Belajar Alkitab

Belajar Alkitab Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Belajar Alkitab, Religious school, Palangkaraya.

"Firman Tuhan Harian: Kutipan 322" dari _Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Apa yang Kauketahui tentang I...
15/05/2026

"Firman Tuhan Harian: Kutipan 322" dari _Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Apa yang Kauketahui tentang Iman?”*

Ini kutipan yang membongkar habis motivasi iman manusia yang palsu.

*DESKRIPSI UNTUK MEDIA SOSIAL*

*IMAN YANG HANYA MAU MANFAAT BUKANLAH IMAN KEPADA TUHAN*

Dalam diri manusia, hanya ada kata iman yang tak pasti. Manusia tidak tahu apa itu iman, apalagi alasan mengapa mereka beriman. Pemahaman mereka terlalu sedikit, dan mereka sendiri terlalu kurang. *Iman mereka kepada Tuhan adalah iman tanpa berpikir dan tanpa pengetahuan.* Mereka terus percaya secara obsesif, tapi tidak tahu kenapa.

*Pekerjaan Tuhan bertujuan agar manusia dapat melihat-Nya dan mengenal-Nya, bukan supaya manusia terkesan dan memandang-Nya dengan cara yang baru.*

Dulu Tuhan Yesus mengadakan banyak tanda, mukjizat, dan keajaiban. Orang Israel kagum, menghormati kemampuan-Nya menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Ribuan orang mengikuti-Nya hanya untuk melihat mukjizat.
*Tapi mereka hanya menganggap-Nya tabib yang hebat, guru yang lebih baik dari murid-Nya.* Bahkan sekarang, manusia menafsirkan Tuhan Yesus hanya sebagai tabib penuh belas kasihan. Mereka yang katanya paham Kitab Suci pun merendahkan Tuhan sampai serendah itu.

*Begitu banyak orang percaya kepada Tuhan hanya karena:*
- Ingin disembuhkan dari sakit
- Ingin diusir roh najis dari tubuhnya
- Ingin damai, sukacita, dan kekayaan materi
- Ingin hidup aman di dunia ini dan dapat berkat di surga
- Ingin menghindari neraka
- Hanya demi kenyamanan sementara, tanpa peduli dunia yang akan datang

*Saat Tuhan memberi murka, merampas damai, memberi penderitaan neraka, menarik kembali berkat — mereka ragu, marah, bahkan meninggalkan-Nya.* Mereka lari ke dukun, ke ilmu sihir. Saat Tuhan tidak memberi apa yang mereka tuntut, mereka menghilang tanpa jejak.

*Itulah sebabnya Tuhan berkata: orang beriman kepada-Ku karena kasih karunia-Ku terlalu berlimpah, dan karena ada terlalu banyak manfaat yang bisa didapatkan.*

Orang Yahudi waktu itu mengikuti Tuhan karena mukjizat. Mereka menebak-nebak: “Dia Elia, Dia Musa, Dia nabi terbesar, tabib terhebat.”
*Tapi selain Tuhan sendiri yang berkata “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup”, “Akulah Anak Tuhan”, “Akulah Sang Penebus” — tak seorang pun benar-benar mengenal-Nya.*
Seperti itulah iman manusia kepada Tuhan: mencoba menipu-Nya.
*Dengan pandangan seperti itu, bagaimana mereka bisa memberikan kesaksian tentang Tuhan?*

*HASHTAG* :












---
*3 PERTANYAAN REFLEKSI TAJAM*

1. *Soal Motif:* Kalau hari ini Tuhan berhenti menyembuhkan, berhenti memberkati, berhenti menjawab doaku — masihkah aku mau Dia? Atau imanku akan mati seperti orang Yahudi yang pergi saat Tuhan tidak memberi apa yang mereka mau?
2. *Soal Pengenalan:* Siapakah Tuhan bagiku sebenarnya? Tabib, pemenuh kebutuhan, pemberi berkat… atau “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup” yang layak kuikuti walau tidak ada keuntungan daging?
3. *Soal Kesaksian:* Apa yang kuberi kesaksian tentang Tuhan ke orang lain? Mukjizat yang Dia buat untukku, atau siapa Dia sebenarnya dan apa watak-Nya? Kalau aku sendiri tidak mengenal-Nya, bagaimana aku bisa bersaksi?

*POIN UTAMA KUTIPAN 322:*
1. *Iman manusia kebanyakan iman dagang.* Percaya karena mau manfaat, bukan karena mengenal Tuhan.
2. *Tujuan Tuhan bekerja: supaya kita mengenal-Nya, bukan supaya kita terpesona mukjizat.*
3. *Tanpa mengenal siapa Tuhan sebenarnya, iman kita hanya menipu Tuhan dan diri sendiri.* Dan itu tidak bisa menghasilkan kesaksian yang benar.

🙏🌷👉Dalam diri manusia, hanya ada kata iman yang tak pasti, tetapi manusia tidak tahu apa yang membentuk iman, apalagi alasan mengapa mereka beriman. Manusia memahami terlalu sedikit, dan manusia itu sendiri terlalu kurang; iman mereka kepada-Ku adalah iman yang tanpa berpikir dan tanpa berpengetahuan. Meskipun mereka tidak tahu apa itu iman atau mengapa mereka beriman kepada-Ku, mereka terus saja percaya kepada-Ku secara obsesif. Yang Kuminta dari manusia bukan semata supaya mereka secara obsesif memanggil-Ku dengan cara ini atau memercayai-Ku dengan cara asal-asalan, karena pekerjaan yang Kulakukan bertujuan agar manusia dapat melihat-Ku dan mengenal-Ku, bukan supaya manusia terkesan dan memandang-Ku dengan cara yang baru. Aku pernah mengadakan banyak tanda dan mukjizat serta melakukan banyak keajaiban, dan orang Israel pada masa itu menunjukkan kekaguman yang besar terhadap-Ku dan sangat menghormati kemampuan-Ku yang luar biasa untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Pada saat itu, orang-orang Yahudi berpikir bahwa kuasa penyembuhan-Ku hebat dan luar biasa—dan karena perbuatan-Ku yang banyak itu, mereka semua menghormati-Ku, dan merasakan kekaguman yang besar oleh karena semua kuasa-Ku. Jadi, semua orang yang melihat-Ku melakukan mukjizat mengikuti-Ku secara dekat, sampai ribuan orang mengelilingi-Ku untuk menyaksikan Aku menyembuhkan orang sakit. Aku mengadakan begitu banyak tanda dan mukjizat, tetapi manusia hanya menganggap-Ku tabib yang hebat; Aku juga telah mengucapkan banyak firman pengajaran bagi orang-orang pada masa itu, tetapi mereka hanya menganggap-Ku sebagai seorang guru yang lebih baik daripada murid-murid-Nya. Bahkan sekarang pun, setelah manusia melihat catatan sejarah pekerjaan-Ku, penafsiran mereka masihlah bahwa Aku ini tabib hebat yang menyembuhkan orang sakit dan guru bagi orang yang tak berpengetahuan, dan mereka telah mendefinisikan Aku sebagai Tuhan Yesus Kristus yang penuh belas kasihan. Mereka yang menafsirkan Kitab Suci mungkin telah melampaui keterampilan-Ku dalam menyembuhkan, atau bahkan merupakan murid-murid yang kini telah melampaui guru mereka, tetapi orang-orang yang begitu termasyhur itu, yang namanya dikenal di seluruh dunia, menganggap-Ku sedemikian rendah hanya sebagai seorang tabib. Perbuatan-perbuatan-Ku lebih banyak daripada butiran pasir di pantai, dan hikmat-Ku melampaui semua keturunan Salomo, tetapi manusia hanya menganggap-Ku sebagai tabib yang tak berarti dan guru manusia yang tak dikenal! Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya agar Aku dapat menyembuhkan mereka. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya agar Aku dapat menggunakan kuasa-Ku untuk mengusir roh-roh najis dari tubuh mereka, dan begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya supaya mereka dapat menerima damai dan sukacita dari-Ku. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya untuk menuntut lebih banyak kekayaan materi dari-Ku. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya untuk menjalani hidup ini dengan damai dan agar aman dan selamat di dunia yang akan datang. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku untuk menghindari penderitaan neraka dan menerima berkat-berkat surga. Begitu banyak orang percaya kepada-Ku hanya demi kenyamanan sementara, tetapi tidak berusaha memperoleh apa pun dari dunia yang akan datang. Saat Aku mengaruniakan murka-Ku kepada manusia dan merampas semua sukacita dan damai yang pernah mereka miliki, mereka menjadi ragu. Saat Aku mengaruniakan penderitaan neraka kepada orang dan menarik kembali berkat-berkat surga, mereka menjadi marah. Saat orang meminta-Ku untuk menyembuhkan mereka, dan Aku tidak memedulikan mereka dan merasakan kebencian terhadap mereka, mereka meninggalkan-Ku untuk mencari cara pengobatan lewat perdukunan dan ilmu sihir. Saat Aku mengambil semua yang telah orang tuntut dari-Ku, mereka semua menghilang tanpa jejak. Maka dari itu, Aku berkata bahwa orang beriman kepada-Ku karena kasih karunia-Ku terlalu berlimpah, dan karena ada terlalu banyak manfaat yang bisa didapatkan. Orang-orang Yahudi percaya kepada-Ku karena kasih karunia-Ku dan mengikuti-Ku ke mana pun Aku pergi. Orang-orang bodoh yang terbatas pengetahuan dan pengalamannya ini hanya berusaha melihat tanda-tanda dan mukjizat yang Kuadakan. Mereka menganggap-Ku sebagai kepala keluarga bangsa Yahudi yang dapat melakukan keajaiban-keajaiban terhebat. Jadi, saat Aku mengusir setan dari manusia, itu menimbulkan banyak pembicaraan di antara mereka: mereka berkata bahwa Aku ini Elia, bahwa Aku ini Musa, bahwa Aku adalah yang tertua di antara semua nabi, bahwa Aku adalah yang terhebat di antara semua tabib. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa Akulah jalan, kebenaran, dan hidup, tak seorang pun dapat mengetahui keberadaan-Ku atau identitas-Ku. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa surga adalah tempat tinggal Bapa-Ku, tak seorang pun tahu bahwa Akulah Anak Tuhan, dan juga Tuhan itu sendiri. Selain Aku sendiri yang berkata bahwa Aku akan membawa penebusan bagi seluruh umat manusia dan menebus umat manusia, tak seorang pun tahu bahwa Akulah Sang Penebus umat manusia, dan manusia hanya mengenal-Ku sebagai manusia yang baik hati dan penuh belas kasihan. Dan selain Aku sendiri yang mampu menjelaskan segala hal mengenai diri-Ku, tak seorang pun mengenal-Ku, dan tak seorang pun percaya bahwa Aku adalah Anak Tuhan yang hidup. Seperti itulah iman orang kepada-Ku, dan cara mereka mencoba menipu-Ku. Bagaimana mereka bisa memberikan kesaksian tentang-Ku jika mereka memiliki pandangan seperti itu mengenai diri-Ku?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Apa yang Kauketahui tentang Iman?”
dari "Firman Tuhan Harian"

Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia Idari "Firman Tuhan Harian"*DESKRIPSI *ESENSI IMANMU: MENJILAT ATAU MENGENAL TUHA...
10/05/2026

Judul: Menyingkapkan Kerusakan Manusia I
dari "Firman Tuhan Harian"

*DESKRIPSI
*ESENSI IMANMU: MENJILAT ATAU MENGENAL TUHAN
Banyak orang telah mengikut Tuhan tanpa keraguan sampai saat ini. Mereka telah mengalami banyak kelelahan selama beberapa tahun. Tuhan memahami dengan sangat jelas karakter bawaan dan kebiasaan setiap orang. Tetapi sayangnya, meskipun Tuhan telah memahami banyak tentang manusia, manusia tidak memahami apa pun tentang Tuhan.

Tak heran manusia terkecoh oleh tipu daya pada saat yang membingungkan. Manusia tidak memahami apa pun tentang watak Tuhan, apalagi menyelami apa yang ada di dalam pikiran-Nya. Sekarang, kesalahpahaman mengenai Tuhan semakin besar, dan iman manusia tetap merupakan iman yang bingung.

*Alih-alih mengatakan beriman kepada Tuhan, lebih tepat mengatakan manusia hanya berusaha menjilat untuk memperoleh perkenanan-Nya dan mencari muka kepada-Nya.* Motifnya sangat sederhana: “Aku akan mengikuti siapa pun yang dapat memberiku upah, dan aku akan memercayai siapa pun yang dapat meluputkan aku dari bencana besar, entah dia adalah Tuhan atau Tuhan yang mana pun. Yang mana pun jadi, aku tak peduli.”

Ada banyak orang semacam itu, dan keadaan ini sangat serius. Jika suatu hari ada ujian untuk melihat seberapa banyak yang beriman kepada Kristus karena pemahaman tentang esensi-Nya, dikhawatirkan tak seorang pun yang akan memenuhi keinginan Tuhan.

*Jadi, renungkanlah pertanyaan ini:*
Tuhan yang kaupercayai sangat berbeda dengan Tuhan yang sejati, dan karena itu, apa esensi imanmu kepada Tuhan? Semakin engkau percaya kepada yang engkau sebut sebagai Tuhan, semakin jauh engkau menyimpang dari Tuhan yang sejati.

*Lalu apa inti dari masalah ini?* Tak seorang pun pernah merenungkan pertanyaan seperti itu. Tetapi pernahkah keseriusan masalah ini terpikirkan olehmu? Sudahkah engkau memikirkan konsekuensinya apabila terus percaya dengan cara ini?

*HASHTAG*
















---
*RANGKUMAN 3 POIN KUTIPAN 319 UTUH:*
1. *Iman tanpa pengenalan = iman bingung* — Secara lahiriah taat, tetapi hakikatnya tidak beriman dan tidak mengasihi Kristus karena tidak kenal watak & hakikat-Nya.
2. *Motif rusak = menjilat* — Banyak orang percaya hanya untuk upah dan luput dari bencana, bukan karena mengasihi Tuhan. Tuhan yang dipercayai berbeda dengan Tuhan yang sejati.
3. *Peringatan serius* — Semakin percaya pada “Tuhan samar” buatan perasaan, semakin jauh dari Tuhan. Jika diuji soal pemahaman esensi Kristus, dikhawatirkan tak ada yang lulus.

Firman Tuhan Harian: Kutipan 319
dari "Firman Tuhan Harian"
Engkau semua ingin menerima upah di hadapan Tuhan dan diperkenan oleh-Nya; semua orang mengharapkan hal-hal seperti itu ketika mereka mulai percaya kepada Tuhan, karena semua orang disibukkan dengan pengejaran akan hal-hal yang lebih tinggi, dan tak seorang pun mau tertinggal dari orang lain. Inilah keadaan manusia. Justru karena alasan ini, banyak di antaramu yang terus-menerus berusaha menjilat Tuhan yang di surga, tetapi sebenarnya, kesetiaan dan ketulusan hatimu kepada Tuhan jauh lebih rendah daripada kesetiaan dan ketulusan hatimu kepada dirimu sendiri. Mengapa Kukatakan ini? Karena Aku sama sekali tidak mengakui kesetiaanmu kepada Tuhan dan, selain itu, karena Aku menolak keberadaan Tuhan yang ada di dalam hatimu. Dengan kata lain, Tuhan yang kausembah, Tuhan yang samar yang kau kagumi, sama sekali tidak ada. Alasan Aku dapat mengatakan ini dengan sangat pasti adalah karena engkau semua terlalu jauh dari Tuhan yang sejati. Alasan kesetiaanmu adalah keberadaan berhala di dalam hatimu; sedangkan Aku, Tuhan yang tidak kaupandang sebagai Tuhan yang besar ataupun kecil, hanya engkau akui dengan kata-kata. Ketika Kukatakan engkau semua jauh dari Tuhan, maksud-Ku adalah engkau semua jauh dari Tuhan yang sejati, sementara Tuhan yang samar tampaknya dekat. Ketika Aku berkata, “tidak besar,” ini mengacu pada bagaimana Tuhan yang kaupercayai pada saat ini tampaknya hanya merupakan pribadi tanpa kemampuan yang hebat, sosok pribadi yang tidak terlalu mulia. Dan ketika Aku berkata “tidak kecil,” ini berarti bahwa, walaupun pribadi ini tidak dapat memanggil angin dan memerintahkan hujan, tetapi Dia dapat memanggil Roh Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang mengguncangkan langit dan bumi, membuat manusia benar-benar terkecoh. Secara lahiriah, engkau semua tampak sangat taat kepada Kristus yang di bumi ini, tetapi pada hakikatnya, engkau tidak memiliki iman kepada-Nya, juga tidak mengasihi-Nya. Dengan kata lain, pribadi yang sebenarnya kaupercayai adalah Tuhan yang samar yang ada dalam perasaanmu, dan pribadi yang sebenarnya kaukasihi adalah Tuhan yang kaurindukan siang dan malam, tetapi yang tidak pernah kaulihat secara langsung. Terhadap Kristus ini, imanmu sangat kecil, dan kasihmu tidak ada apa-apanya. Iman berarti keyakinan dan kepercayaan, kasih berarti pemujaan dan kekaguman di dalam hati seseorang, keduanya tidak pernah bterpisah. Namun, iman dan kasihmu kepada Kristus yang sekarang ini sangat kurang akan hal ini. Dalam hal iman, bagaimanakah engkau beriman kepada-Nya? Dalam hal kasih, dengan cara apakah engkau mengasihi-Nya? Engkau semua sama sekali tidak memiliki pemahaman tentang watak-Nya, apalagi mengetahui hakikat-Nya, jadi bagaimana engkau beriman kepada-Nya? Di manakah kenyataan imanmu kepada-Nya? Bagaimana engkau mengasihi-Nya? Di mana kenyataan kasihmu untuk-Nya?
dari "Firman Tuhan Harian"Banyak orang telah mengikut Aku tanpa keraguan sampai saat ini. Demikian p**a, engkau semua telah mengalami banyak kelelahan selama beberapa tahun terakhir. Karakter bawaan dan kebiasaanmu masing-masing telah Kupahami dengan sangat jelas; berinteraksi denganmu semua sangatlah sulit. Sayangnya, meskipun Aku telah memahami banyak tentang dirimu, engkau semua tidak memahami apa pun tentang diri-Ku. Tak heran orang mengatakan engkau semua terkecoh oleh tipu daya seseorang pada saat yang membingungkan. Memang, engkau semua tidak memahami apa pun tentang watak-Ku, apalagi menyelami apa yang ada di dalam pikiran-Ku. Sekarang, kesalahpahamanmu mengenai Diri-Ku semakin besar, dan imanmu kepada-Ku tetap merupakan iman yang bingung. Alih-alih mengatakan bahwa engkau semua beriman kepada-Ku, akan lebih tepat mengatakan bahwa engkau semua hanya berusaha menjilat untuk memperoleh perkenanan-Ku dan mencari muka kepada-Ku. Motifmu sangat sederhana: aku akan mengikuti siapa pun yang dapat memberiku upah, dan aku akan memercayai siapa pun yang dapat meluputkan aku dari bencana besar, entah dia adalah Tuhan atau Tuhan yang mana pun. Yang mana pun jadi, aku tak peduli. Ada banyak orang semacam itu di antaramu, dan keadaan ini sangat serius. Jika, suatu hari, ada sebuah ujian diberikan untuk melihat seberapa banyak di antaramu yang beriman kepada Kristus karena pemahaman tentang esensi-Nya, Aku khawatir tak seorang pun dari antaramu yang akan memenuhi keinginan-Ku. Jadi, tidak ada salahnya bagi setiap orang di antaramu untuk merenungkan pertanyaan ini: Tuhan yang kaupercayai sangat berbeda dengan diri-Ku, dan karena itu, apa esensi imanmu kepada Tuhan? Semakin engkau percaya kepada yang engkau sebut sebagai Tuhan, semakin jauh engkau menyimpang dari-Ku. Lalu apa inti dari masalah ini? Aku yakin tak seorang pun dari antaramu pernah merenungkan pertanyaan seperti itu, tetapi pernahkah keseriusan masalah ini terpikirkan olehmu? Sudahkah engkau memikirkan konsekuensinya apabila terus percaya dengan cara ini?
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi”
dari "Firman Tuhan Harian"

⭐*FIRMAN TUHAN HARIAN KUTIPAN 311* 📖🔥  👉*Iblis tidak pernah cuti.*  *Kerjanya: ganggu Tuhan, bikin kita nyerah,  kecewa ...
27/04/2026

⭐*FIRMAN TUHAN HARIAN KUTIPAN 311* 📖🔥

👉*Iblis tidak pernah cuti.*
*Kerjanya: ganggu Tuhan, bikin kita nyerah, kecewa & "ya sudahlah"*

*Tapi Tuhan kasih bocoran:*
*"Makin kamu kenal kelicikan Iblis, makin dekat kamu sama Aku"*

*Jadi hari ini:*
*Stop salahin orang. Stop salahin keadaan.*
*Musuhnya satu: Iblis yang mau kita jauh dari Tuhan*

*Tuhan sudah tidak sabar mau menolong kamu.*
*Kamu mau pegang tangan-Nya?*
🙏

*
Firman Tuhan Harian: Kutipan 311
dari "Firman Tuhan Harian"Dari atas sampai ke bawah dan dari awal sampai akhir, Iblis telah mengganggu pekerjaan Tuhan dan bertindak dalam penentangan terhadap-Nya. Semua pembicaraan tentang “warisan budaya kuno”, “pengetahuan tentang budaya kuno” yang berharga, “ajaran Taoisme dan Konfusianisme”, “nilai-nilai Konfusius dan ritual feodal” telah membawa manusia ke dalam neraka. Pengetahuan dan teknologi zaman modern yang maju serta industri, pertanian, dan bisnis yang sangat maju, tidak terlihat di mana pun. Sebaliknya, semua itu hanya menekankan pada ritual feodal yang disebarluaskan oleh para “kera-kera” pada zaman kuno untuk dengan sengaja mengganggu, menentang, dan merombak pekerjaan Tuhan. Sampai hari ini, dia tidak saja terus menyengsarakan manusia, tetapi juga ingin menelan[1] manusia sepenuhnya. Penyebaran ajaran moral dan etika feodalisme dan pengetahuan budaya kuno yang diturunkan telah lama menjangkiti umat manusia dan mengubah mereka menjadi setan-setan besar dan kecil. Hanya sedikit dari mereka yang akan dengan senang hati menerima Tuhan, hanya sedikit yang akan dengan penuh sukacita menyambut kedatangan-Nya. Wajah seluruh umat manusia dipenuhi dengan niat membunuh, dan di setiap tempat, napas pembunuhan memenuhi udara. Mereka berusaha mengusir Tuhan dari negeri ini; dengan pisau dan pedang terhunus, mereka mengatur barisan perangnya untuk “membinasakan” Tuhan. Di seluruh negeri para setan ini, tempat manusia terus-menerus diajarkan bahwa tidak ada Tuhan, berhala-hala tersebar di mana-mana, dan udara di atasnya dipenuhi dengan bau kertas terbakar dan d**a yang memualkan, begitu tebal sehingga membuat sulit bernapas. Itu seperti bau busuk lumpur yang terbawa angin bersama dengan ular beracun yang menggeliat-geliat, sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa menahan muntah. Selain itu, samar-samar terdengar suara roh-roh jahat melantunkan nyanyian, suara yang sepertinya datang dari jauh di neraka, sedemikian rupa sehingga orang pasti akan gemetar. Di seluruh negeri ini ditempatkan berhala dengan semua warna pelangi, yang mengubah negeri ini menjadi dunia kenikmatan hawa nafsu, sementara raja setan terus tertawa dengan culas, seolah-olah rencana jahatnya telah berhasil. Sementara itu, manusia tetap sama sekali tidak menyadarinya, juga tidak sadar sedikit pun bahwa setan telah merusaknya sampai pada titik di mana dia menjadi tak sadarkan diri dan menundukkan kepalanya dalam kekalahan. Iblis ingin, dalam satu gebrakan, melenyapkan segala sesuatu tentang Tuhan, dan sekali lagi mencemari dan membunuh-Nya; itu dimaksudkan untuk menghancurkan dan mengganggu pekerjaan-Nya. Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan menyamai statusnya? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan “ikut campur” dalam pekerjaannya di antara manusia di bumi? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan? Bagaimana mungkin dia membiarkan Tuhan mengacaukan pekerjaannya? Bagaimana mungkin si setan ini, yang penuh dengan kemarahan, membiarkan Tuhan memegang kendali atas pengadilan kerajaannya di bumi? Bagaimana mungkin dia dengan rela tunduk pada kemahakuasaan-Nya? Wajah aslinya yang mengerikan sudah tersingkap apa adanya, sehingga manusia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, dan itu benar-benar sulit untuk dibicarakan. Bukankah itulah hakikat si setan? Memiliki jiwa yang buruk, tetapi tetap menganggap dirinya luar biasa indah. Gerombolan kaki tangan dalam kejahatan[2] ini! Mereka turun ke alam fana untuk menikmati kesenangan dan menyebabkan keributan, mengaduk-aduk segala sesuatu sedemikian rupa sehingga dunia menjadi tempat yang berubah-ubah dan tidak konstan serta hati manusia dipenuhi dengan kepanikan dan kegelisahan, dan mereka telah mempermainkan manusia sedemikian rupa sehingga penampilannya telah menjadi seperti binatang buas yang tidak manusiawi, sangat buruk, di mana jejak terakhir dari manusia yang awalnya kudus telah hilang. Selain itu, mereka bahkan ingin mendapatkan kekuasaan berdaulat di bumi. Mereka merintangi pekerjaan Tuhan sedemikian rupa sehingga itu hampir tidak bisa maju sedikit pun, dan mereka menutup manusia serapat tembok yang terbuat dari tembaga dan besi. Setelah melakukan begitu banyak dosa yang serius dan menyebabkan begitu banyak bencana, apakah mereka masih mengharapkan sesuatu selain hajaran? Setan dan roh jahat telah mengamuk di bumi selama beberapa waktu, dan telah menutup maksud dan upaya Tuhan yang sungguh-sungguh dengan begitu rapatnya sehingga mereka tidak dapat ditembus. Sungguh, ini adalah dosa yang kejam! Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa cemas? Bagaimana mungkin Tuhan tidak merasa murka? Mereka telah dengan keras menghalangi dan menentang pekerjaan Tuhan: Betapa memberontaknya mereka! Bahkan setan-setan itu, baik besar maupun kecil, berperilaku seperti serigala di belakang singa, dan mengikuti arus jahat, membuat gangguan ke mana pun mereka pergi. Mengetahui kebenaran, mereka dengan sengaja menentangnya, anak-anak pemberontak ini! Seolah-olah, sekarang setelah raja neraka naik ke atas takhta raja, mereka menjadi sombong dan berpuas diri, memperlakukan orang lain dengan jijik. Berapa banyak di antara mereka yang mencari kebenaran dan mengikuti keadilan? Mereka semua adalah binatang buas, tidak lebih baik daripada babi dan anjing, berada di depan sekelompok lalat busuk, mengibaskan kepala mereka memberi selamat pada diri sendiri dan menyebabkan berbagai macam masalah,[3] di tengah-tengah tumpukan kotoran. Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang terhebat dari semuanya, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri tidak lebih daripada lalat-lalat busuk. Namun, mereka memanfaatkan kekuatan babi dan anjing yang menjadi induk mereka untuk memperkecil keberadaan Tuhan. Sebagai lalat kecil, mereka percaya induk mereka sama besarnya dengan ikan paus biru.[4] Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa, sementara mereka sendiri sangat kecil, induk mereka adalah anjing dan babi najis yang ratusan juta kali lebih besar daripada mereka. Tidak sadar akan posisi mereka sendiri yang rendah, mereka mengandalkan bau busuk yang dikeluarkan oleh babi dan anjing itu untuk mengamuk, dengan sia-sia berpikir untuk melahirkan generasi yang akan datang, sungguh tak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini mengacu pada pengakuan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan pesona mereka di mana-mana, sementara mereka dengan diam-diam melemparkan kenajisan di tubuh mereka sendiri ke atas manusia. Selain itu, mereka sangat senang dengan diri mereka sendiri, seolah-olah mereka dapat menggunakan sepasang sayap berwarna pelangi untuk menyembunyikan kenajisan mereka, dan dengan cara ini mereka membawa penindasan mereka untuk menganiaya keberadaan Tuhan yang benar (ini mengacu pada apa yang terjadi di balik layar di dunia keagamaan). Bagaimana manusia bisa mengetahui bahwa, seindah apa pun sayap seekor lalat, lalat itu sendiri sebenarnya tidak lebih daripada makhluk yang sangat kecil, dengan perut yang penuh kotoran dan tubuh yang dipenuhi dengan kuman? Dengan kekuatan anjing dan babi sebagai induk mereka, mereka mengamuk di seluruh negeri (ini mengacu pada para pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan yang kuat dari negara yang mengkhianati Tuhan yang benar dan kebenaran) dengan kebiadaban mereka yang tak terkendali. Seolah-olah hantu orang Farisi Yahudi telah kembali bersama dengan Tuhan ke negeri si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka telah memulai babak penganiayaan lainnya, melanjutkan kembali pekerjaan mereka beberapa ribu tahun yang lalu. Sekelompok makhluk bobrok ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Tampaknya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi semakin licik dan licin. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk mengacaukan pekerjaan Tuhan secara diam-diam. Dengan tipu muslihat dan tipu daya yang berlimpah, mereka ingin mengulang kembali tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah air mereka, membuat Tuhan hampir berteriak. Dia hampir tidak mampu menahan diri-Nya untuk kembali ke tingkat yang ketiga dari surga untuk membinasakan mereka. Untuk manusia mengasihi Tuhan, dia harus memahami maksud-maksud-Nya, mengetahui sukacita dan dukacita-Nya, dan memahami apa yang dibenci-Nya. Melakukan ini akan lebih memacu jalan masuk manusia. Makin cepat jalan masuk manusia, makin cepat maksud-maksud Tuhan terpenuhi. Semakin jelas manusia mengenali si raja setan, semakin dekat dia kepada Tuhan, sehingga kerinduan-Nya dapat tercapai.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"
Seolah-olah, sekarang setelah raja neraka naik ke atas takhta raja, mereka menjadi sombong dan berpuas diri, memperlakukan orang lain dengan jijik. Berapa banyak di antara mereka yang mencari kebenaran dan mengikuti keadilan? Mereka semua adalah binatang buas, tidak lebih baik daripada babi dan anjing, berada di depan sekelompok lalat busuk, mengibaskan kepala mereka memberi selamat pada diri sendiri dan menyebabkan berbagai macam masalah,[3] di tengah-tengah tumpukan kotoran. Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang terhebat dari semuanya, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri tidak lebih daripada lalat-lalat busuk. Namun, mereka memanfaatkan kekuatan babi dan anjing yang menjadi induk mereka untuk memperkecil keberadaan Tuhan. Sebagai lalat kecil, mereka percaya induk mereka sama besarnya dengan ikan paus biru.[4] Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa, sementara mereka sendiri sangat kecil, induk mereka adalah anjing dan babi najis yang ratusan juta kali lebih besar daripada mereka. Tidak sadar akan posisi mereka sendiri yang rendah, mereka mengandalkan bau busuk yang dikeluarkan oleh babi dan anjing itu untuk mengamuk, dengan sia-sia berpikir untuk melahirkan generasi yang akan datang, sungguh tak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini mengacu pada pengakuan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan pesona mereka di mana-mana, sementara mereka dengan diam-diam melemparkan kenajisan di tubuh mereka sendiri ke atas manusia. Selain itu, mereka sangat senang dengan diri mereka sendiri, seolah-olah mereka dapat menggunakan sepasang sayap berwarna pelangi untuk menyembunyikan kenajisan mereka, dan dengan cara ini mereka membawa penindasan mereka untuk menganiaya keberadaan Tuhan yang benar (ini mengacu pada apa yang terjadi di balik layar di dunia keagamaan). Bagaimana manusia bisa mengetahui bahwa, seindah apa pun sayap seekor lalat, lalat itu sendiri sebenarnya tidak lebih daripada makhluk yang sangat kecil, dengan perut yang penuh kotoran dan tubuh yang dipenuhi dengan kuman? Dengan kekuatan anjing dan babi sebagai induk mereka, mereka mengamuk di seluruh negeri (ini mengacu pada para pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan yang kuat dari negara yang mengkhianati Tuhan yang benar dan kebenaran) dengan kebiadaban mereka yang tak terkendali. Seolah-olah hantu orang Farisi Yahudi telah kembali bersama dengan Tuhan ke negeri si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka telah memulai babak penganiayaan lainnya, melanjutkan kembali pekerjaan mereka beberapa ribu tahun yang lalu. Sekelompok makhluk bobrok ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Tampaknya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi semakin licik dan licin. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk mengacaukan pekerjaan Tuhan secara diam-diam. Dengan tipu muslihat dan tipu daya yang berlimpah, mereka ingin mengulang kembali tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah air mereka, membuat Tuhan hampir berteriak. Dia hampir tidak mampu menahan diri-Nya untuk kembali ke tingkat yang ketiga dari surga untuk membinasakan mereka. Untuk manusia mengasihi Tuhan, dia harus memahami maksud-maksud-Nya, mengetahui sukacita dan dukacita-Nya, dan memahami apa yang dibenci-Nya. Melakukan ini akan lebih memacu jalan masuk manusia. Makin cepat jalan masuk manusia, makin cepat maksud-maksud Tuhan terpenuhi. Semakin jelas manusia mengenali si raja setan, semakin dekat dia kepada Tuhan, sehingga kerinduan-Nya dapat tercapai.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"
Seolah-olah, sekarang setelah raja neraka naik ke atas takhta raja, mereka menjadi sombong dan berpuas diri, memperlakukan orang lain dengan jijik. Berapa banyak di antara mereka yang mencari kebenaran dan mengikuti keadilan? Mereka semua adalah binatang buas, tidak lebih baik daripada babi dan anjing, berada di depan sekelompok lalat busuk, mengibaskan kepala mereka memberi selamat pada diri sendiri dan menyebabkan berbagai macam masalah,[3] di tengah-tengah tumpukan kotoran. Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang terhebat dari semuanya, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri tidak lebih daripada lalat-lalat busuk. Namun, mereka memanfaatkan kekuatan babi dan anjing yang menjadi induk mereka untuk memperkecil keberadaan Tuhan. Sebagai lalat kecil, mereka percaya induk mereka sama besarnya dengan ikan paus biru.[4] Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa, sementara mereka sendiri sangat kecil, induk mereka adalah anjing dan babi najis yang ratusan juta kali lebih besar daripada mereka. Tidak sadar akan posisi mereka sendiri yang rendah, mereka mengandalkan bau busuk yang dikeluarkan oleh babi dan anjing itu untuk mengamuk, dengan sia-sia berpikir untuk melahirkan generasi yang akan datang, sungguh tak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini mengacu pada pengakuan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan pesona mereka di mana-mana, sementara mereka dengan diam-diam melemparkan kenajisan di tubuh mereka sendiri ke atas manusia. Selain itu, mereka sangat senang dengan diri mereka sendiri, seolah-olah mereka dapat menggunakan sepasang sayap berwarna pelangi untuk menyembunyikan kenajisan mereka, dan dengan cara ini mereka membawa penindasan mereka untuk menganiaya keberadaan Tuhan yang benar (ini mengacu pada apa yang terjadi di balik layar di dunia keagamaan). Bagaimana manusia bisa mengetahui bahwa, seindah apa pun sayap seekor lalat, lalat itu sendiri sebenarnya tidak lebih daripada makhluk yang sangat kecil, dengan perut yang penuh kotoran dan tubuh yang dipenuhi dengan kuman? Dengan kekuatan anjing dan babi sebagai induk mereka, mereka mengamuk di seluruh negeri (ini mengacu pada para pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan yang kuat dari negara yang mengkhianati Tuhan yang benar dan kebenaran) dengan kebiadaban mereka yang tak terkendali. Seolah-olah hantu orang Farisi Yahudi telah kembali bersama dengan Tuhan ke negeri si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka telah memulai babak penganiayaan lainnya, melanjutkan kembali pekerjaan mereka beberapa ribu tahun yang lalu. Sekelompok makhluk bobrok ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Tampaknya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi semakin licik dan licin. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk mengacaukan pekerjaan Tuhan secara diam-diam. Dengan tipu muslihat dan tipu daya yang berlimpah, mereka ingin mengulang kembali tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah air mereka, membuat Tuhan hampir berteriak. Dia hampir tidak mampu menahan diri-Nya untuk kembali ke tingkat yang ketiga dari surga untuk membinasakan mereka. Untuk manusia mengasihi Tuhan, dia harus memahami maksud-maksud-Nya, mengetahui sukacita dan dukacita-Nya, dan memahami apa yang dibenci-Nya. Melakukan ini akan lebih memacu jalan masuk manusia. Makin cepat jalan masuk manusia, makin cepat maksud-maksud Tuhan terpenuhi. Semakin jelas manusia mengenali si raja setan, semakin dekat dia kepada Tuhan, sehingga kerinduan-Nya dapat tercapai.
—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, “Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)”
dari "Firman Tuhan Harian"

Address

Palangkaraya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Belajar Alkitab posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share