Ilmu super

Ilmu super Berbagi wawasan, ilmu pengetahuan dan lain2.

28/04/2019

JERAMI SEBAGAI PAKAN TERNAK DENGAN SISTEM AMONIASI

Amoniasi adalah salah satu bentuk perlakuan kimiawi (menggunakan urea) yang telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi dan kecernaan limbah berserat tinggi. Amoniasi merupakan salah satu perlakuan kimia yang bersifat alkalis dan dapat melarutkan hemiselulosa, lignin dan silika, saponifikasi asam uronat dan ester asam asetat menetralisasi asam nitrat bebas serta dapat mengurangi kandungan lignin dinding sel. Turunnya kristalinitas selulosa akan mernudahkan penetrasi enzim selulosa mikrobia rumen (Van Soest, 1982).

Urea adalah bahan padat yang berbentuk kristal bersifat alkali yang dibuat secara sintesis dengan menggabungkan gas amonia dan C02. Gas amoniak tidak mudah menyala dan tidak merusak metal. Di udara bebas, NH3 akan terikat oleh H2O lalu membentuk NH4OH. Urea bila ditambah air dan bila terdapat mikroorganisme yang mengeluarkan enzim urease, maka akan diuraikan menjadi amonia dankarbondioksida. Amonia yang terbentuk sebagian akan terfiksasi dalam jaringan bahan yang diamoniasi sehingga meningkatkan kadar protein kasar.

Amonia yang dihasilkan pada proses amoniasi menyebabkan perubahan komposisi dan struktur dinding sel yang berperan untuk membebaskan ikatan antara lignin dengan selulosa dan hemiselulosa. Reaksi kimia yang terjadi (dengan memotong jembatan hidrogen) rnenyebabkan mengembangnya jaringan dan meningkatkan fleksibilitas dinding sel hingga memudahkan penetrasi (penerobosan) oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh mikroorganisme.

Tingkat pemberian amonia yang optimal untuk amoniasi adalah 3 ‑ 5 % (setara dengan urea 5,3 ‑ 8,8%) dari bahan kering. Pemberian amonia kurang dari 3% tidak berpengaruh pada kecernaan, jadi hanya berfungsi sebagai bahan pengawet. Pemberian amonia lebih dari 5% akan terbuang karena bahan tidak mampu menyerap amonia. Amoniasi dengan urea dapat meningkatkan daya cerna setelah dilakukan penyimpanan selarna 21 hari.

Amonia yang digunakan dapat berupa gas, larutan atau amonia yang berasal darl pemecahan urea. Urea dengan rumus molekul CO(NH2)2 adalah sumber nitrogen yang murah, bersifat higroskopis, berbentuk kristal padat dan mudah larut dalam air. Urea digunakan sebagai sumber amonia karena bersifat alkali dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan karena mudah hilang menguap dan dapat difiksasi oleh tanaman dan mikrobia. Proses amoniasi suatu bahan dipengaruhl oleh beberapa faktor antara lain yaitu dosis amonia, temperatur lingkungan, lama penyimpanan, kadar air dari bahan yang diamoniasikan serta macam dan kualitas bahan yang dipakai.

Pada temperatur diatas 300C proses amoniasi membutuhkan waktu sekitar 3 minggu sedangkan pada temperatur yang lebih rendah membutuhkan waktu 4‑6 minggu. Temperatur yang paling baik yaitu 600C. Semakin tinggi temperatur maka proses amoniasi akan berjalan semakin cepat. Kadar air yang optimal untuk proses amoniasi adalah 30‑50%.

Prinsip Dasar

Amoniasi merupakan salah satu perlakuan kimiawi dengan menggunakan urea yang bersifat alkalis yang dapat melarutkan hemiselulosa. Perlakuan alkali dapat mendelignifikasi dengan cara memutuskan ikatan ester antara lignin dengan selulosa dan hemiselulosa serta pembengkakan selulosa, sehingga menurunkan kristalinitasnya. Daya kerja alkali terhadap bahan berserat pada prinsipnya adalah :
Memutuskan sebagian ikatan antara selulosa dan hemiseslulosa dengan lignin dan silika
“Esterifikasi” gugus asetil dengan membentuk asam uronat
Merombak struktur dinding sel, melalui pengembangan jaringan serat, yang pada gilirannya akan memudahkan penetrasi (perombakan) molekul oleh enzim selulase mikroorganisme.

Beberapa Metode Pengolahan Dengan Amoniak

Sesuai dengan perkernbangannya seJak tahun 1972 pengolahan jerami dengan amoniak mempunyai beberapa metode yang telah dikembangkan oleh para peneliti.

Cara Mudah Membuat Kontak WhatsApp Tidak Bisa Diblokir!Cara Agar Kontak WhatsApp Aman, Tidak Mudah DiblokirEratekno.com ...
30/03/2019

Cara Mudah Membuat Kontak WhatsApp Tidak Bisa Diblokir!

Cara Agar Kontak WhatsApp Aman, Tidak Mudah Diblokir

Eratekno.com

– WhatsApp merupakan aplikasi chatting paling populer dan digunakan banyak orang saat ini. Selain gratis dan mudah digunakan, layanan per-pesanan ini juga membawa sejumlah fitur menarik yang membantu aktivitas chatting pengguna lebih menyenangkan. Salah satu fitur yang biasanya digunakan untuk sejumlah pengguna saat terganggu adalah fitur blokir agar tidak bisa menghubungi kembali.

Kejadian pemblokiran nomor WA ini sendiri mungkin bisa saja terjadi dari mereka yang berada di sekitar kalian. Namun, bagi kalian yang tidak ingin hal ini terjadi, jangan khawatir! Karena kali ini ada sebuah cara unik yang memungkinkan nomor kalian tidak mudah diblokir seseorang.

Penasaran? Langsung simak nih, berikut cara agar kontak WA aman dan tidak mudah diblokir.

Cara Mudah Membuat Kontak WhatsApp Tidak Mudah Diblokir

Pertama-tama, kalian bisa membuka aplikasi WhatsApp di masing-masing perangkat, dan saat di halaman utama, kalian bisa memilih ikon tiga titik yang berada di bagian kanan atas.

Setelah itu, lanjutkan dengan memilih menu Settings atau Pengaturan untuk menuju ke opsi ‘Account/ Akun’. Klik opsi tersebut dan pilih opsi ‘Delete My Account’ atau ‘Hapus akun saya’.
Dengan begitu, nomor WA kalian akan keluar dari semua riwayat percakapan, baik secara pribadi maupun grup yang kalian miliki.

Kemudian, kalian bisa lanjutkan dengan memasukkan nomor HP kalian, dan klik opsi ‘Delete My Account’ atau ‘Hapus Akun Saya’.
Sekedar tambahan saja, bahwa cara kedua yang bisa kalian lakukan ini agar nomor WhatsApp kalian tidak bisa diblokir adalah dengan memasang kembali aplikasi WA di Smartphone.
Nah, seperti itulah cara membuat kontak WhatsApp tidak bisa diblokir yang bisa kalian terapkan dengan mudah. Sehingga dengan cara ini, kalian bisa tetap menjalin hubungan baik, mungkin dengan mantan atau orang lain dan tidak perlu khawatir nomor kalian diblokir. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

19/12/2018
Trik Termudah untuk Membuka Situs yang Diblokir PemerintahTrust+ Positif memang sebuah proyek yang bagus dari pemerintah...
24/07/2018

Trik Termudah untuk Membuka Situs yang Diblokir Pemerintah

Trust+ Positif memang sebuah proyek yang bagus dari pemerintah guna memblokir situs-situs pornografi dan kekerasan yang terus melonjak dari hari ke hari.

Namun, proyek ini sering salah sasaran dan memblokir sejumlah situs yang justru lebih condong pada konten positif.

Ambil contoh Tumblr, Imgur, Reddit, dan yang sempat hangat dibincangkan adalah rencana pemblokiran situs Telegram pada 2017 lalu.

Padahal, menurut penelitian, perbandingan konten negatif dan konten positif di situs-situs tersebut jauh berbeda. Hampir satu banding seratus.

Untunglah, sekarang sudah ada teknologi bernama VPN alias kepanjangan dari virtual private network.
Cara Kerja VPN dalam Membobol Sensor Internet

Kamu mungkin bertanya-tanya tentang apa itu VPN dan bagaimana cara VPN dalam menghilangkan sensor Trust+ Positif?

Bayangkan kamu sedang berada di sebuah hotel di Amerika Serikat. Kamu mengakses situs web terlarang di sana. Apakah kamu akan menemukan pemblokiran semacam Trust+ Positif di Indonesia? Tidak.

Di Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Jepang, dan di sejumlah negara lainnya pemblokiran internet tidak diberlakukan sehingga konten-konten pornografi, SARA, dan kekerasan sekalipun bisa diakses dengan mudah.

Hal itu berkebalikan dengan negara-negara mayoritas muslim seperti negara-negara bagian Timur Tengah dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Nah, cara kerja VPN dijelaskan semua itu. Untuk tujuan menghilangkan pemblokiran, VPN memanfaatkan alamat IP (IP address) suatu negara yang bebas dari pemblokiran internet.

Sehingga jika kamu menggunakan VPN dengan alamat IP Amerika Serikat, misalnya, seakan-akan kamu sedang mengakses internet di Amerika Serikat. Ya, yang terbebas dari pemblokiran situs-situs negatif!

Dengan VPN, kita bisa mengunjungi situs-situs web apa pun yang kita inginkan tanpa harus bertatap muka dengan Trust+ Positif yang menjengkelkan ini.



sumber: bahasteknologi.com

03/06/2018

TARIKH PENANGGALAN JAWA ISLAM
1. Sejarah dan Pengertian Penanggalan Jawa
Di p**au Jawa khususnya, pernah berlaku sistem penanggalan Hindu, yang dikenal dengan penanggalan “Soko”, yakni sistem penanggalan yang didasarkan pada peredaran matahari mengelilingi bumi. Permulaan tahun soko ini ialah hari Sabtu ( 14 Maret 78 M ), yaitu satu tahun setelah penobatan prabu Syaliwahono ( Aji Soko ) sebagai raja di India. Oleh sebab itulah penanggalan ini dikenal dengan penanggalan Soko.[23] Mula-mula tahun Jawa dihitung dengan peredaran matahari dan berwindu 30 tahun dengan nama tahun Hindu-Jawa (Saka). Sejarah pemikiran hisab rukyah mazhab tradisional ala Islam-Jawa ( Kejawen ) atau dalam bahasa Geertz disebut Religion of Java, ini berasal dari pemikiran (kalender) Aji Saka yang dimulai pada tahun tanggal 14 Maret 78 masehi. Kalender Aji Saka ini diperbaharui oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo[24], yakni disesuaikan dengan perhitungan Lunar (Qomariyah) dan tidak lagi menggunakan sistem perhitungan Solar (Syamsiyah). Peralihan tersebut terjadi pada tanggal 1 Sura tahun Alip 1555 (tahun Jawa), sedangkan perputaran tahunnya diubah per windu 8 tahun.[25]
Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di p**au Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender qamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

2. Pemikiran Penanggalan Jawa
Pada tahun 1633 M bertepatan dengan tahun 1043 H atau tahun 1555 Soko, Sri Sultan Muhammad yang terkenal dengan Sultan Agung Anyokrokusumo yang bertahta di mataram, mengadakan perubahan dalam sistem penanggalan Jawa. Perubahan itu menyangkut sistemnya tidak lagi berdasarkan pada peredaran matahari melainkan didasarkan pada peredaran bulan disenyawakan dengan sistem perhitungan tahun hijriyah, sehingga nama-nama bulan ditetapkan dengan urut-urutan sebagai berikut; Suro, Sapar, Mulud, Bakdomulud, Jumadil Awal, Jumadilakir, Rejeb, Ruwah, Poso, Sawal, Dulkangidah( selo), dan Besar. Sedang tahunya masih menggunakan tarikh Jawa yaitu tahun Soko. Disamping itu terdapat juga sistem perhitungan yang berbeda, Bulan-bulan ganjil berumur 30 hari. Sedangkan bulan-bulan genap berumur 29 hari, kecuali bulan ke 12 (besar) berumur 30 pada tahun panjang. Satu tahun berumur 354,375 hari ( 354 3/8 hari), sehingga daur ( siklus) penanggalan Jawa ini selama 8 tahun ( 1 windu) , dengan ditetapkan bahwa pada urutan tahun ke 2, 5 dan 8 merupakan tahun panjang ( Wuntu = 355 hari ). Sedangkan lainya merupakan tahun pendek ( Wastu = 354 hari).[26]

Urut-urutan tahun dalam satu windu itu diberi lambang dengan huruf Arab abjadiyah, yaitu:
- tahun pertama = Alip ( ﺍ )
- tahun kedua = Ehe ( ﻫ )
- tahun ketiga = Jim Awal ( ﺝ )
- tahun keempat = Ze ( ﺯ )
- tahun kelima = Dal ( ﺩ )
- tahun keenam = Be ( ﺏ )
- tahun ketujuh = Wawu ( ﻭ )
- tahun kedelapan = Jim Akhir ( ﺝ )[27]

3. Sistem Perhitungan Penanggalan Jawa
1) ketentuan umum
a) tahun jawa islam = tahun hijriyah + 512
b) satu windu = 8 tahun = 2385
c) tahun panjang (wuntu) jatuh pada urutan ke 2, 5, dan 8.
d) Selisih 1 suro 1555 J dengan 1 muharram 1 H = 369251 hari.
e) Selisih 1 suro 1555 J dengan 1 januari 1 M = 596267 hari.
f) Tahun 1555 sampai dengan 1626 J adalah A’ahgi (tahun alip jum’at legi)
g) 1627 sampai dengan 1746 J adalah Amiswon (tahun alip kamis kliwon).
h) Tahun 1747 sampai dengan 1866 J adalah aboge (tahun alip rebo wage).
i) Tahun 1867 sampai dengan 1986 Jadalah asapon (tahun alip slasa pon).
j) Tahun 1987 sampai dengan 2106 J adalah anenhing (tahun alip senin pahing).

Untuk mengetahui nama tahun serta nama hari dan pasaran pada tanggal 1 suro tahun tertentu, maka dapat diketahui dengan cara tahun yang bersangkutan dikurngi 1554 kemudian dibagi 8.[28]
Contoh perhitungan :
Menghitung tanggal 1 suro 1937 J.
1937
1554 _
383 : 8 = 17 sisa 7
Sisanya dicocokkan pada jadwal berikut ini :

JADWAL TAHUN JAWA

Sisa NAMA TAHUN Hr Ps
1 Alip 1 1
2 Ehe 5 5
3 Jim awal 3 5
4 Ze 7 4
5 Dal 4 3
6 Be 2 3
7 Wawu 6 2
0 Jim akhir 3 1

KETERANGAN
Nama tahun ditunjukkan oleh kolom nama, tahun sesuai sisa pembagian 3 diatas. Sedang nama hari dan pasaran untuk tanggal 1 suro tahun ybs ditunjukkan oleh angaka pada kolom Hr (hari) dan Ps (pasaran) yang dihitung mulai dari hari dan pasaran pada tahun alipnya.[29]
Pada contoh ditas sisa 7 (lihat jadwal diatas) nama tahun adalah wage. Sedang harinya adalah pada urutan 6 dan pasarannya pada urutan 2 tahun 1937 termasuk alam kelompok Asapon (tahun alip selasa pon), sehingga tanggal 1 suro 1937 J jatuh pada urutan ke 6 dihitung dari hari selasa , yakni “ahad”, serta pasaran pada urutan ke 2 dihitung mulai pon, yaitu “wage”. Dengan demikian, tahun 1937 adalah tahun wantu yang 1 suronya jatuh pada hari Ahad Wage. [30]
Penanggalan Tahun 1937 Jawa
No Bulan Hari Pasaran
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12 1 suro
1 sapar
1 bukud
1 bakkodomulut
1 Jumadilawal
1 jumadil akhir
1 rejeb
1 ruwah
1 poso
1 syawal
1 dulkangidah
1 besar 1
3
4
6
7
2
3
5
6
1
2
4 Ahad
Selasa
Rabu
Jumat
Sabtu
Senin
Selasa
Kamis
Jumat
Ahad
Senin
Kamis 1
1
5
5
4
4
3
3
2
2
1
1 Wage
Wage
Pon
Pon
Pahing
Pahing
Legi
Legi
Kliwon
Kliwon
Wage
Waage


JADWAL PENANGGALAN JAWA

BULAN HR PS BULAN HR PS
Suro 1 1 Rejeb 3 3
Safar 3 1 Ruwah 5 3
Mulud 4 5 Poso 6 2
Bakdomulud 6 5 Sawal 1 2
Jumadilawal 7 4 Dulkangidah 2 1
Jumadilakhir 2 4 Besar 4 1

03/06/2018

TARIKH (PENANGGALAN) MASEHI

1. Sejarah dan Permulaan Masehi
Kalender Masehi adalah kalender yang mulai digunakan oleh umat Kristen awal. Mereka berusaha menetapkan tahun kelahiran Yesus atau Isa sebagai tahun permulaan (tahun 1). Namun untuk penghitungan tanggal dan bulan mereka mengambil kalender bangsa Romawi yang disebut kalender Julian (yang tidak akurat) yang telah dipakai berabad-abad lamanya yang berpindah tangan dari bangsa ke bangsa. Dimana asal mula namanya adalah dari nama penguasa pada masa itu yang bernama Yulis Ceasar. Perhitungan tanggal dan bulan pada Kalender Julian lalu disempurnakan lagi pada tahun pada tahun 1582 menjadi kalender Gregorian. dalam sejarah pada tahun 1582 ada hal yang menarik perhatian, yaitu saat penentuan wafat sa al-Masih, yang diyakini oeh rang-orang masehi bahwa peristiwa itu jatuh pada hari minggu setelah bulan purnama yang selalu terjadi segera setelah matahari di titik aries (tanggal 21 Maret). Tetapi pada waktu itu mereka memperingatinya tidak lagi pada hari Minggu setelah terjadi bulan purnama setelah matahari dititik Aries, namun sudah beberapa hari berlalu.
Hal demikian mengetuk hati Paus Gregorius XIII (Ugo Buogompagni, 1502-1585 M) untuk mengadakan koreksi terhadap penanggalan Yustinian yang sudah berlaku agar sesuai dengan posisi matahari yang sebenarnya. Atas saran Christopher Clavius (ahli perbintangan), pada saat hari kamis tanggal 4 oktober 1582 paus gregorius XIII memerintahkan agar keesokan harinya (jum’at) tidak dibaca 5 Oktober 1582 dan ditetapkan bahwa peredaran matahari dalam satu tahun itu 365,2425 hari, sehingga ada ketentuan baru, yaitu angka tahun yang tidak habis dibagi 400 atau angka abad yang tidak habis dibagi 4 adalah tahun Basithah (365 hari). Serta ditetapkan bahwa tahu kelahiran isa al-Masih dijadikan sebagai tahun pertama. Dengan demikian setiap 4 tahun merupakan satu siklus (1461 hari). Maka dikenallah sistem penanggalan ini dengan Gregorian. setiap tahun ada 12 bulan, yaitu januari, pebruari, maret, april, mei, juni, juli, agustus, september, oktober, nopember, desember. Bulan ke 1, 5, 7, 8, 10 dan 12 asing-masing berumur 31 hari. Sedangkan lainnya berumur 30 hari, kecuali bulan ke-2 (pebruari) berumur 28 hari pada tahun basithah (pendek) dan 29 hari pada tahun kabisah (panjang).] , setelah itu maka digantilah kalender julian mejadi kalender gregorian. penanggalan ini berlaku sampai sekarang, walaupun pada tahun 1930 M telah dicoba menggantikan oleh seorang penggemar kalender yang bernama Elisabeth Achelis, tetapi belum nampak realisasinya sampai saat ini.
Kata Masehi (disingkat M) dan Sebelum Masehi (disingkat SM) berasal dari bahasa Arab (المسيح), yang berarti "yang membasuh," "mengusap" atau "membelai." (lihat p**a Al-Masih). Dalam bahasa Inggris penanggalan ini disebut "Anno Domini" / AD (dari bahasa Latin yang berarti "Tahun Tuhan kita") atau Common Era / CE (Era Umum) untuk era Masehi, dan "Before Christ" / BC (sebelum [kelahiran] Kristus) atau Before Common Era / BCE (Sebelum Era Umum).
System kalender Masehi adalah salah satu system penanggalan yang dibuat berdasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari (syamsiah solar system) yang penaggalannya dimulai semenjak kelahiran Nabi Isa Almasih as. (sehingga disebut Masehi ;Masihi). Nama lain dari kalender ini adalah kalender Milladiah (kelahiran).

2. Sistem Perhitungan Penanggalan Masehi

Melakukan perhitungan untuk menentukan hari dan pasaran untuk tiap-tiap awal bulan masehi. Perhitungan untuk mencari hari dan pasaran ini dapat dilakukan dengan beberapa cara; Antara lain:

1) Ketentuan Umum
a) 1 tahun masehi = 365 hari (basithoh), februari = 28 hari atau 366 hari (kabisat), februari = 29 hari.
b) Tahun kabisat adalah bilangan tahun yang habis dibagi 4 (misalnya 1992, 1996, 2000, 2004), kecuali bilangan abad yang tidak habis dibagi 4 (misalnya 1700, 1800, 1900, 2100 dst), selain itu adalah basithoh
c) 1 siklus = 4 tahun (1461 hari).
d) penyesuaian akibat anggaran Gregorius sebanyak 10 hari sejak 15 oktober 1582 M serta penambahan 1 hari pada setiap bilangan abad yang tidak habis dibagi 4 sejak tanggal tersebut, sehingga sejak tahun 1900 sampai 2099 ada penambahan koreksi 13 hari (10 + 3).[21]
2) Menghitung Hari dan Pasaran
Menghitung hari dan pasaran pada tanggal 1 januari suatu tahun dengan cara:
a) Tentukan tahun yang akan dihitung
b) Hitung tahun tam, yakni tahun yang bersangkutan dikurangi satu.
c) Hitung berapa siklus selama tahun tam tersebut, yakni interval (tahun tam : 4)
d) Hitung berapa tahun kelebihan dari sejumlah siklus tersebut
e) Hitung berapa hari selama siklus yang ada, yakni siklus x 1461 hari
f) Hitung berapa hari selama tahun kelebihan tersebut, yakni kelebihan tahun x 365 hari atau 1 tahun = 365 hari, 2 tahun = 730 hari, 3 tahun = 1095 hari, 4 tahun = 1461 hari.
g) Jumlahkan hari-hari tersebut dan tambahkan 1 (tanggal 1 januari)
h) Kurangi dengan koreksi Gregorian, yakni 10 + … hari
i) Jumlah hari kemudian dibagi 7, selebihnya dihitung mulai hari sabtu atau 1 = sabtu, 2 = ahad, 3 =senin, 4 = selasa, 5 = rabu, 6 = kamis, 7 = jum’at, 0 = jum’at
j) Jumlah hari kemudian dibagi 5, selebihnya dihitung mulai pasaran kliwon atau 1 = kliwon, 2 = legi, 3 =pahing, 4 = pon, 5 = wage, 0 = wage.[22]

3) Contoh Perhitungan
Tanggal 1 januari 2004 M
Waktu yang telah dilalui = 2003 tahun, lebih 1 hari atau 2003 : 4 = 500 siklus, lebih 3 tahun, lebih satu hari.
500 siklus = 2003 tahun x 1461 hari = 730500 hari
3 tahun = 3 x 365 hari = 1095 hari
1 hari = 1 hari
Jumlah = 731596 hari
Koreksi Gregorius = 10 + 3 = 13 hari
Jumlah = 731583 hari
731583 : 7 = 104551, lebih 6 = kamis, (dihitung mulai sabtu)
731583 : 5 = 146316, lebih 3 = Pahing, (dihitung mulai kliwon)
Jadi tanggal 1 januari 2004 jatuh pada hari kamis pahing

Sumber: rosidipulungan.blogspot.com

03/06/2018

TARIKH (PENANGGALAN) HIJRIYAH

Ada tiga macam penanggalan yang berlaku di indonesia, khususnya masyarakat jawa, yaitu penanggalan Masehi, Hijriyah, dan Jawa Islam. Dan pertama disini kita membahas tentang Tarikh Hijriyah.

1. Sejarah Tarikh Hijriyah
Bangsa arab telah mempergunakan penanggalan dengan menamakan tahun-tahun itu menurut peristiwa yang paling penting dan menonjol yang terjadi di zaman itu. Sebelumnya, mereka memberi nama tahun pertama Hijriyah itu dengan tahun “Al-iznu” (izin), karena tahun itu telah diberiksn izin oleh Allah untuk berpindah tempat dari Mekkah ke Medinah. Tahun kedua dinamai dengan tahun “amar” (perintah), karena telah diperintahkan oleh Allah untuk berperang melawan musuh-musuh Islam. Tahun ketiga dinamai dengan tahun “Tamhish” (percobaan), karena pada tahun itu telah terjadi perang uhud sebagai ujian bagi umat Islam melalui pertempuran-pertempuran yang mengakibatkan luka-luka parah. Seterusnya dengan tahun-tahun berikutnya yanng lain-lain sampai kepada tahun wafanya Rasulullah SAW, hanya mereka memilih nama-nama tahun itu sesuai dengan peristiwa yang penting terjadi pada tahun itu sendiri.
Dan itu terjadi sebelum islam bangsa arab telah mempergunakan penanagalan dengan menamakan tahun-tahun itu menurut peristiwa-peristiwa yang paling penting dan menonjol yang tejadi dizaman itu. misalnya memberi nama penanggalan dengan tahu “gajah”, karena pada akhir abad ke-5 masehi, wakil Negus dari Etheopia yang ada di yaman bernama Abrahah dengan mengendarai seekor gajah yang besar diiringi oleh suatu angkatan prang yang amat besar, yang lebih besar jumlahnya daripada penduduk Kota Mekkah dan sekitarnya, datang ke Mekkah untuk menghancurkan ka’bah. Oleh karena itu kejadian ini dianggap sangat penting didalam tahun itu, maka bangsa arab menamakanlah tahun itu dengan tahun gajah. Kebetulan tahun itu oleh para ahli sejarah islam meberikan nama kepada tahun lahirnya nabi kita Muhammad SAW.

2. Permulaan Tarikh hijriyah
Para ulama ahli hisab sependapat bahwa tarikh Hijriyah baru resmi dipakai sebagai tarikh islam adalah di masa Umar bin Khatab yaitu pada tahun ke 17 (638 M) setelah Hijriyah.
sejak Umar bin Khattab 2,5 tahun diangkat sebagai khalifah, yaitu sejak terdapat persoalan yang menyangkut sebuah dokumen pengangkatan Abu Musa Al-asy’ri sebagai gubenur di basrah yang terjadi pada bulan sya’ban. Mungkinlah pertanyaan bulan sya’ban yang mana?. Oleh sebab itu, Umar bin Khattab memanggil beberapa orang sahabat terkemuka guna membahas persoalan tersebut. Agar persoalan semacam itu tidak terulang lagi maka diciptakanlah penanggalan Hijriyah. Atas usul Ali bin Abi Thalib, maka penaggalan Hijriyah dihitung mulai tahun yang didalamnya terjadi hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
Dalam sejarah, sebelum menetapkan tanggal 1 hijriyah duluan sudah ditetapkan nama-nama bulannya. Yaitu bulan pertama awal tahun dengan Muharram, karena pada bulan tersebut dilarang serbu-menyerbu, serang menyeang, dan perkelahian. Kemudian memberikan nama dengan nama bulan safar karena mengikuti nama-nama pasar-pasar perdagangan yang disebut dengan safariyah di Yaman, yang selalu mereka kunjungi selama bulan tersebut. Dan bulan berikutnya mereka berikan nama dngan rabi’ul awal dan rabi’ul akhir, yang artinya selesai dengan nama musim rontok atau musim gugur, yang oleh orang arab menamakannya dengan rabi’. Kemudian jumadil awal dan jumadil akhir, yang artinya sesuai dengan musim dingin, sesuai dengan bahasa arabnya yang berarti es dan salju. Bulan rajab, sesuai dengan perilaku mereka menahan diri dari melakukan permusuhan atau bertempur. Bulan sya’ban sesuai dengan maknanya yang berati bertebaran dan berkeliaran untuk mencari makanan atau nafkah. Bulan ramadhan, karena sesuai pada waktu itu berada dalam keadaan musim panas terik. Bumi menjadi sangat kering dan rumput-rumput menjai hangus. Bulan syawal, dinamakan demikian karena waktu itulah masanya unta-unta mengangkat ekornya. Entah apa sebabnya, sehingga bangsa arab memandang bulan ini adalah bulan yang penuh kesialan, sehingga mereka tidak sekali-kali melakukan perkawinan dalam bulan itu.tahayyul ini berlangsung sampai datangnya islam, kemudian islam mengikisnya dengan habis. Bulan zulqa’idah, telah dinamakan demikian karena merka bangsa arab yang terbiasa menjauhkan diri dari berperang. Akhirnya bulan zulhijjah, karena dalam bulan ini mereka melakukan ibadah haji.
Menurut Muhyiddin Khayzin tanggal 1 Muharram tahun 1 H jatuh pada hari Kamis tanggal 15 Juli 622 M, sebab irtifa’ hilal pada hari Rabu 14 Juli 622 M sewaktu matahari terbenam sudah mencapai 5 derajat 57 menit. Sedangkan pendapat yang mengatakan 1 Muharram 1 H jatuh pada hari Jum’at 16 Juli 622 M, karena pada waktu itu tidak satupun terdapat laporan akan berhasilnya rukyah meskipun posisi hilal sudah cukup tinggi. Dengan demikian penaggalan hijriyah itu diberlakukan mundur sebanyak 17 tahun
Penanggalan hijriyah ini berdasarkan pada peredaran bulan mengelilingi Bumi. Satu kali edar lamanya 29 hari 12 jam 44menit 2,5 detik. Untuk menghindari adanya pecahan hari maka ditentukan bahwa umur bulan ada yang 30 hari dan ada p**a yang 29 hari, yaitu untuk bulan-bulan ganjil berumur 30 hari, dan bulan-bulan genap berumur 29 hari, kecuali pada bulan ke 12 (Dzulhijah) pada tahun kabisah berumur 30 hari. Setiap 30 tahun terdapat 11 tahun kabisah (panjang = berumur 355 hari) dan 19 tahun basithah (pendek = berumur 354 hari). Tahun-tahun kabisah jatuh pada urutan ke 2, 5, 7, 10, 13, 15 (16), 18, 21, 24, 26, 29 seperti dalam ungkapan dengan angka-angka jumali sebagai berikut ini:
بَ هْ يُ يَجْ يَهْ يَحْ كَاْ كَدْ كَوْ كَطِ
كَبَائِسْ فِيْ كُلِّ لِ مِنْ هِجْرَةِ
Sedangkan selain urutan tersebut merupakan tahun basithah.
Dalam buku referensi lain bahwa tahun kabisah adalah ; 2, 5, 7, 10, 13, 15, 18, 21, 26 dan 29. (11 kali). Dan tahun basithah adalah ; 1, 3, 4, 6, 8, 9, 11, 12, 14, 15, 17, 19, 20, 22, 23, 25, 27, 28 dan 30. (19 kali).
Adapun pendapat lain tahun hijriyah ialah tahun yang didasarkan pada perjalanan bulan mengelilingi bumi dan bersama-sama bumi mengelilingi matahari. Berdasarkan demikian, bulan merupakan objek utama dalam terjadi tahun-tahun hijriyah,yang disebut tahun qomariah.bulan adalah merupakan satu-satunya satelit bumi, juga termasuk benda gelap.bentuknya seperti bumi,tetapi lebih kecil dari bumi.garis tengah kira-kira ¼ dari garis tengah bumi, yaitu ¼ x 12756 km.(garis tengah bumi) = 3189 km. (garis tengah bulan).

3. Rumus perhitungan tarikh hijriyah
Rumus yang digunakan dalam hal ini adalah istilahi,urfi
Rumus pertama:
Cari NHH
Int (THs x 354, 367) + JHH = NHH 1
NHH 1 : 7 = NHH 2
NHH 2 x 7 = NHH 3
NHH 1 – NHH 3 = NHH
NHH (sisanya dimulai dengan hari kamis)
Sisa NHH Nama hari
0 Rabu
1 Kamis
2 Juma’t
3 Sabtu
4 Minggu
5 Senin
6 Selasa
7 Rabu
a) Penjelasan rumus
NHH : Nama hari hijiriyah dari tanggal yang ingin dicari
Int : Interger (nilai pecahan tidak disertakan)
THs : tahun hijiriyah yang telah sempurna (tahun sebelumnya)
JHH : Jumlah Hari Hijiriyah dari tanggal 1 muharram s/d tanggal yang ingin dicari (daftar JHH yang ada ditabel + tanggal yang ingin dicari)
NHH1 : Nama Hari Hijiriyah yang belum final,(dibulatkan)
NHH2 : Nama Hari Hijiriyah yang belum final, (dibulatkan)
NHH3 : Nama Hari Hijiriyah yang belum final.

b) Tabel JHH
NO NAMA BULAN BASITHAH KABISAH
1 Muharram 0 0
2 Shafar 30 30
3 Rabi’ul Awal 59 59
4 Rabi’ul Akhir 89 89
5 Jumadil Awal 118 118
6 Jumadil Akhir 148 148
7 Rajab 177 177
8 Sya’ban 207 207
9 Ramadhan 236 236
10 Syawal 266 266
11 Dzulqa’idah 295 295
12 Dzulhijjah 324 325
JUMLAH HARI 354 355

KETERANGAN
Untuk mengetahui kabisah atau basithah hendaklah angka tahun yang dimaksud dibagi dengan 30. Jika hasil bagi bersisa sesuai angka-angka dari tahun kabisah, maka tahun itu adalah tahun kabisah, begitu juga sbaliknya.

Contoh penggunaan rumus
Soal : hari apakah jatuh tanggal 1 ramadhan 1411 H ?
Rumus : Cari NHH
Int ( THs x 354, 367 ) + JHH = NHH 1
NHH 1 : 7 = NHH2
NHH 2 X 7 = NHH 3
NHH 1 – NHH 3 = NHH
Jawab :
Int ( 1410 x 354, 367 ) + 237 = 499894,47 =499894
499894 : 7 = 71413,42857 = 71413
71413 x 7 = 499891
499894 – 499891 = 3
NHH = 3
Tanggal 1 ramadhan 1411 H jatuh pada hari sabtu.

Sumbe: rosidipulungan.blogspot.com

Address

Sudimoro Pacitan Jatim
Pacitan
63573

Telephone

082244022269

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ilmu super posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category