Sekolah Islam Terpadu

Sekolah Islam Terpadu Kami Adalah Lembaga Pendidikan Sekolah Pendidikan Islam Terpadu Nurul Jannah. Untuk Sementara Kami Hanya Melayani Sekolah Dasar

Yang beralamatkan di Jalan Benit Kelurahan Kuning Gading, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo.

18/01/2020

Belajar mengajar Untuk SD_MI (Micro Teaching) Yang Menyenangkan Dalam Kelas

18/01/2020

Belajar mengajar Untuk SD_MI (Micro Teaching) Yang Menyenangkan Dalam Kelas

22/08/2019

7 CIRI-CIRI ORANG TUA YANG SALAH MENDIDIK ANAK..

Apakah ANDA Termasuk..........

PERTAMA:

SERING MENGUCAPKAN KATA-KATA SUMPAH, SERAPAH, MAKIAN, KUTUKAN KEPADA ANAK.

Pernahkah kita mengucapkan kata makian kepada anak, Kata yang diucapkan orang tua bias menjadi Do’a untuk buah hatinya, Apalagi hardikan bias merusak sel otak anak kita, jangan pernah melakukan hal ini lagi ya bun, karena sama sekali bukan contoh yang baik untuk anak. Suatu saat mereka akan meniru dan mengganti menghujani kita dengan sumpah serapah.
Cotohnya : Anak Peliiit..!! Bodooh… , Tak Tahu diuntung..!!

KEDUA:

MEMBANDING-BANDINGKAN ANAK

Membanding-bandingkan anak, baik itu dengan saudara kandung sendiri maupun kepada anak lainnya.
Mungkin maksudnya baik ingin memberikan semangat, tapi percayalaH, Membanding-bandingkan anak dengan orang lain,sama sekal bukan cara yang tepat .Justru akan menghilangkan rasa percaya diri pada si anak, atau kepercayaan anak kepada ibunda akan menurun jika sering disbanding-bandingan.

Contohnya : TUUH ADIKMU..LEBIH PINTAR, KAMU KOK GINI AJA GA BISA SIH..!!!

KETIGA:

MENASEHATI ANAK ATAU MEMARAHINYA DIDEPAN ORANG LAIN:
Menasehati anak didepan orang lain bias membuatnya malu karena tampak bodoh, apalagi kalau sampai orang tua memarahi anak didepan umum. Anak akan merasa kehilangan harga diri, dan kemungkinan orang lain membully dirinya bias lebih besar lagi. Ibunya saha memarahi dia, berarti kitapun boleh memarahi dia….itulah kira2 sinyal yang ditangap oleh sekitarnya.

KE EMPAT:

MENYETIR ANAK AGAR MENJADI SEPERTI YANG ORANG TUA INGINKAN

Anak diikutsertakan les bahasa Inggris, Les Biola, Les Menyanyi, Les Berhitung, Les Mengaji dll.
Kalau anak memang senang dan mengerti mengapa ia perlu mengikuti les, rasanya tidak ada salahnya, apalgi kalau si anak menikmati semua les tersebut. Tapi kalau anak justru merasa stress dan bahkan depresi, tolong yaa ayah bunda, hentikan “menyetir”anak mengikuti kemauan atau obsesi ayah bunda.

KE LIMA:

SELALU MEMINTA ANAK MEMPEROLEH NILAI TERBAIK DAN TIDAK MENTOLERIR KEGAGALAN.

Orangtua yang bijak akan member ruang untuk anak melakukan kesalahan dan membiarkan mereka belajar dari kesalahan dan kegagalan yang pernah mereka alami. Karena menyadari pentingnya kegagalan untuk mendidik anak lebih kuat dan bersabar.

Akan tetapi orangtua yang salah pola didiknya akan menerapkan cara perfeksionis dimana anak tidak boleh salah maupun gagal sedikitpun.

KE ENAM:

JARANG BERINTERAKSI ATAU MENGOBROL BEBAS DENGAN ANAK

Hanya sekedar memakaikan anak baju, memandikan, menyuapi, dan meninabobokan tidak dapat dikatakan telah berinteraksi dengan anak.

Apakah kita sudah tahu kegiatan atau kes**aan anak???
Pelajaran apa yang meraka anggap sulit?
Siapa teman dekat mereka..??
Siapa guru yang mereka s**ai..???
Apa yang terjadi hari ini disekolah..?
Kita akan mengetahui banyak hal tentang anak-anak ketika mengobrol bebas dan lepas dengan mereka.

KE TUJUH:

OGAH MENG-UPGRADE DIRI DENGAN ILMU PARENTING

Orangtua yang tak mau tahu dengan ilmu parenting terkini berarti tak mengerti tingginya kedudukan ilmu dalam Islam.
Banyak yang perlu dipelajari krena hubungan orangtua dengan anak bias menjadi hubungan yang sangat rumit.

Semoga bermanfaat

22/08/2019

Inilah Penyebab Hujan Tidak Turun

Sekitar satu tahun tidak turun hujan, Bani Israil dilanda bencana yang teramat sangat. Tak hanya kekeringan, tapi juga berbagai penyakit menyerang. Mereka meminta kepada Nabi Musa AS agar berdoa kepada Allah supaya menurunkan hujan.

Nabi Musa kemudian mengumpulkan semua penduduk di tanah lapang dan mengajak mereka berdoa bersama. “Wahai Tuhan penguasa hujan, turunkanlah hujan.”

Namun, hujan tidak juga turun. Mereka berdoa kembali, “Wahai Tuhan penguasa hujan, turunkanlah hujan.” Musa kemudian berkata, “Ya Allah, biasanya Engkau selalu mengabulkan permohonan kami, mengapa kali ini hujan tidak kunjung turun?”

Allah menjawab, “Musa, hujan tidak turun karena di antara kalian ada orang yang bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun. Karena keburukan maksiatnya, Aku mengharamkan hujan dari langit untuk kalian semua.”

Allah kemudian memerintahkan supaya orang itu dikeluarkan dari daerah tersebut. Musa pun berkata kepada kaumnya, “Saudara-saudaraku Bani Israil, aku bersumpah bahwa di antara kita ada orang yang bermaksiat kepada Allah selama 40 tahun. Akibat perbuatannya itu, Allah tidak menurunkan hujan untuk kita. Hujan tidak akan turun hingga orang itu pergi. Maka, usir orang itu dari sini.”

Orang yang ahli maksiat itu pun sadar. Kemudian, ia melihat sekelilingnya, berharap ada orang lain yang melangkah pergi. Namun, tak seorang pun yang beranjak dari tempatnya. Ia berdoa, “Ya Allah, aku telah bermaksiat kepada-Mu selama 40 tahun. Aku mohon Engkau menutupi aibku. Jika sekarang aku pergi, pasti dilecehkan dan dipermalukan. Aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Terimalah taubatku dan tutupi aibku ini.”

Belum sempat meninggalkan tempat, hujan pun turun. Nabi Musa terkejut atas hal ini. “Ya Allah, hujan telah turun padahal tak seorang pun dari kami yang pergi.”

Allah berfirman, “Musa, hujan turun karena Aku gembira, hamba-Ku yang bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun itu telah bertaubat.”

Atas hal ini, Musa pun memohon kepada Allah agar menunjukkan orang yang dimaksud itu kepadanya, sehingga dia bisa menyampaikan kabar gembira tersebut. Allah menjawab, “Musa, ia bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun, dan semuanya Kurahasiakan. Mungkinkah setelah sekarang ia bertaubat, Aku akan mempermalukannya?”

Kisah tersebut di atas memberikan pelajaran (ibrah) berharga kepada kita bahwa kemaksiatan atau dosa yang dilakukan oleh segelintar orang dapat menghalangi terkabulnya doa, termasuk ditahannya hujan dari langit. Begitulah pengaruh buruk dari berbuat maksiat.

Pengaruh buruk itu, kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, antara lain, dapat menghalangi turunnya rezeki, menjauhkan pelakunya dengan orang baik, menyulitkan urusan, melemahkan hati, memperpendek umur, merusak akal, hilangnya rasa malu, berkurangnya nikmat, dan mendatangkan azab.

Karena itu, agar hujan tidak terhalang, selain dengan shalat Istisqa, hendaknya dibarengi dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat. “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS Hud [11]: 52).

Wallahu a'lam.

18/08/2019

13 TIPE EMAK2 MACAN TERNAK
(Emak2 Cantik Anter2 Anak)

Yang type apakah diri anda? 😊☺️

Punya anak yang sekolah di SD IT Nurul Jannah berarti mamaknya ikut sekolah. Karena 80% kesuksesan berada di porsi orang tua.

Berdasarkan pengamatan, ditambah dengan curhatan kanan kiri dari mommies-mommies yang anaknya usia sekolah, dapat disimpulkan bahwa ada 13 tipe ibu-ibu yang biasa kita jumpai di sekolahan. 😊😊

Mari kita bahas bersama. Siapa tahu dari ke-13 tipe ini ada tipe kita di antaranya 😁🙄

1.

Ibu-ibu yang masuk ke dalam tipe ini adalah mereka yang ramah dan hangat. Baik kepada sesama ibu maupun kepada para guru. Tak heran, ibu jenis ini begitu femes. Tiap ke sekolah, ada saja yang dadah-dadah padanya. Cipika-cipiki, ngajak ngobrol, basa basi hingga curhat sampai jam sekolah berhenti.

Demikianlah. Barangkali zaman sekolah dulu mereka adalah kembang di sekolahnya masing-masing. Atau mantan anggota OSIS yang sudah terlatih untuk menangani penggemar.

2.

Sesuai namanya, mereka adalah pemburu jajanan sekolah. Kalau pagi, begitu anaknya masuk kelas maka mereka sekalian sarapan bubur di gang depan sekolahan. Kalau siang, mereka sengaja menjemput lebih awal. Ngapain? Ya jajan tho. Ada siomay, cilok, bakso, batagor. Kadang kalau anaknya sudah p**ang dan mamak masih di tempat jajanan, anaknya pesan satu porsi sekalian.

Demikianlah, menyekolahkan anak rupanya bukan cuma urusan bayar SPP bulanan. Tapi juga biaya jajan mamak harian.

3.

Setiap hari selalu antar jemput anak. Tapi jarang turun dari kendaraan dan menginjakkan kaki di ubin sekolah. Kalau nganter, ya cukup sampai depan gerbang. Kalau njemput, juga di depan gerbang, tapi duduk manis di atas kendaraan. Saat anak sudah naik ke atas kendaraan segera melesat p**ang.

Demikianlah, efisiensi menjadi kunci bagi ibu yang masuk ke dalam tipe ini.

4.

Nggak terlalu femes, tapi juga nggak terlalu antisosial. Gabung di WAG , tapi cuma sesekali nyahut obrolan, banyakan diamnya.

Apa saja keputusan kelas dia manut. Acara-acara sekolah diikuti, tapi acara arisan biasanya dihindari. Bukan sombong bukan tinggi hati, tapi ibu tipe ini memang kurang s**a dengan basa basi dan pergi pakai seragam kesana kemari.

Demikianlah, jalur tengah dan jalur aman selalu menjadi pilihan.

5.

Sepagi apa pun, sesiang apa pun, entah panas entah hujan lebat, ibu satu ini selalu datang ke sekolah dengan tampilan paripurna. Bulu mata lebat menghitam, cream blush warna merah, lipen warna nyolot, dan padu padan baju yang anti norak.

Inilah pepatah jawa yang selalu terngiang di telinga mereka: Ajining diri gumantung ono ing lathi. Ajining raga gumantung ing busana. (Kewibawaan diri tergantung lidah, kewibawaan fisik tergantung busana)

Demikianlah jadinya ketika menjunjung tinggi pepatah jawa telah merasuki kehidupan para mama.

6.

Ada ibu-ibu yang selalu absen di WAG. Bertanya apa saja seputar sekolah. Meski sebenarnya anaknya bisa menjawab, tapi entah mengapa masih bertanya juga. Lama-lama, pertanyaan ini jadi melebar kemana-mana.

“Bu guru Yth, maaf, apakah benar besok anak-anak diminta membawa cangkang bekicot?”

“Malam Mommies, maaf mengganggu, besok PR halaman 86 ini dikerjakan atau cukup didiamkan saja ya?”

“Mom, anak-anak kalau malam sikat gigi atau sikat gusi? Please sharingnya ya mom..”

Demikianlah, pepatah malu bertanya sesat di jalan telah membimbing mereka menemukan solusi dalam setiap masalah kehidupan 😇

7.

Di mana ada tipe panikan, di sanalah tipe kunci jawaban muncul sebagai juru keselamatan.

Ya, ada tipe ibu yang selalu berperan sebagai ahli dalam setiap WAG. Apa pun pertanyaan dari para mommies, akan dijawabnya dengan sangat sigap, cepat, dan tepat.

“Mom, besok arisan pakai dresscode apa ya?”

Jawab: “Pakai baju biru telor asin, jilbabnya kuning kembang ceplok mom. Jangan lupa pesan dari mamanya Tasya, sandal jangan ketinggian jinjitnya. Kurang baik untuk kesehatan kaki kita. Salam🙏🏻”

“Mom, SPP kita naik ya? Saya kok nggak ngeh ya.”

Jawab: “Sudah sejak lima tahun sebelum sekolah ini berdiri sudah dijadwalkan naik, Mom🙏🏻”

“Mom PR anak-anak dikumpulkan hari apa ya?

Jawab: “Hari Rabu mom saat bulan purnama sedang bulat-bulatnya. Jangan lupa perbanyak sedekah untuk kebaikan kita bersama 🙏🏻😇”

Demikianlah mommies, bersyukurlah jika di setiap WAG sekolah yang kita ikuti ada tipe ibu penjawab ini. Oh Thanks God sekali.

8.

Ibu tipe ini senang sekali menjadi relawan ketika ada kegiatan yang sifatnya kebersamaan. Dia yang membelikan, dan dia yang membayari terlebih dulu atau bahasa Rusianya, nalangin uang. 😊

“Mom, besok anak-anak disuruh bawa bonsai nih. Saya mau cus ke tukang kembang. Ada yang mau titip? Tenang, nanti saya bayarin dulu..”
(lalu mommies-mommies akan absen dengan teratur kepada si tukang talang)

Tipe ibu ini juga sungguh sangat membantu. Terutama untuk ibu-ibu yang jarang datang ke sekolah karena kesibukan pribadi, jarang gaul, dan jarang update. Oh demikianlah maha adilnya Allah dalam kehidupan persekolahan ini 😭😭

9.

Ada ibu yang sama sekali tidak pernah menginjak bumi. Eh, maksudnya menginjak sekolah. Semua urusan antar jemput anak dan makan siang diwakilkan kepada pihak lain. Dia hanya akan datang setiap satu semester sekali, yakni pas acara rapotan. 😁

Jarang nongol di sekolah, tapi sekalinya nongol dan menghadap guru, lamanya persis kaya konsultasi kehamilan.🤣

Apa saja ditanyakan. Lamaaa dan rinciii.. sampai wali murid yang duduk di belakangnya berdehem, melirik jam, dan tak terasa antrian sudah mengular sampai ke pintu masuk. OMG 😲

Demikianlah, kedatangan per semester sekali ini berarti merapel semua konsultasi dan tanya jawab selama enam bulan itu. Jika mommies masuk ke dalam kategori ini, ada baiknya kita taubat bersama 🙏🏻🙏🏻

10.

Ternyata mommies tidak semuanya berhati jelita berparas alam sutera, kawan.

Ada jenis mommies yang selalu saja cari masalah pada sesama mama. Ada mama yang antar jemput anak pakai pajero, dia sengit. “Alah, paling masih kridit. Gue kan tahu banget lakinya udah mau di-PHK!” 🙄

Ada mama yang anaknya selalu jadi juara kelas, dia meradang. “Alaah.. nyontek itu, nyontek! Potong leherku kalau nggak percaya.”😀😀😀

Ada mama yang segera langsing habis lahiran, dia sirik. “Pssst… dia diet mati-matian tuh. Biar lakinya ngga kawin lagi. Udah beranak lima bok. Kerasa d**g longgarnya?”😀😀

Demikianlah kehidupan. Betapa lurusnya hidup kita tanpa ada nyinyirwati yang dengan s**arela membaktikan diri. Untuk itulah mereka ada. Memberikan lika-liku dalam kehidupan kita. Yang tabah ya moms 😢

11.

OMG. Dialah mama yang selalu terdepan memprotes kebijakan sekolah yang tidak sesuai dengan wali murid. Ia p**a yang selalu dan selalu, again and again ditunjuk lagi dan lagi menjadi ketua komite karena kevokalannya. 😅

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Langsung saja, mari kita beri tepuk tangan yang meriah pada ibu vokalis ini. 👏🏻👏🏻👏🏻

12.

Di sekolah akan selalu kita jumpai mama-mama yang membentuk gank. Dan uniknya, anak-anak mereka juga biasanya teman main bahkan berteman dekat.

Kalau lagi nganter sekolah, mama A (dari ABCD squad) biasanya akan duduk di bawah pohon nan rindang, menunggu squadnya datang. Demikian p**a jika ibu B,C, atau D yang lebih dulu datang. Mereka akan tunggu menunggu, nanti menanti sampai seluruh sahabat berkumpul untuk memulai hari. ☺️

Demikianlah jadinya jika persahabatan telah mengikat hati. Sungguh mengharukan sekali.

13.

Dari sekian banyak tipe mama, ada mereka yang sangat pemalu, penuh rasa sungkan saat harus menyuarakan gagasan, terutama ketika rapat kecil-kecilan di WAG.

Untuk itulah kehadiran tipe ini sangat diperlukan. Dialah orang yang akan menyuarakan isi hati dari mamak pemalu ini.

Di WAG, inilah dialog yang akan terjadi:

“Maaf mom, ini ada mas**an dari tiga mama ke saya. Minta tolong disampaikan ke ketua komite, dana untuk bikin jaket angkatan bisa nggak dipangkas aja? Kan bulan kemarin sudah bikin tuxedo mom, bulan kemarinnya lagi juga sudah pesen singlet bareng. Saya hanya menyampaikan lho moms..”

2 menit kemudian

“Mom ini ada satu lagi mama japri ke saya. Setuju untuk meniadakan jaket angkatan. Suruh pake jaket sendiri-sendiri aja. Thanks.

5 menit kemudian

“Maaf mom ada tambahan dua lagi nih yang japri. Katanya pesen jaket di mang dudung ujung lampu merah itu harganya murah. Mungkin bisa di-follow up? Trims.”

Mohon maaf, kalau begitu keberadaan WAG ini untuk apa ya? Ini tipe penyambung lidah atau tipe monolog sebenarnya? 😍🤗

Demikianlah kaum mama, s**a mempersulit apa yang mudah. Memperbesar apa yang sebenarnya kecil., 😢😢😄

So, selamat menimbang, tipe yang manakah Anda. 😀😀☺️☺️

Bismillah. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi Muhamm...
01/07/2019

Bismillah. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi Muhammad, beserta keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan.

Sebagian kaum Muslimin ternyata masih banyak yang belum memahami mengapa mereka perlu untuk menghafal Al Qur’an. Bahkan ada yang mengatakan, “mengapa kita bangga dengan anak-anak yang hafal Qur’an yang notabene bukan bahasa kita? bukankah lebih baik mengajarkan mereka membaca terjemahannya agar bisa menerapkan nilai luhur di dalamnya?”

Perkataan ini keluar tentu karena ketidak-pahaman mengenai keutamaan dan urgensi menghafal Al Qur’an. Orang tersebut juga tidak memahami keutamaan Al Qur’an serta bagaimana cara mempelajari Al Qur’an, sehingga ia merasa cukup dengan terjemahan Al Qur’an saja dalam mempelajari Al Qur’an. Oleh karena itu mari kita simak pembahasan berikut..

Hukum menghafal Al Qur’an

Syaikh Ibnu Baz mengatakan, “menghafal Al Qur’an adalah mustahab (sunnah)” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi, 89906). Namun yang rajih insya Allah, menghafal Al Qur’an adalah fardhu kifayah, wajib diantara kaum Muslimin ada yang menghafalkan Al Qur’an, jika tidak ada sama sekali maka mereka berdosa (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 17/325).

Keutamaan menghafal Al Qur’an

1. Penghafal Qur’an adalah Shahibul Qur’an

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menyatakan, “ketahuilah, makna dari shahibul Qur’an adalah orang yang menghafalkannya di hati. berdasarkan sabda nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله

“hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah”

maksudnya yang paling hafal. Maka derajat surga yang didapatkan seseorang itu tergantung pada banyak hafalan Al Qur’annya di dunia, bukan pada banyak bacaannya, sebagaimana disangka oleh sebagian orang. Maka di sini kita ketahui keutamaan yang besar bagi pada penghafal Al Qur’an. Namun dengan syarat ia menghafalkan Al Qur’an untuk mengharap wajah Allah tabaaraka wa ta’ala, bukan untuk tujuan dunia atau harta” (Silsilah Ash Shahihah, 5/281).

2. Al Qur’an akan menjadi syafa’at bagi shahibul Qur’an

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim 804)

3. Derajat di surga tergantung pada hafalan Qur’an

Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها

“akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

4. Termasuk sebaik-baik manusia

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه

“sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639).

5. Allah mengangkat derajat shahibul Qur’an di dunia

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواماً ويضع به آخرين

“sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR. Muslim 817)

6. Penghafal Al Qur’an lebih diutamakan untuk menjadi imam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله

“hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah” (HR. Abu Daud 582, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)

Baca lainnya :

http//www.nuruljannah.or.id

25/06/2019

TANGISANNYA ﷺ MENGGONCANG ARSY.

Suatu hari Habibunaa Muhammad ﷺ Duduk Sendiri dalam Keadaan MENANGIS, akibat Tangisan Nabi ﷺ sampai MENGGONCANGKAN ARASYnya ALLAH ﷻ

Allah ﷻ yang Maha Tahu, apa sebab gerangan yang menyebabkan KekasihNya menangis memanggil Jibril dan mengatakan :

"Wahai Jibril turun temui KekasihKu Muhammad, Sampaikan salam Ku dan tanyakan Apa sebab gerangan yang menyebabkan Dia Menangis...???"

Kenapa bukan Allah ﷻ langsung menanyakan kepada KekasihNya...???

Kenapa mesti melalui Jibril...???

Apa Hikmahnya...???

Allah ﷻ Hendak memberi Tahukan kepada Jibril, seluruh Malaikat, Jin, Manusia bahkan kepada seluruh Makhluq BAHWA :

مُحَمَّد ﷺ itu adalah "K E K A S I H K U"

Maka Turunlah Jibril menemui Habibunaa Muhammad ﷺ dan Mengatakan :

Yaa Habiballah. Sesungguhnya Allah TuhanMu Mengirim Salam KepadaMu dan Menanyakan Apa Gerangan yang Menyebabkan Engkau Menangis...???

Jawab Habibunaa Muhammad ﷺ :

Wahai Jibril, yang menyebabkan Saya Menangis, Saya teringat ucapan terakhir SaudaraKu 'Isa Ibnu Maryam (Nabi 'Isa AS) sebelum di angkat oleh Allah SWT yang ada dalam Al Qur'an Surah Al Maidah Ayat 118 :

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

"Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.".

Wahai Jibril, dengan ucapan 'Isa ini menandakan 'Isa berlepas tangan terhadap urusan ummatNya, tidak mau bertanggung jawab lagi, semua urusan ummatNya telah di serahkanNya secara bulat-bulat kepada Allah ﷻ. Apakah Allah ﷻ mau menyiksa atau mengampuni.

T A P I Saya Wahai Jibril tidak mau BERPISAH dengan UMMATKU di DUNIA ini kalau tidak ada JAMINAN KESELAMATAN BUAT UMMATKU dari ALLAH ﷻ.

Akhirnya Jibril kembali melapor kepada Allah ﷻ tentang pertemuannya dengan Habibullah Muhammad ﷺ, padahal Allah ﷻ lebih Mengetahuinya.

Kemudian Jibril di perintahkan turun kembali dan membawa satu Surah dalam Al Qur'an Yaitu Surah Ad Dhuhaa.

Setelah Jibril selesai membaca Surah ini, kemudian Jibril Mengulang-ulang Ayat 5

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

Maka Habibunaa Muhammad ﷺ mendengar Jibril Mengulang-ulang Ayat ini, Maka Habibunaa Muhammad ﷺ kembali MENANGIS dan TERSUNGKUR SUJUD SYUKUR.

Lama Habibunaa Muhammad ﷺ dalam SujudNya Menangis, kemudian bangun berhadapan kembali dengan Jibril dan Habibunaa Muhammad ﷺ Berkata :

Wallaahii Yaa Jibril, Walladzii Nafsu Muhammadin Bi Yadihi, Laa Ardha Wa Wahidun Min Ummati Yudzhibu Fiin Naar.

Demi Allah Wahai Jibril, dan Demi Jiwa Muhammad yang Berada Dalam Genggaman TanganNya (KekuasaanNya) :

Saya tidak akan Pernah Ridha,

Saya tidak akan Pernah Senang,

Saya tidak akan Pernah Gembira

A P A P U N yang Allah akan Berikan KepadaKu K A L A U Nanti di Akhirat masih ada UmmatKu yang di SIKSA di NERAKA JAHANNAM walau Cuma Satu Orang.

"INILAH Bentuk Kecintaan dan Kasih Sayang Habibunaa Muhammad ﷺ Kepada kita UmmatNya".

Ucapan Habibunaa Muhammad ﷺ Ini MERUPAKAN HAKIKAT TAFSIR Ayat 107 Surah Al Anbiyaa :

كيف حالك

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Tidaklah Kami MENGUTUS Engkau (Muhammad) Melainkan Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam.

"Y A A A L L A H".

Kami Memohon KepadaMu MENCINTAIMU, MENCINTAI KEKASIHMU MUHAMMAD 3X,

MENCINTAI ORANG-ORANG YANG MENCINTAIMU DAN MENCINTAI AMALAN-AMALAN YANG MENDEKATKAN KAMI KEPADA MENCINTAIMU.

اللهم صل علی سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الامي وعلی اله وصحبه وسلم تسليما۔

قبول حجاتنا يا ربنا...

امين اللهم امين يا رب العالمين ۔۔

Ya ALLAH...

✔ Muliakanlah orang ini

✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid

✔ Lapangkanlah hatinya

✔ Bahagiakanlah keluarganya

✔ Luaskan rezekinya seluas lautan

✔ Mudahkan segala urusannya

✔ Kabulkan cita-citanya

✔ Jauhkan dari segala Musibah

✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.

✔ Dan dekatkanlah jodohnya

Aamiin.

05/12/2018

Merendahkan orang lain berarti menunjukkan kelemahan diri sendiri.

Address

Muarabungo
37252

Telephone

+6281274411411

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sekolah Islam Terpadu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Sekolah Islam Terpadu:

Shortcuts

Share

Category