Teknik Pertanian (Agricultural Engineering), Universitas Andalas

Teknik Pertanian (Agricultural Engineering), Universitas Andalas Jurusan ini mencakup bidang Teknik Pertanian dan Hayati (Biological and Agricultural Engineering) at

26/06/2024

Setuju gak ges sama bro ??Yuk cek youtube .id untuk melihat full ceritanya. Turn on your notification & don't forget to watching 🙌🏻 ...

05/10/2022
Macam² p**a dan sambungannya.
05/10/2022

Macam² p**a dan sambungannya.

04/10/2022

Sikap dan Mental kita.

Orang indonesia ini s**a sekali meremehkan hal yang substansi. Engga apa apa makan gula. Kan seikit. Apa sih artinya. Padahal dia diabetes. Ya lambat laun bukannya makin membaik diabetesnya tapi malah tambah parah. Ada kendaraan tua. Penumpang overload. “ Engga apa apa. Sekali kali jalan jalan”. Kendaraan jatuhn ke kejurang. “ Sukur selamat 10 orang. “ padahal 2/3 penumpang tewas semua. Yang disalahkan, rem lah, jalan licinlah, apa lah. Padahal kendaraan sudah tua dan overload.

Orang Indonesia itu s**a anggap remeh data dan informasi, dan lebih utamakan perasaan. Ada laporan intelijen. Bahwa pertandingan bola itu berpotensi akan chaos. Polisi minta jam pertandingan diubah. Tapi setelah ada pertemuan antara panita penyelenggara dan polisi. Semua sepakat acara tetap lanjut tanpa ubah jadwal. Ketika terjadi keributan. Menewaskan ratusan orang. Semua ngeles. Semua saling menyalahkan. Padahal sudah tahu akan ribut. Masih juga diadakan acara.

Terus kita orang Indonesia s**a membahas yang tidak substansi. Sesuatu yang hanya berdasarkan opini yang bisa saja bias atau ambigu, tapi dibahas sampai berlarut larut. Padahal sepele. Itu data survey, engga mungkin bisa mencapai elektabilitas dua digit. Wong mencapai 5% aja sulit. Tapi terus aja ribut dan mikir pantas jadi capres. Apakah resesi atau tidak terus dibahas atas dasar asumsi. Akhirnya bingung sendiri. Harga kok terus naik. Kok rupiah terus melemah. Fakta kalau inflasi diatas 5%, itu pasar real sudah dua digit.

Orang indonesia itu s**a sekali mengeluhkan di luar dirinya. Sikaya mengeluhkan yang miskin karen malas. Yang miskin keluhkan yang kaya karena rakus dan pelit. Pemerintah keluhkan rakyat. Rakyat keluhkan pemerintah. Padahal kaya miskin itu soal pilihan sikap, atau soal mental. Pemerintah hebat itu bukan jago ngeles, tetapi karena bersih dari korupsi dan amanah. Kalau engga, itu disebut preman. Rakyat itu bukan hanya patuh Pancasila dan UUD 45, tetapi menjadi mesin ekonomi untuk pertumbuhan. Mandiri dalam arti luas. Kalau engga, itu sama dengan sampah.

Karena sikap dan mental kita yang begitu. Jangan kaget walau populasi kita nomor 4 di dunia, dan pengekspor gas alam terbesar di dunia, penghasil Batu bara Terbesar Ketiga di Dunia, penghasil Emas Terbesar Ke-9 di Dunia, kita masih masuk dalam daftar 100 negara miskin di dunia. Dan tahun 2020, kita menjadi negara terkorup nomor tiga di ASIA, keren ya.

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Dr. Ir. Erigas Ekaputra, MS
05/09/2022

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Dr. Ir. Erigas Ekaputra, MS

Menghitung luas lahan di lapangan.
13/08/2022

Menghitung luas lahan di lapangan.

The Solution is Heron’s Formula: If there is a triangle having three sides (a, b and c), and if you know the measurement of the three sides. In this

17/03/2022

Dicari mahasiswa yg ingin cepat lulus. Saya punya topik mudah (data cuaca) untuk penelitian. Saya akan usahakan mhsw lulus semester ini. Ada yg tertarik?

28/05/2021

Indonesia menduduki peringkat ke-2 dari bawah soal minat baca, akan tetapi menduduki peringkat ke- 5 dalam hal pengguna media sosial tercerewet di dunia.

Sejurus dengan kecanggihan teknologi, minat baca masyarakat di seluruh dunia sedikit demi sedikit mulai mengalami penurunan, terutama di kalangan pemuda. Hal itu dirasakan hampir di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia.

Namun UNESCO menyebutkan Indonesia adalah urutan kedua dari bawah soal literasi dunia. Artinya minat baca kita sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Hanya 0,001%, artinya dari 1000 orang Indonesia hanya satu orang saja yang rajin membaca.

Sementara itu riset berbeda bertajuk World's Most Literate Nations Rangked yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca. Persis berada di bawah Thailand yang berada di posisi 59 dan di atas Boswana yang berada di posisi 61. Padahal dari segi penilaian infrastruktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Selain itu ada fakta lain, sebanyak 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget atau gawai yang berada pada urutan ke-5 dunia terbanyak. Di mana lembaga riset digital marketing Emaketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu Indonesia akan menjadi negara dengan penggunaan smartphone terbanyak ke-4 di dunia, setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Ironisnya meski minat baca buku rendah, tapi data dari wearesosial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam perhari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial, orang Indonesia berada di urutan kelima dunia dan ke-1 di Asia. Juara, deh, Indonesia.

Jakarta adalah salah satu kota yang paling cerewet di dunia maya dan yang tertinggi di Indonesia. Karena sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di Ibukota Indonesia ini paling padat, melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini berdasarkan hasil riset dari lembaga tersebut.

Jika selama ini dirasa harga buku lah yang menjadi salah satu faktor minat baca rendah di Indonesia, hal itu sangatlah tidak wajar jika dibandingkan dengan pengeluaran masif yang dirogoh kantong lebih dalam oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Atau jika kita melihat jumlah pengguna gawai di Indonesia yang masuk jajaran lima besar tertinggi di seluruh dunia. Harga buku daring atau buku elektronik sangat amat terjangkau bahkan ada ribuan buku yang dapat diunduh secara gratis digawai kita.

Namun sayangnya hal tersebut bukanlah hal yang menggugah minat baca masyarakat Indonesia kebanyakan. Mereka lebih s**a membaca hal yang berkaitan kontroversi. Bahkan lebih parahnya lagi lebih s**a membaca judul lalu kemudian bereaksi daripada membaca isi beritanya.

Penulis: Sultan Takdir. A
Grafis : Agung Setyabudi

Simak Ulasan Selengkapnya dalam ulasannya di Kanal Youtube kami Kanal Kenal Indonesia.

https://youtu.be/JP9xN7v005M

25/04/2021

Address

Kampus Limau Manis
Padang
25163

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Teknik Pertanian (Agricultural Engineering), Universitas Andalas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Teknik Pertanian (Agricultural Engineering), Universitas Andalas:

Shortcuts

Share

Category