Prodi Pendidikan Sendratasik Universitas Palangka Raya

Prodi Pendidikan Sendratasik Universitas Palangka Raya Prodi Pendidikan Sendratasik Universitas Palangka Raya

24/05/2013

Alhamdulillah, lulus 100%...
Eforia meluapkan kegembiraan dipersilakan, tapi tetap terkontrol, tidak anarkis, mengganggu lalulintas, merusak fasilitas publik, dan perbuatan konyol lainnya... Jika ingin beramal lebih terpuji, sekedar menyumbangkan baju seragam akan bermanfaat buat orang lain, tentunya yg belum disemprot cat....( Bapak Rakhmad Supriyono/ Kepala Sekolah)

27/12/2012

semangat TA (Tugas Akhir) !! :D

23/12/2012

Sekolah kreatifff ! :D

14/12/2012

menurut kalian, gimana sih kesan nya sekolah di SMSR ? seru nggaaak ?? :D

08/12/2012

Sebagai sekolah seni rupa tertua di Indonesia, SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) Yogyakarta telah meluluskan banyak orang. Tak sedikit alumni SMSR Yogyakarta kini menyandang nama besar di jagad seni rupa tanah air, bahkan berkelas internasional.

Menyebut beberapa, kita akan dengan mudah mengenali dramawan kondang Adi Kurdi, raja monolog Butet Kertaradjasa, pelukis hebat Dede Ery Supria dan Nasirun, hingga almarhum Heru Kesawa Murti yang terkenal sebagai Pak Bina dalam serial mBangun Desa di TVRI Yogyakarta. Bahkan Gogon Srimulat pun ternyata jebolan SMSR Yogyakarta.

“Tapi biasanya, nama SMSR kemudian tenggelam. Tak pernah disebut. Bukan karena para alumni itu melupakan, tapi biasanya mereka atau orang-orang lebih mengingat tempat terakhir mereka belajar. Seperti, lulusan ISI, dan sebagainya. Bukan berarti p**a kami menyesali. BIasa saja,” tutur Muryadi.

Selain menjadi individu-individu yang memiliki nama besar, banyak juga lulusan SMSR Yogyakarta yang kini bekerja di perusahaan-perusahaan besar p**a. “Sebagai tenaga professional, para lulusan SMSR saat ini banyak tersebar di perusahaan batik, percetakan, desain interior, biro iklan, pabrik tekstil, dan lain-lain,” ungkap Muryadi bangga.

Bahkan di Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia) Jakarta, hamper 60 persen karyawannya merupakan lulusan SMSR Yogyakarta. “Drawing alumnus SMSR Yogyakarta itu dikenal kuat sehingga Peruri selalu merekrut pekerja dari sini,” timpal guru lukis sekaligus kepala studio SMSR Yogyakarta, Drs Riyanto Riswandoko, tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Banyaknya alumni SMSR Yogyakarta di Peruri itu p**a yang membuat perusahaan milik Negara itu selalu mengutamakan SMSR Yogyakarta ketika hendak merekrut pegawai. “Pertama, pihak Peruri pasti datang ke sini. Jika tercukupi, ya sudah. Namun, jika jumlah calon pegawainya belum mencukupi, baru kemudian mereka mencari di SMSR lain,” ujar Kepala TU SMSR Yogyakarta, Jumarno.

Jalinan antara alumni dengan bekas sekolahnya itu yang sedikit banyak meringankan langkah SMSR Yogyakarta mencetak lulusan yang berkualitas, professional, dan kompeten di bidangnya. “Paling tidak, kami tak merasa kesulitan ketika harus mengirim siswa-siswi untuk magang. Selama ini kami sudah banyak menjalin kerjasama dengan para mitra. Meski harus diakui, beberapa di antaranya melibatkan alumni,” papar Muryadi kemudian.

08/12/2012

Dari ‘ASRI Senja’ Hingga SMKN 3 Kasihan
Sekolah seni rupa yang dikenal dengan SMKN 3 Kasihan Bantul atau SMSR ternyata memiliki sejarah panjang. Berawal pada tanggal 5 April 1963, SMSR dilahirkan. Saat itu SMSR bernama SSRI. Sekolah seni rupa yang pertama di Indonesia. Segala fasilitas sekolah sudah lengkap saat itu, meski harus berbagi dengan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) nama dari ISI waktu itu, dan bertempat di Gampingan, Yogyakarta. Sesungguhnya SSRI didirikan atas dasar penjelmaan dari ASRI. ASRI yang lebih dulu didirikan, ingin agar kota Yogyakarta mempunyai sekolah seni rupa. Alhasil, SSRI mempunyai tiga jurusan utama yaitu Seni Patung, Lukis, dan Kerajinan.

Dalam proses belajar mengajar, SSRI hampir sama dengan ASRI karena staf pengajar di SSRI adalah pengajar di ASRI. SSRI merupakan sekolah unik dan nyeni, siswa-siswanya pun merasa dirinya sudah menjadi calon seniman. Tak pelak penampilan mereka juga menyesuaikan. Istilah nyeni dan nyentrik sudah tertanam kuat di sana. Akan tetapi, mereka juga menyadari jika kebebasan itu harus dituangkan dalam karya. Para pengajar pun juga harus menyesuaikan diri dalam tahap menjadi guru. Perubahan dalam mengajar, bersikap, terlebih dalam berpenampilan karena bagaimana pun mereka adalah dosen di ASRI dan ada p**a yang berprofesi sebagai seniman.

SSRI melakukan kegiatan pada sore hari setelah ASRI. Hal tersebut terjadi karena ASRI dan SSRI harus berbagi gedung. Karena itulah masyarakat sering menyebut SSRI sebagai ‘ASRI Senja’. Pembagian gedung terjadi hingga 1976. SSRI akhirnya diboyong ke gedung baru di Karangmalang berdekatan dengan ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia). Gedungnya pun hanya berupa sekatan, namun itu sudah cukup merapikan proses belajar mengajar SSRI.

Kemunculan SSRI sebagai sekolah seni dalam sarana pendidikan di Indonesia menarik perhatian Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Karena SSRI dianggap cukup memberi alternatif baru dalam dunia pendidikan terlebih kesenian. Pihak direktorat sangat antusias dan tertarik tentang seluk beluk sekolah kesenian itu. Kemudian diadakanlah kunjungan ke sekolah-sekolah seni. Dan dari proses kunjungan itulah muncul gagasan untuk menyatukan atmosfer sekolah-sekolah seni yang ada di Yogyakarta. SSRI sebagai sekolah seni rupa, KONRI sebagai sekolah seni tari, dan SMIND sebagai sekolah seni musik. Kemudian pada 1977, sekolah-sekolah kesenian juga mendapat tanggapan positif dan dimasukkan dalam tingkat setara dengan sekolah kejuruan umum lainnya. Nama SSRI pun berubah menjadi Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR).

Pada 1981, SSRI memiliki gedung sendiri dan bertempat di Kampung Jomegatan, Jalan Madukismo. Namun lebih dikenal dengan Jalan Bugisan, Bantul. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu, Prof Dr Nugroho Notosusanto pun mengganti nama SSRI dengan Komplek Sekolah Seni Mardawa Mandala. Tiga sekolah seni tersebut adalah Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI), dan Sekolah Menengah Musik (SMM), yang digabung hingga kini dikenal sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kasihan, Bantul, DIY.

08/12/2012

Peraturan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu mengharuskan SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) bersama-sama dengan SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) dan SMM (Sekolah Menengah Musik) bergabung menjadi SMKN (Sekolah Menengah Kejuruan Negeri) 3 Kasihan Bantul DIY. Namun hingga saat ...

11/10/2012

beberapa karya guru SMSR/ SMKN 3 Kasihan Masuk dalam 75 besar lomba lukis guru tingkat nasional :D

01/10/2012

tradisi berprestasi sejak 1963 ! Ayoo tambah terus prestasinyaaa !! :D

15/08/2012

LOMBA LOGO
“50th ssri/smsr/smkn3 kasihan”

Persyaratan lomba:
1. Desain harus memenuhi unsur A-R-T :
o Asli: merupakan karya orisinil, bukan merupakan saduran, tiruan, ataupun jiplakan dari gambar atau logo tertentu.
o Representatif: bisa mewakili citra SSRI/SMSR/SMKN 3 Kasihan sebagai sekolah seni.
o Top: desain mudah dipahami dan mudah direproduksi.
2. Peserta diperbolehkan mengirim maksimal 2 (dua) desain.
3. Kriteria penilaian adalah orisinalitas karya, relevansi logo dengan Visi, Misi dan Budaya Sekolah, unsur estetika.

Mekanisme lomba:
1. Lomba dibuka khusus untuk Keluarga Besar dan Alumnus SSRI/SMSR/SMKN 3 Kasihan (termasuk pensiunan guru), secara perorangan maupun kelompok. Panitia, dewan juri dan keluarganya tidak diperbolehkan mengikuti lomba ini.
2. Peserta wajib melampirkan identitas diri (nama lengkap, pekerjaan/ profesi, alamat kantor/rumah, nomor telepon, e-mail).
3. Desain logo dikirim ke email SMSR berupa file logo asli (CorelDraw/PhotoShop/Freehand), file presentasi (JPEG 300 dpi-High Quality), dan file konsep filosofi atau makna logo diketik menggunakan Ms Word, kertas A4, 1.5 spasi.
4. Logo harus mencantumkan text : 50th. SSRI/SMSR/SMKN 3 KASIHAN
5. Penampilan logo sederhana, mudah diingat, dapat diterapkan pada berbagai kemungkinan teknik dan media.
6. Desain logo dapat dikirim ke email: [email protected]
atau via Pos / langsung ke sekolah menggunakan CD, ke alamat:

Panitia Lomba Logo 50th
SMSR Yogyakarta
Jl. PG Madukismo (Bugisan)
Yogyakarta 55182

8. Dokumen diterima paling lambat tanggal 6 Oktober 2012.
9. Panitia dan dewan juri tidak melayani surat menyurat pada lomba ini. Pengumuman pemenang lomba akan dipublikasikan di website : smsr-jogja.sch.id (saat ini sedang direnovasi) pada tanggal 12 Oktober 2012.
10. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Hadiah:
Juara I : Rp 500.000 + Piagam Penghargaan
Juara II : Rp 300.000 + Piagam Penghargaan
Juara III : Rp 200.000 + Piagam Penghargaan
Tanpa dipotong Pajak.

yukk NONTONPAMERAN TUGAS AKHIRS.LUKIS | ANIMASI | DKV | PATUNG | K.KAYU | K.KERAMIKSMSR YOGYAKARTA 2011/2012 | 17-19 MEI...
08/05/2012

yukk NONTON

PAMERAN TUGAS AKHIR
S.LUKIS | ANIMASI | DKV | PATUNG | K.KAYU | K.KERAMIK

SMSR YOGYAKARTA 2011/2012 | 17-19 MEI 2012 | Jogja National Museum

OPENING CEREMONY
*KAMIS 17 MEI 2012 19:00 WIB

CLOSING CEREMONY
*SABTU 19 MEI 2012 LIVE MUSIC PERFORMANCE:

- BREAK INSIDE
- EXCAUSATED
- NOK37
- DIRTY CONNECTION
- JOGJAMMING
- BLOODY HOLLOW
- THE COPPERS
- LION WAR
- HAND OVER
- SAPI PUNK ROCK
- REVOLVER SYNDICATE
- SANTANA
- LONELY BLUES
- B.S.R

*FREE ENTRY !

Address

Jalan RA KARTINI
Palangkaraya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Prodi Pendidikan Sendratasik Universitas Palangka Raya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share