Hidayatullah Sleman

Hidayatullah Sleman Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Sleman

📢 Santri CahyaQu, Saatnya Kembali ke Pondok!Liburan Idul Fitri sudah berakhir, saatnya kembali melangkah dalam perjalana...
31/03/2026

📢 Santri CahyaQu, Saatnya Kembali ke Pondok!

Liburan Idul Fitri sudah berakhir, saatnya kembali melangkah dalam perjalanan menuntut ilmu 🌙📖

Kami mengingatkan kepada seluruh santri Pesantren CahyaQu Hidayatullah Sleman untuk kembali ke pondok pada:

🗓 Selasa, 31 Maret 2026
⏰ Maksimal pukul 17.00 WIB

Mari luruskan kembali niat, semangat baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kami berharap ananda dapat hadir tepat waktu agar kegiatan pesantren berjalan dengan tertib dan penuh keberkahan 🤲

Terima kasih atas kerja sama Bapak/Ibu.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh





🌙Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.Di Pesantren CahyaQu, para santri tidak hanya membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi j...
05/03/2026

🌙Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.

Di Pesantren CahyaQu, para santri tidak hanya membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mentadabburi seluruh 30 juz untuk menggali hikmah, pelajaran, dan petunjuk hidup dari ayat-ayat Allah.

Melalui program Tadabbur 30 Juz, santri belajar memahami pesan Al-Qur’an agar menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan beramal.
Karena tujuan Al-Qur’an bukan sekadar dibaca, tetapi dipahami dan diamalkan.
Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya.




04/03/2026

✨ Tadabbur 30 Juz Al-Qur’an – Madrasah Ramadhan 1447 H ✨

Alhamdulillah, santri Pesantren CahyaQu Hidayatullah Sleman kembali menghidupkan Ramadhan dengan program Tadabbur 30 Juz Al-Qur’an.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Shād: 29:

“Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan agar mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai akal.”

Tadabbur bukan sekadar membaca, tetapi menghadirkan hati, memahami makna, dan mengamalkan dalam kehidupan. Setiap juz yang ditadabburi menjadi langkah untuk membentuk karakter santri yang:
📖 Mutakhaliqun bil Qur’an (berakhlak Qur’ani)
🧠 kuat Tsaqofah Islamiyahnya
🤲 Mujiiddun fil ibadah (Kokoh dalam ibadah)
🌱 Dain Ilallah (Siap menjadi dai dan teladan umat)

Semoga Allah jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam hati, penuntun langkah, dan pembangun peradaban dari pesantren.





16/02/2026

MTs Hidayatullah Yogyakarta kembali menyelenggarakan Khotmul Qur’an & Imtihan Ke-II pada Sabtu, 26 Sya’ban 1446 H/14 Februari 2026 M, pukul ...

08/11/2025

Tarbiyah Jasadiyah - Kepanduan Sako Hidayatullah

Jasad yang kuat adalah penopang iman yang kokoh. Santri CahyaQu Sleman hari ini berlatih di alam terbuka untuk materi penting: Tandu & Teknik Evakuasi dalam kegiatan Sako Hidayatullah.

Ini bukan sekadar teori, tapi skill yang wajib dikuasai! Ketika bencana atau kecelakaan datang, santri harus menjadi yang terdepan dalam memberi pertolongan.
Kami belajar, kami tangguh, kami siap! 🇮🇩

Menjadi santri bukan sekadar menuntut ilmu, tapi menjaga warisan perjuangan.Dari pesantren, lahir generasi yang berilmu,...
22/10/2025

Menjadi santri bukan sekadar menuntut ilmu, tapi menjaga warisan perjuangan.
Dari pesantren, lahir generasi yang berilmu, beradab, dan cinta tanah air.

Selamat Hari Santri Nasional 2025!
Santri Siaga Jiwa Raga, Jihad Santri Jayakan Negeri 🇮🇩

✨ Alhamdulillah, Barakallah! ✨Selamat dan sukses kepada santri Hamzah Abdurrahman (Kelas 11) yang telah menyelesaikan se...
28/09/2025

✨ Alhamdulillah, Barakallah! ✨

Selamat dan sukses kepada santri Hamzah Abdurrahman (Kelas 11) yang telah menyelesaikan setoran hafalan 30 Juz Al-Qur’an di Pesantren Cahaya Al-Qur’an Hidayatullah Sleman.

Semoga senantiasa diberi kemudahan, kelancaran, dan keistiqamahan dalam menjaga serta mengamalkan Al-Qur’an. Semoga menjadi hafidz yang muttaqin, Ahlul Ilmi, Ahlul Qur’an, dan Ahlul Ibadah. Aamiin.

📖🌟
Mari terus dukung dan doakan generasi Qur’ani, generasi harapan umat!

📍Pesantren CahyaQu Hidayatullah Sleman
☎️ Konfirmasi & info: 0856-4064-4011 (Mas Khusni)

Santri kuat, NKRI hebat!Dengan Al-Qur’an di dada, kita jaga kemerdekaan Indonesia tercinta.🇮🇩 Dirgahayu Republik Indones...
17/08/2025

Santri kuat, NKRI hebat!
Dengan Al-Qur’an di dada, kita jaga kemerdekaan Indonesia tercinta.
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-80

✨ Alhamdulillah, Barakallah! ✨Selamat dan sukses kepada santri Abdurrahman Faiz (Kelas 11) yang telah menyelesaikan seto...
16/06/2025

✨ Alhamdulillah, Barakallah! ✨

Selamat dan sukses kepada santri Abdurrahman Faiz (Kelas 11) yang telah menyelesaikan setoran hafalan 30 Juz Al-Qur’an di Pesantren Cahaya Al-Qur’an Hidayatullah Sleman.

Semoga senantiasa diberi kemudahan, kelancaran, dan keistiqamahan dalam menjaga serta mengamalkan Al-Qur’an. Semoga menjadi hafidz yang muttaqin, Ahlul Ilmi, Ahlul Qur’an, dan Ahlul Ibadah. Aamiin.

📖🌟
Mari terus dukung dan doakan generasi Qur’ani, generasi harapan umat!

📍Pesantren CahyaQu Hidayatullah Sleman
☎️ Konfirmasi & info: 0856-4064-4011 (Mas Khusni)

Menuju 100 Tahun?Majalah Hidayatullah: Pembasuh Ruhiyah, Perekat HarakahDisarikan dan digubah dari sambutan Dzikrullah W...
30/05/2025

Menuju 100 Tahun?
Majalah Hidayatullah: Pembasuh Ruhiyah, Perekat Harakah

Disarikan dan digubah dari sambutan Dzikrullah W. Pramudya, Pemimpin Redaksi (2001–2004), pada Acara Milad ke-37 Majalah Hidayatullah (27/5/25)

Tanggal 22 September tahun 1888, seratus tahun sebelum terbitnya Majalah Hidayatullah, telah terbit sebuah majalah di Amerika Serikat bernama National Geographic. Majalah ini diterbitkan oleh seorang imigran Skotlandia di Amerika, Alexander Graham Bell, yang kemudian dilanjutkan oleh menantunya. Berarti saat ini majalah tersebut berusia 137 tahun.

Ketika itu, 1988, kami masih anak SMA yang ditugaskan oleh Ustadz Abdul Rahman dan direkrut oleh Ustadz Hamim Tohari untuk membantu penerbitan majalah. Pak Bowo yang rajin beli majalah-majalah bekas National Geographic dan lain-lain. Setiap bulan, kami ke pasar buku bekas Jalan Semarang, Surabaya, di dekat stasiun Pasar Turi untuk membeli berbagai majalah bekas, sebagai salah satu terobosan mencari inspirasi.

Waktu itu kami bertekad: Insyaallah, Majalah Hidayatullah akan hidup 100 tahun seperti National Geographic. Bahkan lebih. Tidak hanya dalam bentuk cetak, tapi sebagai gagasan, gerakan, dan media yang dinamis.

Tidak ada alasan selain optimis, bahwa kita bisa terus melanjutkan tugas ini. Karena ini bukan sekadar menerbitkan majalah biasa, melainkan menjadi penyambung lidah Rasulullah ﷺ. Kita ingin setiap insan yang membaca merasakan basuhan iman—mengutip istilah Ustadz Abdullah Said.

Milad atau Takziyah?

Hari ini, saat usia Majalah Hidayatullah memasuki 37 tahun, dalam kajian sejarah atau peradaban, usia 30–40 tahun adalah satu generasi. Maka, kita harus waspada: apakah ini milad atau takziyah? Insyaallah bukan takziyah.

Saya ingin mengutip surat Al-Furqan:

‎تَبٰرَكَ الَّذِيْ نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلٰى عَبْدِهٖ لِيَكُوْنَ لِلْعٰلَمِيْنَ نَذِيْرًاۙ
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar menjadi peringatan bagi seluruh alam.”

Jika Majalah Hidayatullah adalah perpanjangan dari Al-Quran, maka dia harus menjadi nadzīrā—pemberi peringatan. Ruang lingkupnya tidak boleh hanya untuk Indonesia, apalagi hanya Jawa Timur. Harus menjangkau hingga Kuba, Korea Selatan, dan negara-negara lain. Alhamdulillah, kini itu sudah terjadi lewat website, Instagram, dan YouTube. Tinggal jenis bahasanya diperbanyak. Mudah sekarang.

‎ࣙالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ
”Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi”

Karena itu, majalah ini tidak boleh berhenti karena kehabisan modal. Itu bertentangan dengan statusnya sebagai penegak Al-Furqan, karena pemodalnya adalah Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi. Ini bukan milik organisasi, tetapi milik umat Muhammad ﷺ. Maka, khidmatnya juga kepada umat, bukan sekadar kepada organisasi Hidayatullah.

‎وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرً

"(Dia Allah) tidak mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutu pun dalam kekuasaan-Nya. Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”

Ini adalah isyarat agar majalah juga mendalami terus sains dan menjadi “bahasa tengah” dalam komunikasi: bahasa jurnalistik itu tidak sekaku bahasa ilmiah, tapi juga tidak sebebas imajinasi sastra, tetapi kuat dalam isi dan indah dalam penyampaian.

Lima Fungsi Majalah Hidayatullah:

Izinkan saya merangkum pelajaran dari berbagai ceramah Allahuyarham Ustadz Abdullah Said tentang lima fungsi utama Majalah Hidayatullah.

1. Pembasuh hati dan penyegar ruhiyah
Membaca majalah ini harus seperti mendapat siraman ruhiyah yang segar.

2. Pengguncang dan penajam akal
Gagasan dakwah dan pembangunan masyarakat disampaikan lewat tulisan, baik oleh Ustadz Abdullah Said maupun tim redaksi berikutnya: Ustadz Mansur Salbu, Ustadz Abdul Latif Usman, Ustadz Hamim Tohari, Ustadz Abdul Rahman, Ustadz Muhammad Chusaini, Ustadz Ir. Sulaiman, Ustadz Rahmat Rahman, Ustadz Ainur Rofiq Syahifun dan lainnya.

3. Provokator amal saleh dan aksi
Seperti kisah Ustadz Agis Mahruri, yang batal bekerja di Kalimantan demi memilih jalan hijrah ke Gunung Tembak, setelah membaca majalah ini.

4. Tutorial teknis pengembangan masyarakat
Menjadi panduan dakwah dan tarbiyah dalam membangun masyarakat Islami.

5. Perekat jaringan harakah
Majalah ini menjadi simpul komunikasi antar-harakah Islam. Dulu, Laskar Jihad, Majelis Mujahidin, PK dan PKS, Masyumi/DDII, Muhammadiyah, dan NU, semua tokoh dan karya mereka kita angkat di majalah ini.

Kita Hendak ke Mana?

Kini, setelah 37 tahun, pertanyaan terbesarnya bukan hanya untuk majalah ini, tapi juga untuk gerakan dan harakahnya: Apa fungsi kita yang hendak dilanjutkan? Bukan hanya meneruskan warisan Ustadz Abdullah Said, tapi juga meneruskan misi Nabi Muhammad ﷺ. Modalnya sudah Allah sediakan—lebih berat dari langit dan bumi. Tidak boleh ada ruang untuk pesimis.

Optimisme kita bukan sekadar agar majalah ini bertahan. Tapi agar media ini menyebarkan seluas mungkin risalah Ilahiyah, risalah Quraniyah, dan risalah Nabawiyah ini terus berlanjut hingga 100 tahun ke depan.

Saya tutup dengan kutipan dari Sayyid Quthb dalam pengantar Tafsir _Fī Zhilālil Qurān_ (Di Bawah Naungan Al-Quran). Sebuah kutipan yang, menurut saya, mewakili p**a semangat Ustadz Abdullah Said ketika pertama kali menerbitkan majalah ini:

"Bacalah Fī Zhilāl ini, karena aku menulisnya sebagai alat untuk mendekatkan kalian kepada Al-Quran. Maka ketika kalian sudah dekat dengan Al-Qur'an, tinggalkanlah (kitab tafsir) Fī Zhilāl Qurān."

Maksudnya, karya manusia seperti Fī Zhilāl dan Majalah Suara Hidayatullah, seberapapun hebat dan indahnya ada batas umur pengaruhnya bagi manusia. Jangan disucikan secara berlebihan. Ia hanya jembatan kita mengarungi dan menggelegarkan peradaban Al-Quran. Begitu diri kita, masyarakat, dan harakah kita sudah melekat dengan gerak Al-Quran, ngebutlah. Biarkan jembatan itu dipakai oleh mereka yang baru memulai mendekat, sedangkan kita, lanjutkan dengan jembatan berikutnya, sampai sukses ke pelabuhan terakhir.

Maju terus Majalah Suara Hidayatullah. Generasi baru akan menggelegarkanmu kembali. Insyaa Allah.

Kematian adalah suatu kepastian dalam kehidupan setiap manusia. Sebagai seorang muslim, memahami dan mampu mengamalkan t...
06/03/2025

Kematian adalah suatu kepastian dalam kehidupan setiap manusia. Sebagai seorang muslim, memahami dan mampu mengamalkan tata cara mengurus jenazah sesuai dengan tuntunan syariat merupakan bagian dari fardu kifayah yang harus dikuasai oleh umat Islam.

Oleh karena itu, pada Ramadan ke 6 para santri Pesantren CahyaQu melaksanakan kegiatan Dauroh Tajhiz Mayyit untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta dalam mempersiapkan dan melaksanakan proses perawatan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai dengan ajaran Islam.

Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari pemateri yang kompeten di bidang fiqih jenazah. Selain itu, dauroh ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan kesiapan dalam menjalankan tugas mulia sebagai seorang muslim.

Semoga dengan adanya kegiatan Dauroh Tajhiz Mayyit ini, para peserta dapat meningkatkan keimanan serta keterampilan dalam mengurus jenazah dengan benar, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meraih keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Address

Https://maps. App. Goo. Gl/pRHBv6KQCiGVpqRX 6
Pakem
55582

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hidayatullah Sleman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share