SDIT Permataku

SDIT Permataku Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from SDIT Permataku, Elementary School, Jln. Anshar No. 28 RT. 02 RW. V, Kelurahan dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

23/01/2019

PENERIMAAN SISWA BARU

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Alhamdulilah,
SDIT Permataku sudah membuka pendaftaran untuk Murid Baru Tahun Pelajaran 2019/2020..
Dengan alamat :
Jl. Anshar No.28, Kel. Dadok Tunggul Hitam, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Indonesia. Alhamdulilah sudah Terakreditasi "A"
Oleh BAN - SM Sumatera Barat, Bersertifikat dan tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu ( JSIT ) Indonesia

Syarat Pendaftaran
1. Umur Minimal 6 Tahun
2. Mengisi Formulir Pendaftaran
3. Fotokopi Akte kelahiran
4. Fotokopi Kartu Keluarga
5. Ijazah TK (boleh menyusul) / bila ada

Hari sekolah :
- Senin - Kamis (07.20 WIB - Ba'da Ashar) (Sholat Dhuha, Zhuhur, dan Ashar Berjama'ah)
- Jum'at (07.20 WIB - Qobliah Sholat Jum'at / 11.30 WIB)

Kurikulum:
Kurikulum yang dipakai mengikut kurikulum Kemdikbud yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum KTSP/2006 dipadukan dengan Kurikulum Jaringan Sekolah Islam terpadu serta terpadu dengan pendidikan Agama Islam, Bimbingan Ibadah, Al-Qur'an dan Tahfizh)

Metode Pembelajaran SDIT Permataku Berdasarkan kepada :
* Pembelajaran Aktif (active learning0
* Islam terintegrasi dalam Pembelajaran
* Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Di Sdit Permataku juga ada organisasi yang terdiri dari Orangtua murid dan Guru
"Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG) Sdit Permataku)
dengan berbagai macam kegiatan menarik dan bermanfaat, seperti Kajian bulanan, Family Gathering dll.

contact person :
081374358217 (Ust. Mustafa )
081371557170 ( Ust. Muslim )
085365194124 (Ust. Vicky )
email : [email protected]
blog: sditpermatakupadang.blogspot.co.id

UNTUK PARA ORANG TUA MURIDGuru dan orang tua sama-sama ingin mendidik anak. Bagaimana kalau semua diawali dengan mencoba...
18/10/2017

UNTUK PARA ORANG TUA MURID

Guru dan orang tua sama-sama ingin mendidik anak. Bagaimana kalau semua diawali dengan mencoba sepakat untuk menerapkan aturan yang sama?

Saya agak lupa kapan tepatnya saya membaca berita mengenai guru yang dipenjarakan karena menegur anak didiknya. Itu pun saya membacanya juga hanya sekilas. Jadi saya memang nggak mau berkomentar lebih banyak mengenai kasus itu. Tapi berita tersebut memang mengusik rasa gatal saya dengan fenomena yang kerap saya temui (setidaknya) di lingkungan sekitar saya atau dari curhatan beberapa kenalan yang berprofesi sebagai guru sekolah maupun guru les. Dan mungkin ini bisa menjadi pengingat untuk saya dan kita semua sebagai orang tua murid.

1. Biarkan anak-anak mengerjakan tugasnya sendiri

Pernah ngalamin nggak, saat anak kita (usia 5 atau 6 tahun) mendapat tugas prakarya dan kemudian ada satu dua anak yang hasil karyanya LUAR BIASA KEREN? Yang kita aja sebagai orang tua kudu usaha untuk bisa membuat seperti itu! Sampai kapan kalau anak kita mendapat tugas lantas kitalah yang sibuk membuatnya? Percaya deh, guru bisa melihat kok, hasil sempurna tanpa cela bikinan orang tua, atau hasil karya yang masih penuh kekurangan tapi dikerjakan oleh tangan si anak :). Biarkan anak-anak memahami bahwa untuk menghasilkan sebuah karya dibutuhkan proses. Biarkan dia percaya bahwa sebuah karya yang layak tampil nggak selalu harus dibuat oleh mama atau ayahnya.

2. Biarkan anak bertanggung jawab terhadap kesalahannya

Pernah melihat orang tua, supir atau ART yang lari tergopoh-gopoh ke kelas untuk membawakan tugas si anak yang tertinggal? Anak lupa membawa tugas sekolah? Takut mereka mendapat hukuman? Biarkan saja. Seberat apa sih hukuman dari guru-guru sekarang (kalau dibandingkan dengan zaman kita dulu sekolah)? Ini membuat mereka belajar bahwa ada risiko yang ditanggung ketika mereka melakukan kesalahan. Jangan buat mereka merasa bahwa ada orang yang siap mengirimkan bantuan setiap kali mereka mendapat masalah.

3. Jangan selalu bertanya tentang nilai dan ranking

Saya pernah melihat seorang ibu yang membuang lembar ulangan si anak di depan teman-temannya karena anaknya ‘hanya’ mendapat nilai 78. Di luar nilai tinggi, di luar ranking 10 besar, ada hati anak yang terluka lho di situ! Manusia bertahan hidup kelak nggak melulu bergantung pada ranking dan nilai kok. Coba, berapa banyak teman-teman Anda yang dulu di sekolah adalah juara kelas dan saat ini menjadi orang sukses?? Nggak semua kan :D.

Selain bertanya ke guru mengenai kemampuan akademis anak-anak, tanya juga d**g bagaimana anak-anak kita berinteraksi di kelas, bagaimana kemandiriannya, bagaimana jiwa kepemimpinannya? Kalau Anda nggak mau si kecil mencintai Anda karena angka yang tertera di saldo rekening Anda :P , Ya jangan lakukan hal yang sama pada dirinya.

4. Biarkan guru ‘menghukum’ anak-anak kita

Saya nggak bicara tentang guru-guru yang kejam menghukum murid hingga menyebabkan murid menderita, tersiksa bahkan meninggal. Saya bicara tentang guru-guru yang menghukum murid karena mereka merasa bertanggung jawab mendidik si murid menjadi anak yang baik dan paham tata krama. Guru-guru yang menghukum murid bukan karena emosi, tapi karena mereka menyayangi dan mencintai murid-muridnya.
Jangn hanya karena anak dikerasin sedikit, disuruh membersihkan sampah, disuruh squad jump lima kali, terus atas nama Hak Asasi Manusia kita protes keras. Kembali lagi, saya bicara tentang guru-guru yang normal. Yang memberikan hukuman mendidik bukan menghancurkan.

“Ya tapiii kan guru anak gue ngasih nilai tinggi hanya untuk mereka yang prakaryanya bagus, padahal udah jelas itu dibikinin,” atau “Lah sekolah aja fokusnya cuma di nilai, mereka nggak peduli tuh sama tumbuh kembang emosi anak gue,” mungkin ini beberapa komplein dari teman-teman saya.

Pertanyaan saya: Kalau kita tahu bahwa si guru salah atau si sekolah kurang tepat dalam mendidik, apa kita malah menambah daftar kesalahan dengan ikut melakukan hal yang salah?

--Fia Indrio Kusumo

sumber:

Guru dan orang tua sama-sama ingin mendidik anak. Bagaimana kalau semua diawali dengan mencoba sepakat untuk menerapkan aturan yang sama?

InsyaAllah Pribadi Guru-guru SDIT Permataku dan Sdit Permata sesui dengan Nasyid ini, Amiinn...
19/02/2016

InsyaAllah Pribadi Guru-guru SDIT Permataku dan Sdit Permata sesui dengan Nasyid ini, Amiinn...

Nasyid JSIT yang mencerminkan bagaimana sikap dan karakter guru Sekolah Islam Terpadu

16/02/2016

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Kabar Gembaira....!
Mulai Hari ini SDIT Permataku telah membuka Pendafataran siswa/siswi baru untuk tahun ajaran 2016-2017. Bagi yang berminat silahkan datang langsung kesekolah kami dengan alamat :
Jl. Anshar, No.28, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
atau Bisa juga Menghubungi :
Ust. Mustafa : 0813 7435 8217
Ust. Muslim : 0813 7155 7170
Buruan Kuota terbatas....!!!!

11/10/2015
30/06/2015

Saudaraku, tahukah Anda bahwa sesungguhnya Surga dan Neraka telah tercipta sejak dahulu? Keduanya bukan ciptaan Allah yang baru ada setelah Kiamat kelak terjadi.

20/05/2015
27/04/2015

Address

Jln. Anshar No. 28 RT. 02 RW. V, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah
Padang
25176

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SDIT Permataku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share