Saat Upacara Bendera Merah Putih
Thoriqul Huda Juwet
disini mulailah saya berpijak sarankan teman atau saudara-saudara kita untuk ikut menyukseskan Islam TEMPAT MENIMBAILMU
06/07/2017
Madrasah Ibtidaiyyah MI Thoriqul Huda Juwet
Hakim Cium Tangan Terdakwa, Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania
Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.
Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”
Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.
Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tersebut mengerti benar, pukulan dari guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.
Peristiwa yang terjadi di Jordania pada pekan lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detil, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.
Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah memukul kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani.
Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.
Lalu saat kita menjadi orangtua di zaman sekarang… tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai.
Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh walimurid seperti yang dialami teman-temannya. Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan walimurid hingga harus berurusan dengan polisi.
Semoga tulisan ini, bagi kita para orangtua atau walimurid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan.
Entreeeeeee.......mbeleh...theroooing...
Bus SD Terguling, Wali Murid
Ancam Guru Pakai Batu
Sabtu, 5 April 2014 20:08 WIB
Surya
Para orangtua siswa SDN
Ngampelsari yang menjemput anak-
anak mereka di Perumahan Taman
Candiloka, Sabtu (5/4/2014).
TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO –
Kegiatan outbond SDN Ngampelsari
Sidoarjo berujung maut setelah satu
dari tiga bus yang membawa siswa
kelas IV dan V, menabrak pohon di
wilayah Purwosari, Kabupaten
Pasuruan, Sabtu (5/4/2014).
Salah seorang guru pendamping
outbond SDN Ngampelsari yang
enggan disebutkan namanya
mengatakan, kegiatan ini merupakan
kegiatan tahunan. “Kali ini kami
adakan di Bukit Flora (Wisata Bakti
Alam), Pasuruan,” katanya dengan
nada suara lemah.
Guru tersebut menuturkan, para
korban kecelakaan sudah ada yang
dibawa ke Rumah Sakit Dr Saiful
Anwar (RSSA) Malang. “Kami sendiri
belum tahu keadaan selanjutnya.
Cuma tahu sudah ada yang dibawa
ke RSSA,” sambungnya.
Salah satu wali murid SDN
Ngampelsari, Cindy menggerutu jika
kegiatan outbond ini diwajibkan
sekolah karena harus membayar
Rp120 ribu untuk membiayai
anaknya, Dian. “Kalau tidak ikut
tetap harus bayar. Saya tidak
mengerti kebijakan sekolah ini,”
ujarnya menggebu-gebu.
Bahkan salah satu orangtua
langsung bertindak emosional ketika
mengetahui anaknya tidak ada dalam
rombongan dua bus yang datang.
Didampingi istrinya, wali murid ini
langsung meluapkan emosinya
kepada para guru pendamping.
“Sekolah harus bertanggung jawab!
Saya tidak mau tahu! Sekolah apa
ini?!,” teriaknya.
Bahkan, wali murid ini mengancam
para guru pendamping dengan batu.
“Tak obong sekolah e!,” ancamnya.
Sementara para wali murid yang lain
menenangkan, para guru
pendamping langsung pergi menuju
sekolah.
belajar mengerti
Kata-Kata Mutiara Yang Penuh Kedamaian Kump**an berbagai Kata-kata mutiara yang terbaik untuk anda, penuh motivasi, inspirasi dan nasehat yang membangun serta mendidik.
Indahnya dunia, sy mash bisa menatap kebesaranMu yaa Allah.
Bukalah hati kami, bukalah rizki kami, bukalah pikiran sehat kami yaa Rabb.
Buanglah sifat riya', dengki, hasud, takabur, sombong, congkak, dan segala sifat yg bisa menjauhkan kpdMu yaa Rabb.
Anugrahilah kemulian dengan menyandang predikat shalih dan shalihah dengan perjalanan akhlakul karimah yaa Ilahi Rabbi.
Aamiin amin amin yaa rabbal 'alaamiin, yaa Allah istajib du'a ana.
25/04/2012
Menghitung Kerugian Seorang Muslim yang Enggan Shalat Berjama’ah
Adalah sebuah kerugian yang besar ketika seorang Muslim enggan shalat berjama’ah karena ia menyia-yiakan sebuah investasi dengan margin keuntungan sebesar 2.700 persen.
Jika seorang dengan modal usaha Rp. 100,000, dan ia mengetahui bahwa modal usahanya tersebut pasti digunakan untuk mendapat untung 2.700%, kenapa ia cukup dengan 100%?
Maka begitu p**a dengan urusan shalat. “Shalat berjama’ah lebih utama daripada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat,” (Diriwayatkan secara Muttafaq ‘Alaih – Shahih).
Naudzubillahi min dzalik…
Lagi-lagi seorang Muslim yang enggan shalat berjama’ah akan mendapat kerugian yang besar karena ia membuang kesempatan agar Allah akan memudahkan rezekinya dan memperpanjang umurnya.
Tiap Muslim yang mendatangi shalat berjama’ah akan saling berjabat tangan, mengucapkan salam, dan berdiri dalam shaff-shaff yang lurus dan rapat, hingga ukhuwah imaniyah itu akan semakin erat dan jalinan silariturahmi semakin kuat.
Orang-orang seperti inilah yang dikatakan oleh Rasul, “Barangsiapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi),” (HR Muslim).
Naudzubillahi min dzalik…
Betapa ruginya lagi jika seorang yang mengaku Muslim ternyata enggan menjalankan shalat wajib secara berjama’ah karena ia menganggap remeh kesempatan untuk melebur dosa-dosanya dalam setiap langkah kakinya menuju Masjid.
“Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian dia pergi menuju masjid untuk menunaikan shalat fardhu, maka kedua langkahnya dihitung yang satu untuk menghapuskan dosa dan yang lainnya untuk mengangkat derajatnya satu tingkat,” (HR Muslim).
Naudzubillahi min dzalik…
Orang-orang Islam yang enggan shalat berjama’ah pun akan senantiasa berlumuran dosa-dosa kecil karena mereka tidak akan menemui ucapan “amin” bersama dengan para malaikat.
“Apabila Imam membaca “Amin”, maka ucapkan p**a “Amin” olehmu. Barangsiapa yang ucapan “Amin”nya berbarengan dengan ucapan “Amin”nya malaikat, diampuni segala dosanya yang telah lalu,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Naudzubillahi min dzalik…
Mereka yang meninggalkan shalat berjama’ah pun akan tetap dalam kerugian karena tak akan didapati oleh diri mereka ucapan “Rabbana walakal khamdu” dalam shalat sendirian.
Padahal Rasulullah pernah bersabda, “Apabila imam membaca :”Sami`allahu liman hamidah ”, maka bacalah : “Allahumma rabbana lakal hamd ”. Barangsiapa yang berbarengan dengan bacaan malaikat, diampuni segala dosanya yang telah lalu,” (HR Bukhari & Muslim).
Naudzubillahi min dzalik…
Dan adalah kerugian yang sangat-sangat besar ketika seorang yang dikatakan oleh Rasulullah sebagai ‘tetangga Masjid’ namun enggan melaksanakan shalat berjama’ah dan lebih memilih shalat sendirian di rumah, karena Sahabat Ali Bin Abi Thalib pernah berkata,
“Tidak dianggap shalat bagi tetangga Masjid kecuali harus melaksanakannya di Masjid.” Seseorang bertanya, “Siapakah tetangga Masjid itu?” Maka Sahabat Ali menjawab, “Yaitu orang-orang yang mendengar Adzan,” (Isnadnya Shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah. Dikutip dari “Dosa-dosa Besar – Penjabaran Tuntas 70 Dosa Besar Menurut Quran dan Sunnah” Karya Imam Adz-Dzahabi. Hal. 49).
Naudzubillahi min dzalik…
Dan puncak dari segala kerugian, dan merupakan kerugian yang paling besar, bagi orang-orang yang meninggalkan shalat berjama’ah adalah disematkannya label “munafik” pada dirinya.
“Inilah shalat seorang munafik. Duduk menunggu matahari sampai ketika ia berada di antara dua tanduk setan (hamper tenggelam) orang itu pun berdiri lalu shalat secepat kilat sebanyak empat raka’at. Dia tidak berdzikir kepada Allah kecuali sedikit dalam mengerjakannya,” (HR Muslim No. 622).
Sungguh benar firman Allah bahwa, “Hanyalah orang-orang yang memakmurkan masjid yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,” (At-Taubah: 18).
Nak, mari kita berlindung kepada Allah dari mendapat semua kerugian tersebut di atas, dan terlebih dari mendapat gelar ‘munafik’ karena meninggalkan shalat berjama’ah.
Nak, sempurnakan keimanan ini, keimanan kepada Allah dan hari akhir, dengan memakmurkan masjid. Wallahu ‘alam bish shawwab.
Rasulullah saw bersabda; Allah swt berfirman; semua kebaikan di balas dengan 10 pahala dan dilipatgandakan sampai 700 x lipat kecuali puasa. Ibadah puasa hanya untuk-Ku dan hanya Aku-lah yg bisa membalasnya.
Dlm riwayat lain Rasulullah saw bersabda; disurga terdapat pintu yang disebut Ar-Rayyan, tidak dpat memasukinya kecuali orang-orang yang ahli berpuasa, Apabila mereka masuk, maka segera akan di tutup kembali.
Bidayatul Hidayah
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Address
NGRONGGOT NGANJUK JATIM
Nganjuk
64395
Opening Hours
| 09:00 - 17:00 |