02/07/2022
Lembar Opini
Sekolah dan peranannya sebagai jalan menuju pembentukan perubahan diri
Secara umum, masyarakat mengenal sekolah sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Hal ini, menurut pribadi saya justru perlu diperbaharui mengenai pola pikir masyarakat secara umum saat ini. Hal ini dikarenakan, sekolah tidak hanya menjadi sumber ilmu pengetahuan namun, lebih dari itu. Disekolah, siswa akan diajarkan, dididik, dibimbing, diarahkan, dibentuk, diatur, ditempa, digembleng, dibina, didampingi, dinasehati, diberi saran, diberi masukan, dimotivasi, didukung, dikembangkan, dan didisiplinkan agar kelak siswa dapat menjadi pribadi yang tidak hanya memiliki kemampuan tidak hanya sebatas kemampuan akademik dan non-akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral, berbudi luhur dan berakhlak mulia.
Fakta di lapangan menunjukkan betapa miris dan menyedihkan keadaan generasi muda saat ini dikarenakan pemahaman kita akan fungis dan pernanan sekolah yang masih banyak belum diketahui.
Lantas, bagaimana merubah konsep dan pemahaman yang sudah mengakar didalam kehidupan masyarakat saat ini? Pertanyaan yang sederhana namun sangat sulit untuk menjawabnya, apalagi melakukannya.
Pemerintah dalam hal ini, kementrian pendidikan perlu meninjau ulang aturan- aturan dan kebijakan yang diterapkan di sekolah, baik dari segi tenaga pendidik dan kependidikan serta kondisi sekolah baik dari sarana dan prasarana yang ada disekolah.
Tentu pernanan orang tua menjadi kunci dalam keberhasilan perubahan ini. Anak mereka yang menjadi siswa disekolah, hendaknya diperhatikan setiap kebutuhannya bukan keinginannya.
Sekolah sebagai kunci kedua yang mampu mewujudkan perubahan ini. Disekolah siswa diperhatikan dengan setiap kondisi yang dimiliki oleh mereka masing-masing baik dari latar belakang budaya, agama, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dan keadaan ekonomi untuk dapat melihat kebutuhan utama sebagai siswa.
Pahlawan kita yang juga merupakan bapak pendidikan yakni Ki Hajar Dewantara Adapun berikut ini merupakan 3 konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara yang perlu diketahui, di antaranya yaitu:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
Ing Ngarsa Sung Tuladha memiliki arti di depan, maksudnya yaitu seorang pendidik harus dapat memberi teladan atau contoh. Teladan sendiri menjadi kunci keberhasilan dalam kegiatan belajar, di mana ketika seorang pendidik memiliki sikap yang baik maka siswa pun akan mengikuti sikap gurunya. Sehingga saat kegiatan belajar mengajar berlangsung ,maka guru harus membimbing serta memberikan arahan kepada siswa agar tujuan pembelajaran dapat dipelajari siswa dengan baik.
tanpa disadari, selama proses pembelajaran guru menjadi panutan bagi siswa, baik dari kata ataupun perbuatannya. Oleh sebab itu, selain menguasai materi pelajaran, guru juga harus memiliki pribadi baik yang dapat dicontoh.
2. Ing Madya Mangun Karsa
Ing Madya Mangun Karsa artinya di tengah-tengah atau di antara seseorang yang dapat menciptakan ide atau gagasan, maksudnya guru mempunyai peran penting untuk menciptakan ide dalam proses pembelajaran. Guru dapat memfasilitasi beragam metode serta strategi agar tujuan pembelajaran berhasil dicapai. Selain itu, kemampuan atau potensi yang dimiliki oleh siswa dapat berkembang dengan baik.
3. Tut Wuri Handayani
Tut Wuri Handayani artinya di belakang, maksudnya yaitu seorang pendidik harus berada di belakang siswa untuk memberi dorongan atau arah. Dalam hal ini, seseorang memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya untuk mendorong orang lain dalam mencapai tujuan secara berkelanjutan.
Konsep seperti yang diberikan oleh beliau, saat ini hampir telah banyak memudar dalam sekolah dikarenakan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan yang sebagaimana konsep ditujukan mulai memudar karena tuntutan yang dipaksakan dan perhatian yang kurang terhadap kondisi sekolah itu sendiri,
Sekolah, adalah rumah kedua bagi seorang siswa dalam membuat perubahan bagi dirinya, meski waktu yang diberikan tidak lebih banyak untuk mereka mengenalinya karena kepadatan dalam kegiatan akademik sementara fasilitas, dan kemampuan tidak sebanding.
Bagaimana sekolah dapat memberikan suatu bentuk cara, strategi dan metode yang ketika diaplikasikan dapat membuat siswa merasa nyaman dan bahagia maka perlahan namun pasti, akan terlihat perubahan bagi siswa tidak hanya berfokus hanya sekedar ilmu saja.
Inilah mengapa sekolah begitu penting bagi setiap insan dalam pembentukam pribadi menjadi seseorang yang kelak dapat menjadj cetak biru bagi generasi selanjutnya, bukan sebaliknya.
Muhammad Zulfiyardi
2-7-22