07/08/2026
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sukses membawa p**ang penghargaan bergengsi pada ajang 7th Indonesia Public Relations Summit (IPRS) 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics di Jakarta, Kamis (6/8) lalu.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan komunikasi publik yang aktif, adaptif, dan selalu berusaha memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Merespons penghargaan ini, Mendikdasmen Abdul Mu'ti membagikan beberapa catatan penting terkait tantangan komunikasi di era banjir informasi (overwhelming information) saat ini :
- Membedakan Noise dan Voice: Kita harus semakin jeli membedakan mana informasi yang sekadar memicu kegaduhan (noise) dan mana yang merupakan masukan substantif (voice) untuk penyempurnaan kebijakan.
- Mengedepankan Komunikasi Empatik: Integritas dan kesantunan adalah kunci. Mari kembali membiasakan kata-kata sederhana yang penuh makna seperti "permisi", "maaf", dan "terima kasih" di ruang publik dan lingkungan pendidikan.
- Pentingnya Deep Listening: Komunikasi yang baik bukan hanya tentang keahlian berbicara (how to deliver), tetapi juga kemampuan untuk bersabar, berempati, dan mendengarkan secara mendalam (how to listen).
Seperti yang ditekankan oleh Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, empati di era keterbukaan informasi bukanlah sekadar teknik, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang bermakna dengan publik.
Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh masyarakat Indonesia! Mari bersama-sama kita bangun narasi yang mencerahkan dan ciptakan ruang digital yang sehat demi memperkuat persatuan bangsa. 🇮🇩✨
🔗 Baca siaran pers selengkapnya di: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers