26/08/2026
MEMBENTUK MUSLIM YANG KAFFAH, BUKAN SEKADAR CERDAS—TETAPI BERIMAN, BERILMU, DAN BERAMAL.
Apa arti pendidikan jika ilmu hanya memenuhi kepala, tetapi tidak mengubah sikap dan kehidupan?
Di tengah derasnya perubahan zaman, menjadi seorang Muslim bukan sekadar mengenal agama. Kita dituntut untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan Islam secara utuh dalam setiap sisi kehidupan.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Juriah, S.Ag., Alumni Thawalib 1990–1994, mengajak kita kembali merenungkan tujuan penciptaan manusia:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Islam kaffah bukan sekadar slogan.
Ia adalah pilihan hidup.
Ia adalah perjuangan.
Ia adalah proses untuk terus memperbaiki diri hingga akhir hayat.
Lalu, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menjadi Muslim yang benar-benar kaffah?
🎥 Saksikan video selengkapnya di THAWALIB TV.
https://youtu.be/qJnQThucEYU?si=RT9WvG4oH-Orw1Je
Simak pesan lengkap Ustadzah Juriah, S.Ag. dan temukan kembali makna penting mempersiapkan diri menjadi seorang Muslim yang kaffah.
👉 Nonton selengkapnya di YouTube THAWALIB TV. Jangan hanya lewat—simak, renungkan, dan ambil pelajarannya.
Karena ilmu yang didengar akan menjadi lebih berarti ketika ia menggerakkan hati untuk berubah dan amal untuk bertumbuh.