Cerita Cikgu Besar - Bu Niswa

Cerita Cikgu Besar - Bu Niswa halaman ini untuk berbagi cara mengajar menyenangkan dan aktif di kelas bersama cikgu Niswa.

29/07/2025

Tepuk An Naas

29/07/2025

Tepuk Al Alaq

11/10/2023

Kado Untuk Bapak dan Ibu guru.

Kabar gembira buat para guru.

PENTING, MOHON DISIMAK DAN BAGIKAN AGAR SEMUA TAHU.

MAHKAMAH AGUNG:
*GURU TAK BISA DIPIDANA KARENA MENDISIPLINKAN SISWA*,

BERIKUT ISI YURISPRUDENSI MA YANG BERHASIL KAMI KUTIP DI WEBSITE RESMI MAHKAMAH AGUNG.

TOLONG DISEBARKAN kepada BAPAK IBU GURU.

http://www.sinarberita.com/2016/08/mahkamah-agung-guru-tak-bisa-dipidana.html

Buat yg ber profesi Guru 😊

*Peraturan Pemerintah yg melindungi Guru* dalam melaksanakan tugas nya adalah *_PP No. 74 tahun 2008_*

Hal ini perlu diindahkan oleh Murid/Wali Murid, kepolisian, kejaksaan, Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT)

Bunyi Pasal/Ayat tentang guru...

1⃣ *Pasal 39 ayat 1*.
"Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya,"

Dalam *ayat 2* disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.

2⃣ *Pasal 40*.
"Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing,"

Rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja.

3⃣ *Pasal 41*.
"Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain,"

*_... tolong dibantu membagikan... supaya masyarakat paham_*.

https://youtu.be/aDOtP3ZHOLc?si=ZWvOsEarvFw0Ev_F  Menanggapi dari isi guru Agama yang dipolisikan, dari sudut pandang sa...
11/10/2023

https://youtu.be/aDOtP3ZHOLc?si=ZWvOsEarvFw0Ev_F

Menanggapi dari isi guru Agama yang dipolisikan, dari sudut pandang saya sebagai sesama guru Agama. Dan dari berita tentang kasus guru- guru lainnya, secara langsung mentriger para wali siswa sehingga muncul rasa trauma dan was-was pada sikap guru kepada putra-putrinya. Ee takut anakku nanti di bully, ee takut anakku nanti di pukul juga.
Apalagi dengan maraknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh guru akhir-akhir ini.

Fikiran tersebut memang wajar, karena anak adalah aset terpenting dalam hidup kita. Jika nanti terjadi hal terburuk pada anak kita, setengah dunia seperti hancur. Kita pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak kita.

Yang menjadi tidak wajar itu adalah overthinking kita. Pernah dengar kisah seseorang yang naik kereta api? Pernahkah kita naik bus atau kereta api? Atau naik motor tapi di boncengin? Saya yakin pasti pernah. Dari naik kendaraan yang dikendarai supir, kita diantar sesuai tujuan kita. Kita bisa duduk dan menikmati pemandangan dengan nyaman sembari menunggu sampai pada tujuan kita. Masalah perjalanan, serahkan saja pada supir.

Dari peristiwa naik kereta, bis atau diboncengin, kita kan percaya tuh sama supir kita. Coba bayangin kalau kita overthinking pada supir kita, apa yang terjadi? Pastilah nggk jadi naik. Kalau nggk jadi naik, gimana mau sampai ke tujuan kita? Mau jalan kaki? Ya bisa, tapi lama. Kadang juga kalau kita berfikiran yang aneh-aneh, maka fikiran kita juga bisa jadi kenyataan.... Nah lo.

Dari semua peristiwa yang ada, yok sama-sama belajar yok, baik guru, wali siswa, kepala sekolah, pemerintah dll. Yok kita merenung sejenak yok.... Kira-kira, kenapa ya anakku/muridku/generasi bangsaku jadi ndk menaati peraturan? apa yang harus kulakukan agar anakku/muridku/generasi bangsaku menjadi lebih baik? Apa yang bisa aku lalukan?
Mari konsultasikan bersama dengan guru dan kepala sekolah, sebelum melanjutkan ke ranah yang lebih luas, agar apa?

Agar tidak melukai jati diri banyak pihak.
Dari peristiwa di atas, jika memang benar seperti itu, maka yang akan timbul:
1. Demo dari guru-guru
2. Ketidak percayaan wali siswa pada guru
3. Hilangnya kesakralan guru
4. Lebih parahnya lagi, kalau guru mogok ngajar, alamat ajarin sendiri anak anda d**g, ya nggk?
Jika berita demikian setelah diusut, dan akhirnya faktanya sebaliknya, maka yang akan timbul:
1. Media kehilangan kredibilitas nya
2. Lembaga hukum kehilangan kepercayaan masyarakat
3. Wali siswa mendapat sanksi sosial.

Ingat, cibiran netizen sekarang lebih kejam dari pada harimau lo

Dan yang paling penting lagi, dari semua peristiwa yang terjadi, saya kadang jadi berfikir, apa iya, enaknya jadi guru yang bodo amat, yang penting saya sudah menjelaskan ilmu, terserah di pahami atau tidak, diamalkan atau tidak. Terserah kalian mau berantem atau tidak. Terserah kalian mau jungkir balik atau salto atau bullying teman kalian. Karena apa, karena setelah banyak kejadian di medsos akhir-akhir ini, dan yang entah akan datang, mungkin segala tindak tanduk guru tidak ada yang benar. Heheh.

Kadang heran juga, sebagai guru, katanya dituntut bekerja secara totalitas ikhlas dan sepenuh hati. La bentuk totalitas kami saja tidak dihargai, malah di setara kan hukum polisi.

Tapi di penutup opini saya, dengan belajar dari kisah boncengan tadi, saya masih memiliki keyakinan, bahwa masih banyak wali murid dan pihak-pihak lain yang masih selektif dan masih percaya pada kredibilitas guru. Saya berharap, para wali siswa bisa lebih tenang dan percaya dalam menitipkan putra dan putrinya untuk di didik oleh guru. Karena insyaallah, ketika kita ikhlas dan percaya dengan mantap, InsyaAllah anak-anak kita juga anak terhindar dari pengaruh buruk atau peristiwa yang tidak diinginkan. Karena Allah selalu bersama hambanya yang beriman.

Dan insya Alloh dengan kepercayaan dari berbagai pihak, maka akan menimbulkan mood positif bagi guru dalam proses mendidik sehingga dapat menghasilkan output yang berkualitas juga.

Akhir kata, kepada rekan sesama guru Saya Bpk, Akbar Sarosa, semoga segera mendapat keadilan atas semua yang terjadi.

Begitu p**a dengan guru-guru lain yang sedang dalam kerumitan problem, semoga segera mendapatkan titik terang. Aamiin.

Tetap semangat wahai para guru
Tetap semangat wahai para wali siswa
Bersama kita bisa
Mendampingi anak kita menjadi sukses dimasa depan
Aamiin.

AKIS, https://www.tvOnenews.com - Waduh! Hukum Siswa Tidak Shalat, Guru Dipolisikan | AKIS tvOneGuru honorer SMKN 1 Taliwang, Sumbawa, Akbar Serosa dilaporka...

02/09/2023

Saya telah menerima 25.000 tanggapan pada postingan saya dalam 30 hari terakhir. Terima kasih atas dukungan Anda. πŸ™πŸ€—πŸŽ‰

14/08/2023
08/08/2023

Saya baru saja menghubungi 4 rb pengikut! Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. πŸ™πŸ€—πŸŽ‰

Address

SDN BEDALI 2
Ngancar
64291

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cerita Cikgu Besar - Bu Niswa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share