31/07/2024
HALAQAH QIRAATUL QURAN
Pokok pertama materi pendidikan agama Islam pada dasarnya adalah Al- Qur’an. Sebagai pokok agama Al-Qur’an memegang peranan yang sangat signifikan dalam pembentukan tingkah laku manusia atau pembentukan akhlaq yang sangat mulia. Artinya bahwa, seseorang akan melahirkan sebuah tata nilai yang luhur dan mulia jika mengikuti sumber dari Al-Qur’an. Tata nilai itu kemudian melembaga dalam suatu masyarakat dan pada gilirannya akan membentuk sebuah kebudayaan dan perdebatan yang Islami.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita sebagai guru hendaknya dapat mengoreksi diri dan melakukan langkah-langkah positif untuk mengembangkan pengajaran Al-Qur’an. Sebagai salah satu media untuk belajar dan memperdalam isi kandungan Al-Qur’an perlu ditingkatkan dengan menggunakan metode dan teknik belajar baca tulis Al-Qur’an yang praktis, efektif, serta dapat mengantarkan agar peserta didik cepat menguasai cara belajar baca Al-Qur’an.
Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan bacaan Al-Qur’an peserta didik bisa dilakukan di rumah maupun di sekolah. Upaya-upaya tersebut adalah kebiasaan yang diciptakan sejak kecil contohnya mengaji di rumah dengan bimbingan orang tua, kemudian mengaji di pesantren atau guru ngaji di TPA. Tidak hanya itu, ada pembelajaran yang di lakukan guru di sekolah seperti BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an). Tetapi upaya-upaya tersebut belum sepenuhnya efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Nyatanya banyak peserta didik pada tingkat SMP masih banyak yang belum lancar dan terbata-bata dalam membaca Al- Qur’an, bahkan ada yang belum kenal dan hapal huruf hijaiyah sama sekali.
Banyak faktor yang menjadi hambatan dalam belajar membaca Al-Qur’an. Misalnya faktor metode yang digunakan, strategi dan pengawasan yang kurang oleh pihak pengajar. Karena dengan begitu, perlu kerjasamanya antara pihak-pihak yang terkait. Kerjasama antara sekolah dengan orang tua peserta didik. Karena sekolah adalah tempat belajar dan pemberian materi, dan yang menjadi penanggung jawab di sekolah adalah pihak-pihak sekolah, yaitu pembimbing kegiatan, guru, staf dan kepala sekolah.
Oleh karena itu, sekolah mengadakan kegiatan Klinik Baca Qur’an. Program Klinik Baca Qur’an ini dilaksanakan untuk peserta didik yang masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an ataupun yang belum bisa sama sekali. Peserta didik di seleksi bacaan Al-Qur’annya, kemudian yang belum lancar membaca Al-Qur’an akan di masukan ke dalam kegiatan klinik Baca Qur’an. Khusus bagi peserta didik SMP N 6 Padang Panjang kelas VII yang baru memasuki tahap awal pembelajaran mereka wajib mengikuti kegitan ini. Kegiatan ini di laksanakan pada kegiatan Pesantren Ramadhan Tahun Pelajaran 2022/2023. Kegiatan ini menggunakan system sorogan, peserta didik di bagi menjadi beberapa kelompok dan yang menjadi mentornya adalah penanggung jawab kegiatan dan teman tutornya yang sudah lancar membaca Al-Qur’an. Pembelajaran ini menggunakan metode iqra, bagi peserta didik yang masih terbata-bata dan belum lancar membaca Al-Qur’an, dalam belajar mambaca Al-Qur’an kami menggunakan buku Iqra yang terdiri dari 6 jilid.
Pembekalan tajwid di berikan pada saat belajar membaca dan juga penjelasan di berikan langsung beserta contohnya sehingga peserta didik akan lebih mudah dalam memahami bacaan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari pada bulan ramadhan dan dievaluasi perkembangannya setelah kegiatan berakhir, memeriksa perkembangan belajar mengaji peserta didik. Untuk evaluasi kegiatan dilaksanakan penilaiain hasil pembelajaran iqra, memeriksa pencapaian peserta didik dalam pembelajaran iqra, mengontrol mentor dan mengadakan rapat sebagai evaluasi.
Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat membantu perkembangan belajar peserta didik khususnya pada mata pelajaran agama yang berbasis Al-Qur’an. Karena dalam pelajaran PAI dibutuhkan keterampilan membaca dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Hadits Nabi.
Dalam hal ini, penulis menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan klinik Baca Qur’an akan membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan membaca Al- Qur’an. SMP N 6 Padang Panjang sudah menjalankan kegiatan ini dan dirasa cukup membantu, walaupun masih ada satu atau dua peserta didik yang tetap saja belum bisa lancar membaca Al-Quran walaupun sudah diadakan kegiatan ini.