25/09/2019
Dejavu
Visi : Menjadikan IMAMUPA sebagai media perubahan dan membentuk mahasiswa yang peduli daerah asal
Yang dapat menjadi anggota IMAMUPA adalah mahasiswa/i yang terdaftar pada perguruan tinggi/lembaga-lembaga pendidikan dari berbagai universitas dan termasuk alumni mahasiswa/i berasal dari Kecamatan Muara Padang yang diatur keanggotaannya dalam Anggaran Rumah Tangga IMAMUPA.
25/09/2019
Dejavu
20/08/2019
Bagi kalian yang memiliki jiwa sosial yang tinggi...
05/08/2019
06/10/2018
Buat saudara/i Kec. Muara Padang yg bersedia menjadi Relawan Penggalangan Bantuan di kecamatan ini bisa ikut bergabung. Hari ini pukul 10:00 WIB di rumah saudara R Langgeng Prakoso, Ds. Sidomulyo jalur 18, petak 3. Atau Hubungi -> Dedik : 085380318939 & Langgeng : 081280878012. Partisipasi saudara/i sekalian sangat kami harapkan.
21/12/2015
Libur sekolah/kuliah loe mau ngapain ?
Ada yg jwb wisata, bantu ortu, dirumah aja, dll. Ok fix.
Sebenarnya pada saat seperti inilah organisasi ini berperan. Dengan moto "peduli daerah asal (kec.muara padang )" banyak hal yg bisa dilakukan. Tentunya hal yg bermanfaat,bagi mahasiswa/i juga bagi masyarakat sekitar. Seperti, mengadakan seminar/pelatihan singkat, bakti sosial dan kegiatan lain yg bermanfaat.
Jadi, ada timbal balik saling menguntungkan. Dan melatih mental serta kecakapan berorganisasi.
12/12/2015
Setelah masuk berita di koran dan televisi, kini alat berat dikerahkan untuk memperbaiki jalan Air Kumbang - Muara Padang(Jalur)
23/06/2015
JALUR DARURAT S*X BEBAS...???!!!
-------------------------------------------------
Bukan tanpa alasan kenapa kali ini admin mengangkat tema diatas. Seperti yang pernah diberitakan pada stasiun-stasiun TV nasional, Indonesian sekarang ini menghadapi yang namanya bahaya s*x bebas dikalangan pelajar & mahasiswa yang notabennya adalah penerus bangsa.
Di daerah Jalur sendiri (Muara Padang) hal ini pun turut memprihatinkan. Beberapa kasus pelajar/mahasiswa berhubungan s*xsual diluar nikah bukan rahasia umum lagi. Kabar angin yang menjadi buah bibir dikalangan remaja sangatlah menyayat hati. Bagaimana pergaulan anak Jalur sekarang ini membuat admin tertegung.
Peran serta semua lapisan masyarakat dalam mengatasi masalah ini sangatlah dibutuhkan, mulai dari diri sendiri, orang tua, saudara/i, teman, tokoh masyarkat dan guru.
Lakukanlah hal-hal positif yang dapat menghindarkan dari perbuatan negatif tersebut. Contohnya PACARAN yang kerap kali menjadi MODUS klasik remaja.
---------------------------------------------------
Admin pribadi berharap kepada Mahasiswa/i Muara Padang agar mendiskusikan hal diatas dan melakukan tindakan-tindakan yg diperlukan. Terima kasih.
---------------------------------------------------
Melalui bulan yang penuh rahmat ini marilah kita berdoa, semoga kita selalu dalam perlindungan-Nya. Aamiin.
01/06/2015
In memorials...
:D
15/03/2015
Pengibaran bendara Merah Putih 17 Agustus 2013
25/02/2015
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia
Pentingnya gizi dalam kehidupan bangsa Indonesia, sudah dirintis oleh almarhum Prof. Poorwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia, sejak awal kemerdekaan tahun 1950. Saat itu beliau diangkat oleh Menteri Kesehatan, almarhum dokter J Leimena, untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Waktu itu lebih dikenal sebagai Instituut voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman.
Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh LMR pada pertengahan tahun 1960-an, dan dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan tanggal 26 Januari 1951. Sejak saat itu pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Di kemudian hari disepakati bahwa hari gizi nasional ditetapkan menjadi tanggal 25 Januari.
Sumber: Pedoman Hari Gizi Nasional, 2012
14/02/2015
14 Februari 1945 - Pemberontak PETA
Soeprijadi (lahir di Trenggalek, Jawa Timur, 13 April 1923 - tidak diketahui) adalah pahlawan nasional Indonesia dan pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Presidensial, tetapi digantikan oleh Imam Muhammad Suliyoadikusumo pada 20 Oktober 1945 karena Supriyadi tidak pernah muncul. Bagaimana dan di mana Supriyadi wafat, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Saat Soekarno sedang mengunjungi orangtuanya di Blitar, pasukan PETA memberitahunya bahwa mereka sedang merencanakan pemberontakan dan meminta pendapat Soekarno. Soekarno meminta mereka untuk mempertimbangkan akibatnya, tetapi Supriyadi yakin pemberontakan akan berhasil.
Pada 14 Februari 1945, tentara PETA mulai memberontak. Namun, Jepang berhasil memadamkan pemberontakan ini. Enam (atau delapan[2]) orang dihukum mati dan sisanya dipenjara antara tiga tahun hingga seumur hidup. Namun, Supriyadi tidak dihukum mati. Ada yang mengatakan Supriyadi melarikan diri dan bersembunyi dari Jepang dan tidak pernah ditemukan sesudahnya.[1][3]
Ia secara resmi dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 9 Agustus 1975 berdasarkan Keputusan Presiden No. 063/TK/1975.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Soeprijadi