naib_abdullah8

naib_abdullah8 Temukanlah yang lebih menyenangkan

20.7.22 💍
23/07/2022

20.7.22 💍

😏
10/07/2020

😏

12/03/2020
Π
12/03/2020

Π

🤔
11/03/2020

🤔

Pemuda seharusnya kritik dan Do More !
27/02/2020

Pemuda seharusnya kritik dan Do More !

Laluilah segala bentuk proses, percayalah akan sebuah kenikmatan pada waktunya.
31/07/2019

Laluilah segala bentuk proses, percayalah akan sebuah kenikmatan pada waktunya.

KAROMAH WALIYULLAH"Karomah AGH. KH. Abdurrahman Ambo Dalle: Sumur Asin Menjadi Tawar"Abd. Rahman Arsyad, salah seorang s...
17/07/2019

KAROMAH WALIYULLAH
"Karomah AGH. KH. Abdurrahman Ambo Dalle: Sumur Asin Menjadi Tawar"

Abd. Rahman Arsyad, salah seorang santri KH. Abdurrahman Ambo Dalle memiliki pengalaman saat nyantri di Pondok Pesantren DDI Kaballangan tahun 1985-1991.

Dalam buku "Anregurutta Ambo Dalle Lentera dari Tanah Bugis", dosen pada berbagai perguruan tinggi di Samarinda ini menceritakan pengalamannya mendampingi Anregurutta mengadakan perjalanan ke berbagai daerah.

Pertengahan tahun 1989, Ia mendampingi Gurutta melakukan safari di tiga provinsi: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.

Ketika berada di Sulawesi Tengah, tepatnya di daerah Toli-Toli di daerah pinggiran pantai sekitar Bembala, Gurutta dan dirinya dijamu. Kepada pemilik rumah Arsyad meminta kobokan karena Gurutta tidak senang pakai sendok dengan alasan kurang berkah.

Pemilik rumah lalu memberitahu bahwa air yang ada di baskom besar itulah yang disiapkan untuk kobokan Gurutta karena nanti setelah Gurutta pakai cuci tangan, air bekasnya akan diambil berkah oleh masyarakat.

Dengan bijaksana Gurutta lalu memberi pengertian bahwa kalau untuk makan sebaiknya dengan kobokan kecil saja, sedangkan air yang di baskom akan didoakan oleh Gurutta dan tidak perlu dijadikan kobokan.

Ketika Arsyad bertanya mengapa air bekas cuci tangan Gurutta diminta sebagai berkah, warga menjawab bahwa dulu di kampung tersebut air tawar sangat susah didapatkan karena berada di pinggir laut.

Saat Gurutta datang ke tempat tersebut tahun 1970-an Gurutta mendoakan air, lalu air tersebut dicampur ke sumur dan atas izin Allah SWT, sejak itu air sumur yang dicampur dengan air yang telah didoakan Gurutta menjadi tawar.

Ketika lain waktu Arsyad kembali berkunjung ke tempat tersebut, air sumur itu masih tawar.

Alfatihah.....

MEWASPADAI DOKTRIN WAHABI DI SEKITAR ANDA  !!!Apabila Wahhabi berkata:"Kami tidak bermadzhab, kami mengikuti Rasulullah ...
17/07/2019

MEWASPADAI DOKTRIN WAHABI DI SEKITAR ANDA !!!

Apabila Wahhabi berkata:
"Kami tidak bermadzhab, kami mengikuti Rasulullah secara langsung sebagaimana para ulama salaf"

Maka katakan:
Kalian sedang mengigau, tidak mengetahui apa yang kalian katakan. Bagaimana kalian bisa mengikuti Rasulullah secara langsung?!
✔️Apakah kalian pernah bertemu dengan Rasulullah secara langsung?!, jawabannya pasti tidak.

Jika mereka berkata: "Kami mengikuti Rasulullah dengan memahami sunnah-sunnahnya secara langsung"

Maka katakan:
✔️Apakah anda menguasai bahasa Arab dengan segala alatnya (Nahwu, shorof, balaghoh dan lainya)?
✔️Apakah kamu hafal al Qur'an dan ratusan ribu hadits dg sanadnya?
✔️Apakah kamu paham asbabun nuzul dan asbabul wurud?
✔️Apakah kamu paham an Nasikh wal Mansukh, al Am wal Khosh, al muhkam wal mutasyabih, al muthlaq wal muqayyad, al mujmal wal mubayyan dan seterusnya?
Jawabannya pasti juga tidak.

Jika mereka berkata:
"Kami memahaminya dengan membaca terjemahan al Qur'an dan hadits".

Maka katakan:
Itu namanya taqlid (mengikuti pemahaman) penerjemah. Apakah menurut kalian para penerjemah itu lebih luas ilmunya dari imam Abu Hanifah, imam Malik, imam Syafi’i dan imam Ahmad?! Sehingga kalian rela meninggalkan para imam madzhab dan beralih taqlid pada para penerjemah al Qur'an dan hadits.

Apabila mereka berkata:
"Kami mengikuti para ulama dan ustadz-ustadz sunnah".

Maka katakan:
Itulah yang disebut taqlid, tadi kalian katakan mengikuti Rasulullah secara langsung dan sekarang kalian katakan ikut 'ulama sunnah'?! Ini kontradiksi...!!

✔️Perlu kalian ketahui! al Hafidz an Nawawi, al Hafidz Ibnu Hajar al Asqolani, al Hafidz al Bayhaqi, al Imam Al Ghozali dan jutaan ulama lainnya, meskipun dari segi keilmuan mereka jauh lebih tinggi dari kalian tetapi mereka juga bermadzhab.
Aneh.. jika orang-orang seperti kalian tidak mau bermadzhab.
✔️Perkataan kalian bahwa para ulama Salaf tidak ada yang taqlid juga tidak benar, apabila kalian pernah membaca kitab-kitab mushtholahul hadits seperti Tadrib ar Rowi pastilah kalian tahu bahwa para sahabat yang telah mencapai derajat M***i atau Mujtahid itu hanya ada 200 sahabat [menurut pendapat yang kuat], artinya ratusan ribu sahabat lainya bertaqlid kepada yang dua ratus tersebut.

Orang NU Wajib memiliki aplikasi ini

Aplikasi Cari Ustadz AlaNU ,Klik link http://bit.ly/BerkahAlaNU untuk mendowloadnya!

NB: Aplikasi ini sangat penting agar anda dan keluarga TIDAK SALAH USTADZ klik http://bit.ly/BerkahAlaNU SEKARANG!

17/07/2019

💌 *YANG KURANG DARI KITA.. PRAKTEKNYA…*

Mungkin berat untuk jujur dalam hal ini, namun kenyataannya memang kita kurang dalam menerapkan ilmu agama yang telah kita ketahui.

Banyak dari kita -bahkan yang berstatus penuntut ilmu- tidak menjalankan amalan-amalan sunnah.. shalat sunnah rowatib bolong-bolong, shalat sunnah malam bablas terus, shalat dhuha malas, dst.

Begitu p**a dalam puasa sunnah.. puasa senin-kamis jarang, puasa tiga hari tiap bulan tidak pernah terpikir, puasa Daud apalagi.

Silahkan lihat amalan lainnya.. misalnya dzikir pagi dan sore, membaca Alqur’an, dzikir mutlak (yang tidak terikat dengan tempat dan waktu), dst… Padahal tujuan utama ilmu agama adalah amalan, bukan hanya pengetahuan saja.

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Yang kurang dari kita dalam ilmu (agama) kita, bahwa kita tidak menerapkan ilmu kita dalam tingkah laku kita. Yang paling banyak di kita, bahwa kita mengetahui hukum syariat, adapun menerapkannya, maka ini sedikit, semoga Allah memperlakukan kita dengan ampunan-Nya.

Padahal manfaat dari ilmu adalah praktek nyatanya, sehingga tampak pengaruh ilmu itu pada tatapan wajahnya, tingkah lakunya, akhlaknya, ibadahnya, ketenangannya, takutnya (kepada Allah), dan pada hal lainnya. Dan inilah yang penting.

Saya kira seandainya ada seorang nasrani yang cerdas, dan dia belajar fikih sebagaimana kita mempelajarinya, tentu dia akan memahaminya sebagaimana kita memahaminya, atau bahkan lebih baik lagi. Lihatlah sebagai contoh dalam (ilmu) bahasa arab ada “Almunjid”, orang-orang mengatakan penulisnya seorang nasrani, dan dia bisa membahasnya dengan baik.

Oleh karena itu, perkara-perkara teori itu bukanlah tujuan dalam ilmu (agama), -Ya Allah kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat-, manfaat dari ilmu (agama) adalah ketika kita bisa mengambil manfaat darinya (dengan mengamalkannya).

Betapa banyak orang awam yang jahil, tapi kamu dapati dia lebih khusyu’ kepada Allah, lebih merasa diawasi Allah, lebih baik perilaku dan akhlaknya, lebih dalam ibadahnya, jauh melebihi apa yang ada pada penuntut ilmu (agama)”.

Address

Jalan Jendral Sudirman
Palopo

Telephone

+6281343828587

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when naib_abdullah8 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to naib_abdullah8:

Shortcuts

Share