Kafein - Asosiasi Pengkaji Film Indonesia

Kafein - Asosiasi Pengkaji Film Indonesia Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kafein - Asosiasi Pengkaji Film Indonesia, Jalan Mayor Kusen no 1 Lingkungan Mendut II, Mendut, Mungkid, Muntilan.

KAFEIN adalah kependekan dari Pengkaji Film Indonesia, merupakan asosiasi profesional para peneliti dan akademisi yang berfokus pada masalah film dan perfilman.

Kofi KAFEIN IKonferensi Film dan Rapat Paripurna IDidukung oleh Badan Perfilman Indonesia (BPI)Universitas Muhammadiyah ...
11/12/2021

Kofi KAFEIN I
Konferensi Film dan Rapat Paripurna I
Didukung oleh Badan Perfilman Indonesia (BPI)
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
29-30-31 Agustus 2017


KONFERENSI VIRTUALPoligini dan Agensi Perempuan dalam Film-Film Islami Indonesia KontemporerHariyadiPengajar dan penelit...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Poligini dan Agensi Perempuan dalam Film-Film Islami Indonesia Kontemporer

Hariyadi
Pengajar dan peneliti di Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Jenderal Soedirman.
Universitas Jenderal Soedirman
[email protected]

Banyak ahli telah melakukan studi pada film-film Islam di Indonesia. Namun, bagaimana masalah perempuan direpresentasikan dalam film-film Islam belum cukup dibahas oleh para sarjana. Artikel ini mengungkap bagaimana masalah perempuan direpresentasikan dalam film-film Islam kontemporer. Masalah poligini dipilih karena luasnya kontroversi mengenai masalah ini. Masalah agensi perempuan juga sangat penting untuk dipelajari sejak karena Islam terkadang dianggap mengecilkan peran perempuan. Dalam artikel ini, objek analisis saya adalah film Surga yang Tak Dirindukan, Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea dan Ketika Cinta Bertasbih. Dari analisis film, saya membongkar konten ideologis film. Dalam menganalisis film-film ini, saya meminjam literatur kajian film dan menggunakan gender sebagai perspektif saya. Namun, karena yang menjadi perhatian penelitian saya adalah ideologi film, saya memfokuskan analisis film pada elemen naratif mereka. Bagaimana pun, ada tanda-tanda agensi aktif dalam film-film Islam Indonesia meskipun ada juga beberapa batasan. Film-film ini juga menunjukkan bahwa praktik poligini sebagian besar tidak menyenangkan bagi perempuan. Para sutradara memunculkan perbedaan orientasi ideologis mereka yang menunjukkan bagaimana nilai dan kebudayaan dalam masyarakat tertentu menempatkan perempuan dalam bingkai mereka. Dengan demikian, film dapat digunakan untuk menantang kekuatan patriarki.

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan InggrisPolygyny and Female Agency in Contemporary Indonesian Islamic FilmsPoligini d...

KONFERENSI VIRTUALApakah Srintil menjadi Perempuan yang Berdaya?; Kajian Representasi Perempuan dalam Film “Sang Penari”...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Apakah Srintil menjadi Perempuan yang Berdaya?; Kajian Representasi Perempuan dalam Film “Sang Penari”

Mundi Rahayu
Peneliti dan pengajar Jurusan Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
[email protected]

Paper ini membahas bagaimana tokoh perempuan (Srintil) direpresentasikan dalam Film “Sang Penari” (Ifa Isfansyah, 2011). Perempuan dalam film popular penting untuk dicermati, karena film merupakan arena negosiasi ide dan praktik yang ada di sekitar kita sehari-hari. Terlebih, perempuan dalam dunia budaya popular selalu menjadi fokus penting untuk didiskusikan, di satu sisi perempuan mempunyai power di panggung budaya populer, di sisi lain ada pertanyaan tentang power yang dimiliki oleh perempuan dalam panggung budaya populer. Secara spesifik, pertanyaan dalam makalah ini adalah, “Apakah Srintil sebagai seorang ronggeng ditampilkan secara berdaya atau tidak dalam film Sang Penari, dan seberapa berdaya-kah Srintil sebagai seorang ronggeng di film ini berhadapan dengan berbagai pihak dalam lingkup masyarakat yang masih patriarkis?” Keberdayaan atau agensi perempuan merupakan kunci untuk melihat representasi perempuan. Dalam pembahasan film ini bisa diketahui bahwa agensi Srintil mengalami dinamika, ada beberapa poin yang menunjukkan Srintil mempunyai agensi yang kuat sebagai seorang ronggeng, namun dalam banyak hal, Srintil kehilangan agensinya.

Kata kunci: ronggeng, Sang Penari, agensi perempuan, power, resistensi

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan Inggris Does Srintil Become an Empowered Woman? A Study or Women's Representation in...

KONFERENSI VIRTUALAyah yang Hilang, Protagonis Perempuan dan Ibu Arkaik di Film Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahan...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Ayah yang Hilang, Protagonis Perempuan dan Ibu Arkaik di Film Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam dari Joko Anwar

Nosa Nurmanda
Pengajar film, pegiat audio visual di Yayasan Mondiblanc.
Universitas Indonesia
[email protected]

Makalah ini akan berbicara tentang ketidakhadiran bapak, protagonis perempuan dan ibu arkaik dalam dua film horor Joko Anwar, yaitu Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam. Diskusinya akan berargumen bahwa kedua film ini penting dalam melihat perubahan dalam narasi dan industri film Indonesia yang mengikuti gerakan perempuan global, tempat protagonis perempuan dan ibu antagonis arkaik memainkan peran dalam menciptakan film yang bebas dari Patriarki Orde Baru Indonesia. dan narasi hetero-normativitas di tengah fakta bahwa jejak-jejak Orde Baru masih ditemukan dalam film-film horor lainnya dengan tema yang sama. Makalah ini menyimpulkan bahwa kolaborasi produser, kru dan aktor wanita bersama dengan sutradara pria progresif, membuka pintu bagi film yang sukses secara komersial dan kritis.

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan InggrisPaternal Absence, Female Protagonists and The Archaic Mother in Joko Anwar’s ...

KONFERENSI VIRTUALTugas Akhir Mahasiswa Film Perempuan: Pilihan Pengkajian dan Pemahaman terhadap Film (Catatan Retrospe...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Tugas Akhir Mahasiswa Film Perempuan: Pilihan Pengkajian dan Pemahaman terhadap Film (Catatan Retrospeksi Dosen)

Renta Vulkanita Hasan
Staf pengajar Departemen Televisi dan Film, peneliti, tinggal di Jember
Universitas Jember
[email protected]

Penelitian ini fokus pada mahasiswa film perempuan dan preferensi tugas akhir yang mereka pilih dalam menyelesaikan studi. Topik ini berhubungan dengan isu-isu kesetaraan gender dalam sekolah film. Penelitian ini memiliki luaran berupa identifikasi sekolah film (di mana saya mengajar) terkait posisi mahasiswa perempuan dalam pembelajaran film. Luaran ini diharapkan menjadi salah satu pertimbangan rekomendasi untuk (upaya) penyelesaian kesenjangan gender di level akademik/sekolah film. Pada kasus yang terjadi di Prodi Film dan TV Universitas Jember, terjadi kecenderungan mahasiswa film perempuan yang memilih tugas akhir berupa pengkajian. Selain itu, fakta menarik dari fenomena ini adalah pilihan perspektif mahasiswa perempuan yang cenderung fokus pada isu di dalam film, dan bukan pada film itu sendiri. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa peristiwa ini dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu: (1) peran dosen; dan (2) mediatisasi, keduanya ditemukan dalam kajian mendalam terhadap proses belajar dan proses resepsi mahasiswa dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya.

Kata kunci: Tugas akhir; gender; prodi film

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan InggrisFemale Film Students Final Project: Film Studies Option and Understanding tow...

KONFERENSI VIRTUALPerempuan dalam Relasi Akademis dan Industri FilmLala Palupi SantyaputriStaf pengajar Departemen Desai...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Perempuan dalam Relasi Akademis dan Industri Film

Lala Palupi Santyaputri
Staf pengajar Departemen Desain Komunikasi Visual, peneliti, tinggal di Jakarta
Universitas Pelita Harapan
[email protected]

Pendidikan formal film banyak bermunculan dalam sepuluh tahun terakhir bersamaan dengan meningkatnya produksi perfilman Indonesia. Produksi perfilman yang dianggap dunia maskulin mulai diminati oleh perempuan. Jumlah mahasiswa perempuan pada sekolah film mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dunia produksi yang biasanya dominan laki-laki pun sekarang mulai diminati oleh perempuan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengidentifikasi dan menelisik beberapa hambatan yang dialami oleh obyek penelitian dengan menggunakan metode interview pada narasumber dan survey pada mahasiswa perempuan sebagai responden.
Pada kenyataannya untuk dapat bersaing dalam dunia produksi, perempuan banyak mendapatkan hambatan bukan hanya dari dunia produksi tetapi juga dari lingkungan internal seperti keluarga dan hambatan psikologis.
Penemuan ini bisa menjadi penelitian lanjutan yang menjadi salah satu kesadaran baru yang dilakukan oleh pendidik dalam pendidikan formal maupun sebagai kode etik dalam industri film.

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan InggrisWomen in Relation of Academic and IndustryPerempuan dalam Relasi Akademis dan...

KONFERENSI VIRTUALGenerasi Baru Perempuan Pekerja Film di IndonesiaCitra Dewi UtamiStaf pengajar Departemen Televisi dan...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Generasi Baru Perempuan Pekerja Film di Indonesia

Citra Dewi Utami
Staf pengajar Departemen Televisi dan Film, pembuat film, peneliti, tinggal di Surakarta
Institut Seni Indonesia Surakarta
[email protected]

Ada masalah pada rasio jumlah pekerja perempuan dan laki-laki, serta anggapan perbedaan kualitas kerjanya, sehingga tidak semua pekerjaan dipegang perempuan. Penelitian ini mencoba untuk melihat kesenjangan laki-laki dan perempuan dalam industri film melalui sudut pandang para pekerja perempuan sendiri. Riset ini melakukan wawancara mendalam kepada sepuluh narasumber dari empat daerah di Indonesia, memperdalam isu-isu latar belakang pendidikan, tingkat keterampilan, keahlian, spesialisasi, pilihan profesi, strategi memperoleh pekerjaan dan berbisnis, pengalaman kerja, dan penafsiran mereka mengenai kesenjangan jumlah pekerja laki-laki dan perempuan maupun anggapan inferioritas terhadap laki-laki, serta maraknya pelecehan seksual terjadi dalam produksi film. Terdapat dugaan bahwa penyebab kesenjangan yang terjadi bukan hanya berasal dari masalah yang bersifat natural namun juga terkait dengan masalah kultural. Relasi perempuan pekerja film dengan lingkungan sosialnya membutuhkan usaha yang lebih daripada laki-laki. Pekerja film perempuan membutuhkan kemampuan kepemimpinan dan peningkatan kapasitas bidang keahlian, forum diskusi, serta literasi penonton atas karya yang mereka hasilkan, untuk pada akhirnya memberikan nilai manfaat lebih terhadap film-film yang mengangkat isu tentang perempuan.

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan InggrisNew Generation of Female Film Workers in IndonesiaGenerasi Baru Perempuan Pek...

KONFERENSI VIRTUAL(Re)konfigurasi Subjek (Perempuan) dalam Film Marlina si Pembunuh dalam Empat BabakPanji WIbowoPenelit...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

(Re)konfigurasi Subjek (Perempuan) dalam Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Panji WIbowo
Peneliti dan sutradara lepas. Pelatih bidang penulisan kreatif, film training, kritik film dan penyutradaraan film dan dokumenter
Institut Kesenian Jakarta
[email protected]

Di dalam situasi di mana akses dan kesempatan untuk berkarya terbuka lebar, apakah perempuan sutradara sanggup melahirkan kebaruan atau estetika yang khas perempuan? Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak dapat menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Melalui karakter Marlina dan Novi yang diletakan dalam tegangan antara identitas molar dan molekular, film ini berupaya menawarkan jalan keluar dari kejumudan kaum feminis yang masih menempatkan emansipasi dan kesetaraan sebagai problem utama. Marlina, karakter utama film ini, tidak digambarkan sebagai ‘subjek ideal’, subjek atau karakter dalam film yang umumnya membuat penonton mengidentifikasikan diri atau bersimpati. Ia bukan representasi dari perempuan yang kita kenali sehari-hari. Melalui mise-en-scene dan penempatan kamera kita terus menerus dibuat berjarak. Kita diajak untuk merekonfiguras ‘subjek baru’ secara manual, keping demi keping, sebagai cara untuk keluar dari identitas keperempuanan yang masih terkerangkeng oleh logika biner.

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan Inggris (Re)configuration of (Woman) Subject in the Film Marlina the Murderer in Fou...

KONFERENSI VIRTUALTransposisi Kreatif Narasi Kultural Drupadi Dalam Representasi Perempuan Sebagai Simbol Identitas Kult...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Transposisi Kreatif Narasi Kultural Drupadi Dalam Representasi Perempuan Sebagai Simbol Identitas Kultural pada Film Setan Jawa (2016) Karya Garin Nugroho

Agustina Kusuma Dewi
Mahasiswa Doktoral ITB, Pengamat dan Pengurus Forum Film Bandung, Penyelenggara Festival Film Bandung
Institut Teknologi Bandung
[email protected]

Film Setan Jawa karya Garin Nugroho (2016), film tanpa suara dan dengan orkestra sinematik, serta kolaborasi beragam pakem lintas disiplin ilmu kesenian, banyak mengadaptasi narasi kultural dalam konteks Kejawaan. Film ini mengambil narasi Pesugihan Kandang Bubrah, di dalamnya juga mengangkat narasi kultural wayang Jawa, salah satunya adalah cerita Drupadi. Drupadi seringkali menjadi simbol kesetiaan dan kepatuhan perempuan terhadap hukum semesta yang ditandai dengan kepatuhannya pada suami dan Ibu, meski kepatuhan itu sesungguhnya bertolak belakang dengan konsep Diri (I)-nya; seperti yang diungkap pada Narasi Drupadi versi Mahabarata (India) yang terkesan heroik. Menggunakan Analisis Tekstual, penelitian pada Film ‘Setan Jawa’ karya Garin Nugroho mengkaji adaptasi narasi kultural Drupadi yang ditransposisikan secara kreatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kode personal sutradara (idiolek) yang memosisikan perempuan memiliki tawaran representasi lain yang berbeda dengan narasi kultural yang terkonvensi, meski pada batasan nilai kultural tertentu, dari sudut pandang konvensi sosial (sosiolek), tetap menyisakan pertanyaan mengenai persoalan kepatutan representasi perempuan yang ditansposisikan secara kreatif pada film yang seolah ditunjukkan memiliki kuasa dalam menjalani takdirnya tidak sebagai sub-ordinat.
Kata kunci : idiolek, transposisi kreatif, film setan jawa, representasi perempuan

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan InggrisCreative Transposition of Drupadi's Cultural Narrative in the Representation ...

KONFERENSI VIRTUALSuara Perempuan Dalam Novel dan Film Indonesia Sin Melalui Perspektif Perempuan: Sebuah Kajian Adaptas...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Suara Perempuan Dalam Novel dan Film Indonesia Sin Melalui Perspektif Perempuan: Sebuah Kajian Adaptasi

Roma Kyo Kae Saniro
Peneliti dan mahasiswa magister Program Studi Ilmu Susastra Universitas Indonesia
Universitas Indonesia
[email protected]

Penelitian ini menemukan bahwa reduksi suara perempuan bukan hanya terjadi karena adanya faktor patriarki pembuat film, tapi juga karena adanya kebutuhan komersial, dalam bentuk membuat film lebih mudah diterima penonton sebanyak2nya dengan cara mengurangi konten-konten yang bisa menimbulkan kontroversi. Studi ini berangkat dari usaha mengungkapkan suara perempuan pada novel Wattpad Sin dan adaptasi filmnya dengan perspektif penulis novel (Faradita) dan penulis skenario perempuan (Johanna Wattimena). Kim (2018, hlm. 23) mengungkapkan bahwa kepenulisan perempuan disebut sebagai ‘diari perempuan’ karena mengisahkan dunia perempuan melalui suara perempuan. Namun, versi film adaptasi karya ini menggunakan perspektif penulis naskah perempuan (Johanna Wattimena) dan sutradara laki-laki (Herwin Novianto). Kepenulisan perspektif perempuan dan laki-laki menghasilkan hasil karya berbeda, oleh karena itu perempuan harus menulis dunianya sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komperatif untuk membandingkan transformasi yang terjadi pada dua karya. Teknik analisis data menggunakan teknik intertekstual yang berusaha menemukan aspek-aspek tertentu pada karya sebelumnya dan setelah (hasil adaptasi). Langkah-langkah penelitian adalah 1) mengumpulkan data, 2) analisis fakta cerita untuk komperasi, 3) analisis suara perempuan dalam novel dan film Sin yang ditulis oleh penulis novel dan penulis skenario perempuan, dan 4) membuat kesimpulan.

https://youtu.be/WGyl5RiubIA

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan Inggris Women's Voice in Indonesian Novel and Film Sin Through a Women's Perspective...

KONFERENSI VIRTUALPerempuan Dalam Departemen Kamera: Upaya Merekam Jenjang Karir1.) Amalia Trisnasari, S.Sn; 2.) Agasta ...
11/12/2021

KONFERENSI VIRTUAL

Perempuan Dalam Departemen Kamera: Upaya Merekam Jenjang Karir

1.) Amalia Trisnasari, S.Sn; 2.) Agasta Ariani, S.Sn; 3.) Julita Pratiwi, S.Sn
1.) Sinematografer, tinggal di Jakarta; 2.) Sinematografer, tinggal di Jakarta; 3.) Peneliti dan pengkaji film, tinggal di Jakarta.
Institut Kesenian Jakarta
1.) [email protected]; 2.) [email protected]; 3.) [email protected]

Departemen Kamera dalam sebuah produksi film cukup identik dengan dominasi laki-laki sejak awal kehadirannya. Departemen yang lekat dengan equipment kamera maupun lighting yang serba tidak ringan dan besar – memberi kesan bahwa departemen ini ‘tidak-ramah- perempuan.’ Namun, terdapat perempuan yang memutuskan untuk berkarir dan perlahan mempertanyakan ulang label tersebut. Esai ini hendak merekam jejak karir perempuan yang berkarir di Departemen Kamera semenjak tahun 1990-an dalam industri film di Indonesia. Selain itu, seberapa besar jenjang karir mereka turut dipengaruhi oleh isu-isu yang mengitarinya – seperti isu rumah tangga, diskriminasi gender, kekerasan seksual hingga K3.

Kata kunci: Pekerja film perempuan, departemen kamera, sinematografi, industri film

https://youtu.be/WoOVXxNP_q8

With English and Indonesian subtitles - dengan teks bahasa Indonesia dan Inggris Women in Camera Department: Attempt to Record Career PathPerempuan Dalam Dep...

Address

Jalan Mayor Kusen No 1 Lingkungan Mendut II, Mendut, Mungkid
Muntilan
56512

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kafein - Asosiasi Pengkaji Film Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Kafein - Asosiasi Pengkaji Film Indonesia:

Shortcuts

Share