Anak-anak SDN 10 Rambang

Anak-anak SDN 10 Rambang Semua tentang anak-anak kami di SDN 10 Rambang kelas jauh (sebelumnya SDN 2 Sugihan), Talang Air Guc

SDN 10 Rambang (SDN 2 Sugihan) adalah salah satu SD penempatan Pengajar Muda (Indonesia Mengajar). Terletak di kecamatan Rambang, kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, SD ini dikelilingi oleh perkebunan karet, dan sebagian besar mata pencaharian penduduk di sekitarnya adalah petani karet. SDN 10 Rambang bersekolah induk di talang Pengadangan, sedangkan kelas jauhnya berlokasi di talang Air Guci,

yaitu masuk jalanan tanah sekitar 7 km dari jalan kecamatan. Kelas jauhnya terdiri dari 5 rombel (rombongan belajar) dan untuk tahun ajaran 2012/2013 ini total murid khusus kelas jauh adalah 45 orang anak. Secara fisik bangunan, kelas jauh hanya terdiri dari bangunan permanen berukuran 7x7 yang dibagi menjadi 3 sekat, dan masing-masing sekat diisi 1-2 rombongan belajar. Namun, lewat semangat yang ditampilkan serta karya yang dihasilkan anak-anak ini, kita bisa memandang optimis bahwa ternyata, bagi mutiara masa depan ini, keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan motivasi untuk berusaha lebih.

Salam kenal dari kami anak kelas 1 SDN 10 Rambang Air Guci
01/08/2019

Salam kenal dari kami anak kelas 1 SDN 10 Rambang Air Guci

Kegiatan hari ini bersama kakak-kakak Mahasiswa Universitas Sriwijaya. Terima Kasih  atas ilmu dan Pelajarannya..
18/08/2018

Kegiatan hari ini bersama kakak-kakak Mahasiswa Universitas Sriwijaya. Terima Kasih atas ilmu dan Pelajarannya..

Sabtu SehatBagi kami olahraga adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
22/07/2017

Sabtu Sehat

Bagi kami olahraga adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Perkemahan Inspiratif di SDN 10 Rambang Air Guci, Desa Sugihan, Kec. Rambang, Kab. Muara Enim
15/02/2017

Perkemahan Inspiratif di SDN 10 Rambang Air Guci, Desa Sugihan, Kec. Rambang, Kab. Muara Enim

selamat pagi indonesia, dapat salam semangat nih dari adik-adik SDN 10 Rambang (Kelas jauh) talang airguci.ini momen mem...
14/09/2016

selamat pagi indonesia, dapat salam semangat nih dari adik-adik SDN 10 Rambang (Kelas jauh) talang airguci.

ini momen memperingati HUT RI ke 71 di talang airguci

Lebaran kali ini berasa sangat spesial bagi kami. Kami dan warga Talang mendapatkan hewan Qurban seekor sapi dan seekor ...
13/09/2016

Lebaran kali ini berasa sangat spesial bagi kami. Kami dan warga Talang mendapatkan hewan Qurban seekor sapi dan seekor kambing. Bahagia sekali rasanya bisa makan daging kembali. Terima Kasih kakak-kakak yang telah ikhlas memberikan Qurbannya untuk kami. Semoga semua kebaikan ini menjadi pahala dan pelancar rezeki bagi pemberi Qurban. Amiin.

31/12/2015

Mimpi Si Bujang Talang
Oleh Efriansyah, Guru SDN 10 Rambang

Aku terlahir pada tanggal 07 September 1991 di Talang Air Guci. menurut cerita dari ibuku keadaan Talang Air Guci saat itu belum seramai dan sebesar sekarang. Rumah penduduk hanya sekitar lima rumah dengan jarak satu rumah dengan rumah lain berjauhan dan sekitarnya dikelilingi oleh Hutan Belantara. Aku terlahir dari sepasang suami istri yang kedua-duanya dari keluarga petani. Ayahku merupakan penduduk asli suku Rambang yang sejak kecil sudah terbiasa berpindah dari satu desa ke desa yang lain untuk menggarap kebun milik orang lain. Sementara ibuku merupakan gadis keturunan suku Rambang yang besar di Provinsi Lampung. Pertemuan Ayahku dan ibu dimulai saat Ibu ikut kedua orang tuanya pindah dari Provinsi Lampung ke Tanah Rambang untuk menggarap kebun milik orang lain meninggalkan pekerjaan di Provinsi lampung sebagai Petani kopi.

Setelah aku terlahir, kedua orang tuaku benar benar kerja keras untuk menghidupi anak pertama mereka. Dari pagi hingga sore Ayahku bekerja ditengah kebun demi untuk sesuap nasi. Begitu pun dengan ibuku, beliau bekerja sambil menggendongku di pundak. Berpindah dari satu ladang ke ladang yang lain biasa mereka lakukan. Gigih, pekerja keras, dan penuh semangat terus dilakukan oleh kedua orang tuaku demi untuk masa depan mereka dan anak-anak mereka yang lebih baik.

Ayahku memiliki sikap yang tegas dan keras. Beliau tidak bisa mentoleransi setiap kesalahan, bahkan tidak segan untuk memukul. Pendidikan ala militer beliau terapkan dalam kehidupan rumah tangga baik terhadap anak-anaknya maupun terhadap ibuku. Ayahku sangat membenci jika anak-anaknya manja. Menurut beliau, pantang bagi anak laki laki untuk menangis. Sikap yang dimiliki Ayahku sangat bertolak belakang dengan Ibuku. Ibu sangat lembut dan penuh pengertian terhadap anak-anaknya. Wajahnya yang teduh terkadang membuatku meneteskan air mata ketika menatapnya. Tidak jarang Ibu menjadi sasaran kemarahan Ayah karena membela anak-anaknya.

Aku terus tumbuh dan besar dalam lingkaran kasih sayang dari kedua orang tua. Saat berusia 4 tahun ibu melahirkan lagi seorang anak laki laki. Kelahiran adikku menandai kehidupan baru bagi kami. Setelah sebelumnya berpindah pindah dari ladang satu ke ladang yang lain, akhirnya kedua orang tuaku memutuskan untuk tinggal dan hidup menetap di Talang. Itu artinya aku akan memiliki teman bermain setelah beberapa tahun hidup tanpa tetangga. Talang sudah berubah wajah setelah 4 tahun ditinggalkan. Mimpi baru dan harapan baru dimulai disini.

Pindah dan hidup bersama teman teman baru ternyata tidak semudah yang ku bayangkan. Mempunyai mata yang sipit, kulit yang putih dan kidal sering kali menjadi bahan olok-olokan teman teman bermain. Aku menjadi minoritas karena berbeda dengan teman teman yang lain. Terkadang aku tak sanggup menahan tangis saat teman-teman bilang jika aku bukan anak kandung tapi hanya anak pungut. Rasanya ingin mengadu, tapi aku takut jika Ayahku tahu.

Aku terus tumbuh bersama teman teman hingga tak terasa sudah memasuki usia sekolah. Pada usia 6 tahun seharusnya aku sudah sekolah, namun karena aku takut teman teman sekolahku mengolok-olok ku maka sekolahku telat satu tahun. Pada usia 7 tahun aku mulai masuk Sekolah Dasar. Ternyata apa yang aku takutkan menjadi kenyataan. Aku menjadi olok-olokan lagi. Untungnya ketakutan terhadap Ayah membuatku terbiasa dan kuat menghadapi tekanan dan masalah sendirian.

Sekolah tempat pertama kali aku masuk sekolah terletak di Talang sebelah. Talang Pengadangan namanya. Pemberian nama Pengadangan bukan tanpa alasan, sebab di Talang tersebut tempat para buronan bersembunyi dan sering terjadi perampokan sepeda motor. Setiap hari ibu mengantarku pergi sekolah menggunakan sepeda, saat itu orang tuaku belum mempunyai motor. Setiap hari ibu mengayuh sepedanya dengan semangat selama satu jam untuk sampai ke Sekolah. Ibu selalu bercerita banyak hal ketika memboncengku diatas sepeda. Mulai dari cerita ketika beliau masih sekolah sampai cerita saat setelah bersama Ayahku. Ibu terus menyemangatiku untuk terus bersekolah tanpa henti. Ibu hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama yang merupakan satu-satunya wanita di Talang yang mengecap pendidikan tertinggi

Di sekolah aku di paksa untuk menulis menggunakan tangan kanan, guru beranggapan menggunakan tangan kiri tidaklah sopan. Awalnya sangatlah sulit untuk mengubah kebiasaan untuk tidak menggunakan tangan kiri. Setelah beberapa bulan barulah aku bisa untuk menulis menggunakan tangan tangan. Akibat dari kebiasaan yang dipaksaan akhirnya sampai sekarang aku menulis menggunakan tangan tangan. Aku sangat tertekan dengan aturan aturan guru yang tidak memperhatikan potensi dari anak-anak didiknya.

Setelah dua tahun sekolah di Talang Pengadangan, aku pindah ke sekolah baru yang baru di bangun di Talang Air Guci. Sekolah yang berdiri atas iniasi dan partisipasi masyarakat talang. Semua warga Talang bergotong royong membuat sekolah baru. Tenaga dan materi mereka sumbangkan demi mewujudkan berdirinya sekolah pertama di Talang Air Guci. Terbuat dari papan kayu hasil sumbangan masyarakat dan atap seng bantuan dari perusahaan akhirnya berdirilah sekolah kelas jauh Talang Air Guci.

Aku sangat bahagia pindah sekolah, bertemu dengan teman teman lama, dan mempunyai guru yang menyenangkan. Di sekolah ini potensi ku mulai tergali, mimpi mimpi mulai bermunculan. Gurunya sangat luar biasa, motivasi dan pujian selalu diberikan kepada anak didiknya. Tidak ada tekanan wajib harus bisa matematika atau sains, tidak juga ada kata-kata kasar atau marah saat anak-anak melakukan salah. Hampir setiap hari tawa lepas penuh kebahagian menghiasi bangunan sekolah yang sangat sederhana itu. Aku mulai mempunyai cita-cita dan impian dimana sebelumnya tak pernah dipedulikan oleh guru-guru sebelum aku pindah.

Sekolah menjadi tempat yang paling menyenangkan bagiku. Hidup tanpa listrik dan tanpa televisi menjadikan sekolah tempat terindah bagiku saat itu. aku mulai mengenal dunia luar selain talang dari guruku. Aku baru tahu jika di Jakarta ada Monas, di Palembang ada Ampera, dan Jam Gadang di bukit Tinggi. Setiap hari aku mendengar cerita orang-orang hebat dari guruku. Mulai dari cerita tentang Soekarno presiden pertama Indonesia, cerita tentang kecerdasaan Moh. Hatta yang kuliah di luar Negeri, sampai cerita tentang K.H Agus salim yang menguasai beberapa bahasa asing. Sejak itulah aku menyimpan mimpi untuk bia seperti Moh. Hatta yang bisa sekolah di luar negeri dan menguasai bahasa asing seperti K.H Agus Salim

Motivasi dari guruku sangatlah berpengaruh dalam perkembangan akademik dan rasa ingin tahu yang terus muncul. Hasratku sedikit terobati, kami banyak mendapatkan buku bantuan dari perusahaan minyak yang ada di dekat Talang. Aku menjadi sangat rajin membaca, buku serial tokoh dunia menjadi favoritku. Aku juga senang membaca buku dongeng yang menggunakan dua bahasa. Prestasiku meningkat pesat, hampir setiap bagi rapor namaku selalu menjadi yang teratas. Begitu juga dengan kecerdasaan kinestetisku, jika dulu aku di bully karena kidal berubah menjadi pujian karena aku menjadi pemain andalan tim sepak bola dan voli sekolah.

Memasuki kelas 6 aku terpaksa meninggalkan sekolah yang paling ku cinta. Aku harus pindah sekolah lagi meninggalkan sekolah yang telah mengasah bakat dan potensiku. Aku pindah ke dusun untuk melanjutkan kelas 6 karena sekolah di Talang hanya kelas Jauh dan memiliki 5 rombel. Sekolah baru dan teman yang baru, tentunya persaingan baru dengan anak-anak dusun. Pandangan sinis dan meremehkan dari anak-anak dusun terhadap anak Talang harus aku dan teman-teman hadapi. Kesulitan lain yang kami hadapi adalah jalanan yang rusak parah ketika musim hujan. Terkadang kami harus berjalan kaki selama 2 jam ketika mobil taksi pick up tidak bisa mengantar kami sekolah.

***

Bagaimana perjuangan Pak Ep melanjutkan studi di sekolah barunya?
Temukan kisah semangatnya di :)

Selamat pagi teman-teman di Facebook!!! Untuk mengawali pagi yang cerah ini, mari kita bersama-sama mendoakan Pak Efrian...
19/10/2015

Selamat pagi teman-teman di Facebook!!! Untuk mengawali pagi yang cerah ini, mari kita bersama-sama mendoakan Pak Efriansyah agar diberikan kelancaran dan kemudahan dalam mengikuti seleksi terakhir Pemuda Pelopor 2016 di tingkat nasional yang dilaksanakan di Jakarta! Best of luck, dan Godspeed Pak Efri. Semoga bisa mengharumkan nama Talang Air Guci yaaa.

Anak-anak SDN 10 Rambang (Kelas Jauh) siap mengikuti lomba paduan suara untuk memperingati HUT RI ke-70 tingkat kecamata...
13/08/2015

Anak-anak SDN 10 Rambang (Kelas Jauh) siap mengikuti lomba paduan suara untuk memperingati HUT RI ke-70 tingkat kecamatan. Mohon doanya kakak-kakak dan teman-teman.

Kemarin adalah hari pertama sekolah, tahun ajaran 2015/2016. Anak-anak di SDN 10 Rambang tersenyum bahagia dan penuh sem...
27/07/2015

Kemarin adalah hari pertama sekolah, tahun ajaran 2015/2016. Anak-anak di SDN 10 Rambang tersenyum bahagia dan penuh semangat.

Selamat kepada Pengajar Muda Angkatan X....Dengan bangga, hari ini Bapak Menteri Pendidikan, Pak Anis Baswedan melepaska...
12/06/2015

Selamat kepada Pengajar Muda Angkatan X....
Dengan bangga, hari ini Bapak Menteri Pendidikan, Pak Anis Baswedan melepaskan kalian bersama para Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan di 10 Kabupaten penempatan Indonesia Mengajar angkatan genap.

Hari ini Bapak Hasanudin selaku Sekeretaris Daerah Muara Enim, dan Pak Muzakar selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Muara Enim turut hadir dan berpartisipasi dalam pelepasan Pengajar Muda X di Jakarta.

Selamat bertugas!!!
Terutama untuk PM X Muara Enim
Sensei Sessy Nento, SDN 10 Rambang
Ustadz Ja'far, SDN 03 Rambang
Miss Sianghati, SDN 30 Lubai
Pak Jarot, SDN 31 Lubai
Ibu Liska, SDN 09 Semende Darat Ulu
Sir Bryan, SDN 09 Semende Darat Tengah

Spesial untuk Ibu Guru Sessy Nento yang akan menjadi guru kami selama setahun ke depan, kami tunggu kehadirannya di Talang airguci, Rambang, Muara Enim :D YEAYYY!!!!!!

Salam Happy Airguci ya Bapak Ibu guru Pengajar Muda X ;)

Selamat Menempuh Hidup Baru Ibu Trisa Melati dan Bapak Rangga Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah...Segera...
12/06/2015

Selamat Menempuh Hidup Baru Ibu Trisa Melati dan Bapak Rangga
Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah...
Segera diberi anak yang cakep-cakep nan unyu seperti kami, murid-muridmu di talang Airguci Muara Enim, SDN 10 Rambang kelas jauh...

Ibu Trisa adalah salah satu guru kami di kelas jauh. Ia merupakan Pengajar Muda angkatan 4 dg masa bakti tahun 2012-2013. Ibu Trisa sangat baik kepada kami. Kami semua sayang ibu Trisaaaaaaaa..... ditunggu kunjungan Ibu ke Talang Airguci lagi ya ;)

Salam Happy Airguci

Address

PO BOX Kantor Pos Sugihwaras Rambang
Muaraenim
31385

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Anak-anak SDN 10 Rambang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category