11/08/2020
.
Ada Sebuah Kisah, Ketika Seorang Suami Menangis kepada Sahabatnya.
Sahabatnya itu pun bertanya, "Kenapa Kau Menangis tersedu-sedu seperti ini?"
Sang Suami menjawab, "Istriku sedang sakit demam"
Sahabatnya bertanya lagi, "Sebegitu Cintanyakah Kau?Sehingga Istri sakit demam saja sampai Menangis sangat dlm seperti ini?
Sang Suami menjawab, "Kau tahu siapa Istriku?".
Lalu Sang Suami menceritakan pada Sahabatnya, Aku ini Miskin, tdk punya pekerjaan tetap & setiap hari Keluargaku hanya makan dngn kacang,itu pun jika aku p**ang.
Jika aku tak p**ang karena blm mendapat apa "untuk dimakan paling Istriku hanya minum air atau berpuasa.
Suatu hari Keluarga Mertuaku Mengundang Kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan Istriku Berasal dari keluarga kaya.
Saat Aku duduk berkumpul bersama Mertuaku & Keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang mewah, Aku tidak menemukan Istriku. Lalu Aku bertanya kepada Ibu Mertuaku,
"Dimanakah Istriku Ibu?". Ibu mertuaku menjawab, "Istrimu sedang di dapur, Dia mencari kacang.....Katanya Dia sudah bosan dngn Hidangan lauk & daging, sehingga Dia sangat ingin makan kacang"
Ketika mendengar itu Ayah Mertuaku langsung Memelukku sambil berkata,... "Terima kasih Menantuku Kau telah mencukupi Nafkah Anakku dngn baik, sampai "Dia bosan makan daging & Malah ingin mencoba makan kacang."
Saat itu Dadaku tersesak, Menahan tangis.
Lalu saat p**ang ke rumah Kami Aku tak bisa lagi menahan tangis, Sambil ku Peluk erat Istriku ...
"Betapa Engkau sangat menjaga Kehormatanku di Hadapan Orang lain Wahai Istriku walau pun itu Orang Tuamu Sendiri, Sedangkan Aku tahu Setiap hari Kau Hidup Kekurangan disini, bahkan Sampai tdk makan sama sekali."
Istriku hanya menjawab, "Aku berkewajiban Menjaga Kehormatanmu, Karena Istri adalah Pakaian Suami & Suami adalah Pakaian Istri. Karena itu Istri adalah kehormatan Suaminya, begitu juga pun sebaliknya Suami adalah Kehormatan bagi Isterinya".
Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ …
“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim, lihat juga Kump**an Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).
✅Hadits ini memberi bekal pada kita agar dengan pasangan hidup kita, harus lebih menutup aib dan menjaga kehormatan mereka.
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” (HR. At Tirmidzi)
✅Pemahaman Seperti ini Penting dimiliki oleh Setiap Keluarga Muslim, agar interaksi ideal dalam rumah tangga dapat diwujudkan secara bersama-sama. Patut kita bertanya dalam dada masing-masing, adakah yang lebih utama dari berkeluarga selain memupuk akhlakul karimah?
Subhanallah..
❇SEMOGA BERMANFAAT...🙏🙏