29/12/2013
Peran Guru
1.Memahami perkembangan anak
2.Potensi dasar pengetahuan
3.Memilih dan menyusun materi-materi
4.Mengetahui anak secara individual
5.Sebagai fasilitator
HIGH/SCOPE
•Dikembangkan Oleh David Weikart (1960an)
•Mulai digunakan pada tahun 1962
•Melibatkan anak sebagai pembelajar aktif
KomponenUtama :
•Anak sebagai pembelajar aktif yang menggunakan sebagian besar waktunya di dalam learning center yang beragam
•Merencanakan-melakukan-mengulang (plan – do – rewiew)
–Guru membantu anak untuk memilih apa yang akan mereka lakukan setiap hari
–melaksanakan rencana mereka
–mengulang kembali yang telah mereka pelajari.
•Pengalaman kunci (key experience)
•Penggunaan catatan anekdot untuk mencatat kemajuan yang diperoleh anak
UnsurKurikulum :
1.Benda-benda yang dapat dieksplor anak
2.Manipulasi benda-benda oleh anak
3.Pilihan bagi anak tentang apa yang harus dilakukan anak
4.Bahasa anak
5.Dukungan dari orang dewasa
Pengalaman Kunci Pemandu Kegiatan
1.Representasi kreatif,
2.Bahasa dan keaksaraan,
3.Inisiatif dan hubungan sosial,
4.Gerakan,
5.Misk,
6.Klasifikasi,
7.Seriasi,
8.Bilangan,
9.Ruang,
10.Waktu
Peranan guru
•Strategi interaksi yang positif
•Berfokus pada kekuatan anak
•Membangun hubungan dengan anak
•Mendukung ide-ide bermain anak
•Mengembangkan ketrampilan dalam bertanya
•Mengajak anak untuk memecahkan masalah jika terjadi konflik sosial
4. KurikulumKreatif
•Dikembangkan Oleh Diane Trister Dodge (1978 – sekarang)
•Dasar filosofinya adalah guru harus mampu menggunakan bermacam-macam strategi untuk memenuhi kebutuhan anak dalam aspek perkembangan sosial, emosional, fisik, kognisi dan bahasa
Elemen-elemen penting dari kurikulum kreatif
1.Teori dan riset tentang otak oleh Maslow, Erickson, Piaget, Vygotsky, Smilansky dan Gardner
2.Pemahaman cara belajar anak sebagai proses yang kontinum
3.Menekankan pada setting lingkungan pembelajaran dalam sentra, mengatur jadwal kegiatan sehari-hari, mengorganisasi pilihan waktu- belajar, dan menciptakan komunitas kelas
4.Guru berperan menjadi pengamat dan menggunakan bermaca strategi untuk memandu pembelajaran
5.Bermitra dengan orangtua untuk mendukung pembelajaran
Lingkungan pembelajaran
1.Anak belajar di dalam sentra
2.Material yang digunakan harus beragam dan diorganisasi
3.Kelas dirancang untuk bisa menerima anak dari berbagai latar belakang
4.Anak terlibat secara aktif
5.Belajar melalui investigasi dan bermain
Regio Emilia
Konsep
1.Anak sebagai individu yang kompeten, kuat, s**a menemukan, dan penuh ide
2.Lingkungan sebagai guru ketiga harus dirancang dengan baik
3.Adanya hubungan di antara anak, guru, dan orangtua
4.Dokumentasi sebagai penguatan terhadap pengalaman anak
5.Perencanaan yang fleksibel
6.Provokasi guru pada anak dengan memperhatikan minat anak dan mendorong/mengembangkan lebih jauh pemikiran dan tindakan
7.Seratus bahasa dari anak sebagai representasi ide-ide anak
Struktur program
1.Perbandingan guru : anak di kelas 2 : 25
2.Anak, guru, dan keluarga bersama-sama mendorong pembelajaran
3.Kegiatan proyek dalam kelompok kecil, maks 5 anak/kelompok
4.Konflik dalam pergaulan anak dipandang sebagai proses kognisi bukan sosial interaksi
Lingkungan sebagai guru ke-tiga
1.Ruang/tempat yang digunakan harus bisa menarik dan mengundang minat anak
2.Segala sesuatu dan tempat harus mengandung unsur pendidikan
3.Setiap sentra dan sekolah memiliki area pusat budaya
4.Menekankan pada berbagai macam media
5.Anak dan orangtua membantu untuk mengumpulkan dan mengelola bahan-bahan main yang digunakan
Kurikulum
1.Kurikulum dirancang berdasarkan minat anak
2.Guru memfasilitasi anak untuk memperluas proyek
3.Anak juga mengerjakan kegiatan seperti pada umumnya
4.Guru mengamati, mendiskusikan, dan menginterpretasikan setiap kegiatan yang dilakukan bersama anak
Peranan guru
1.Membangun pengetahuan dan pemahaman anak
2.Menjadi seorang pendengar yang baik dan observer.
3.Mendokumentasikan hasil kerja anak dan mendiskusikannya dengan guru-guru yang lain setiap minggu.
4.Menjadi partner bagi anak di dalam proses pembelajaran.
5.Pedagogista, guru sebagai koordinator, konsultan pendidikan
Project-Base dikembangkan oleh Lilian Katz
Tujuan Pembelajaran :
1.Pengetahuan (knowledge)
Fakta-fakta, informasi, cerita, konsep, dan banyak unsur dari pikiran
2.Ketrampilan (skills)
Ketrampilan berbeda dengan pengetahuan. Pengetahuan harus dapat menjadi suatu ketrampilan
Tujuan Pembelajaran :
1.Pengetahuan (knowledge)
Fakta-fakta, informasi, cerita, konsep, dan banyak unsur dari pikiran
2.Ketrampilan (skills)
Ketrampilan berbeda dengan pengetahuan. Pengetahuan harus dapat menjadi suatu ketrampilan
3.Disposisi (disposition)
–Kebiasaan berpikir yang digabungan dengan hati
–Kemampuan prososial, motivasi, peduli, dan empati kepada anak lain
–Berkembang dengan baik melalui mengamati (observing) dan meniru (modelling)
–Bawaan dari lahir untuk memaknai pengalaman, bertanya, mencari jawaban, dll
–Tidak bisa diajarkan melalui instruksi
–harus diwujudkan dalam tingkah laku, diekspresikan dan digunakan
–disposisi yang hilang, tidak akan bisa kembali lagi
4.Perasaan (feelings)
–Dipelajari melalui pengalaman
–Tidak dapat dipelajari melalui instruksi, paksaan, atau doktrinasi
–Memberi kesempatan untuk terlibat aktif, menentukan pilihan, dan mengambil keputusan
Kapan dipelajari ?
1.Sesuai tujuan akademik
–Ketika mengajarkan pengetahuan, konsep, informasi dan ketrampilan
2.Sesuai tujuan intelektual
–Ketika mengajarkan unsur-unsur pengalaman yang melibatkan disposisi : menganalisa, mensintesa, menghipotesa, hubungan sebab akibat, meramalkan dan menginvestigasi
Bagaimana cara belajarnya ?
•“Hearts and Minds”
•Dari pengamatan dan penyelidikan
BCCT
•Dikembangkan oleh CCCRT (Creative Center for Childhood Research and Training) Florida, USA
•Dilaksanakan di Creative Preschool asuhan Pamela
•Di Indonesia bernama BCCT (Beyond Center and Cyrcle Time)
•Kemudian akan diganti dengan nama SELING (Sentra & Lingkaran)
Konsep : Melalui 3 jenis main
1.Main Sensorimotor
–anak belajar melalui panca indera dan hubungan fisik dengan lingkungan
–Dengan menyediakan kesempatan untuk berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan di dalam dan di luar ruangan.
2.Main Peran, atau simbolik, main pura-pura, fantasi, imajinasi atau main drama. Untuk perkembangan kognisi, sosial dan emosi anak.
•Main Peran dibagi atas 2 jenis :
1. Main Peran Makro, Anak berperan sesungguhnya dan menjadi seseorang atau sesuatu
2. Main Peran Mikro, Anak memegang atau menggerak-gerakkan benda-benda berukuran kecil untuk menyusun adegan
Main Peran Makro dan Mikro
3.Main Pembangunan
a. Main pembangunan bahan sifat
cair/bahan alam
–bermain dengan menggunakan bahan bahan cair
–seperti air, krayon, spidol cat dengan kuas, pensil, pulpen, playdough, ublegh, pasir, lumpur, biji-bijian seperti beras, kacang kedelai, kacang hijau dll
b. Main Pembangunan Terstruktur
bermain dengan mempergunakan balok unit,balok berongga, balok berwarna, lego, puzzle dan lain lain
Main Pembangunan Sifat Cair & Terstruktur
Pelaksanaan BCCT
Dilaksanakan menggunakan 4 pijakan (schafolding) :
1.Pijakan Lingkungan
–Menata lingkungan belajar
–Menyiapkan kegiatan dalam sentra
–Menyiapkan alat main yang akan digunakan
2.Pijakan sebelum main
–Do’a, salam, & menyapa anak satu persatu
–Apersepsi materi
–Membuat aturan main dalam sentra
3.Pijakan selama main
–Memberi waktu main (45’ – 1 jam)
–Membimbing anak menyelesaikan tugasnya
–Memperluas bahasa dan gagasan dengan pertanyaan terbuka
–Mengamati & mendokumentasikan kemajuan anak
4.Pijakan setelah main
–Bersama anak membereskan alat main
–Recalling,
–Menghubungkan dengan konsep yang akan dipelajari selanjutnya
By Az-zikro • Posted in Dasar Pengembangan Paud