SMP Negeri 6 Padang Panjang

SMP Negeri 6 Padang Panjang Page Resmi SMP Negeri 6 Padang Panjang
“Bertaqwa, berprestasi, berbudaya, berwawasan lingkungan da

31/07/2024

HALAQAH QIRAATUL QURAN

Pokok pertama materi pendidikan agama Islam pada dasarnya adalah Al- Qur’an. Sebagai pokok agama Al-Qur’an memegang peranan yang sangat signifikan dalam pembentukan tingkah laku manusia atau pembentukan akhlaq yang sangat mulia. Artinya bahwa, seseorang akan melahirkan sebuah tata nilai yang luhur dan mulia jika mengikuti sumber dari Al-Qur’an. Tata nilai itu kemudian melembaga dalam suatu masyarakat dan pada gilirannya akan membentuk sebuah kebudayaan dan perdebatan yang Islami.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita sebagai guru hendaknya dapat mengoreksi diri dan melakukan langkah-langkah positif untuk mengembangkan pengajaran Al-Qur’an. Sebagai salah satu media untuk belajar dan memperdalam isi kandungan Al-Qur’an perlu ditingkatkan dengan menggunakan metode dan teknik belajar baca tulis Al-Qur’an yang praktis, efektif, serta dapat mengantarkan agar peserta didik cepat menguasai cara belajar baca Al-Qur’an.
Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan bacaan Al-Qur’an peserta didik bisa dilakukan di rumah maupun di sekolah. Upaya-upaya tersebut adalah kebiasaan yang diciptakan sejak kecil contohnya mengaji di rumah dengan bimbingan orang tua, kemudian mengaji di pesantren atau guru ngaji di TPA. Tidak hanya itu, ada pembelajaran yang di lakukan guru di sekolah seperti BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an). Tetapi upaya-upaya tersebut belum sepenuhnya efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Nyatanya banyak peserta didik pada tingkat SMP masih banyak yang belum lancar dan terbata-bata dalam membaca Al- Qur’an, bahkan ada yang belum kenal dan hapal huruf hijaiyah sama sekali.
Banyak faktor yang menjadi hambatan dalam belajar membaca Al-Qur’an. Misalnya faktor metode yang digunakan, strategi dan pengawasan yang kurang oleh pihak pengajar. Karena dengan begitu, perlu kerjasamanya antara pihak-pihak yang terkait. Kerjasama antara sekolah dengan orang tua peserta didik. Karena sekolah adalah tempat belajar dan pemberian materi, dan yang menjadi penanggung jawab di sekolah adalah pihak-pihak sekolah, yaitu pembimbing kegiatan, guru, staf dan kepala sekolah.
Oleh karena itu, sekolah mengadakan kegiatan Klinik Baca Qur’an. Program Klinik Baca Qur’an ini dilaksanakan untuk peserta didik yang masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an ataupun yang belum bisa sama sekali. Peserta didik di seleksi bacaan Al-Qur’annya, kemudian yang belum lancar membaca Al-Qur’an akan di masukan ke dalam kegiatan klinik Baca Qur’an. Khusus bagi peserta didik SMP N 6 Padang Panjang kelas VII yang baru memasuki tahap awal pembelajaran mereka wajib mengikuti kegitan ini. Kegiatan ini di laksanakan pada kegiatan Pesantren Ramadhan Tahun Pelajaran 2022/2023. Kegiatan ini menggunakan system sorogan, peserta didik di bagi menjadi beberapa kelompok dan yang menjadi mentornya adalah penanggung jawab kegiatan dan teman tutornya yang sudah lancar membaca Al-Qur’an. Pembelajaran ini menggunakan metode iqra, bagi peserta didik yang masih terbata-bata dan belum lancar membaca Al-Qur’an, dalam belajar mambaca Al-Qur’an kami menggunakan buku Iqra yang terdiri dari 6 jilid.
Pembekalan tajwid di berikan pada saat belajar membaca dan juga penjelasan di berikan langsung beserta contohnya sehingga peserta didik akan lebih mudah dalam memahami bacaan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari pada bulan ramadhan dan dievaluasi perkembangannya setelah kegiatan berakhir, memeriksa perkembangan belajar mengaji peserta didik. Untuk evaluasi kegiatan dilaksanakan penilaiain hasil pembelajaran iqra, memeriksa pencapaian peserta didik dalam pembelajaran iqra, mengontrol mentor dan mengadakan rapat sebagai evaluasi.
Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat membantu perkembangan belajar peserta didik khususnya pada mata pelajaran agama yang berbasis Al-Qur’an. Karena dalam pelajaran PAI dibutuhkan keterampilan membaca dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Hadits Nabi.
Dalam hal ini, penulis menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan klinik Baca Qur’an akan membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan membaca Al- Qur’an. SMP N 6 Padang Panjang sudah menjalankan kegiatan ini dan dirasa cukup membantu, walaupun masih ada satu atau dua peserta didik yang tetap saja belum bisa lancar membaca Al-Quran walaupun sudah diadakan kegiatan ini.

31/07/2024

Modifikasi Model Pembelajaran MaE (Match and Explain) di SMPN 6 kota Padang Panjang.

Pendidikan memiliki peranan penting dalam usaha memperoleh ilmu pengetahuan, baik yang menyangkut aspek spiritual, intelektual, iptek maupun ilmu pengetahuan lainnya. Mengacu kepada Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Tujuan pendidikan sebagaimana termuat dalam Undang-Undang di atas harus dipahami dan disadari oleh setiap pengembang kurikulum. Sebab, apapun yang direncanakan dan dikembangkan serta dilaksanakan dalam setiap proses pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada pengembangan potensi setiap anak agar mereka menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, sehat, berilmu, cakap., juga menurut Bapak Kihajar Dewantara , mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisi, mental, jasmani dan rohani. Selain itu, tujuan pendidikan dapat tercapai apabila dengan memperhatikan komponen terpenting dalam suatu proses pendidikan tersebut. Komponen yang harus diperhatikan dalam sebuah pendidikan sebagai usaha atau cara dalam memperoleh berbagai ilmu pengetahuanya itu, belajar dan proses pembelajarannya. Pada dasarnya dalam suatu proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan interaksi di dalamnya, yang terdiri dari guru, peserta didik, materi pelajaran, dan model yang dipakai guru dalam proses pembelajaran tersebut.
Penggunaan suatu model pembelajaran akan membantu kelancaran, efektivitas, dan efisiensi pencapaian tujuan. Guru dituntut dapat menetapkan model pembelajaran apa yang paling tepat dan sesuai untuk materi tertentu, penyampaian bahan tertentu, dan kondisi belajar peserta didik, dan untuk suatu penggunaan model yang memang telah dipilih. Tujuan utama seorang guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah adalah mengembangkan model belajar mengajar yang efektif yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran.
Pengembangan model-model pembelajaran dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan keadaan belajar yang lebih menyenangkan dan dapat mempengaruhi siswa, sehingga mereka dapat belajar dengan menyenangkan dan dapat meraih hasil secara memuaskan. Oleh karena itu, melaksanakan kegiatan belajar mengajar merupakan pekerjaan kompleks dan menuntut kesungguhan guru.
Meskipun sudah banyak model pembelajaran yang berkembang pada saat ini, namun dalam proses pembelajaran tingkat sekolah menengah pertama (SMP), masih banyak guru yang belum mengembangkan model pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajarnya. Umumnya guru menggunakan model pembelajaran ceramah, ekspositori, dan Tanya jawab, kegiatan siswa hanya mendegarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal penting yang disampaikan guru (teacher centered). Dengan kata lain, proses pembelajaran yang digunakan masih konvensional. Jika keadaan yang demikian terus berlangsung, maka akan timbul perasaan jenuh dan bosan pada suasana belajar siswa dan dapat mempengaruhi hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa, sehingga berakibat tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara optimal.
Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan evaluasi terhadap proses pembelajaran, saya merangkum permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran: sebagian siswa kurang menunjukkan kemauannya dalam mengerjakan soal-soal latihan, akibatnya pada saat diberikan ulangan masih banyak siswa yang tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Selain itu, hanya sebagian kecil siswa yang berkemampuan tinggi secara aktif dalam mengerjakan latihan serta mau bertanya dan menjawab setiap pertanyaan, sedangkaan siswa yang berkemampuan rendah cenderung menunggu dan menyalin jawaban dari teman. Hal ini dikarenakan, guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional seperti, ceramah,ekspositori,dan tanya jawab, di mana kegiatan pembelajaran banyak berpusat pada guru.
Permasalahan tersebut harus diatasi demi tercapainya hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Salah satu model pembelajaran yang perlu dikembangkan adalah model pembelajaran kooperatif. Menurut Jodian Siburian (2010: 105) “Belajar berkelompok secara kooperatif, siswa dilatih dan dibiasakanuntuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab”. Dalam pembelajaran kooperatif tanggung jawab bukan hanya pada kelompok saja tetapi individu mempengaruhi keberhasilan kelompok. Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan melalui belajar kooperatif sangat cocok untuk diterapkan, karena suatu kebenaran pendidikan kewarganegaraan dikembangkan berdasarkan pada alasan logis dan kerja pendidikan kewarganegaraan . Dari sekian banyak model pembelajaran kooperatif make a match menurut Hasan Fausi Maufur (2009: 102) “Model pembelajaran make a match menuntut mendidik siswa untuk bergerak cepat dan tangkas. Selain itu, harus berfikir cerdik untuk memperoleh jawaban dari tugas yang diberikan”. Dalam model pembelajaran make a match semakin cepat siswa berfikir untuk mencari jawaban dari kartu yang siswa pegang, maka akan semakin cepat mereka menemukan pasangan kartu yang masing-masing siswa pegang oleh setiap siswa.
Adapun manfaat yang diharapkan dari modifikasi model pembelajaran Make A Make adalah sebagai berikut:
1. Bagi Siswa
Dengan penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa dalam belajar pendidikan kewarganegaraan, sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar pendidikan kewarganegaraan yang lebih baik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Bagi Guru
Diharapkan guru dapat menjadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran dalam memperbaiki proses dan kualitas pembelajaran di kelas.
3. Bagi Sekolah
Diharapkan dapat dijadikan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya dan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan khususnya.
4. Bagi saya
Diharapkan dapat dijadikan sebagai wujud peningkatan profesionalisme terhadap profesi guru dan sebagai bekal dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

31/07/2024

Modifikasi model pembelajaran kooperatif Make A Match di SMPN 6 kota Padang Panjang.

Pendidikan memiliki peranan penting dalam usaha memperoleh ilmu pengetahuan, baik yang menyangkut aspek spiritual, intelektual, iptek maupun ilmu pengetahuan lainnya. Mengacu kepada Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Tujuan pendidikan sebagaimana termuat dalam Undang-Undang di atas harus dipahami dan disadari oleh setiap pengembang kurikulum. Sebab, apapun yang direncanakan dan dikembangkan serta dilaksanakan dalam setiap proses pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada pengembangan potensi setiap anak agar mereka menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, sehat, berilmu, cakap., juga menurut Bapak Kihajar Dewantara , mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisi, mental, jasmani dan rohani. Selain itu, tujuan pendidikan dapat tercapai apabila dengan memperhatikan komponen terpenting dalam suatu proses pendidikan tersebut. Komponen yang harus diperhatikan dalam sebuah pendidikan sebagai usaha atau cara dalam memperoleh berbagai ilmu pengetahuanya itu, belajar dan proses pembelajarannya. Pada dasarnya dalam suatu proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan interaksi di dalamnya, yang terdiri dari guru, peserta didik, materi pelajaran, dan model yang dipakai guru dalam proses pembelajaran tersebut.
Penggunaan suatu model pembelajaran akan membantu kelancaran, efektivitas, dan efisiensi pencapaian tujuan. Guru dituntut dapat menetapkan model pembelajaran apa yang paling tepat dan sesuai untuk materi tertentu, penyampaian bahan tertentu, dan kondisi belajar peserta didik, dan untuk suatu penggunaan model yang memang telah dipilih. Tujuan utama seorang guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah adalah mengembangkan model belajar mengajar yang efektif yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pelajaran.
Pengembangan model-model pembelajaran dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan keadaan belajar yang lebih menyenangkan dan dapat mempengaruhi siswa, sehingga mereka dapat belajar dengan menyenangkan dan dapat meraih hasil secara memuaskan. Oleh karena itu, melaksanakan kegiatan belajar mengajar merupakan pekerjaan kompleks dan menuntut kesungguhan guru.
Meskipun sudah banyak model pembelajaran yang berkembang pada saat ini, namun dalam proses pembelajaran tingkat sekolah menengah pertama (SMP), masih banyak guru yang belum mengembangkan model pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajarnya. Umumnya guru menggunakan model pembelajaran ceramah, ekspositori, dan Tanya jawab, kegiatan siswa hanya mendegarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal penting yang disampaikan guru (teacher centered). Dengan kata lain, proses pembelajaran yang digunakan masih konvensional. Jika keadaan yang demikian terus berlangsung, maka akan timbul perasaan jenuh dan bosan pada suasana belajar siswa dan dapat mempengaruhi hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa, sehingga berakibat tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara optimal.
Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan evaluasi terhadap proses pembelajaran, saya merangkum permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran: sebagian siswa kurang menunjukkan kemauannya dalam mengerjakan soal-soal latihan, akibatnya pada saat diberikan ulangan masih banyak siswa yang tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Selain itu, hanya sebagian kecil siswa yang berkemampuan tinggi secara aktif dalam mengerjakan latihan serta mau bertanya dan menjawab setiap pertanyaan, sedangkaan siswa yang berkemampuan rendah cenderung menunggu dan menyalin jawaban dari teman. Hal ini dikarenakan, guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional seperti, ceramah,ekspositori,dan tanya jawab, di mana kegiatan pembelajaran banyak berpusat pada guru.
Permasalahan tersebut harus diatasi demi tercapainya hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Salah satu model pembelajaran yang perlu dikembangkan adalah model pembelajaran kooperatif. Menurut Jodian Siburian (2010: 105) “Belajar berkelompok secara kooperatif, siswa dilatih dan dibiasakanuntuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab”. Dalam pembelajaran kooperatif tanggung jawab bukan hanya pada kelompok saja tetapi individu mempengaruhi keberhasilan kelompok. Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan melalui belajar kooperatif sangat cocok untuk diterapkan, karena suatu kebenaran pendidikan kewarganegaraan dikembangkan berdasarkan pada alasan logis dan kerja pendidikan kewarganegaraan . Dari sekian banyak model pembelajaran kooperatif make a match menurut Hasan Fausi Maufur (2009: 102) “Model pembelajaran make a match menuntut mendidik siswa untuk bergerak cepat dan tangkas. Selain itu, harus berfikir cerdik untuk memperoleh jawaban dari tugas yang diberikan”. Dalam model pembelajaran make a match semakin cepat siswa berfikir untuk mencari jawaban dari kartu yang siswa pegang, maka akan semakin cepat mereka menemukan pasangan kartu yang masing-masing siswa pegang oleh setiap siswa.
Adapun manfaat yang diharapkan dari modifikasi model pembelajaran Make A Make adalah sebagai berikut:
1. Bagi Siswa
Dengan penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa dalam belajar pendidikan kewarganegaraan, sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar pendidikan kewarganegaraan yang lebih baik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Bagi Guru
Diharapkan guru dapat menjadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran dalam memperbaiki proses dan kualitas pembelajaran di kelas.
3. Bagi Sekolah
Diharapkan dapat dijadikan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya dan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan khususnya.
4. Bagi saya
Diharapkan dapat dijadikan sebagai wujud peningkatan profesionalisme terhadap profesi guru dan sebagai bekal dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

AKU BAPER( Ayo KUnjung dan BelAjar di PERpustakaan)Perpustakaan sekolah adalah jantung dari kegiatan akademik dan litera...
30/07/2024

AKU BAPER
( Ayo KUnjung dan BelAjar di PERpustakaan)

Perpustakaan sekolah adalah jantung dari kegiatan akademik dan literasi siswa. Namun, meskipun perannya sangat vital, banyak perpustakaan sekolah menghadapi tantangan dalam menarik minat siswa untuk berkunjung dan memanfaatkan fasilitas yang ada. Rendahnya tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya promosi, terbatasnya koleksi buku yang menarik, atau minimnya program yang menarik minat siswa. SMPN 6 Padang Panjang sebagai sekolah yang dikategorikan masih baru, menghadapi masalah-masalah tersebut yaitu rendahnya kunjungan siswa ke perpustakaan. Dalam konteks ini, kegiatan "Ayo KUnjungi dan BelAjar di PERpustakaan” atau disingkat “AKU BAPER" dirancang untuk meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan sekolah serta mendorong budaya literasi di kalangan siswa.

Kegiatan "Ayo KUnjungi dan BelAjar di PERpustakaan” atau disingkat “AKU BAPER" dilakukan dengan cara masing-masing kelas berlomba-lomba meningkatkan jumlah siswa kelasnya untuk melakukan kunjungan dan belajar di perpustakaan. Jumlah kunjungan dicatat, didokumentasikan dan dipromosikan di sekolah dan pada media sosial perpustakaan sekolah. Perpustakaan juga menyusun jadwal kunjungan rutin kelas dalam seminggu, peningkatan jumlah kunjungan juga akan ditampilkan setiap minggunya pada papa infomasi dan media sosial perpustakaan.
Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat berlomba-lomba melakukan kunjungan dan belajar di perpustakaan. Pada saat kunjungan atau pun belajar, siswa wajib menuliskan tujuan kunjungan dan hasil yang diperoleh pada sebuah kartu kunjungan yang akan dimasukan ke dalam kotak masing-masing kelas.

Pada akhir tahun kelas dengan kunjungan terbanyak akan mendapatkan apresiasi dari sekolah dengan nama apresiasi “KELAS TERBAPER”. Kelas terbaper akan mendapatkan piagam penghargaan dan cendramata dari sekolah. Kelas terbaper juga dipromosikan di sekolah dan media sosial perpustakaan agar dapat memotivasi siswa-siswa dari kelas lainnya. Jiwa kekompakan yang dimiliki siswa dapat memacu mereka untuk melakukan kunjungan sesering mungkin.

SUMBU KOMPOR (SUMbang BUku KelOMpok dan PerORangan)Perpustakaan sekolah memegang peranan penting dalam mendukung proses ...
30/07/2024

SUMBU KOMPOR
(SUMbang BUku KelOMpok dan PerORangan)

Perpustakaan sekolah memegang peranan penting dalam mendukung proses belajar-mengajar serta membentuk budaya literasi di kalangan siswa. Dengan memiliki koleksi buku yang memadai dan beragam, perpustakaan dapat menjadi pusat sumber belajar yang efektif bagi siswa dan guru. Namun, banyak perpustakaan sekolah, terutama di SMPN 6 Padang Panjang, sering menghadapi keterbatasan anggaran untuk menambah koleksi buku. Hal ini tentunya karena perpustakaan yang masih dikategorikan baru dimana sekolah baru beroperasi lebih kurang 7 (tujuh) tahun sejaknya berdirinya pada tahun 2017. Dalam konteks ini, kegiatan sumbang buku oleh kelompok maupun perorangan menjadi langkah strategis yang dapat membantu meningkatkan jumlah dan kualitas koleksi buku perpustakaan sekolah, kegiatan sumbang buku perpustakaan SMPN 6 Padang Panjnang yang dinamai dengan SUMBU KOMPOR atau SUMbang BUku KeLOMpok dan PerORangan.
Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan peluang kepada siswa, guru, alumni dan masyarakat untuk memberikan sumbangan buku baik secara perorangan maupun secara kelompok. Bagi siswa kelas IX yang akan menyelesaikan pendidikan di SMPN 6 Padang Panjang dapat memberikan sumbangan buku di akhir tahun baik secara perorangan maupun secara berkelompok. Kegiatan ini dimaksudkan agar perpustakaan sekolah memiliki koleksi buku yang beragam dan mutakhir untuk memenuhi kebutuhan literasi siswa dari berbagai tingkatan kelas dan minat bacaan. Buku-buku tersebut mencakup berbagai genre seperti buku pelajaran, referensi akademik, literatur anak, buku fiksi dan non-fiksi, serta materi-materi penunjang lainnya. Dengan memiliki koleksi yang lengkap, perpustakaan sekolah dapat memberikan sumber daya belajar yang komprehensif, yang pada gilirannya akan mendukung keberhasilan akademik siswa dan menumbuhkan minat baca mereka.

Sebagai bentuk apresiasi kepada penyumbang buku perpustakaan, dokumentasi berupa foto dan video dipromosikan melalui media informasi di sekolah dan media sosial perpustakaan. Buku-buku yang disumbangkan diperkenalkan dan dipromosikan kepada pemustaka. Selain dapat memotivasi minat penyumbang buku juga dapat menggerakkan pemustaka untuk lebih aktif memanfaatkan koleksi perpustakaan. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya mendapatkan tambahan koleksi buku tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan inspiratif bagi seluruh komunitas sekolah.

Address

Jalan Gatot Subroto, RT 8, Kelurahan Ngalau, Kecamatan Padang Panjang Timur
Padangpanjang
27124

Opening Hours

Monday 07:30 - 14:30
Friday 07:30 - 11:30
Saturday 07:30 - 13:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMP Negeri 6 Padang Panjang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category