15/05/2026
"Firman Tuhan Harian: Kutipan 322" dari _Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Apa yang Kauketahui tentang Iman?”*
Ini kutipan yang membongkar habis motivasi iman manusia yang palsu.
*DESKRIPSI UNTUK MEDIA SOSIAL*
*IMAN YANG HANYA MAU MANFAAT BUKANLAH IMAN KEPADA TUHAN*
Dalam diri manusia, hanya ada kata iman yang tak pasti. Manusia tidak tahu apa itu iman, apalagi alasan mengapa mereka beriman. Pemahaman mereka terlalu sedikit, dan mereka sendiri terlalu kurang. *Iman mereka kepada Tuhan adalah iman tanpa berpikir dan tanpa pengetahuan.* Mereka terus percaya secara obsesif, tapi tidak tahu kenapa.
*Pekerjaan Tuhan bertujuan agar manusia dapat melihat-Nya dan mengenal-Nya, bukan supaya manusia terkesan dan memandang-Nya dengan cara yang baru.*
Dulu Tuhan Yesus mengadakan banyak tanda, mukjizat, dan keajaiban. Orang Israel kagum, menghormati kemampuan-Nya menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Ribuan orang mengikuti-Nya hanya untuk melihat mukjizat.
*Tapi mereka hanya menganggap-Nya tabib yang hebat, guru yang lebih baik dari murid-Nya.* Bahkan sekarang, manusia menafsirkan Tuhan Yesus hanya sebagai tabib penuh belas kasihan. Mereka yang katanya paham Kitab Suci pun merendahkan Tuhan sampai serendah itu.
*Begitu banyak orang percaya kepada Tuhan hanya karena:*
- Ingin disembuhkan dari sakit
- Ingin diusir roh najis dari tubuhnya
- Ingin damai, sukacita, dan kekayaan materi
- Ingin hidup aman di dunia ini dan dapat berkat di surga
- Ingin menghindari neraka
- Hanya demi kenyamanan sementara, tanpa peduli dunia yang akan datang
*Saat Tuhan memberi murka, merampas damai, memberi penderitaan neraka, menarik kembali berkat — mereka ragu, marah, bahkan meninggalkan-Nya.* Mereka lari ke dukun, ke ilmu sihir. Saat Tuhan tidak memberi apa yang mereka tuntut, mereka menghilang tanpa jejak.
*Itulah sebabnya Tuhan berkata: orang beriman kepada-Ku karena kasih karunia-Ku terlalu berlimpah, dan karena ada terlalu banyak manfaat yang bisa didapatkan.*
Orang Yahudi waktu itu mengikuti Tuhan karena mukjizat. Mereka menebak-nebak: “Dia Elia, Dia Musa, Dia nabi terbesar, tabib terhebat.”
*Tapi selain Tuhan sendiri yang berkata “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup”, “Akulah Anak Tuhan”, “Akulah Sang Penebus” — tak seorang pun benar-benar mengenal-Nya.*
Seperti itulah iman manusia kepada Tuhan: mencoba menipu-Nya.
*Dengan pandangan seperti itu, bagaimana mereka bisa memberikan kesaksian tentang Tuhan?*
*HASHTAG* :
---
*3 PERTANYAAN REFLEKSI TAJAM*
1. *Soal Motif:* Kalau hari ini Tuhan berhenti menyembuhkan, berhenti memberkati, berhenti menjawab doaku — masihkah aku mau Dia? Atau imanku akan mati seperti orang Yahudi yang pergi saat Tuhan tidak memberi apa yang mereka mau?
2. *Soal Pengenalan:* Siapakah Tuhan bagiku sebenarnya? Tabib, pemenuh kebutuhan, pemberi berkat… atau “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup” yang layak kuikuti walau tidak ada keuntungan daging?
3. *Soal Kesaksian:* Apa yang kuberi kesaksian tentang Tuhan ke orang lain? Mukjizat yang Dia buat untukku, atau siapa Dia sebenarnya dan apa watak-Nya? Kalau aku sendiri tidak mengenal-Nya, bagaimana aku bisa bersaksi?
*POIN UTAMA KUTIPAN 322:*
1. *Iman manusia kebanyakan iman dagang.* Percaya karena mau manfaat, bukan karena mengenal Tuhan.
2. *Tujuan Tuhan bekerja: supaya kita mengenal-Nya, bukan supaya kita terpesona mukjizat.*
3. *Tanpa mengenal siapa Tuhan sebenarnya, iman kita hanya menipu Tuhan dan diri sendiri.* Dan itu tidak bisa menghasilkan kesaksian yang benar.
🙏🌷👉Dalam diri manusia, hanya ada kata iman yang tak pasti, tetapi manusia tidak tahu apa yang membentuk iman, apalagi alasan mengapa mereka beriman. Manusia memahami terlalu sedikit, dan manusia itu sendiri terlalu kurang; iman mereka kepada-Ku adalah iman yang tanpa berpikir dan tanpa berpengetahuan. Meskipun mereka tidak tahu apa itu iman atau mengapa mereka beriman kepada-Ku, mereka terus saja percaya kepada-Ku secara obsesif. Yang Kuminta dari manusia bukan semata supaya mereka secara obsesif memanggil-Ku dengan cara ini atau memercayai-Ku dengan cara asal-asalan, karena pekerjaan yang Kulakukan bertujuan agar manusia dapat melihat-Ku dan mengenal-Ku, bukan supaya manusia terkesan dan memandang-Ku dengan cara yang baru. Aku pernah mengadakan banyak tanda dan mukjizat serta melakukan banyak keajaiban, dan orang Israel pada masa itu menunjukkan kekaguman yang besar terhadap-Ku dan sangat menghormati kemampuan-Ku yang luar biasa untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Pada saat itu, orang-orang Yahudi berpikir bahwa kuasa penyembuhan-Ku hebat dan luar biasa—dan karena perbuatan-Ku yang banyak itu, mereka semua menghormati-Ku, dan merasakan kekaguman yang besar oleh karena semua kuasa-Ku. Jadi, semua orang yang melihat-Ku melakukan mukjizat mengikuti-Ku secara dekat, sampai ribuan orang mengelilingi-Ku untuk menyaksikan Aku menyembuhkan orang sakit. Aku mengadakan begitu banyak tanda dan mukjizat, tetapi manusia hanya menganggap-Ku tabib yang hebat; Aku juga telah mengucapkan banyak firman pengajaran bagi orang-orang pada masa itu, tetapi mereka hanya menganggap-Ku sebagai seorang guru yang lebih baik daripada murid-murid-Nya. Bahkan sekarang pun, setelah manusia melihat catatan sejarah pekerjaan-Ku, penafsiran mereka masihlah bahwa Aku ini tabib hebat yang menyembuhkan orang sakit dan guru bagi orang yang tak berpengetahuan, dan mereka telah mendefinisikan Aku sebagai Tuhan Yesus Kristus yang penuh belas kasihan. Mereka yang menafsirkan Kitab Suci mungkin telah melampaui keterampilan-Ku dalam menyembuhkan, atau bahkan merupakan murid-murid yang kini telah melampaui guru mereka, tetapi orang-orang yang begitu termasyhur itu, yang namanya dikenal di seluruh dunia, menganggap-Ku sedemikian rendah hanya sebagai seorang tabib. Perbuatan-perbuatan-Ku lebih banyak daripada butiran pasir di pantai, dan hikmat-Ku melampaui semua keturunan Salomo, tetapi manusia hanya menganggap-Ku sebagai tabib yang tak berarti dan guru manusia yang tak dikenal! Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya agar Aku dapat menyembuhkan mereka. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya agar Aku dapat menggunakan kuasa-Ku untuk mengusir roh-roh najis dari tubuh mereka, dan begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya supaya mereka dapat menerima damai dan sukacita dari-Ku. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya untuk menuntut lebih banyak kekayaan materi dari-Ku. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya untuk menjalani hidup ini dengan damai dan agar aman dan selamat di dunia yang akan datang. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku untuk menghindari penderitaan neraka dan menerima berkat-berkat surga. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya demi kenyamanan sementara, tetapi tidak berusaha memperoleh apa pun dari dunia yang akan datang. Saat Aku mengaruniakan murka-Ku kepada manusia dan merampas semua sukacita dan damai yang pernah mereka miliki, mereka menjadi ragu. Saat Aku mengaruniakan penderitaan neraka kepada orang dan menarik kembali berkat-berkat surga, mereka menjadi marah. Saat orang meminta-Ku untuk menyembuhkan mereka, dan Aku tidak memedulikan mereka dan merasakan kebencian terhadap mereka, mereka meninggalkan-Ku untuk mencari cara pengobatan lewat perdukunan dan ilmu sihir. Saat Aku mengambil semua yang telah orang tuntut dari-Ku, mereka semua menghilang tanpa jejak. Maka dari itu, Aku berkata bahwa orang beriman kepada-Ku karena kasih karunia-Ku terlalu berlimpah, dan karena ada terlalu banyak manfaat yang bisa didapatkan. Orang-orang Yahudi percaya kepada-Ku karena kasih karunia-Ku dan mengikuti-Ku ke mana pun Aku pergi. Orang-orang bodoh yang terbatas pengetahuan dan pengalamannya ini hanya berusaha melihat tanda-tanda dan mukjizat yang Kuadakan. Mereka menganggap-Ku sebagai kepala keluarga bangsa Yahudi yang dapat melakukan keajaiban-keajaiban terhebat. Jadi, saat Aku mengusir setan dari manusia, itu menimbulkan banyak pembicaraan di antara mereka: mereka berkata bahwa Aku ini Elia, bahwa Aku ini Musa, bahwa Aku adalah yang tertua di antara semua nabi, bahwa Aku adalah yang terhebat di antara semua tabib. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa Akulah jalan, kebenaran, dan hidup, tak seorang pun dapat mengetahui keberadaan-Ku atau identitas-Ku. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa surga adalah tempat tinggal Bapa-Ku, tak seorang pun tahu bahwa Akulah Anak Tuhan, dan juga Tuhan itu sendiri. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa Aku akan membawa penebusan bagi seluruh umat manusia dan menebus umat manusia, tak seorang pun tahu bahwa Akulah Sang Penebus umat manusia, dan manusia hanya mengenal-Ku sebagai manusia yang baik hati dan penuh belas kasihan. Dan selain Aku sendiri yang mampu menjelaskan segala hal mengenai diri-Ku, tak seorang pun mengenal-Ku, dan tak seorang pun percaya bahwa Aku adalah Anak Tuhan yang hidup. Seperti itulah iman orang kepada-Ku, dan cara mereka mencoba menipu-Ku. Bagaimana mereka bisa memberikan kesaksian tentang-Ku jika mereka memiliki pandangan seperti itu mengenai diri-Ku?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Apa yang Kauketahui tentang Iman?”
dari "Firman Tuhan Harian"