataku: ‘Mengapa rumah Allah dibiarkan begitu saja?’ Lalu kukumpulkan orang-orang Lewi itu dan kukembalikan pada tempatnya. (12) Maka SELURUH ORANG YEHUDA membawa lagi persembahan persepuluhan dari pada gandum, anggur dan minyak ke perbendaharaan.”.

(3) 2Taw 31:4-6 - “(4) Ia memerintahkan rakyat, yakni penduduk Yerusalem, untuk memberikan sumbangan yang menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi, supaya mereka dapat mencurahkan tenaganya untuk melaksanakan Taurat TUHAN. (5) Segera setelah perintah ini tersiar, orang Israel membawa dalam jumlah yang besar hasil pertama dari pada gandum, anggur, minyak, madu dan segala macam hasil bumi. Mereka membawa juga persembahan PERSEPULUHAN DARI SEGALA SESUATU dalam jumlah yang besar. (6) Orang Israel dan orang Yehuda yang tinggal di kota-kota Yehuda juga membawa persembahan persepuluhan yang terdiri dari lembu sapi dan kambing domba, dan persembahan persepuluhan yang terdiri dari persembahan kudus yang telah dikuduskan bagi TUHAN Allah mereka. Semuanya itu diletakkan mereka bertimbun-timbun.”.

(4) Mal 3:9 - (9) Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, YA KAMU SELURUH BANGSA! (10) Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Nah
Mal 3:9 jelas-jelas mengatakan ‘ya kamu seluruh bangsa’,
Dan diayat sepuluh Allah menyuruh mereka membawa PP dari SEGALA/SELURUH PP
👆
tentunya kalau segala/seluruh sumbernya bukan hanya satu atau dua usaha saja tp juga dari seluruh hasil usah mereka..

Dan dlm ayat 8 versi terjemahan
(/NIV/NASB ada kata " Rob" men¬terjemahkankata ‘rob’ [= merampok], dan ini jelas merupakan terjemahan yang lebih tepat.
Lagipula Footnote [= catatan kaki] dari NASB memberikan kemung¬kinan terjemahan lain, yaitu ‘defraud’ [= menipu / menggelapkan uang].

Oleh karena itu sekali lagi yang membawa PP
Bukan hanya petani dan peternak yang harus memberi persembahan persepuluhan.

Sebab.. Merupakan sesuatu yang sangat tidak adil, kalau hanya petani dan peternak yang harus membiayai orang Lewi dan imam, padahal semua mereka berbakti di bawah pelayanan orang-orang Lewi dan imam-imam. Jelas semua orang harus memberi.

Orang-orang Lewi juga memberi persembahan persepuluhan dari persembahan persepuluhan, dan mereka bukan petani ataupun peternak.
👇
Bil 18:25-28 - “(25) TUHAN berfirman kepada Musa: (26) ‘Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu, (27) dan persembahan itu akan diperhitungkan sebagai persembahan khususmu, sama seperti gandum dari tempat pengirikan dan sama seperti hasil dari tempat pemerasan anggur. (28) Secara demikian kamupun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun.”.

Neh 10:38 - “Seorang imam, anak Harun, akan menyertai orang-orang Lewi itu, bila mereka memungut persembahan persepuluhan. Dan orang-orang Lewi itu akan membawa persembahan persepuluhan dari pada persembahan persepuluhan itu ke rumah Allah kami, ke bilik-bilik rumah perbendaharaan.”.
👆
Dan terlepas dari semua ini, orang Lewi dan para imam, tentu mempunyai kebutuhan2 lain yg harus mereka beli,dan tentu saja ini harus dengan UANG..

Nah uang ini tidak lain tentunya dari PP yg diberikan orang Israel dlm bentuk uang..
Masa iya sih orang Lewi dan para imam, hanya makan hasil bumi dan daging tiap hari? ..Maka Jelas ada kebutuhan lain yang harus menggunakan uang..

Tapi...
Kalau anda masih juga mempersoalkan bhw persembahan persepuluhan harus berupa hasil bumi atau ternak dan bukan UANG,bagiamana dgn ayat2 ini?

Anda memperhatikan beberapa ayat2 Alkitab tentang hal itu;

Im 27:30-33 - “(30) Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN. (31) Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima. (32) Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN. (33) Janganlah dipilih-pilih mana yang baik dan mana yang buruk, dan janganlah ditukar; jikalau orang menukarnya juga, maka baik hewan itu maupun tukarnya haruslah kudus dan tidak boleh ditebus.’”.

Dalam peraturan tentang persembahan persepuluhan dalam Im 27:31 ini, jelas sekali bahwa persembahan persepuluhan BISA BERUPA UANG!

Im 27:31 - “Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari persembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima.”.

Jadi, dalam kasus persembahan persepuluhan yang berupa hasil bumi itu mau ditebus, ITU DIPERBOLEHKAN ASAL DITAMBAH HARGANYA DENGAN 1/5 BAGIAN

Misalnya harga hasil bumi itu ditaksir sebesar 1 juta, maka ia harus menggantinya dengan 1,2 juta.
☝️
INI JELAS BERUPA UANG!!!

Jadi jelas bahwa orang Lewi juga memungut persembahan persepuluhan dalam bentuk uang.

Lagipula orang-orang Lewi harus memberi persembahan persepuluhan dari persembahan persepuluhan kepada imam-imam.

Nah..Kalau persembahan persepuluhan yang ia terima ada dalam bentuk uang,

Maka pertanyaannya..

Persembahan persepuluhan dari persembahan persepuluhan yang diberikan kepada imam itu,kira2 ada dalam bentuk apa?
👇
Yaa PASTI DALAM BENTUK UANG JUGA,bukan?

Jadi bro memberi PP dlm bentuk UANG itu bukanlah TIDAK ADA,tapi apa???..----A. D. A!! ----

Selanjutnya dlm PB..
Lukas 18:12 - “aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”.
KJV: ‘of all that I possess’ [= dari semua yang aku ].
RSV/NASB: ‘of all that I get’ [= dari semua yang aku ].
NIV: ‘of all I get’ [= dari semua yang aku dapatkan].

Para teolog seperti..
Adam Clarke (tentang Luk 18:12):
“‘I give tithes of all that I possess.’ Or, of all I acquire, KTAOMAI.
[= ‘Aku memberikan persembahan persepuluhan dari semua yang aku miliki’. Atau, ‘dari semua yang aku dapatkan’, KTAOMAI.

Raphelius has well observed, that this verb, in the present tense, signifies to acquire - in the preter, to possess”
[Raphelius telah memperhatikan secara benar, bahwa kata kerja ini, dalam tensa present berarti ’ - dalam tensa lampau, ’.].

Note: dalam bahasa Yunani kata kerja ini ada dalam bentuk present, berarti yang benar bukan terjemahan KJV tetapi terjemahan RSV/NIV/NASB, dan juga terjemahan LAI.

Jadi..
Rasanya mustahil bahwa orang Farisi ini adalah petani atau peternak. Jadi penghasilannya hampir pasti adalah uang, dan yang pasti bukan hasil bumi atau ternak. Jadi, ini lagi-lagi menunjukkan persembahan persepuluhan dalam bentuk uang (atau setidaknya, non hasil bumi / non ternak)!

Dengan sendirinya bro..
PP itu harus ADA YANG BERUPA UANG..
SEBAB USAHA YANG DILAKUKAN WAKTU ITU,BUKAN HANYA USAHA TERNAK dan HASIL BUMI AJA
TAPI BANYAK JENIS USAHANYA..

12/01/2023

Posisi geografis Singapura yang strategis diantara selat Malaka dan selatan Laut Cina Selatan adalah modal utama sumber kekayaan negara itu namun hal tersebut masih belum afdol bila belum menguasai Kepulauan Riau (Batam, Tanjung Pinang dll) karena darisitulah gugusan pulau pulau strategis sepanjang Selat Malaka bermula.

Maka ketika Habibie menjadi presiden pimpinan Singapura Le Kwan Yew menyampaikan keinginan untuk membeli hak kelola KepRi selama 100 tahun (seperti Hong Kong yang dikontrak Inggris dari China) dibayar dengan cara pengurangan nilai utang selama rezim orde baru Soeharto kepada Singapura yang nilainya fantastis.

Namun presiden Habibie menolak dengan alasan ia tak mungkin mengkhianati amanat kedua gurunya yaitu ir.Soekarno dan Soeharto yang menginginkan wilayah Kepulauan Riau terus dikembangkan hingga menjadi kawasan perdagangan dan industri yang memiliki nilai strategis untuk mengimbangi Singapura.

Soeharto guru politik BJ.Habibie yang berkawan baik dengan Mr. Lew walaupun ia menumpuk hutang negara sangat besar termasuk dari Singapura namun ia tetap menyimpan mimpi ini buat Indonesia disuatu hari kelak.

Sedang Soekarno sang revolusioner yang dikenal sangat membenci Mr.Lew dan berniat memas**an Singapura kedalam wilayah RI (puncaknya saat ia mengirimkan misi KKO/Marinir meledakan instalasi strategis Singapura) adalah orang pertama yang melihat potensi Habibie muda dan menyekolahkannya keJerman barat.

Tidak mungkin bagi Habibie mengkhianati mimpi kedua panutannya itu.

ketiganya kini telah tiada.

JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK MENERUSKAN CITA CITA MEREKA DAN JANGAN LELAH MENCINTAI INDONESIA YANG HEBAT INI.

MERDEKA 🇮🇩

artikel : budi saks

[PDF] Pigs and humans : 10,000 years of interaction | Semantic Scholar 07/01/2023

BABI
BINATANG PALING DIBENCI DI TIMUR TENGAH

Dari lima binatang yang dipelihara di Timur Tengah, babi tergolong binatang paling awal yang didomestikasi, yakni sejak 7000 SM. Hal ini mendorong konsumsi babi yang tinggi pada masa lalu.

Berdasarkan penggalian arkeologis di sejumlah tempat di bulan sabit subur, ditemukan banyak sisa tulang belulang babi. Lokasi dimana sisa-sisa babi ditemukan sebagian besar berada di wilayah Philistine, Mesopotamia, Syria, dan Mesir. Tulang belulang tersebut diperkirakan berasal dari 5000-3000 SM.

Dari sekitar 2000-1000 SM tulang belulang babi semakin sedikit ditemukan. Hal ini menunjukkan adanya penurunan domestikasi babi di wilayah tersebut. Kenapa menurun? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahui bagaimana interaksi manusia dan babi di Timur Tengah pada masa lalu.

- Pertama: Fisiologis

Dibandingkan sapi, kambing, dan domba, babi tidak tergolong binatang ruminan. Ruminan adalah binatang dengan lambung khusus yang terdiri dari empat kompartemen yang berguna untuk mengolah makanan dengan kadar fiber dan selulosa yang tinggi, macam rerumputan dan jerami melalui fermentasi dengan bantuan mikroba sebelum masuk ke saluran cerna.

Karena bukan tergolong ruminan, maka diet babi berbeda dengan diet kambing, domba dan sapi. Babi tidak dapat mencerna makanan yang terlalu kasar seperti rumput dan jerami dan lebih memilih yang lebih lembut mirip dengan makanan manusia. Perbedaan fisiologi sistem digestif babi inilah yang membuat babi tidak digembala di padang rumput, melainkan dipelihara di pekarangan rumah.

- Kedua: Lingkungan

Diet babi yang sama dengan manusia ini membuat masyarakat Timur Tengah menjadikan babi sebagai mesin pengolah limbah rumah tangga pertama di dunia. Di sejumlah kota, babi bahkan dibiarkan berkeliaran bebas guna membersihkan sampah-sampah di jalanan. Sementara itu di Mesir, babi disertakan dalam proses pembibitan tanaman dengan menginjak lahan menggunakan kaki kaki mereka.

Babi sendiri memang dipelihara untuk diambil dagingnya, tapi komoditas paling mahal yang dihasilkan dari babi adalah lemaknya. Lemak babi banyak digunakan sebagai bahan pembuat parfum dan obat-obatan. Sedangkan dagingnya seringkali dijual ke sesama pemakan babi untuk ditukarkan dengan bahan keperluan lainnya.

Sebagai bahan konsumsi manusia, daging babi menempati posisi terbawah dibandingkan dengan sapi, domba dan kambing di Mesir, Anatolia dan Syro-Mesopotamia. Pada masa itu para raja dan kalangan elit bangsawan menjadikan sapi sebagai makanan utama mereka, kelas menengah memakan domba dan kambing, sedangkan rakyat miskin dan jelata memakan babi. Klasifikasi makanan ini membuat pemeliharaan babi bebas pajak beda dengan pemeliharaan sapi, domba dan kambing.

- Ketiga: Budaya

Posisi babi yang tidak menguntungkan ini membuatnya dipandang sebagai binatang yang tidak suci. Herodotus bahkan mencatat, orang yang tanpa sengaja menyentuh babi akan segera terjun ke sungai Nil tanpa melepas baju sama sekali guna membersihkan diri mereka.

Di banyak kota di Mesopotamia, Philistine dan Mesir, babi dan anjing dilarang memasuki kuil karena dinilai bukan binatang bersih. Bahkan ada catatan dimana orang membatalkan ibadah korbannya setelah melihat babi menginjakkan kaki mereka di kuil.

Larangan ini sebenarnya tidak mutlak karena pada masa Amenhotep III (1386-1349 SM) ada catatan mengenai pemberian seribu babi dan seribu anak babi ke Kuil Ptah di Memphis. Selain itu Seti I juga memperbolehkan babi untuk dipelihara di kuil Osiris di Abydos.

Babi sendiri tetap digunakan sebagai salah satu binatang korban setelah melalui proses ritual yang rumit dan ketat. Korban babi biasanya dikaitkan dengan perempuan, yakni sebagai ritual kesuburan, dan ritual magic macam guna-guna. Di beberapa tempat babi juga digunakan sebagai pengganti pengorbanan manusia yang masih marak pada saat itu.

- Keempat: Ekologi dan Domestikasi Ayam

Babi dianggap rendah dalam kultur masyarakat Timur Tengah dan termarjinalkan, namun masih tetap survive hingga abad ke-7, di masa Islam muncul. Faktor terakhir yang memberikan penalti terbesar bagi keberadaan babi di region ini adalah ekologi dan domestikasi ayam.

Keterbatasan ekologi dan geografis ini kemudian diperparah dengan diperkenalkannya domestikasi ayam sekitar 1000 SM, membuat pemeliharaan babi tidak prospektif secara ekonomi di Timur Tengah.

Baik babi maupun ayam sama-sama dipelihara di pekarangan rumah dan merupakan binatang omnivora yang makan sisa-sisa makanan manusia. Maka ketika masyarakat setempat dengan kondisi ekologi yang buruk itu diberi pilihan, jelas mereka akan memilih ayam.

Pertimbangan paling utama adalah karena ayam lebih portable sehingga lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan semi pastoral. Selain itu ayam juga menghasilkan produk sampingan berupa telur yang juga merupakan sumber protein yang bagus.

Sumber:

- https://www.semanticscholar.org/paper/Pigs-and-humans-%3A-10%2C000-years-of-interaction-Albarella/e39d73e2d0d63ae7cc2137f817585b532aaf8f0a
-http://ijhssnet.com/journals/Vol_4_No_13_November_2014/15.pdf
- http://www.ancient-egypt.info/2012/03/seth-egyptian-god-evil-chaos.html
- https://www.washingtonpost.com/archive/opinions/1977/11/20/the-forbidden-flesh/0b8d3f0a-4211-42fc-8dbf-a0f1b478033c/
- https://www.researchgate.net/publication/231980877_Pigs_and_Their_Prohibition

artikel prayoga hardiant

[PDF] Pigs and humans : 10,000 years of interaction | Semantic Scholar This chapter discusses the transition from wild boar to domestic pig in Eurasia, illustrated by a tooth development defect and biometrical data, and the molecular basis for phenotypic changes during pig domestication. Introduction I. EVOLUTION AND TAXONOMY 1. Current views on taxonomy and zoogeograp...

Want your school to be the top-listed School/college in Pamulang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Culinary Team

Attire

Website

Address


Pamulang
15414