Ma'had Darul Azhar

Ma'had Darul Azhar Yayasan pondok pesantren Ma'had Darul azhar. Desa jambur padang matinggi kec. Panyabungan utara ,kab

Pondok Pesantren, Ponpes, Mondok, Pondok Tahfidz, Pondok Kitab Kuning, Pondok Pesantren Mandailing Natal, Sekolah Agama, Sekolah Ulama, Sekolah Umara', Sekolah Tahfidz, Pondok Pesantren Panyabungan, Pondok Pesantren Jambur Padang Matinggi

07/06/2021

NAMANYA ARRAZY HASYIM

Oleh Muhammad Aminullah

Belum lama saya mengenal nama ini. Nama beliau mulai mengemuka lewat kajian-kajian keislamannya di dunia maya. Di Facebook dan youtube. DR. Arrazy Hasyim, MA. merupakan generasi asli tanah Minangkabau yang mulai menghidupkan kembali pemahaman ajaran Ahlussunnah Waljamaah sebagaimana diyakini dan praktikkan para ulama pendahulunya. Dalam salah satu ceramahnya, ustadz Arrazy mengatakan bahwa nama belakang beliau, yaitu Hasyim adalah pemberian ayahandanya yang dinisbatkan kepada pendiri Nahdhatul Ulama (KH. Muhammad Hasyim Asy'ari). Masih juga dalam salah satu ceramahnya, di depan hadirin, ustadz Arrazy menyatakan kepada jamaahnya bahwa beliau bukan orang NU (secara kelembagaan/organisasi). Tetapi beliau mencintai NU.

Menurut ustadz Arrazy, Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah merupakan dua sayap kebangsaan yang terbukti oleh sejarah selalu konsisten mengawal NKRI. Dari dahulu hingga detik ini. Kedua sayap kebangsaan harus terus bersinergi, bekerjasama dan berkolaborasi demi menjaga negara Indonesia. Dua sayap kebangsaan ini (NU - MD) tidak boleh patah salah satunya. Satu sayap patah, akan berakibat pada ketidakseimbangan. Ibarat burung (katakanlah burung Garuda sebagai lambang/simbol kebangsaan), ketika salah sayapnya patah, maka ia akan kesulitan terbang dengan cepat dan seimbang ke angkasa. Yang ada justeru sebaliknya. Jatuh terjerembab ke tanah. Begitulah pentingnya dua sayap kebangsaan ini tetap bersatu.

Mengapa ustadz Arrazy Hasyim mencintai NU?

Secara madzhab, ustadz Arrazy berhaluan ahlussunnah waljamaah sebagaimana diyakini warga Nahdhatul Ulama, di mana secara akidah mengikuti Imam Abu Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi. Dalam bidang fikih mengikuti salah satu dari empat Imam madzhab: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Hambali. Pun dalam bidang tasawuf, ustadz Arrazy mengikuti Imam Junaid al-Baghdadi dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Clear. Meski mengaku tak ikut NU (secara keorganisasian/struktural), namun pemahaman beliau dalam aspek teologi, fikih dan tasawuf, sama dengan ulama-ulama ahlussunnah waljamaah dunia dan NU.

Bagi saya, kehadiran beliau memberikan angin segar di tanah Minangkabau. Tanah di mana Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Syaikh Yasin Al-Fadani, H. Agus Salim dan H. Abdul Karim Amrullah (buya Hamka) lahir. Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, misalnya, merupakan penganut Ahlussunnah waljamaah yang juga mengikuti Imam al-Asy'ari, bermadzhab Syafi'i dan penganut tasawwuf (sufi). Demikian juga dengan ulama mutiara Padang yang pernah menjadi kiblat ilmu di Makkah: Syaikh Yasin Al-Fadani juga bermadzhab Syafi'i dan berakidah Imam Al-Asyari. H. Agus Salim dan Buya Hamka pun demikian.

Jujur, selama ini -dari pengamatan lahir- saya membaca bahwa tanah Minang identik dengan ajaran Wahabiyah. Pemahaman keagamaan masyarakat Minang yang kaku, ketat, sangat tekstualis, anti tasawuf, anti madzhab, mencela akidah Imam al-Asy'ari, s**a membid'ah (sesat), anti ziarah kubur dan banyak hal lainnya ini setidaknya saya "baca" salah satunya dari kelompok yang menamakan diri mereka "Minang Bertauhid". Kelompok "Minang Bertauhid" ini sangat agresif-massif menjual ajaran Wahabiyah mereka di media sosial. Ketika dicermati dan telusuri isi kajian-kajian mereka, fakta-fakta di ataslah yang akan kita temui. Padahal, para pendahulu mereka, empat tokoh/ ulama yang saya sebutkan di atas bermadzhab Syafi'i (dalam fikih) dan berakidah Imam Al-Asy'ari (Asy'ariyah) serta bertasawuf.

Rupanya, persepsi saya tentang masyarakat Minang itu keliru. Ustadz Arrazy adalah pembuktian tanah Minang tak seperti yang saya bayangkan selama ini. Bahwa kelompok "Minang Bertauhid" yang saya lihat selama ini sama sekali tidak merepresentasikan akidah para ulama dan masyarakat Minangkabau. Menurut ustadz Arrazy, setelah beliau sowan ke banyak ulama di tanah Minang, masih ada banyak sekali ulama-ulama yang berhaluan Ahlussunnah Waljamaah sebagaimana dipahami para ulama pendahulu mereka, termasuk empat ulama yang saya sebutkan di atas. Para ulama yang berakidah Ahlussunnah Al-Asy'ariyah/ Al-Maturidiyah, bermadzhab Syafi'i dan merupakan pengamal ajaran tasawuf (juga tarekat) yang di haramkan oleh kelompok "Minang Bertauhid".

Dalam kajian-kajiannya ustadz Arrazy Hasyim selalu menyampaikan ajaran Ahlussunnah Waljamaah sebagaimana dipahami mayoritas ulama Ahlussunnah Waljamaah dan dipraktekkan masyarakat sunni dunia (berakidah Asy'ariyah/Al-Maturidiyah, Fikih Syafi'i yah dan ajaran Tasawuf). Belakangan ini ustadz Arrazy Hasyim mulai mendapatkan penentangan, hujatan hingga fitnah dari kelompok yang menamakan diri "Minang Bertauhid" ini. Sama seperti yang dialami oleh Ustadz Abdus Shomad dan Ustad Adi Hidayat, Ustadz Arrazy Hasyim juga mendapatkan celaan sebagai orang yang -kata mereka- menyalahi sunnah Nabi Saw. Apa yang disampaikan Ustadz Arrazy melenceng dari manhaj salaf. Poinnya, ajaran Islam yang diajarkan Ustadz Arrazy adalah ajaran yang dholalah (sesat) karena tidak seperti dipahami oleh kelompok "Minang Bertauhid" di mana pemahaman mereka hanya merujuk kepada ustadz-ustadz Rodja. Tahu sendiri, lah, kegemaran para ustadz Rodja. Senang membid'ah-sesatkan amaliyah-amaliyah mayoritas muslim Ahlussunnah Waljamaah dunia yang berakidah Al-Asy'ariyah/ Al-Maturidiyah, Berfikih Syafi'i yah dan bertasawuf/bertarekat.

Sebuah vonis yang mengerikan (sesat) karena dialamatkan kepada sesama ahlul qiblah. Padahal konsekuensi dari vonis ini sangat berat sebagaimana yang disampaikan banyak para ulama Ahlussunnah Waljamaah, salah satunya Hujjatul Islam: Imam Abu Hamid Al-Ghazali yang mengatakan bahwa "jika tuduhan kafir itu keliru/salah (di hadapan Allah), maka vonis sesat/kafir itu berbalik ke arah si penuduh". Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Tulisan singkat ini saya dedikasikan kepada Ustadz Arrazy Hasyim sebagai bentuk dukungan saya kepada belaiu agar terus istiqomah menyampaikan ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah sebagaimana dipahami para ulama pendahulu tanah Minang seperti Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Syaikh Yasin Al-Fadani serta Buya Hamka di tanah Minangkabau.

Nomor Rekening BRI a.NPondok Pesantren Ma'had Darul Azhar3273-01-043681-53-6Konfirmasi Transfer ke WA 👇Buya Mudir Paruli...
22/05/2021

Nomor Rekening BRI a.N
Pondok Pesantren Ma'had Darul Azhar
3273-01-043681-53-6
Konfirmasi Transfer ke WA 👇
Buya Mudir Parulian 082369964285
Pembantu Mudir Buya Hasanuddin 085372966613
Bendahara Pesantren Buya Yusron 081374174353
Bendahara Hikmah Buya Ali Umar 081267777489
Pengurus Pesantren Buya Sangkot Nauli 081362421806
Sisihkan Infaq Terbaik Anda Untuk Kemajuan Ummah Melalui Pondok Pesantren

Air mata mengalir tanpa terasa, mari berbagi seperti yang dicontohkan ummul mukminin, tanpa mengharap balasan....Sayyida...
23/04/2021

Air mata mengalir tanpa terasa, mari berbagi seperti yang dicontohkan ummul mukminin, tanpa mengharap balasan....

Sayyidah Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Sayyidah Khadijah wafat dalam usia 65 tahun,

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW, Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai isterimu belum berbakti kepadamu.
Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah meyokong dakwah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah, Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang ku takutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.

Mendengar itu Rasulullah berkata, Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di syurga, Ummul mukminin, Sayyidah Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didakapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa kain kafan itu, ya Jibril?
Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?
Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dipenggal dan gugur syahid tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.
Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah isteriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan isteri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu. "Semua hartamu kau infaqkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. "Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?"
Sumber:

Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani

22/04/2021

Singkat, Padat, Penuh Hikmah Bersama UAS, UDL dan bintang tamu Hijrah REY Mantan Musisi

Alumni Ma'had Darul Azhar 2021 di Masa Pandemi Covid-19
22/04/2021

Alumni Ma'had Darul Azhar 2021 di Masa Pandemi Covid-19

Assalamu'alaikum Wr, WbKami Mengundang Seluruh Keluarga Besar Yayasan Ponpes Darul Azhar untuk REUNI AKBAR 2021 supaya m...
22/04/2021

Assalamu'alaikum Wr, Wb
Kami Mengundang Seluruh Keluarga Besar Yayasan Ponpes Darul Azhar untuk REUNI AKBAR 2021 supaya mempererat kembali kekeluargaan kita mulai dari Alumni perdana sampai sekarang bahkan yang pernah mendapat ilmu di Al-Azhar sehari saja sekalipun.

Mulai :
Tanggal : 4 Syawal 1442 H
Pukul : 08.30 Wib (pagi)
Acara : REUNI AKBAR AL-AZHAR 2021
Tempat : Ma'had Darul Azhar
Alamat : Jambur Padang Matinggi

Tertib Acara :
🥂 Silaturrahmi ( Halal Bi Halal)
📖 Ziarah Maqom ayahanda Sech. H. Husnil Musthafaa Siregar
🍱Makan Bersama

Pesan:
👨‍🔬Mematuhi protokol kesehatan Covid-19
😷Memakai Masker
👏Mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan

Kesan:
Apa kenang-kenangan kita untuk Al-Azhar yah😊

TERIMAKASIH

ALUMNI TAHUN???
22/04/2021

ALUMNI TAHUN???

24/05/2015

Dapatkan Lebih Banyak S**a agar
Promosi Halaman DARUL AZHARA terhubung dengan lebih banyak orang yang berarti bagi Anda.

Address

Mandailing Natal
Natal
22978

Opening Hours

Monday 07:00 - 15:00
Tuesday 07:00 - 15:00
Wednesday 07:00 - 15:00
Thursday 07:00 - 15:00
Friday 07:00 - 15:00
Saturday 07:00 - 15:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ma'had Darul Azhar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ma'had Darul Azhar:

Shortcuts

Share