11/10/2023
https://youtu.be/aDOtP3ZHOLc?si=ZWvOsEarvFw0Ev_F
Menanggapi dari isi guru Agama yang dipolisikan, dari sudut pandang saya sebagai sesama guru Agama. Dan dari berita tentang kasus guru- guru lainnya, secara langsung mentriger para wali siswa sehingga muncul rasa trauma dan was-was pada sikap guru kepada putra-putrinya. Ee takut anakku nanti di bully, ee takut anakku nanti di pukul juga.
Apalagi dengan maraknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh guru akhir-akhir ini.
Fikiran tersebut memang wajar, karena anak adalah aset terpenting dalam hidup kita. Jika nanti terjadi hal terburuk pada anak kita, setengah dunia seperti hancur. Kita pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak kita.
Yang menjadi tidak wajar itu adalah overthinking kita. Pernah dengar kisah seseorang yang naik kereta api? Pernahkah kita naik bus atau kereta api? Atau naik motor tapi di boncengin? Saya yakin pasti pernah. Dari naik kendaraan yang dikendarai supir, kita diantar sesuai tujuan kita. Kita bisa duduk dan menikmati pemandangan dengan nyaman sembari menunggu sampai pada tujuan kita. Masalah perjalanan, serahkan saja pada supir.
Dari peristiwa naik kereta, bis atau diboncengin, kita kan percaya tuh sama supir kita. Coba bayangin kalau kita overthinking pada supir kita, apa yang terjadi? Pastilah nggk jadi naik. Kalau nggk jadi naik, gimana mau sampai ke tujuan kita? Mau jalan kaki? Ya bisa, tapi lama. Kadang juga kalau kita berfikiran yang aneh-aneh, maka fikiran kita juga bisa jadi kenyataan.... Nah lo.
Dari semua peristiwa yang ada, yok sama-sama belajar yok, baik guru, wali siswa, kepala sekolah, pemerintah dll. Yok kita merenung sejenak yok.... Kira-kira, kenapa ya anakku/muridku/generasi bangsaku jadi ndk menaati peraturan? apa yang harus kulakukan agar anakku/muridku/generasi bangsaku menjadi lebih baik? Apa yang bisa aku lalukan?
Mari konsultasikan bersama dengan guru dan kepala sekolah, sebelum melanjutkan ke ranah yang lebih luas, agar apa?
Agar tidak melukai jati diri banyak pihak.
Dari peristiwa di atas, jika memang benar seperti itu, maka yang akan timbul:
1. Demo dari guru-guru
2. Ketidak percayaan wali siswa pada guru
3. Hilangnya kesakralan guru
4. Lebih parahnya lagi, kalau guru mogok ngajar, alamat ajarin sendiri anak anda d**g, ya nggk?
Jika berita demikian setelah diusut, dan akhirnya faktanya sebaliknya, maka yang akan timbul:
1. Media kehilangan kredibilitas nya
2. Lembaga hukum kehilangan kepercayaan masyarakat
3. Wali siswa mendapat sanksi sosial.
Ingat, cibiran netizen sekarang lebih kejam dari pada harimau lo
Dan yang paling penting lagi, dari semua peristiwa yang terjadi, saya kadang jadi berfikir, apa iya, enaknya jadi guru yang bodo amat, yang penting saya sudah menjelaskan ilmu, terserah di pahami atau tidak, diamalkan atau tidak. Terserah kalian mau berantem atau tidak. Terserah kalian mau jungkir balik atau salto atau bullying teman kalian. Karena apa, karena setelah banyak kejadian di medsos akhir-akhir ini, dan yang entah akan datang, mungkin segala tindak tanduk guru tidak ada yang benar. Heheh.
Kadang heran juga, sebagai guru, katanya dituntut bekerja secara totalitas ikhlas dan sepenuh hati. La bentuk totalitas kami saja tidak dihargai, malah di setara kan hukum polisi.
Tapi di penutup opini saya, dengan belajar dari kisah boncengan tadi, saya masih memiliki keyakinan, bahwa masih banyak wali murid dan pihak-pihak lain yang masih selektif dan masih percaya pada kredibilitas guru. Saya berharap, para wali siswa bisa lebih tenang dan percaya dalam menitipkan putra dan putrinya untuk di didik oleh guru. Karena insyaallah, ketika kita ikhlas dan percaya dengan mantap, InsyaAllah anak-anak kita juga anak terhindar dari pengaruh buruk atau peristiwa yang tidak diinginkan. Karena Allah selalu bersama hambanya yang beriman.
Dan insya Alloh dengan kepercayaan dari berbagai pihak, maka akan menimbulkan mood positif bagi guru dalam proses mendidik sehingga dapat menghasilkan output yang berkualitas juga.
Akhir kata, kepada rekan sesama guru Saya Bpk, Akbar Sarosa, semoga segera mendapat keadilan atas semua yang terjadi.
Begitu p**a dengan guru-guru lain yang sedang dalam kerumitan problem, semoga segera mendapatkan titik terang. Aamiin.
Tetap semangat wahai para guru
Tetap semangat wahai para wali siswa
Bersama kita bisa
Mendampingi anak kita menjadi sukses dimasa depan
Aamiin.
AKIS, https://www.tvOnenews.com - Waduh! Hukum Siswa Tidak Shalat, Guru Dipolisikan | AKIS tvOneGuru honorer SMKN 1 Taliwang, Sumbawa, Akbar Serosa dilaporka...