Smp islam as syafi'ah

Smp islam as syafi'ah

Share

Bismillah.. Pokoke di niati, di tekadi, Niat ingsun mondok, ngilangi bodo, golek ngilmu lan kmanfaatan. dadine Yo Mondok, Yo Ngaji, Yo Sekolah, Yo Ro'an.

Mugi tansah uleh bimbingan Poro Masyayih, Guyub Rukun sak konco kabeh, Ta'dim - hidmah Guru - wongtuo

05/06/2025

**🤲نفعني الله وإياكم بسر هذا اليوم وهذا الشهر الشريف🤲**

26/11/2024

KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dalam kitabnya *Adabul Alim wal Mutaallim*, merumuskan 14 pedoman etika yang harus dimiliki seorang guru (*alim*). Etika ini bertujuan untuk membentuk karakter pendidik yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki adab yang luhur. Berikut adalah 14 pedoman tersebut:

1. **Ikhlas dalam Mengajar**
Seorang guru harus mengajar dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, bukan untuk tujuan duniawi seperti popularitas, kekayaan, atau kedudukan.

2. **Menghiasi Diri dengan Akhlak Mulia**
Guru harus menjadi teladan dalam akhlak, seperti bersikap sabar, rendah hati, adil, dan lemah lembut terhadap murid-muridnya.

3. **Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat**
Guru harus fokus menyampaikan ilmu yang bermanfaat dan relevan bagi dunia dan akhirat murid, bukan hanya sekadar teori yang tidak berguna.

4. **Sabar dalam Menghadapi Murid**
Guru harus sabar menghadapi kekurangan dan kesalahan murid, serta tidak mudah marah atau putus asa dalam membimbing mereka.

5. **Tidak Menyembunyikan Ilmu**
Guru tidak boleh menyembunyikan ilmu yang dibutuhkan murid, bahkan jika itu melibatkan pengorbanan waktu dan tenaga.

6. **Mencari Waktu yang Tepat untuk Mengajar**
Guru harus mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologis murid saat mengajar, memilih waktu yang optimal untuk proses pembelajaran.

7. **Mempermudah Pemahaman Ilmu**
Guru harus menggunakan metode yang sesuai untuk mempermudah murid memahami pelajaran, baik melalui penjelasan, contoh, maupun pengulangan.

8. **Bersikap Adil kepada Semua Murid**
Guru harus bersikap adil tanpa membeda-bedakan murid berdasarkan latar belakang, kecerdasan, atau status sosial mereka.

9. **Tidak Menghina Murid**
Guru harus menghargai murid-muridnya, tidak menghina, mempermalukan, atau mengecilkan mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung.

10. **Mendoakan Kebaikan untuk Murid**
Guru harus mendoakan murid-muridnya agar mendapatkan keberkahan ilmu dan menjadi pribadi yang berguna.

11. **Mengajarkan Ilmu Secara Bertahap**
Guru harus mengajarkan ilmu sesuai dengan tingkatan kemampuan murid, dimulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks.

12. **Tidak Mengajarkan Ilmu yang Tidak Dikuasai**
Guru hanya boleh mengajarkan ilmu yang benar-benar ia kuasai untuk menghindari kesalahan dalam penyampaian.

13. **Menjaga Amanah Ilmu**
Guru harus menjaga amanah ilmu dengan menyampaikan kebenaran tanpa distorsi atau manipulasi.

14. **Mengajarkan Ilmu dengan Kasih Sayang**
Guru harus mengajar dengan penuh kasih sayang, memperlakukan murid seperti anak sendiri, dan berusaha membantu mereka berkembang.

Etika ini menunjukkan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan amanah besar yang menuntut keikhlasan, tanggung jawab, dan kedekatan kepada Allah SWT. Dengan menerapkan pedoman ini, seorang guru dapat menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya.

26/11/2024

Ki Hadjar Dewantara

Nama asli beliau adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Beliau merupakan tokoh pendidikan yang mendirikan perguruan Taman Siswa.

Filosofi pengajaran beliau yang sampai saat ini masih sangat relevan.

✓Ing ngarsa sung tuladha
✓Ing madya mangun karsa
✓Tut wuri handayani

20/11/2024

PROGRAM MAGANG KEMENSETNEG

Informasi !
- Program Magang Kementerian Sekretariat Negara hanya dikhususkan untuk Siswa/Mahasiswa aktif.
- Masa magang minimal 2 Bulan.
- Kemensetneg tidak menyediakan akomodasi apapun bagi peserta magang yang diterima magang di lingkungan Kemensetneg.
- Seluruh proses Pendaftaran, Seleksi, dan Pelaksanaan magang dilakukan melalui aplikasi OLIMPUS dan tidak dipungut biaya apapun.

Keterangan lengkap akses link berikut 👉 https://olimpus.setneg.go.id/autentikasi/login

21/10/2024

SELAMAT HARI SANTRI

ان هذا العلم دين، فنظروا عمن تاءخذون دينكم. رواه الامام احمد

Ilmu adalah (laksana) agama, maka telitilah dari siapa kalian mengambil agama kalian. ( hr. Imam Ahmad)

Bismillah bisa diucap oleh lisan siapapun. Tapi dengan mempunyai guru, bismillah kita seperti bismillahnya guru, gurunya guru, sampai tabi'in, sahabat, hingga kanjeng rosul.
Seperti mata rantai yang saling menghubungkan satu dengan yang lain.

Sungkem dalem kagem guru saya juga masyayikh panjenengan sedanten.

Keampuhan Dua Kiai Zainuddin Asal Nganjuk dan Tirakatnya - Jaringan Santri 15/04/2024

Keampuhan Dua Kiai Zainuddin Asal Nganjuk dan Tirakatnya

Di Nganjuk dikenal ada dua Kiai Zainuddin. Pertama Kiai Zainuddin yang tinggal di Cepoko, kedua Kiai Zainuddin yang tinggal di Mojosari. Selama ini yang kita kenal adalah kiai Zainuddin Mojosari. Sebenarnya masih ada Kiai Zainuddin lain, yakni yang berasal dari Cepoko Nganjuk.

Kiai Zainuddin bin Abror Cepoko asalnya dari Sewulan (putra Kiai Sewulan). Ketika masih remaja, Kiai Zainuddin Cepoko s**a adu kadigdayan. Pernah suatu saat beliau tarung dengan pemuda Grobogan. Tarung pada waktu itu disebut benten. Ternyata beliau kalah. Setelah kalah, beliau bertekad untuk mengasah kesaktiannya dengan topo kalong. Yakni puasa sambil menggantung kaki selama 41 hari.
Ketika sedang berpuasa, beliau ditemui secara gaib oleh Mbah Basyariyah Sewulan dan ditanya, “Kenapa Nak kamu kok puasa?”
Ternyata jawaban Mbah Zainuddin Cepoko tidak sesuai dengan niat awal tadi, yakni untuk kesaktian. Beliau justeru menjawab, “Supaya bisa ngaji Mbah.” Mimpi dialog gaib ini berlangsung sampai tiga kali. Selanjutnya Kiai Zainuddin ini mondok di Termas, dan terakhir mondok di Cepoko.

Beliau diambil menantu oleh Kiai Muhtar dengan putrinya yang bernama Asyhiroh. Sekedar informasi, Mbah Kiai Muhtar adalah putra Kiai Ali Imron, pendiri Pondok Mojosari Nganjuk. Kiai Muhtar ini menantu Bupati Pertama Berbek yakni KRT. Sosrokoesoemo I atau sering dipanggil dengan sebutan Kanjeng Djimat. Mbah Kiai Muhtar mempunyai anak lelaki bernama Kiai Imam Asyraf. Mbah Imam Asyraf mempunyai putri bernama Mbah Raden Khodijah yang selanjutnya dinikahkan
dengan Kiai Hamid Chasbullah (adik KH. Wahab Chasbullah) Tambakberas Jombang.

Murid Kiai Zainuddin Cepoko ini antara lain Mbah Wahab Chasbulloh dan Kiai Zainuddin Mojosari. Saat Kiai Zainuddin Mojosari sudah mengasuh pondok Mojosari, beliau masih menyempatkan untuk mengaji ke Cepoko.

Di antara keistimewaan Kiai Zainuddin Cepoko, suatu saat santrinya digigit ular. Akhirnya dengan kemampuan spiritualnya beliau mengundang seluruh ular yang ada. Maka penuhlah halaman rumah beliau dengan ular. Semua ular yang ada disumpah agar jangan menggigit anak turunnya hingga tujuh turunan. Dan betul tujuh turunan Mbah Zainuddin mempunyai kelebihan terkait dengan ular.

Saya dapat kisah dari Gus Pelapakk Sholawat (Gus Ali) bahwa salah satu peninggalan Kiai Zainuddin adalah blombang kramat di Utara masjid. Sewaktu pembangunan masjid akan diuruk, dicegah oleh KH. Sholeh Tambakberas. Banyak orang Cina ambil air di sini. Waqila, Mbah Suro dulu juga ambil dari sini.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah hanya mitos kisah di atas? Boleh percaya boleh tidak, tapi yang jelas ada beberapa kisah keturunan Kiai Zainuddin Abror dan santrinya yang saat digigit ular beracun hanya demam sebentar dan sembuh. Malah seperti KH Faqih bin Zahid dahulu memelihara banyak ular. Saat saya tanya apakah pernah digigit ular? Beliau menjawab bahwa ularnya mingkem. Sayang saya tidak bisa mewawancarai banyak karena ngendikannya (kalau berkata) kurang jelas setelah sebelumnya setahun lalu sakit sehingga perlu didampingi putranya yang sabar mengawal, Gus Saiful.

Dahulu banyak ular dipelihara di rumah KH. Faqih dengan dilepasbebaskan berkeliaran di rumah tanpa dikurung. Tapi sekarang sudah tidak, apalagi tiap tahun Gus Lik (kiai antik asal Kediri yang jamaahnya ribuan dan banyak bekas preman tobat dengannya) mengisi ngaji di Ndalem Yai Faqih.

****

cerita lagi dari Gus Pelapak Sholawat bahwa setelah diterapi setrum, KH. Fakih tangannya terus bergerak (keter). Sekalipun demikian, ketika di sungai dekat pondok ada batu besar yang dipalu tapi tidak bisa bergerak. Akhirnya Mbah Kiai Faqih tahu dan berkata, “Ambilkan ketapel”, lalu batu besar itu diketapel Kiai Faqih dan langsung ambyar. Begitulah Gus Pelapakk Sholawat dapat cerita terbaru masyarakat Cepoko.

***

Kiai Zainuddin Mojosari asalnya dari Padangan Bojonegoro. Beliau mondok di langitan. Di Langitan inilah beliau diambil menantu oleh kiai Sholeh Langitan (istri Kiai Sholeh adalah putrinya Yai Mukhtar Cepoko).
Selanjutnya, Kiai Zainuddin Mojosari diutus oleh Mbah Muhtar Cepoko agar ngopeni (mengasuh) pondok Mojosari, menggantikan Kiai Nurmuhyiddin yang pindah ke Poleng Mojoduwur (Kiai Nurmuhyiddin menantunya Kai Muhtar).

Santri-santri Kiai Zainuddin Mojosari antara lain KH. Wahab Hasbulloh, Kiai Jazuli (ayah Gus Miek), Mbah Wali Fattah Mangunsari Tulungagung.

Diantara keistemewaan Kiai Zainuddin Mojosari adalah kemampuan beliau memahamkan orang asing dengan cara dirangkul. Lebih jelasnya saat bertemu dengan Belanda, dia langsung dirangkul Yai Zainuddin. Maka terjadilah dialog yang satu menggunakan bahasa Jawa dan yang lain dengan bahasa Belanda.

Foto : Yai Faqih saat dengan Abah Sholeh Tambakberas.

Sumber
1. Kiai Zainuddin Poleng, wawancara pada 28 Juni 2017
2. Kiai Masyhudi Sanggrahan

Categories:fragmen
by Dr. Ainur Rofiq Al Amin |on Juli 13, 2020

Keampuhan Dua Kiai Zainuddin Asal Nganjuk dan Tirakatnya - Jaringan Santri Di Nganjuk dikenal ada dua Kiai Zainuddin. Pertama Kiai Zainuddin yang tinggal di Cepoko, kedua Kiai Zainuddin yang tinggal di Mojosari. Selama ini yang kita kenal adalah kiai Zainuddin Mojosari. Sebenarnya masih ada Kiai Zainuddin lain, yakni yang berasal dari Cepoko Nganjuk. Kiai Zainuddin bin Abr...

19/07/2023

Mengenal sekaligus 🤝 menyambung diri dengan 🫶muasis dan para masyayikh ...❣️💝
🤲🤲🤲Semoga kami mengikuti jejakmu yaa syaikhona...🤲🤲🤲

06/06/2023

*Memulai perjalanan adalah Tanggung jawab(KEWAJIBAN), Sedangkan Sampai tujuan adalah Fadhol dan Karunia-Nya.*

Salah satu hal yang paling bermanfaat yang pernah saya baca adalah kisah Thumamah ibn Utsal. Setelah hijrah Nabi Muhammad (saw) dan para sahabatnya dari Mekah ke Yatsrib (sekarang Madinah), hanya sedikit Muslim yang tersisa di Mekah yang tidak ikut hijrah karena sakit atau usia tua.

Salah satu dari para sahabat yang tertahan karena sakit dan usia tua adalah sahabat yang mulia, Thumamah ibn Utsal, semoga Allah meridainya. Ia tidak mampu menahan kesulitan perjalanan dan panasnya gurun, sehingga ia terpaksa tinggal di Mekah.

Namun, ia tidak tahan tinggal di antara orang-orang musyrik di Mekah, sehingga ia memutuskan untuk menghadapi perjalanan tersebut, mengabaikan sakit dan usia tuanya. Thumamah ibn Utsal, semoga Allah meridainya, berangkat menuju Yatsrib. Selama perjalanannya, sakitnya semakin parah, dan ia sadar bahwa kematian akan segera menjemputnya dan ia tidak akan mampu mencapai tujuannya.

Ia berhenti, memukulkan satu tangan ke tangan yang lain, seraya berkata ketika memukulkan tangan pertama:
"Ya Allah, inilah ikrarku kepada-Mu."

Kemudian ia memukulkan tangan yang kedua dan berkata:
"Dan inilah ikrarku kepada Nabi-Mu."

Setelah itu, ia jatuh meninggal. Malaikat Jibril (as) turun kepada Nabi Muhammad (saw) dan memberitahukannya tentang apa yang terjadi pada Thumamah. Kemudian ayat berikut diwahyukan:

"Barangsiapa yang berhijrah karena Allah, niscaya mereka akan mendapatkan tempat yang luas di bumi dan rezeki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian mengejarnya, maka sungguh pahalanya telah menjadi kewajiban bagi Allah." (Qur'an 4:100)

Nabi mengumpulkan para sahabatnya dan menceritakan kisah Thumamah kepada mereka, serta menyampaikan hadis terkenalnya yang merupakan hadis pertama dalam Sahih Bukhari dan Arba'in Nawawi:

"Amal perbuatan itu tergantung pada niatnya..."

Thumamah meraih kehormatan yang sedikit orang lain capai, karena Al-Qur'an dan Sunnah diwahyukan mengenai dirinya, meskipun ia tidak sampai ke Madinah.

Jalan menuju Allah adalah panjang, dan tidak diperlukan untuk mencapai tujuan akhir. Yang penting adalah Anda meninggal dalam keadaan berada di jalan tersebut. Bekerja dengan Allah tidak memerlukan pencapaian tujuan, tetapi cukup jika Anda meninggal dalam keadaan berusaha dan berjalan di jalan menuju-Nya selama niat Anda hanya untuk Allah.

Jaga perjalanan Anda menuju Allah, karena hati yang rentan dan godaan-godaan tersebar luas.

"🤲Ya Allah, tunjukkanlah hati kita untuk taat kepada-Mu dan lindungilah kami dari godaan, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Amin, amin, amin🤲".

Thumamah ibn Utsal, ra Lahul Fatihah...🤲

21/04/2023

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَا وَ مِنْكُمْ صِيا منا وَ صِيَامكم كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ🤲🤲🤲

09/04/2023
08/02/2023

*Persyaratan*
1. Mengisi Formulir Pendaftaran Secara Online.
2. Foto Copy Akte Kelahiran.
3. Foto Copy KK.
4. Foto Copy KPS/PKH (Bagi Yang Memiliki).
5. Pas Foto 3x4 (3 Lembar).

Assalamu'alaikum wr. wb.
Info Pendaftaran SMPI dan SMAI As Syafi'ah
Gelombang Satu
• Pendaftaran : 01 s/d 10 Maret
• Tes Penerimaan : 19 Maret
Gelombang Dua
• Pendaftaran : 01 s/d 10 April
• Tes Penerimaan : 16 Arpil
*>>Link Pendaftaran* :
https://assyafiah.sch.id/ppdb/
Wassalamualaikum wr.wb.

Want your school to be the top-listed School/college in Nganjuk?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Mojosari Ngepeh
Nganjuk
64471

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00