20/07/2019
Sejarah Pramuka Indonesia
Sejarah pramuka di Indonesia tidak lepas berasal dari Gagasan Baden PowelI yang merupakan Bapak Pandu sedunia. Lord Robert Baden-Powell Of Gilwell menuliskan pengalaman didalam pembinaan remaja di negara lnggris, yang kemudian tumbuh berkembang jadi gerakan kepanduan (kepramukaan).
Ide cemerlang Baden-Powell yang ditulis didalam buku Scouting for Boys menyebar ke bermacam negara, juga ke Netherland (Belanda) bersama nama “Padvinder”. Oleh orang Belanda, gagasan itu dibawa ke Hindia Belanda (Indonesia) yang merupakan wilayah jajahannya.
Sejarah sudah mencatat bahwa gerakan pramuka (kepanduaan) ikut berperan aktif didalam kongres pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang mencetuskan sumpah pemuda sehingga kepanduan Indonesia semakin berkembang. K.H. Agus Salim mencetuskan gagasan untuk mengganti Padvenders bersama nama Pandu atau kepanduan setelah ada larangan Pemerintah Hindia Belanda gunakan arti Padvindery.
Setelah kemerdekaan Indonesia, terbentuklah Pandu Rakyat Indonesia di Solo pada tanggal 28 Desember1945 yang merupakan hanya satu organisasi kepanduan Indonesia bersama ketentuan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Nomor 93/Bhg.A, tanggal 1 Februari 1947.
Pada awal th. 1950, banyak bermunculan organisasi-organisasi kepanduan sehingga Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan, mengganti ketentuan Nomor 93/Bhg.A, Tanggal 1 Februari 1947 bersama Keputusan Nomor 23441/ Kab, Tanggal 6 September 1951. Hal ini terlalu mungkin organisasi kepanduan lain tak sekedar Pandu Rakyat Indonesia.
Pada tanggal 16 September 1951, terbentuklah IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) yang diterima jadi anggota Internasional Conference (Organisasi Kepanduan Sedunia) mewakili Indonesia masuk didalam Far East Regional Scout Officer pada th. 1953.
Pada tahun. 1954, terbentuklah organisasi POPPINDO (Persaudaraan Organisasi Pandu Puteri Indonesia) dan PKPI (Kepanduan Putri Indonesia) yang melebur jadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).