13/05/2020
MAAF B**G! GURU BUKANNYA ALERGI DIKRITIK
KEBAHAGIAAN GURU TIDAK SEMUA DINILAI DENGAN UANG, demikian ungkapan yang sering kita dengar, ada beberapa diantara kita yang menganggap bahwa uang dapat menyelesaikan segala-galanya bahkan dengan uang kita dapat membeli sebuah kehormatan GURU, karena sesungguhnya bagi seorang guru, tugas mulia yang mereka lakukan TIDAK DAPAT dinilai dengan uang. Guru mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan keikhlasan yang tulus.
Lima kebahagiaan yang belum seimbang dengan Gaji atau sertifikasi yang mereka terima dibandingkan dengan segala jerih payah yang dilakukan guru dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab.
Kebahagiaan ke-1: Mendidik sopan santun
Setahu saya guru itu bahagia banget jika ngeliat peserta didiknya memegang teguh tata krama, sopan santun tetap diperlihatkan saat bicara dengan sesama temannya, orang yang lebih tua apalagi dengan gurunya dihargai dan orang yang lebih muda disayangi.
Siapa yang nggak jengkel kalau ada peserta didik saat ngomong bibirnya dimemblein, atau matanya kayak penari bali kiri kanan nggak jelas, seolah nggak menghargai lawan bicaranya.
Jika guru bisa ngerubah sikap dan perilaku kamu menjadi lebih sopan dan santun, itu syukur banget, bahkan ini lebih bahagia ketimbang kamu ngasih bunga mawar setiap hari pada guru.
Jika awalnya ada peserta didik yang bersikap masa bodoh, tidak menghormati gurunya kemudian dengan kesabaran dan ketekunan seorang guru memberitahukan bahwa apa yang selama ini dilakukan oleh peserta didik tersebut tidak baik dan tidak sopan, saat terjadi perubahan yang drastis, katakanlah berubah sembilan puluh persen, dari sikap kurang ajar menjadi sopan dan santun maka perubahan yang dilakukan guru tersebut tidak bisa di nilai dengan uang.
Jadi guru nggak nuntut macam-macam, kamu merubah sikapmu manjadi baik, itu kebahagiaan tersendiri bagi guru.
JIKA KAMU MENGKRITIK TANPA SOPAN SANTUN, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?
Kebahagiaan ke-2: Membuatmu sukses
Sukses itu memang ditentukan oleh dirimu sendiri, tapi peran guru mengarahkan dan memberi jalan bagaimana kamu sukses itu tanpa kamu sadari. Coba perhatikan saat guru ngajar di depan kelas, biasanya ada petuah-petuah yang beliau sampaikan, tapi kamunya saja yang nggak sadar, bahkan cuek bebek!
Jadi kalo ada guru kemudian seolah-olah ngomel di depan kelas, membaritahu bahwa jika perilaku peserta didiknya nggak berubah maka akan mempengaruhi kesuksesanmu di masa depan, itu berarti jangan dianggap guru kok kerjanya ngomeeeel saja.
Itu nasehat, beda d**g dengan ngomeeel!
Masih untung kamu diberitahu yang baik, bayangkan kalau guru diem saja, nggak komentar, terserah kamu nantinya mau jadi apa, terserah, kan kamu bete juga.
Walaupun tidak sedikit kehidupan guru yang hidup dalam kesederhanaan dan bahkan masih ada yang hidup dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, tapi peserta didiknya tetap di motivasi untuk sukses dan menjadi orang yang berhasil dan memiliki tingkat ekonomi yang tinggi.
Bahkan ada seorang guru yang saat di ajar di sekolah dasar ketika peserta didiknya sudah berhasil bekerja dan sukses meraih cita-citanya, tapi kehidupan gurunya masih seperti saat mereka di SD dulu, tapi guru nggak iri dan cemburu dengan keberhasilanmu, bahkan beliau bangga punya peserta didik sukses.
Motivasi dan memberikan semangat agar kelak kamu menjadi manusia yang sukses merupakan kebanggan yang tak ternilai, kebahagiaan guru yang semacam ini tidak mungkin kita dapat nilai dengan uang.
JIKA KAMU MENGKRITIK KUALITAS GURU MENGAJAR, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?
Kebahagiaan ke-3: ilmu yang bermanfaat
Kamu ngerasa nggak bahwa sebenarnya banyak ilmu yang bermanfaat yang diajarkan oleh guru, tapi saat beliau ngajar, kamu nggak sadar tentang itu, nanti beberapa tahun kemudian baru kamu sadar, iya..ya..dulu guru saya pernah ngajarin ini..itu...betul nggak?
Ada dua hal yang berbeda, ilmu yang bermafaat dan memanfaatkan ilmu, jika ilmu yang bermanfaat berarti kamu mendapatkan pelajaran yang sangat bermanfaat, sedangkan memanfaatkan ilmu adalah mengaplikasikan ilmu yang diajarkan oleh guru, tentu ilmu yang baik
Pendidikan yang paling kamu rasakan dan akan terus kamu ingat adalah ilmu tentang karakter, ilmu mengenai sopan santun dan moral, inilah yang akan selalu kamu ingat.
Contoh saja begini, Saya berani bertaruh, kalau ilmu kimia tentang ikatan molekul dan bagaimana ilmu kimia ini dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia yang diajarkan oleh guru kemudian kamu dapat nilai 100, setelah kamu kuliah beberapa tahun kemudian, yang kamu ingat cuman manfaat ilmu kimia untuk kemaslahatan manusia, mengenai rumus ikatan molekul kimia saya yakin sudah dilupakan.
Jadi pendidikan moral secara umum diajarkan guru yang selalu disisipkan disela-sela pelajaran inti, sebenarnya lebih kamu ingat ketimbang pelajaran itu sendiri, ini saya bicara efeknya beberapa tahun kemudian.
Pendidikan moral untuk membentuk karakter kamu, sebenarnya jangan dipandang enteng, justru itulah pendidikan hakiki yang selalu bermanfaat dalam kehudpanmu di masa mendatang.
Setiap hari guru mendidik dan memberikan pelajaran di kelas maupun di lingkungan sekolah dan tidak mungkin dapat di nilai dengan uang, karena segala ilmu dan pengetahuan yang di ajarkan dengan hati bahkan penuh ketulusan takkan mungkin mungkin terbayarkan.
Ketika guru memberikan Ilmu yang bermanfaat kemudian peserta didik paham akan kehidupan dan sadar akan manfaat ilmu tersebut, inilah yang dikatakan kebahagiaan guru tidak dapat kita nilai dengan uang.
Setiap guru memiliki cara tersendiri menyisipkan ilmu moral dan karakter yang baik pada setiap pelajaran yang diberikan, sesungguhnya semua guru apapun yang diajarkannya pasti menyisipkan pesan moral di dalamnya., Saya percaya itu!
JIKA KAMU MENGKRITIK TENTANG MANFAAT ILMU YANG DIBERIKAN, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?
Kebahagiaan ke-4: Kesabaran
Kamu pasti ingat siapa saja guru kamu saat di SD, SMP bahkan di SMA yang paling sabar. Nggak pernah marah, kalau pun guru itu jengkal dengan sikapmu itu karena sudah diambang patas kesabarannya.
Kesabaran guru itu nggak mungkin bisa kamu sogok dengan coklat, karena kesabaran itu karakter seseorang.
Misalkan saja saat pelajaran matematika, saat kamu nggak tahu, pasti dengan sabar diberitahu bagaimana menemukan rumus yang tepat, besoknya nggak tahu lagi, masih sabar mengajarkannya dengan cara dan contoh yang lebih mudah kamu mengerti, iya kan? Itu contoh kesabaran guru.
Coba saja belajar dengan teman, tanya sekali dia beritahu, tapi saat kamu bertanya yang kedua kalinya pasti dia ngomong “itu otak kok buntu amat!”
Peristiwa ini sering kita dengar, saat peserta didiknya sukses biasanya selalu dihubungkan dengan orang tuanya di rumah yang dianggap berhasil mendidik anaknya tanpa menyinggung peran gurunya namun ketika peserta didiknya memiliki moral yang tidak baik, maka kita semena-mena memvonis bahwa sekolah atau gurunya tidak becus mendidik, tanpa menyalahkan orang tuanya.
KESABARAN dan TANPA penghargaan ini juga tidak bisa kita bayarkan dengan UANG, jadi sungguh luar biasa pendidikan kesabaran yang dicontohkan oleh guru, karakter kayak gini ini, yang mesti kamu resapi dan praktekkan, jika kamu berhasil menjadi orang yang juga, maka kebahagiaan guru tak bisa dinilai dengan uang.
JIKA KAMU MENGKRITIK GURU YANG NGGAK SABAR MENGAJAR, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?
Kebahagiaan ke-5: ketegasan guru
Tegas itu berbeda loh dengan kejam!
Ketegasan dalam pendidikan itu bertujuan agar kita menjadi peserta didik yang disiplin dan bertanggungjawab, kalau kejam itu itu lebih pada bentuk kekerasan.
Sebagai peserta didik kamunya jangan jengKeng berlebihan, sikap manja kamu di rumah jangan dibawa-bawa ke sekolah, jika kita dididik dengan penuh ketegasan, itu akan berdampak pada karakter.
Contohnya saat mengerjakan tugas guru mengharapkan kita mengerjakan sendiri tanpa dibantu oleh teman atau meminta bantuan orang lain, ketegasan ini mengajarkan pada kamu bahwa karya sendiri itu labih baik, ketimbang menyiplak karya orang lain.
Saat upacara bendera kamu perintahkan untuk tetap disiplin, ketegasan ini melatih diri kamu untuk serius dan nggak main-main saat upacara bendera, toh efeknya kembali pada diri kita masing-masing sebagai peserta didik.
Ketegasan seorang guru untuk mengarahkan peserta didiknya menjadi lebih baik dengan penuh kesabaran takkan mungkin kita bayar, seberapapun uang yang dimiliki orang tua peserta didik.
Untuk itu hargailah ketegasan seorang guru ketika menjalankan tugasnya, dan pujilah guru disekolahmu yang dengan sangat sabar membimbing peserta didiknya walaupun mereka kadang di caci maki oleh masyarakat yang tidak paham akan tugas mulia mereka.
JIKA KAMU MENGKRITIK KATEGASAN GURU, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?
Masih banyak hal yang telah dikerjakan oleh guru yang TIDAK DAPAT KITA NILAI DENGAN UANG, marilah memberikan penghargaan yang terbaik dari pengorbanan yang selama ini telah dilakukan oleh guru