Siti fatimah azahra

Siti fatimah azahra Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Siti fatimah azahra, Tutor/Teacher, Padangsidempuan.

09/09/2015

Bismillah... NIKMATNYA MEMBACA SURAH AL-FATIHAH
Pada saat membaca surah Al-Fatihah waktu shalat, banyak membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, tanpa jeda dan tak dinikmati. Padahal disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita, maka dari itu kita disunahkan berhenti sejenak setiap selesai membaca satu ayat.
Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku".
Artinya, tiga ayat diatas: Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya.
• Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin". Allah menjawab :"Hamba-Ku telah memuji-Ku".
• Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim"...Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku".
• Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin"...Allah menjawab :"Hamba-Ku memuja-Ku"
• Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”...Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.
• Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhoolliin.”...
Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (H.R. Muslim dan At-Turmudzi)
Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat... Rasakan dan resapi betul-betul jawaban indah dari Allah, satu persatu, karena Allah sesungguhnya sedang menjawab ucapan-ucapan kita.
Subhanallah...

09/09/2015

Berikan kesempatan seseorang untuk berubah. Karena orang yang hampir membunuh rasulpun kini terbaring di sebelah makam beliau ;Umar Bin Khattab

07/09/2015

KISAH NYATA : TELAT NIKAH
Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.
Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.
Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.
Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.
Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.
Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.
Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?
Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.
Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.
Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.
Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka'bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.
Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur'an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:
(وكان فضل الله عليك عظيما)
"Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar".
(An Nisa': 113)
Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.
Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:
(ولسوف يعطيك ربك فترضي)
"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas".
(Adh Dhuha: 5)
Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.
Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.
Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.
Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.
Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.
Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku.....
Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.
Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.
Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.
Akhirnya.....aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.
Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.
Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.
Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.
Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.
Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.
Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan "Selamat, anda hamil!"
Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.
Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.
Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.
Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.
Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.
Aku dikagetkan dengan pernyataannya:
"Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?
Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?
Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.
Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.
Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:
(ولسوف يعطيك ربك فترضى)
"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas". (Adh Dhuha: 5)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )
"Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami..." (Ath Thur: 48)
Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.
Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.
Jazaakumullahu khairan

06/09/2015

Kita baik terkadang orang menjadi Iri, Kita salah terkadang orang mudah marah..
Sayyidina al-Imam al-Syafi'i radhiyallahu ' anhu berkata :
رضا الناس غاية لا تدرك وليس الى السلامة من ألسنة الناس سبيل فعليك بما ينفعك فالزمه
Ridha semua manusia adalah puncak yang tidak dapat kamu capai.
Tidak ada jalan bagimu untuk selamat dari tikaman lidah-lidah manusia.
Karena itu kerjakan apa yang bermanfaat bagimu, lalu berpeganglah dengannya.
bersikaplah rendah diri dihadapan Alloh Subhaanahu wa Ta'ala
jagalah silaturahmi untuk mendapat ridha sesama manusia...
dan senyummu adalah sedekahmu yang paling murah..tapi mahal maknanya..
salam Ukhwah..

05/09/2015

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
PIKIRAN itu sifatnya seperti TANAH.
John C. Maxwell mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar berada di PIKIRAN kita (the real war is in your mind).
Karena :
PIKIRAN itu sangat kuat & dapat mempengaruhi kehidupan seseorang.
Ada pepatah mengatakan :
”Menabur dalam PIKIRAN akan menuai tindakan, menabur tindakan akan menuai kebiasaan, menabur kebiasaan akan menuai karakter”
PIKIRAN kita seumpama tanah, tanah tidak pernah peduli terhadap jenis benih apa yang hendak kita tanam.
Jika kita menabur benih jagung, misalnya, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkannya.
Apapun yang kita tanamkan dalam PIKIRAN, entah itu hal2 yang baik atau buruk, PIKIRAN kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya.
Sadar atau tidak, sering kali kita memperkatakan hal2 buruk tentang diri kita sendiri, misalnya :
hidupku penuh masalah,
aku tidak akan berhasil,
sakitku tidak akan sembuh,
keluargaku hancur berantakan,
aku bodoh dan miskin,
masa depanku suram, dsb.
Hal2 negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh PIKIRAN kita dalam bentuk sikap & tindakan, yang pada gilirannya akan menghasilkan sesuatu yang sama seperti yang kita tanamkan dalam PIKIRAN kita.
Oleh sebab itu, tanamkan hal yg positif di benak kita, maka kita akan menjadi luar biasa ....
Jangan biarkan dan dengarkan orang lain mencuri impian kita dengan perkataan" yg sia",
Menangkanlah peperangan dlm pikiran kita dengan hal2 yg positif dan benar..!!
"be positive thinking & Positive thing will happen in your Life"

03/09/2015

Seorang gadis membeli sebuah hape keluaran terbaru.
Untuk melengkapi hapenya nya gadis itu juga membeli layar antigores dan sebuah cover cantik untuk hape tersebut.
Gadis itu menunjukkan handphone barunya kepada sang ayah, kemudian terjadi percakapan seperti di bawah ini:
Ayah: “Wah, hape mu bagus sekali nak. Berapa harganya?”
Gadis: “Harga hapenya 7 juta, 200 ribu untuk covernya, dan 100 ribu untuk antigoresnya.”
Ayah: “Oh, kenapa kamu sampai harus membeli cover dan antigoresnya? Padahal kamu bisa menghemat 300 ribu”.
Gadis: “Ayah! Aku sudah menghabiskan 7 juta untuk membeli hape ini, bagaimana kalau hape ini sampai rusak!? 300 ribu bukan apa-apa dibanding keamanan hapeku. Lagipula covernya membuat hapeku semain terlihat cantik.”
Ayah:” Hmm, bukankah berarti produsen hapemu itu teledor karena membuat hape yang tidak cukup aman jika tidak pakai perlindungan?”
Gadis:” Tidak Ayah! Produsen Hape ini sendiri yang merekomendasikan untuk membeli layar antigores dan cover untuk perlindungan. Dan aku tentu tidak mau Hapeku rusak!”
Ayah: “Apakah semua itu malah membuat kecantikan hapemu berkurang?”
Gadis: “Tidak, malah Hapeku semakin terlihat cantik”.
Sang ayah menatap anak perempuannya kesayangannya dengan senyum penuh sayang.
Kemudian sang ayah berucap, “Anakku, kamu tahu ayah sangat menyayangimu. Kamu membayar 7 juta untuk membeli hape favoritmu dan 300 ribu untuk perlindungannya.
Dan Ayah sudah membayar dengan segenap hidup ayah untuk memilikimu, apalah artinya kalau kau tidak mengcover dirimu dengan hijab untuk perlindunganmu.
Handphone ini tidak akan dipertanyakan di akhirat ini, tapi anakku, kau dan ayah akan dipertanyakan tentang perlindunganmu.”

03/09/2015

Bismillah.... JIKA ESOK AKU TIADA ..
Hari ini orang memanggilku Nama, mungkin esok orang memanggil ku Almarhum.
Hari ini aku memakai pakaian yang indah & mewah, mungkin esok aku akan memakai kain kafan.
Hari ini aku berpijak di atas tanah, mungkin esok aku terbujur di bawah tanah.
Hari ini aku bisa mandi sendiri, mungkin esok aku di mandikan orang lain.
Hari ini aku shalat di belakang imam, mungkin esok aku di shalat kan di depan imam.
Hari ini aku bahagia bersama orang2 di sekelilingku, mungkin esok aku sendirian di sana.
Yaa ALLAH Yaa RABBI : Ampunilah Dosa-dosa Hamba..
Berilah Hamba kemampuan untuk beribadah kepada-MU dan berilah Hamba kemampuan untuk menghindari kemaksiatan.
Aamiin..

03/09/2015

Smoga bs jadi bahan renungan.. aamiin
Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:
Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.....
Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.
Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia". Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat! Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan suami/istri tercinta. Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan akhiratmu? Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dengan sungguh2;
Menjalankan kewajiban-kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam. Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin"

03/09/2015

Malu Kepada Alloh Ta’ala dengan sebenar-benarnya
Yang demikian itu dengan selalu muroqobah (merasa selalu diawasi) dan takut kepada Allah Azza wa jalla di setiap keadaan dan tempat. Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah bersabda:
“Malulah kalian kepada Alloh dengan sebenarnya“.
Kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami benar-benar malu walhamdulillah‘. Beliau berkata, “Bukan begitu, tetapi malu kepada Allah yang sebenarnya adalah engkau menjaga kepala dan apa yang ada di sana (mata, lidah, telinga), engkau menjaga perut serta anggota badan yang ada di sekitarnya, dan ingatlah kematian dan kehancuran.
Barangsiapa menginginkan akhirat maka ia meninggalkan perhiasan dunia. Siapa saja yang melakukan hal itu, maka ia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya”
[HR. at-Tirmidzi]
Malu bagi wanita adalah suatu kodrat yang tidak akan lepas dari wanita yang beriman, khususnya dalam bergaul dengan laki-laki ajnabi. Hilangnya rasa malu adalah pertanda telah terkikisnya iman dan awal hancurnya peradaban manusia. Tidak berjabat tangan dengan laki-laki ajnabi.
‘Aisyah berkata:
“Demi Allah, Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun (yang bukan mahramnya). Beliau membaiat para wanita dengan perkataan”
[HR. al-Bukhari]
Al-Imam an-Nawawi berkata: “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) berkata: ‘Segala sesuatu yang haram dilihat, maka lebih haram lagi bila disentuh’.”
Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang laki-lali yang menjabat tangan wanita dengan bajunya (sebagai lapis), beliau berkata: “Tetap tidak boleh!”
[Al-Adab asy-Syar’iyyah 2/257]
“Ditusuknya kepala seorang lelaki dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak hala baginya (bukan mahromnya)” [HR. ath-Thabrani] Menjaga muru’ah (kesopanan) dan kesucian diri
Akhlak yang satu ini sangat diperlukan bagi muslimah dewasa ini agar tidak terseret pada lingkaran setan dan rayuan Iblis, baik dari kalangan jin maupun manusia.
Di antara bentuk penjagaan terhadap kesucian diri antara lain seperti menghindari komunikasi langsung dengan lelaki ajnabi, baik lewat SMS, telepon, internet, maupun surat. Jika ada keperluan mendesak, hendaknya melalui mahramnya atau orang lain yang dianggap tsiqah (bisa dipercaya). Allah Ta’ala berfirman:
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”
[QS. al-Ahzab : 53]

03/09/2015

Assalamu alaaikum warahmatullahi wabarakatuh
HIDUP BAHAGIA di era global ma'siyat,
1. Tetap serius & disiplinkan diri dalam TAAT walau dianggap asing, kampungan, sok alim, riya dsb,
2. Selalu setiap hari mulai waktu fajar berinteraksi dg ALQUR'AN,
3. "Ihyaaussunnah" konsisiten menghidupkan SUNNAH SUNNAH RASULULLAH, seperti tahajjud, dhuha, jaga wudhu, membiasakan zikir di setiap kesempatan & selalu berjamaah di mesjid dimulai waktu subuh,
4. Hiasilah kehidupan rumah tangga dg KETELADANAN & KEMESRAAN dalam SYARIATNYA,
5. BERBHAKTI kepada ayah ibu sepenuh hati,
6. Senang berguru & mengunjungi ULAMA yg ISTIQOMAH,
7. Duduk & berkumpul dg ORANG2 SHOLEH,
8. Hadir di MAJLIS ILMU & ZIKIR,
9. Selalu menyempatkan duduk diatas sajadah u MUHASABAH DIRI persiapan HIDUP setelah MATI,
10. Beraktifitas dg semangat SYUKUR, BAIK SANGKA & OPTIMIS,
11. Segalanya selalu dimulai dg DOA & diakhiri dg TAWAKKAL, ALHAMDULILAH.
Allahumma ya ALLAH fahamkanlah hamba dg ma'rifatMu, ajarkanlah hamba hikmah Alqur'an dan Sunnah NabiMu, dan tetapkanlah hidup kami dalam ketaqwaan dan kelezatan istiqomah di JalanMu...aamiin.

02/09/2015

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu
Allahumma ya Allah berkahi sisa umur yang masih Engkau sisakan untuk kami, berkah rizki kami, berkah rumah tangga kami, berkah semua aktifitas kami, berkah para sahabat FB dan persahabatan kami, berkah negeri kami dan berkah seluruh kaum muslimiin muslimaat...aamiin.

02/09/2015

Address

Padangsidempuan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Siti fatimah azahra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category