MTs & MAS Al-Khairiyah Batu Gajah Sumsel

MTs & MAS Al-Khairiyah Batu Gajah Sumsel

Share

Halaman Pribadi yang di suguh kan untuk Publik. semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan bersama.

Photos from MTs & MAS Al-Khairiyah Batu Gajah Sumsel's post 30/06/2022

Provinsi Sumatera Selatan menjadi Tuan Rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI 2021 Sumatera Selatan Tahun 2022 pada Tgl.1-7 Juli 2022 di Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir – Provinsi Sumatera Selatan

Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) menyelenggarakan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI 2021 Sumatera Selatan Tahun 2022 dengan mempertandingkan 55 Inorga dan 10 Inorga Eksibisi di ikuti oleh Peserta dari 34 Provinsi dan 17 Kab/Kota Se Sumsel.

Dengan Maskot FORNAS VI “Chitala” dan Semangat “Ayo Olahraga, Masyarakat Sehat, Bugar, Gembira dan Produktif”
.

Selamat berproses untuk Atlet yang berasal dari Kabupaten Musi Rawas Utara, Khusus nya untuk Atlet yg berasal dari Al-Khairiyah Batu Gajah.

29/06/2022

Tujuan diselenggarakan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk manusia yang beriman kepada Allah SWT. Selain itu diharapkan kedepannya mampu berbudi pekerti, mempunyai pengetahuan umum dan tentunya pengetahuan agama yang mantap. Jika semua itu tercapai, maka akan tercipta sebuah kepribadian yang kuat demi memperkuat pondasi kehidupan di masyarakat dan bangsanya,”
.
“Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, maka hanya sekolah yang berciri khas agama Islam seperti Madrasah yang dapat menyajikan dengan lengkap pengetahuan umum dan pengetahuan agama. Sedangkan Madrasah adalah sekolah umum dimana penyelenggaraannya di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Peranan madrasah sangat dirasakan banyak manfa’atnya dalam membantu mendidik serta mengembangkan anak bangsa.,”
.

Photos from MTs & MAS Al-Khairiyah Batu Gajah Sumsel's post 25/06/2022

23 Juni 2022

Photos from MTs & MAS Al-Khairiyah Batu Gajah Sumsel's post 25/06/2022

Wisuda Tahfidz Dan Tasyakuran kelas Akhir MTs Al-Khairiyah Batu Gajah Angkatan 29 dan MA Al-Khairiyah Batu Gajah Angkatan 14

25/06/2022

Terima Kasih Pemkab Muratara dan Bapak Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara.
Ust. H. Inayatullah, S.Pd.I atas segala perhatian dan bantuannya

26/11/2021

Penampilan juara 1 Kultum Gebyar Fuad 2021.
Alumni MTs Dan MA Al-Khairiyah Batu Gajah
Ahmad Syahril.

25/11/2021

Spesial dari kelas 12 Bersama Wali Kelas.
MA AL-KHAIRIYAH BATU GAJAH

25/11/2021

Selamat Hari Guru.

22/11/2021

JELAJAH ALAM.
Tapakur Bersama Alam

Photos from MTs & MAS Al-Khairiyah Batu Gajah Sumsel's post 25/07/2020

Kepada Yth,

Bapak Gubernur Sumatera Selatan
Bapak Bupati Musi Rawas Utara
Bapak Kepala Kementerian Agama
( Provinsi Sumatera Selatan )
Bapak Kepala Kementerian Agama
( Kabupaten Musi Rawas Utara )
Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Kabupaten Musi Rawas Utara )

Di-
Tempat

Assalammu'alaikum Warohmatullahi wabarookatuh

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Swt, dan mendapat syafaat Nabi Muhammad Saw pada Akhir zaman nanti, Aamin yaaroobbal'alamin.

Mohon maaf dan mohon izin untuk menyampaikan rasa perihatin kami melalui tulisan ini, dan berharap semoga tulisan ini sampai ketujuan yang kami harapkan, Aamiin.

Kami atas nama Alumni Yayasan Al-Khairiyah Desa Batu Gajah, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara menghimbau dan menyampaikan Kepada Bapak Gubernur Sumatera Selatan, Bapak Kepala Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Bupati Musi Rawas Utara, Bapak Kepala Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas Utara, dan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Kami Atas nama Alumni Yayasan Al-Khairiyah Desa Batu Gajah kecamatan Rupit memohon dan memintak Tolong Kepada Bapak-Bapak agar bisa memperhatikan dan memperbaiki sebagian Bagunan sekolah Yayasan Al-Khairiyah Desa Batu Gajah yang sangat tidak layak di lihat dan digunakan untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar. Karena Kondisi Bagunan sekolah yang buruk sangat berpengaruh sekali pada konsentrasi dan fokus siswa dalam menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Tidak menuntut kemungkinan akan terjadi hal² yang tidak di inginkan pada saat proses Belajar Mengajar Berlangsung karena kondisi Kayu dan Atap bangunan sebagian sudah Rapuh bahkan sudah banyak yang lepas ( Ambruk )

Informasi yang kami dapat bahwa sekolah kecil Tua ini jarang sekali mendapat perhatian dari pemerintah Provinsi maupun Kabupaten, sedangkan Yayasan Al-khairiyah ini sudah cukup tua Usianya ( Kurang Lebih 30 Tahun ) artinya sudah banyak jasa sekolah ini membantu bangsa dan daerah "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". Maka sekali lagi kami mohon perhatian dari pihak² yang terkait sekolah kami dulu ini tolong di perhatikan.

Salam Hormat kami 🙏

Sebelum kami tutup, izinkan kami mengutip sebuah ungkapan langsung dari Pendiri Yayasan Al-Khairiyah Desa Batu Gajah Rupit.

"Inilah ungkapannya"
"inilah kondisi bangunan MTs yg jadi kebanggaan yayasan yg sdh mencetak putra/putri Dusun berkat kadernya yg telah kompak memajukan desa yg batuah, tapi yakinlah generasi desa jangan minder dgn keadaan kita. alhamdulillah generasi kita telah bersatu utk memajukan desanya walau serba seadanya dlm hal infra struktur. Yayasan pernah mintak bantu ke PU Muratara thn 2017 pecaknyo lum tek jodoh mako lewat tahun tu. Tahun 2018 mintak ke Bapeda Muratara pecaknyo lewat jugo. Nah inilah nasib Pendidikan Agamo yg ado di dusun dak dikeleh Pemda saya FAISOL ABDUH selaku tuo nyusuk Dusun dak kecik hati dengan sukat tapi ya sebagai masukan kepada Pemerintah Daerah tolong kedepan mohon pedulikan Lembaga Pendidikan Agama ttg infra strukturnya dan Tuo dusun serta nyusuk umat Islam. dusun mengharap nian biar blusukan pemda tu ke dusun.
dan alhamdulillah kader madrasah ini telah ado yg membantu di Pemda Muratara , tulisan ini sengaja saya buat renungan dari hati sanubari Puasa sunah hari Kamis dan Tarwiyah menjelang sampai puasa Arofah "

Itulah sepenggal ungkapan Ketua Yayasan sekaligus tuo dusun Desa Batu Gajah.

Terimakasih
Mohon maaf jika ada kata² yang kurang berkenan.🙏

Wassalam



31/05/2020

Mengapa Harus Sekolah di Madrasah ???
Baca dulu....Insya Allah akan lebih kenal dengan MADRASAH

Pokoknya, Madrasah harus tampil beda
Tidak seperti dulu-dulu
Saya ingin ada inovasi
Harus tampil modis, populis, fungky,
Persepsi orang tentang madrasah itu kumuh, ndeso, ketinggalan zaman
Nah, persepsi itu harus kita ubah

Mengapa harus sekolah di madrasah ??? Menurut Kementerian Agama, ada 7 alasan mengapa kita harus memilih sekolah di madrasah, ketujuh alasan tersebut adalah:

1). sejarah telah mencatat bahwa madrasah telah melahirkan pemimpin di bidang pendidikan dan agama (scholar), negarawan dan bahkan pahlawan. Sebut saja misalnya Wahid Hasyim, Hamka, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholis Madjid (Cak Nur), KH M.A Sahal Mahfudz, AR. Fakhruddin dan Mahfud MD.

2). madrasah tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk rakyat (masyarakat) berbeda dengan sistem pendidikan sekolah biasa atau community-based education. Dalam sejarahnya madrasah memiliki akar yang kuat untuk perjuangan bangsa dan memberantas kebodohan.

3). madrasah telah memadukan dua kurikulum: kurikulum dari Kemdikbud dan Kurikulum dari Kementerian Agama. Atau dengan kata lain, madrasah juga memberikan materi pelajaran umum, sebagaimana sekolah-sekolah biasa dan juga memberikan materi-materi pelajaran agama yang lebih kuat dibandingkan sekolah-sekolah biasa, Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak yang mulia.

4). madrasah tidak lagi dianggap sebagai pelengkap sistem pendidikan nasional, melainkan madrasah semakin menorehkan prestasi tidak hanya di bidang tafaqquh fi al din, akan tetapi juga dibidang-bidang lainnya, seperti riset ilmiah, vokasional, kewirausahaan, lingkungan (adiwiyata), dan sebagainya.

5). adrasah tidak hanya mencetak kader intelektual yang profesional dan pintar saja, melainkan juga kader muslim yang berintegritas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Profesionalitas tanpa integritas akan membawa kerugian dan kehancuran. Sebaliknya integritas tanpa profesionalitas, akan menyebabkan kita jalan di tempat di tengah dunia yang kompetitif.

6). pendidikan madrasah menyentuh empat dimensi pendidikan, yakni dimensi pikir (kognisi), dimensi hati (spiritual), dimensi rasa (estetika), dan dimensi raga (fisik).

7). mencetak anak yang memiliki pandangan keagamaan yang rahmatan lil 'alamin dan menghargai kearifan lokal.

Ayo ... sekolah di madrasah ....

Photos from MTs & MAS Al-Khairiyah Batu Gajah Sumsel's post 13/05/2020

MAAF B**G! GURU BUKANNYA ALERGI DIKRITIK

KEBAHAGIAAN GURU TIDAK SEMUA DINILAI DENGAN UANG, demikian ungkapan yang sering kita dengar, ada beberapa diantara kita yang menganggap bahwa uang dapat menyelesaikan segala-galanya bahkan dengan uang kita dapat membeli sebuah kehormatan GURU, karena sesungguhnya bagi seorang guru, tugas mulia yang mereka lakukan TIDAK DAPAT dinilai dengan uang. Guru mengerjakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan keikhlasan yang tulus.

Lima kebahagiaan yang belum seimbang dengan Gaji atau sertifikasi yang mereka terima dibandingkan dengan segala jerih payah yang dilakukan guru dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab.

Kebahagiaan ke-1: Mendidik sopan santun

Setahu saya guru itu bahagia banget jika ngeliat peserta didiknya memegang teguh tata krama, sopan santun tetap diperlihatkan saat bicara dengan sesama temannya, orang yang lebih tua apalagi dengan gurunya dihargai dan orang yang lebih muda disayangi.

Siapa yang nggak jengkel kalau ada peserta didik saat ngomong bibirnya dimemblein, atau matanya kayak penari bali kiri kanan nggak jelas, seolah nggak menghargai lawan bicaranya.

Jika guru bisa ngerubah sikap dan perilaku kamu menjadi lebih sopan dan santun, itu syukur banget, bahkan ini lebih bahagia ketimbang kamu ngasih bunga mawar setiap hari pada guru.

Jika awalnya ada peserta didik yang bersikap masa bodoh, tidak menghormati gurunya kemudian dengan kesabaran dan ketekunan seorang guru memberitahukan bahwa apa yang selama ini dilakukan oleh peserta didik tersebut tidak baik dan tidak sopan, saat terjadi perubahan yang drastis, katakanlah berubah sembilan puluh persen, dari sikap kurang ajar menjadi sopan dan santun maka perubahan yang dilakukan guru tersebut tidak bisa di nilai dengan uang.

Jadi guru nggak nuntut macam-macam, kamu merubah sikapmu manjadi baik, itu kebahagiaan tersendiri bagi guru.

JIKA KAMU MENGKRITIK TANPA SOPAN SANTUN, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?

Kebahagiaan ke-2: Membuatmu sukses

Sukses itu memang ditentukan oleh dirimu sendiri, tapi peran guru mengarahkan dan memberi jalan bagaimana kamu sukses itu tanpa kamu sadari. Coba perhatikan saat guru ngajar di depan kelas, biasanya ada petuah-petuah yang beliau sampaikan, tapi kamunya saja yang nggak sadar, bahkan cuek bebek!

Jadi kalo ada guru kemudian seolah-olah ngomel di depan kelas, membaritahu bahwa jika perilaku peserta didiknya nggak berubah maka akan mempengaruhi kesuksesanmu di masa depan, itu berarti jangan dianggap guru kok kerjanya ngomeeeel saja.

Itu nasehat, beda d**g dengan ngomeeel!

Masih untung kamu diberitahu yang baik, bayangkan kalau guru diem saja, nggak komentar, terserah kamu nantinya mau jadi apa, terserah, kan kamu bete juga.

Walaupun tidak sedikit kehidupan guru yang hidup dalam kesederhanaan dan bahkan masih ada yang hidup dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, tapi peserta didiknya tetap di motivasi untuk sukses dan menjadi orang yang berhasil dan memiliki tingkat ekonomi yang tinggi.

Bahkan ada seorang guru yang saat di ajar di sekolah dasar ketika peserta didiknya sudah berhasil bekerja dan sukses meraih cita-citanya, tapi kehidupan gurunya masih seperti saat mereka di SD dulu, tapi guru nggak iri dan cemburu dengan keberhasilanmu, bahkan beliau bangga punya peserta didik sukses.

Motivasi dan memberikan semangat agar kelak kamu menjadi manusia yang sukses merupakan kebanggan yang tak ternilai, kebahagiaan guru yang semacam ini tidak mungkin kita dapat nilai dengan uang.

JIKA KAMU MENGKRITIK KUALITAS GURU MENGAJAR, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?

Kebahagiaan ke-3: ilmu yang bermanfaat

Kamu ngerasa nggak bahwa sebenarnya banyak ilmu yang bermanfaat yang diajarkan oleh guru, tapi saat beliau ngajar, kamu nggak sadar tentang itu, nanti beberapa tahun kemudian baru kamu sadar, iya..ya..dulu guru saya pernah ngajarin ini..itu...betul nggak?

Ada dua hal yang berbeda, ilmu yang bermafaat dan memanfaatkan ilmu, jika ilmu yang bermanfaat berarti kamu mendapatkan pelajaran yang sangat bermanfaat, sedangkan memanfaatkan ilmu adalah mengaplikasikan ilmu yang diajarkan oleh guru, tentu ilmu yang baik

Pendidikan yang paling kamu rasakan dan akan terus kamu ingat adalah ilmu tentang karakter, ilmu mengenai sopan santun dan moral, inilah yang akan selalu kamu ingat.

Contoh saja begini, Saya berani bertaruh, kalau ilmu kimia tentang ikatan molekul dan bagaimana ilmu kimia ini dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia yang diajarkan oleh guru kemudian kamu dapat nilai 100, setelah kamu kuliah beberapa tahun kemudian, yang kamu ingat cuman manfaat ilmu kimia untuk kemaslahatan manusia, mengenai rumus ikatan molekul kimia saya yakin sudah dilupakan.

Jadi pendidikan moral secara umum diajarkan guru yang selalu disisipkan disela-sela pelajaran inti, sebenarnya lebih kamu ingat ketimbang pelajaran itu sendiri, ini saya bicara efeknya beberapa tahun kemudian.

Pendidikan moral untuk membentuk karakter kamu, sebenarnya jangan dipandang enteng, justru itulah pendidikan hakiki yang selalu bermanfaat dalam kehudpanmu di masa mendatang.

Setiap hari guru mendidik dan memberikan pelajaran di kelas maupun di lingkungan sekolah dan tidak mungkin dapat di nilai dengan uang, karena segala ilmu dan pengetahuan yang di ajarkan dengan hati bahkan penuh ketulusan takkan mungkin mungkin terbayarkan.

Ketika guru memberikan Ilmu yang bermanfaat kemudian peserta didik paham akan kehidupan dan sadar akan manfaat ilmu tersebut, inilah yang dikatakan kebahagiaan guru tidak dapat kita nilai dengan uang.

Setiap guru memiliki cara tersendiri menyisipkan ilmu moral dan karakter yang baik pada setiap pelajaran yang diberikan, sesungguhnya semua guru apapun yang diajarkannya pasti menyisipkan pesan moral di dalamnya., Saya percaya itu!

JIKA KAMU MENGKRITIK TENTANG MANFAAT ILMU YANG DIBERIKAN, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?

Kebahagiaan ke-4: Kesabaran

Kamu pasti ingat siapa saja guru kamu saat di SD, SMP bahkan di SMA yang paling sabar. Nggak pernah marah, kalau pun guru itu jengkal dengan sikapmu itu karena sudah diambang patas kesabarannya.
Kesabaran guru itu nggak mungkin bisa kamu sogok dengan coklat, karena kesabaran itu karakter seseorang.

Misalkan saja saat pelajaran matematika, saat kamu nggak tahu, pasti dengan sabar diberitahu bagaimana menemukan rumus yang tepat, besoknya nggak tahu lagi, masih sabar mengajarkannya dengan cara dan contoh yang lebih mudah kamu mengerti, iya kan? Itu contoh kesabaran guru.

Coba saja belajar dengan teman, tanya sekali dia beritahu, tapi saat kamu bertanya yang kedua kalinya pasti dia ngomong “itu otak kok buntu amat!”

Peristiwa ini sering kita dengar, saat peserta didiknya sukses biasanya selalu dihubungkan dengan orang tuanya di rumah yang dianggap berhasil mendidik anaknya tanpa menyinggung peran gurunya namun ketika peserta didiknya memiliki moral yang tidak baik, maka kita semena-mena memvonis bahwa sekolah atau gurunya tidak becus mendidik, tanpa menyalahkan orang tuanya.

KESABARAN dan TANPA penghargaan ini juga tidak bisa kita bayarkan dengan UANG, jadi sungguh luar biasa pendidikan kesabaran yang dicontohkan oleh guru, karakter kayak gini ini, yang mesti kamu resapi dan praktekkan, jika kamu berhasil menjadi orang yang juga, maka kebahagiaan guru tak bisa dinilai dengan uang.

JIKA KAMU MENGKRITIK GURU YANG NGGAK SABAR MENGAJAR, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?

Kebahagiaan ke-5: ketegasan guru

Tegas itu berbeda loh dengan kejam!

Ketegasan dalam pendidikan itu bertujuan agar kita menjadi peserta didik yang disiplin dan bertanggungjawab, kalau kejam itu itu lebih pada bentuk kekerasan.

Sebagai peserta didik kamunya jangan jengKeng berlebihan, sikap manja kamu di rumah jangan dibawa-bawa ke sekolah, jika kita dididik dengan penuh ketegasan, itu akan berdampak pada karakter.

Contohnya saat mengerjakan tugas guru mengharapkan kita mengerjakan sendiri tanpa dibantu oleh teman atau meminta bantuan orang lain, ketegasan ini mengajarkan pada kamu bahwa karya sendiri itu labih baik, ketimbang menyiplak karya orang lain.

Saat upacara bendera kamu perintahkan untuk tetap disiplin, ketegasan ini melatih diri kamu untuk serius dan nggak main-main saat upacara bendera, toh efeknya kembali pada diri kita masing-masing sebagai peserta didik.

Ketegasan seorang guru untuk mengarahkan peserta didiknya menjadi lebih baik dengan penuh kesabaran takkan mungkin kita bayar, seberapapun uang yang dimiliki orang tua peserta didik.

Untuk itu hargailah ketegasan seorang guru ketika menjalankan tugasnya, dan pujilah guru disekolahmu yang dengan sangat sabar membimbing peserta didiknya walaupun mereka kadang di caci maki oleh masyarakat yang tidak paham akan tugas mulia mereka.

JIKA KAMU MENGKRITIK KATEGASAN GURU, ITUKAH BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA GURUMU?

Masih banyak hal yang telah dikerjakan oleh guru yang TIDAK DAPAT KITA NILAI DENGAN UANG, marilah memberikan penghargaan yang terbaik dari pengorbanan yang selama ini telah dilakukan oleh guru

Want your school to be the top-listed School/college in Palembang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Palembang
31654

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00