Ibnu Batuta melakukan perjalanan yang signifikan di Afrika sebagai bagian dari penjelajahannya yang luas. Berikut adalah poin-poin utama perjalanannya di Afrika:
- Afrika Utara: Ibnu Batuta memulai perjalanannya dari Tangier, melintasi Afrika Utara melalui negara-negara seperti Aljazair, Tunisia, dan Mesir. Dia mengunjungi kota-kota penting seperti Alexandria dan Kairo di Mesir .
- Afrika Timur: Dari Arab, Ibnu Batuta melakukan perjalanan ke Afrika Timur, mengunjungi kota-kota seperti Mogadishu, Mombasa, Zanzibar, dan Kilwa. Dia mencatat pengalamannya dan memberikan wawasan tentang budaya dan masyarakat di wilayah tersebut .
- Afrika Barat: Setelah kembali ke Maroko, Ibnu Batuta melakukan perjalanan ke kerajaan Mali di Afrika Barat melintasi Gurun Sahara. Dia mengunjungi Timbuktu dan daerah lain di wilayah tersebut, memberikan laporan tentang kehidupan dan budaya masyarakat Muslim .
Perjalanan Ibnu Batuta di Afrika merupakan bagian penting dari penjelajahannya, memberikan catatan sejarah yang berharga tentang wilayah yang berbeda dan masyarakat pada abad ke-14 .
Ibnu Batutah
Ibnu Batutah bernama lengkap abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al Lawati At Tanji bin Batutah
Ibnu Battuta mengunjungi Indonesia dalam dua kesempatan selama perjalanannya. Kunjungan pertamanya terjadi saat ia melakukan perjalanan dari Bangladesh ke Cina, di mana ia menyempatkan diri untuk singgah di Jawa. Kunjungan keduanya terjadi saat ia kembali dari Cina menuju Basrah, di mana ia menyempatkan diri untuk singgah di Sumatra .
Kunjungan ke Sumatra (Samudra Pasai):
- Ibnu Battuta menyebut Sumatra dengan nama Jawa, karena saat itu menyan jawi (kemenyan Sumatra) lebih terkenal di kalangan pedagang dunia. Yang dimaksud adalah pulau Sumatra, tempat Pasai berada .
- Ia mencapai pesisir Pasai setelah 25 hari perjalanan laut dari India .
- Ibnu Battuta menggambarkan Samudra Pasai sebagai "negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah" .
- Masyarakat setempat menyambutnya dengan ramah, membawa kelapa, pisang, mangga, dan ikan untuk ditukarkan dengan barang dagangan .
Interaksi dengan Sultan:
- Sultan Al-Malik Az-Zahir digambarkan sangat ramah dan pecinta ilmu teologi, serta seorang Muslim yang taat yang memerangi perompak. Ia juga memberikan perlindungan kepada non-Muslim yang membayar pajak .
- Ibnu Battuta terkesan dengan kerendahan hati namun juga ketegasan Sultan Al-Malik Az-Zahir .
- Sultan menyediakan kuda untuk rombongan Ibnu Battuta dan memberikan bekal yang banyak saat mereka berpamitan .
Kehidupan di Samudra Pasai:
- Ibnu Battuta mencatat bahwa tanaman yang banyak tumbuh di Pasai adalah pohon kelapa, pinang, cengkeh, gaharu India, pohon nangka, mangga, jambu, jeruk manis, dan tebu .
- Samudra Pasai pada masa itu digambarkan sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara .
Ibnu Battuta hanya tinggal selama sekitar 15 hari di Samudra Pasai, tetapi catatannya memberikan gambaran berharga tentang kerajaan Islam tersebut pada abad ke-14 .
Ibnu Battuta menjelajahi Asia secara ekstensif selama perjalanannya yang berlangsung hampir 30 tahun. Berikut adalah beberapa wilayah penting yang ia kunjungi:
Asia Tengah:
- Setelah tinggal selama setahun di Mekkah, Ibn Battuta memutuskan untuk mencari pekerjaan dengan Sultan Delhi, Muhammad bin Tughluq. Pada tahun 1330 atau 1332, ia tiba di Anatolia, yang berada di bawah kerajaan Seljuk. Dari sana, ia menuju ke India .
- Setelah setahun di Mekkah, Ibn Battuta memutuskan untuk pergi ke Kesultanan Delhi dengan Sultan Muhammad bin Tughluq. Pada 1330 atau 1332, ia sampai di Anatolia, yang berada di bawah kerajaan Seljuk .
Anak Benua India:
- Ibnu Battuta tiba di Sungai Indus pada tahun 1333 dalam perjalanannya ke timur melalui Transoxiana, Khurasan, dan Afganistan .
- Selama delapan tahun di India, Ibnu Battuta menjadi hakim pada masa pemerintahan Sultan Delhi, Muhammad Tughluq .
- Pada 1341, Sultan Delhi melantik Ibnu Battuta untuk memimpin misi diplomatik ke istana Mongol di Cina .
Asia Tenggara:
- Dalam perjalanannya ke Cina, Ibnu Battuta mengunjungi Benggala, pantai Burma, dan pulau Sumatra melalui jalan darat .
- Catatannya menyebutkan bahwa Samudra Pasai berada di pulau Jawa, padahal kerajaan tersebut ada di pesisir utara pulau Sumatra (Aceh hari ini) .
- Ibnu Battuta mencatat hanya tinggal dua pekan di Samudra. Namun, menurut Dunn, mungkin lebih lama lagi .
- Ketika akan berlayar pergi dari Samudra, Ibnu Battuta bercerita kalau Sultan Malik al-Zahir memberikan kehormatan kepadanya dengan melengkapi persediaan makanan pada sebuah jung .
Cina:
- Pada 1345, Ibnu Battuta menuju ke Cina atas kemauan sendiri .
- Perjalanan dari Sumatra ke pantai di Tiongkok selatan ditempuh lebih sedikit dari empat bulan .
- Ibnu Battuta kembali mengunjungi istana Sultan Malik al-Zahir selama beberapa minggu. Ketika itu sultan baru saja pulang berperang dan membawa banyak tawanan perang .
Selamat berlibur
07/06/2024
GerakanSekolahSehatSUMSEL
17/05/2024
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Contact the school
Telephone
Website
Address
Jalan Pertamina
Palembang
31315