RQ Pelangi Ngawi

RQ Pelangi Ngawi Media Official Rumah Qur'an Pelangi Ngawi

*Kemampuan Diri*Tiap insan berbeda-beda ujiannya. Ada yang Allah uji dengan sakit, ia mampu, tapi ia kalah dan lemah dar...
27/11/2025

*Kemampuan Diri*

Tiap insan berbeda-beda ujiannya.
Ada yang Allah uji dengan sakit, ia mampu, tapi ia kalah dan lemah dari ujian karir pekerjaannya.

Ada yang Allah uji dengan kekurangan harta ia mampu, tapi ia kalah dan lemah dari ujian lisannya.

Ada yang Allah uji dengan musibah dan bencana ia mampu, tapi ia kalah dan lemah dari ujian nafsu syahwatnya.

Ada yang Allah uji dengan karir dan jabatannya ia mampu, tapi ia kalah dan lemah dari ujian rumah tangganya.

Begitulah seterusnya!
Ujian demi ujian akan selalu ada selama manusia hidup akan terus diuji.

Karena itu jangan pernah merasa telah beriman dan, jika kita belum lulus diuji, sebagaimana hal ini Allah berfirman,

اَحَسِبَ النَّا سُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ
وَلَقَدْ فَتَـنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَـعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
"Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta."
(QS Al-'Ankabut 29: 2-3)

Banyak orang merasa cukup ketika menyatakan diri sebagai mukmin, lalu ia biasa-biasa menjalani kehidupan dan merasuki telah menjadi orang yang beriman, seolah pengakuan iman tidak mengandung konsekuensi bagi pelakunya.

Padahal pengakuan iman itu masih harus dibuktikan dalam bentuk sikap dan tindakan ketika menghadapi ujian dan cobaan.

Ayat di atas memberitakan keniscayaan adanya ujian bagi pengakuan iman setiap orang untuk membuktikan kebenarannya, dan Allah Maha Mengetahui orang yang benar-benar beriman dan mana yang dusta.

Semoga Allah tersebut memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita semua untuk tetap istiqamah.

𝙊𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙚𝙢𝙖𝙧 𝘽𝙚𝙧𝙗𝙤𝙝𝙤𝙣𝙜 𝘼𝙠𝙖𝙣 𝙈𝙚𝙧𝙤𝙗𝙚𝙠 𝙈𝙪𝙡𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙎𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝘼𝙡𝙖𝙢 𝙆𝙪𝙗𝙪𝙧Seseorang akan berbohong karena melakukan pembelaa...
25/06/2025

𝙊𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙚𝙢𝙖𝙧 𝘽𝙚𝙧𝙗𝙤𝙝𝙤𝙣𝙜 𝘼𝙠𝙖𝙣 𝙈𝙚𝙧𝙤𝙗𝙚𝙠 𝙈𝙪𝙡𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙎𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝘼𝙡𝙖𝙢 𝙆𝙪𝙗𝙪𝙧

Seseorang akan berbohong karena melakukan pembelaan diri, terlepas masalah yang dihadapi benar atau salah. Kebohongan dijadikan sebagai alat untuk bersiasat atau berstrategi.

Kadang bohong dianggap sebagai kebiasaan yang sepele, padahal jika kebiasaan bohong dilakukan terus-menerus, apa lagi jika tanpa ilmu, niscaya ucapan orang tadi akan selalu berbohong dalam hal apa pun.

Salah satu peristiwa buruk yang dialami manusia di alam kubur adalah mulutnya dirobek-robek hingga hancur berantakan, kemudian dikembalikan seperti semula, dirobek-robek lagi, begitu seterusnya hingga hari kiamat tiba. Ini adalah balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang gemar berkata bohong.

Sewaktu bertanya kepada Jibril dan Mikail, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada malaikat ini: "Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat", kedua malaikat menjawab: Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek-robek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas, maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat." (HR Bukhari)

IsIam menganggap berdusta atau berbohong sebagai perbuatan buruk, dengan kata lain, berdusta dilarang dalam IsIam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِنَّمَا يَفْتَرِى الْـكَذِبَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْكٰذِبُوْنَ

"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong."
(QS An-Nahl :105)

Perbuatan bohong termasuk tanda-tanda dari orang munafik, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Tanda-tanda orang munafik ada 3, apabila berkata ia berdusta, bila berjanji ia ingkar, bila dipercaya ia khianat." (HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah akibat berbohong itu berbahaya, lantaran perbuatan itu dapat menimbulkan rasa saling membenci antara sesama. Oleh karena itu usahakan untuk selalu berkata dan berbuat jujur dalam segala kondisi.

*Semoga bermanfaat*

*CAPEK ITU BOLEH, TAPI...*Sedang ada tren yang baiknya jangan diikuti.Yaitu tren menulis "hidup sedang capek-capeknya."K...
21/05/2024

*CAPEK ITU BOLEH, TAPI...*

Sedang ada tren yang baiknya jangan diikuti.
Yaitu tren menulis "hidup sedang capek-capeknya."

Kawan...
Seorang mukmin tidak melakukan itu.
Seorang muslim tidak akan mengungkapkan kelelahan meski hidupnya sedang berat dan melelahkan.

Sebab ia tahu.. Dunia ini "Daarul Bala". Tempat ujian.. tempat perjuangan.
Dunia ini tempat berjuang.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya,
“Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?”

Beliau menjawab: “(istirahat yang sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”
Dunia memang tempat berjuang.

Karena itu jiwa seorang mukmin harusnya adalah jiwa pejuang.
Jangan bicara tentang menangnya kita di pertempuran akhir zaman, jika masih ada keluh kesah dalam hatimu.

Keluarga yang hebat dipimpin oleh ayah-ayah yang gagah pemberani.
Anak-anak hebat dilahirkan dan dibesarkan oleh ibu-ibu yang tangguh dan penuh rasa syukur.

Apakah merasa capek tidak boleh??
Boleh.. tapi simpan dalam hatimu.
Lalu berdoa kepada Allah untuk memberikanmu kekuatan.
Cegah jangan sampai lisanmu mengungkapkannya kecuali hanya rasa syukur kepada Allah.

Allah pun sudah menyindir manusia.

اِنَّ الْاِ نْسَا نَ خُلِقَ هَلُوْعًا

"Sungguh, manusia diciptakan bersifat s**a mengeluh." (QS Al-Ma'arij: 19)

Jika hidup sedang tidak baik-baik saja. Jangan mengumpat atau mengutuk.

Bahkan sekedar mengeluh pun jangan. Karena kualitas rezeki dan perbaikan hidup kita ditentukan dari apa yang keluar dari lisan kita.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu." (QS Al-Ahzab: 70-71)

Bicara yang baik-baik saja.
Termasuk jangan mudah mengeluh.
*Mengeluh itu seperti melepaskan gas beracun untuk kita hirup sendiri.*

Semakin lama dan semakin sering mengeluh, semakin cepat p**a kita terjatuh lemas dan binasa.

Khawatir kalau pas lagi bilang, "Hidup lagi capek-capeknya", terus Allah balas.
"Ya sudah kalau capek.. 'p**ang' sini!"

Padahal bekal belum cukup.. kan serem..?!

*Semoga bermanfaat*

Keutamaan Puasa Syawal ✨
12/04/2024

Keutamaan Puasa Syawal ✨

Wahai Anakku,Kebahagiaan Itu Letaknya di Hati, Bukan pada Harta.Inilah prinsip qana'ah yang diajarkan dalam agama kita.P...
18/03/2024

Wahai Anakku,
Kebahagiaan Itu Letaknya di Hati, Bukan pada Harta.

Inilah prinsip qana'ah yang diajarkan dalam agama kita.

Perhatikanlah dalam dua hadits berikut ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

‎لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud kaya bukanlah dengan banyaknya perbendaharaan harta. Karena betapa banyak orang yang telah dianugerahi oleh Allah harta malah masih merasa tidak cukup (alias: fakir). Ia ingin terus menambah dan menambah. Ia pun tidak ambil peduli dari manakah harta tersebut datang. Inilah orang yang fakir terhadap harta (tidak merasa cukup dengan harta). Sikapnya demikian karena niatan jelek dan kerakusannya untuk terus mengumpulkan harta.

Padahal hakikat kaya adalah kaya hati, yaitu seseorang yang merasa cukup dengan yang sedikit yang Allah beri.
Demikian semoga engkau paham ya Nak..!

Dibuka kembali penerimaan santri Tahfidz di Rq Pelangi 🌈 untuk tahun ajaran 2024/2025. Selain belajar Al - qur'an, disin...
16/03/2024

Dibuka kembali penerimaan santri Tahfidz di Rq Pelangi 🌈 untuk tahun ajaran 2024/2025.
Selain belajar Al - qur'an, disini juga belajar kitab yang langsung di isi bersama Ust Wahono supriadi,MA.
Fasilitas pondok yang memadai, suasana belajar mengajar yang profesional, Di dukung oleh ustadz dan ustadzah berkualitas dan berpengalaman. mengutamakan kebersihan dan kenyamanan. Dan tentunya Menididik geberasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan global..
Jadi tunggu apa lagi?? Ayo jadi bagian dari kami di Rq pelangi 🌈 dan jadilah generasi pecinta Al - qur'an.
Jika kamu berminat untuk menjadi keluarga baru di Rq pelangi 🌈, maka segera daftarkan diri kamu selama pendaftaran masih dibuka..

Jadwal Imsakiyah untuk wilayah Kabupaten Ngawi dan Sekitarnya
09/03/2024

Jadwal Imsakiyah untuk wilayah Kabupaten Ngawi dan Sekitarnya

Kebenaran itu Seperti JamuNasihat kebenaran itu kadang seperti jamu, memang pahit kita rasa.Bagi orang yang menolak seba...
04/03/2024

Kebenaran itu Seperti Jamu

Nasihat kebenaran itu kadang seperti jamu, memang pahit kita rasa.
Bagi orang yang menolak sebab ia tak mau pahitnya.
Bagi orang yg menerima sebab ia tahu manfaatnya.

Itulah mengapa ketika kita menyampaikan kebenaran kadang akan menemukan dua reaksi orang yang berbeda :

Orang yang bijak akan merenung,
Orang yang bodoh akan tersinggung,

Orang yang bijak merenung karena ia sadar bahwa itu bermanfaat baginya,
Sedangkan orang bodoh tersinggung karena menganggap itu merupakan hinaan baginya.

Demikian p**a hal ini seperti sulitnya meyakinkan lalat,
Bahwa bunga itu jauh lebih indah daripada sampah, ia tak percaya.
Sebab ia sudah terbiasa hidup di antara tumpukan sampah dan mencium bau busuknya.
Sehingga ketika kita tunjukkan bunga yang indah dan harum, ia pun tak terima.

Ketika badan sakit, makanan selezat apa pun tidak akan terasa di mulut dan lidah,
Demikian juga apabila hati seseorang sakit (bahkan hati yang mati), ia tidak akan mempan menerima nasihat,
Sebab ia memang tak merasakan manisnya iman yaitu kebahagiaan dan ketenangan sejati di dunia-akhirat.

Hal ini sejalan dengan ucapan Malik bin Dinar. Beliau berkata,

إن البدن إذا سقم لا ينجع فيه طعام ولا شراب ، وكذلك القلب إذا علق حب الدنيا لم ينجع فيه المواعظ

“Sesungguhnya badan apabila terkena penyakit maka akan sulit untuk menelan makanan dan minuman, demikian p**a hati apabila telah tertutup dengan kecintaan kepada dunia, maka akan sulit menerima nasihat.”
[Sifatus Shafwah 2/172]

MENULIS LEMBARAN HIDUPPerjalanan waktu dan pertambahan usia ibarat kump**an lembar demi lembar kertas yang tersusun menj...
29/02/2024

MENULIS LEMBARAN HIDUP

Perjalanan waktu dan pertambahan usia ibarat kump**an lembar
demi lembar kertas yang tersusun menjadi sebuah buku.

Kitalah yang menulis isi dalam tiap lembarnya dengan tinta yang kita miliki dan cerita yang kita inginkan.
Apakah akan kita isi dengan hal yang baik atau pun sebaliknya.

Sebagaimana sebuah buku, suatu saat goresan tinta itu akan sampai juga pada halaman terakhirnya.
Sayangnya, kita tidak pernah tahu sudah sampai mana lembaran hidup yang sudah kita tulis? Atau kapankah lembaran buku itu akan sampai pada akhirnya?

Kita hanya bisa berharap dan berusaha, agar setiap kata dalam lembaran buku itu selalu kita isi dengan hal yang baik dan berakhir dengan cerita yang indah.

Pada hari ini pun kita berharap, semoga banyak kebaikan dalam cerita hidup yang telah kita jalani hari ini.
Semoga cerita hidup yang akan kita tuliskan hari esok bisa lebih baik dari hari ini.

Semangat terus menggoreskan kebaikan di setiap lembar buku kehidupanmu.

Penerimaan Santri Baru ✨Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba jua. Hihi.Alhamdulillah atas izin Allah, Rumah Qur'an P...
02/01/2024

Penerimaan Santri Baru ✨

Kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba jua. Hihi.

Alhamdulillah atas izin Allah, Rumah Qur'an Pelangi membuka kembali Penerimaan Santri Baru tahun 2024.

Persyaratan Umum :
📌Siswa/i SMA/Sederajat
📌 Lulusan SMA/Sederajat Usia (17-25) Tahun/Yang sedang berkuliah
📌Punya tekad kuat untuk menghafal Al-Qur'an
📌Mampu membaca Al-Qur'an dengan baik
📌Bersedia tidak menikah selama program berlangsung (2 Tahun)
📌 Pengabdian 1 tahun

Benefit Program :

📌Pengajar yang berpengalaman Materi Al-Qur'an
📌Materi Diniyah dan Leadership
📌Pembinaan akhlak dan pembinaan ibadah
📌Fasilitas belajar dan asrama
📌Sertifikat Tahfidz (Syahadah)

Kuota Terbatas🤩

Daftar Sekarang Juga!
Info pendaftaran
☎️ +62 856-0436-8849

Official Akun :
FB : RQ Pelangi
Ig : .pelangi_ngawi

Share informasi ini seluas-luasnya, semoga menjadi amal jariyah 🤲

Terima kasih 🤗

Namimah pada hakikatnya adalah menyampaikan atau menceritakan rahasia orang lain sehingga merusak nama baik orang lain t...
24/12/2023

Namimah pada hakikatnya adalah menyampaikan atau menceritakan rahasia orang lain sehingga merusak nama baik orang lain tersebut, tentu saja orang yang diceritakan itu merasa tidak senang dan dapat menimbulkan permusuhan. Mereka yang berjalan dengan namimah , menghasut, dan mengumpat. Di sekitar kita orang yang punya profesi sebagai tukang namimah sangat banyak bergentayangan, dan lebih sering di kenal sebagai provokator-kejelekan. Namimah bukan hal yang kecil , bahkan para ulama mengkatagorikannya di dalam dosa besar .

ﺃَﻻَ ﺃُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻌَﻀْﻪُ ﻫِﻰَ ﺍﻟﻨَّﻤِﻴﻤَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺎﻟَﺔُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

Nabi Muhammad bersabda, “Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu al’adhhu ? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia”

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa namimah bertujuan merusak hubungan manusia. Beliau berkata,
ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀ : ﺍﻟﻨَّﻤِﻴﻤَﺔ ﻧَﻘْﻞ ﻛَﻠَﺎﻡِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑَﻌْﻀِﻬِﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻋَﻠَﻰ ﺟِﻬَﺔِ ﺍﻟْﺈِﻓْﺴَﺎﺩِ ﺑَﻴْﻨﻬﻢْ .
“Para ulama menjelaskan namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.”

Bahkan namimah ini sejenis dengan sihir. Sebagaimana dalam hadits di atas nama lain namimah adalah Al-‘adhhu. Al-Adhu ini semisal sihir. Namimah lebih dahsyat akibatnya daripada sihir dan lebih berbahaya. Yahya bin Abi Katsir berkata,

ﺍﻟﻨَّﻤَّﺎﻡُ ﻳُﻔْﺴِﺪُ ﻓِﻲ ﺳَﺎﻋَﺔٍ ﻣَﺎ ﻻ ﻳُﻔْﺴِﺪُ ﺍﻟﺴَّﺎﺣِﺮُ ﻓِﻲ ﺷَﻬْﺮٍ
“Pelaku namimah bisa merusak hubungan manusia hanya dalam waktu satu jam saja, sedangkan penyihir terkadang perlu waktu sebulan.”

Seseorang bisa jadi sangat mudah melakukan naminah, bahkan ia menganggapnya hal kecil dan biasa padahal hal tersebut adalah dosa besar dan sangat berbahaya. Perhatikan hadits mengenai siksa kubur, orang yang disiksa tidak lah melakukan dosa yang dia anggap besar, akan tetapi ia melakukan namimah.

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺮَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺑِﺤَﺎﺋِﻂٍ ﻣِﻦْ ﺣِﻴﻄَﺎﻥِ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺃَﻭْ ﻣَﻜَّﺔَ ، ﻓَﺴَﻤِﻊَ ﺻَﻮْﺕَ ﺇِﻧْﺴَﺎﻧَﻴْﻦِ ﻳُﻌَﺬَّﺑَﺎﻥِ ﻓِﻰ ﻗُﺒُﻮﺭِﻫِﻤَﺎ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﻳُﻌَﺬَّﺑَﺎﻥِ ، ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻌَﺬَّﺑَﺎﻥِ ﻓِﻰ ﻛَﺒِﻴﺮٍ ‏» ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺑَﻠَﻰ ، ﻛَﺎﻥَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﺘِﺮُ ﻣِﻦْ ﺑَﻮْﻟِﻪِ ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻵﺧَﺮُ ﻳَﻤْﺸِﻰ ﺑِﺎﻟﻨَّﻤِﻴﻤَﺔِ » .

Dari Ibnu Abbas, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati sebuah kebun di Madinah atau Mekah beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa dalam kuburnya. Nabi bersabda, “Keduanya sedang disiksa dan tidaklah keduanya disiksa karena masalah yang sulit untuk ditinggalkan”. Kemudian beliau kembali bersabda, “Mereka tidaklah disiksa karena dosa yang mereka anggap dosa besar. Orang yang pertama tidak menjaga diri dari percikan air kencingnya sendiri. Sedangkan orang kedua s**a melakukan namimah”

Hendaknya kita berhati-hati karena Allah telah memberi peringatan dalam al Qur'an

ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻄِﻊْ ﻛُﻞَّ ﺣَﻠَّﺎﻑٍ ﻣَﻬِﻴﻦٍ ‏( 10 ‏) ﻫَﻤَّﺎﺯٍ ﻣَﺸَّﺎﺀٍ ﺑِﻨَﻤِﻴﻢٍ ‏( 11 ‏) ﻣَﻨَّﺎﻉٍ ﻟِﻠْﺨَﻴْﺮِ ﻣُﻌْﺘَﺪٍ ﺃَﺛِﻴﻢٍ ‏( 12 )
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa” (QS Al Qalam:10-12).

Demikian juga ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ نَمَّامٌ
“Tidak masuk surga pelaku namimah”


WisudaJangan jadikan wisuda tahfidz sebagai tanda bahwa menghafal Alquran telah berakhir, kecuali setelah kita berjumpa ...
27/11/2023

Wisuda

Jangan jadikan wisuda tahfidz sebagai tanda bahwa menghafal Alquran telah berakhir, kecuali setelah kita berjumpa dengan Allah dalam keadaan terbaik kita, nanti.
Karena sejatinya, khatam 30 Juz bukanlah akhir dari menghafal melainkan awal perjalanan yang baru.
Masa belajar kita di RQ Pelangi memang mengenal kata usai, tapi murojaah hafalannya tidak boleh mengenal kata selesai.




Address

Perumahan Griya Rahayu Permai
Ngawi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RQ Pelangi Ngawi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to RQ Pelangi Ngawi:

Shortcuts

Share

Category