14/03/2024
SIKSAAN MENGERIKAN BAGI YANG SENGAJA MENINGGALKAN PUASA RAMADHAN
Seseorang yang dengan sengaja meninggalkan puasa Ramadhan tanpa udzur syar’i akan mendapatkan ancaman siksa yang pedih dan mengerikan di akhirat jika ia tidak bertaubat sebelum meninggal dunia. Padahal sudah jelas bagi seorang Muslim bahwa ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi siapa saja setiap muslim yang bertemu di bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]:183)
Dan dia juga telah meninggalkan salah satu dari rukun Islam yaitu berpuasa di bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ bersabda,
بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari No. 8 & HR. Muslim No. 16)
Seorang muslim yang pernah meninggalkan puasa wajib di bulan Ramadhan dengan sengaja maka dia wajib untuk bertaubat dan mengqodho puasanya agar Allah ampuni dosanya dan terhindar dari siksaan yang pedih di akhirat akibat meniggalkan puasa Ramadhan. Ibnu AbdulBar rahimahullah berkata,
“Umat Islam sepakat dan semua telah menyatakan, bahwa siapa yang tidak berpuasa Ramadan dengan sengaja, sementara dia masih beriman bahwa puasa Ramadan adalah fardhu, tapi dia tinggalkan karena malas dan sengaja, kemudian dia bertaubat, maka dia wajib qadha.” (Al-Istizkar, 1/77)
Allahu Ta’ala a’lam bisshowab