14/04/2012
Kehadiran siswa SMA Al-Azhar Palu, dalam forum Students' Conference 2011 yang dilaksanakan di Penang Malaysia, berhasil meninggalkan kesan bagi peserta konferensi. Yang hadir dalam konferensi tersebut, siswa SMA dari seluruh Negara ASEAN, minus Brunei dan Timor Leste. Namun dalam konferensi yang berakhir awal Juni tersebut, hadir siswa dari tiga negara non ASEAN, yakni Kanada, India dan China.
Dari hasil registrasi paniti, dalam konferensi yang mengangkat tema “Youths Of Today Leaders Of Tomorrow” itu, tidak kurang dari 500 peserta. Di depan siswa dari berbagai negara, salah satu siswa SMA Al Azhar Palu, Moh Galang Merdeka, terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia untuk mempresentasikan makalah berjudul, Let's Bring Them Home.
Sementara dua siswa SMA Al-Azhar Palu lainnya, yakni Ananda Bagus Kahar dan Zul Afif Akbar, mendapat predikat The Most Active Participants (peserta yang paling aktif) pada sesi the youth workshop. Agendanya, membahas tentang peran pemuda masa depan sebagai seorang pemimpin.
Bahkan saat seorang doktor dari Malaysia, yang membahas tentang perubahan, Ananda Bagus Kahar, secara lantang melakukan debat dengan pemateri yang merupakan akademisi tersebut. Ananda, cukup mendapat applause bahkan Ananda mendapat penghormatan dari peserta konferensi, dengan melakukan standing ovation (penghormatan dengan cara berdiri).
Ananda yang ditemui di sekolahnya akhir pekan kemarin berkisah, bahwa dia tidak menduga mendapatkan apresiasi tersebut. Saat itu, dia hanya berusaha untuk menyanggah pemateri yang hanya “asyik” membahas mengenai perubahan yang harus dilakukan oleh kaum muda. Sayangnya, pemateri tersebut tidak mengulas, mengenai dampak perubahan yang kadang berbenturan dengan norma, pranata dan nilai-nilai sosial lainnya.
“Pastilah kita debat pakai Bahasa Inggris. Pemateri itu, dalam paparannya juga pakai Bahasa Inggris. Di forum itu, yang jadi bahasa resmi dan komunikasi adalah Bahasa Inggris,”katanya.
Usai Ananda mengutarakan uneg-unegnya, para siswa khususnya yang berasal dari kawasan Non ASEAN, memberikan pendapat, bahwa apa yang diutarakan Ananda, merupakan ciri khas, bahkan kelebihan kultur yang masih dipegang kuat oleh masyarakat Indonesia, yakni masih menghormati nilai-nilai sosial. Sebuah kultur yang positif.
Melihat aktifnya siswa SMA Al-Azhar, yang merupakan peserta termuda di ajang konferensi tersebut, sehingga penyelenggara berjanji, akan kembali mengundang siswa Al-Azhar, untuk dapat berpartisipasi dalam konferensi pelajar tahun depan. Namun mengenai kepastian waktu dan bakal dihelat di negara mana, belum ada keputusan soal itu.
“Dengar-dengar, banyak yang tawarkan agar kegiatan tahun depan, dilaksanakan di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam. Tetapi itu baru sebatas wacana. Tidak keputusan sampai dengan akhir kegiatan,”tambah Moh Galang Merdeka.
Dalam konferensi pelajar yang dimulakan sejak 28 Mei dan berakhir 1 Juni tersebut, menghasilkan beberapa rekomendasi. Di antaranya para pemuda dituntut untuk menjadi pemimpin yang berwawasan luas dan kritis dan mandiri.
Sebelum mengikuti kegiatan konferensi pelajar di Penang Malaysia, sebelumnya siswa SMA Al-Azhar, berkesempatan untuk mengikuti kegiatan ASEAN Speech Contest. Dalam kegiatan yang diadakan di Tapah negara Bagian Perak Malaysia itu, siswa Al-Azhar, juga meninggalkan kesan, karena berhasil meraih predikat The Best Guest Speaker. Sedangkan Jesica Porogoi, dipercaya menjadi Moderator dalam kegiatan workshop yang menjadi salah satu agenda kegiatan Konferensi tersebut.
Dalam perjalanan ke Malaysia, juga ikut rombongan siswa SMP Al-Azhar. Namun agenda 15 siswa SMP di negara jiran serumpun itu, untuk mengikuti program Home Stay dan belajar di tiga sekolah yang merupakan Sister School SMP Al-Azhar Palu, yakni di STAR School Perak, Bainun School Ipoh dan Sains School Tapah Perak. Usai home stay di Malaysia, 15 siswa SMP Al-Azhar, kemudian melanjutkan program home stay-nya di Lab School di Jakarta selama tiga hari.