09/10/2021
FADHILAH MEMBACA AL QUR'AN BIN NAZHOR ( Dengan melihat mushaf) : OBAT MATA RABUN
ููุงู ุนุจุฏ ุงููู ุฑุถู ุงููู ุชุนุงูู ุนูู : ุดููุช ุนููู ุฅูู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุงู : ุงูุธุฑ ูู ุงูู
ุตุญู ุ ูุฅู ุนููู ุงุดุชูุช ูุดููุช ุฅูู ุฌุจุฑูู ููุงู : ุงูุธุฑ ูู ุงูู
ุตุญู .
Abdullah radhiyallahu 'anhu berkata : Saya pernah mengeluhkan mata saya pada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau berpesan, "Lihatlah ke dalam Mushaf!, karena saya juga pernah sakit mata lalu saya adukan kepada Jibril dan dia berkata, "Lihatlah ke dalam Mushaf!".
ููุงู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
: ู
ู ุฃุฏู
ู ุงููุธุฑ ูู ุงูู
ุตุญู ู
ุชุนู ุงููู ุจุจุตุฑู .
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa biasa atau selalu melihat ke dalam Mushaf niscaya Allah ta'ala akan membuat ia senang dengan matanya (matanya selalu sehat)."
Al Barakah fi Fadhlis Sa'yi wal Harakah, hal. 511
==============
Menurut sebagian ulama, dalam hadits di atas ada unsur ikhbar bil ghaib, kabar tentang masa depan, dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Yaitu "mushaf". Ini karena pada masa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam belum ada mushaf. Mushaf adalah tulisan Al Qur'an yang telah dibukukan dan dijilid. Sedangkan pada masa beliau Al Qur'an belum seperti itu, masih ditulis di atas tulang, pelepah kurma, dan semacamnya. Dalam kitab Al Itqan, Imam As Suyuthi mengutip riwayat sejarah istilah Mushaf yang ditulis Al Muzhaffari dalam tarikhnya :
Saat Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq selesai mengumpulkan dan menyalin tulisan Al Qur'an, beliau berkata kepada para sahabat, "Namailah (kumpulan lembaran Al Qur'an ini)!"
"Namakan Injil saja", kata sebagian sahabat tapi Abu Bakar radhiyallahu 'anhu tidak berkenan.
"Namakan 'sifran'/ buku saja", kata sahabat lainnya, tapi Sayyidina Abu Bakar juga tidak mau, karena sifr itu identik dengan istilah Yahudi (sifra bentuk mufrad dari asfara).
Lalu Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Saya di Habasyah pernah melihat sebuah kitab yang dinamai Mushaf, pakai saja nama itu".
Dari riwayat di atas maka istilah Mushaf baru muncul pada masa Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu 'anhu.
Menurut banyak ulama lainnya, istilah Mushaf itu baru ada pada masa Sayyidina Utsman radhiyallahu 'anhu. Karena baru pada masa inilah Al Qur'an di bukukan dan dijilid, sedangkan pada masa Abu Bakar baru dikumpulkan dan disalin dalam lembaran2 kertas saja. Jadi pada masa itu belum ada istilah Mushaf, namun baru shuhuf/ shahifah2 saja, lembaran2 yang belum dijilid jadi satu.
Wa Allah a'lam