17/08/2026
Esensi Kemerdekaan mencakup dua dimensi fundamental yang saling menyempurnakan: Pemurnian Tauhid secara vertikal kepada Allah dan Pemeliharaan Hak horizontal kepada sesama manusia.
Tauhid adalah bentuk kemerdekaan jiwa yang paling tinggi. Ketika seorang hamba murni bertauhid, ia tidak beribadah karena manusia melihatnya, ia tidak beribadah karena dunia yang diinginkannya, dia murni beribadah untuk Allah sepenuhnya, karena ia paham, ia adalah Hamba Allah
Seseorang yang memurnikan tauhidnya tidak akan merendahkan martabatnya di hadapan jimat, ramalan, atau ketakutan pada sesama Makhluk. Hatinya merdeka, karena sadar total bahwa manfaat dan mudarat sepenuhnya dari Allah.
Kemerdekaan dalam pandangan Islam tidak pernah bermakna kebebasan tanpa batas untuk berbicara sesuka hati. Kemerdekaan personal runtuh saat kehormatan orang lain terancam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa seorang Muslim sejati adalah yang orang lain selamat dari lidah dan tangannya. Kemerdekaan bertutur kata bukanlah lisensi untuk mengghibah, mencela, memfitnah, atau merendahkan saudara seiman.
Menjadi pribadi yang merdeka
sesungguhnya berarti menyucikan hati dari belenggu kesyirikan, sekaligus memberikan rasa aman dan kedamaian bagi orang-orang di sekitar kita dengan Budi Pekerti yang Mulia