23/08/2017
KH. IBROHIM
Langit terlihat bersih tanpa noda,udara terasa segar masuk pada paru-paru, mataharipun terus menyinari bumi tanpa henti, membakar kulit orang-orang yang sedang disibukkan dengan kegiatan perdagangan di pasar yang terasa sesak, dan kebersihannya masih jauh dari predikat baik, itulah pasar Mranggen Demak Jawa Tengah, tapi dari sini lah mulai tercium aroma damai agama islam dengan hilir mudiknya para santri yang memakai pakaian rapi lengkap dengan peci dan penampilan klasik tapi islami, dari pasar mranggen inilah ketika terus ditelusuri ketimur dan belok kekiri terus menyusuri jalan kita akan bertemu rel tua yang masih dengan gagah menyangga beban berat kereta api sejak zaman belanda, terus berjalan bertemulah kita dengan papan nama yang masih berdiri tegak di tengah zaman yang terus di terpa oleh arus globalisasi yang tak bisa lagi terbendung yaitu “ Yayasan Pondok Pesantren Ibrohimiyah” dari sinilah suatu yayasan yang banyak melahirkan panji panji Allah yang memiliki kekuatan intelektual, spiritual maupun emosional yang terus menegakkan dan meninggikan kalimatullah di muka bumi ini. Syeh KH. Ibrohim beliaulah muassis (pendiri pondok pesantren Ibrohimiyyah) yang namanya tetap harum sampai sekarang, beliau dilahirkan bukan asli dari Mranggen tetapi dari sebuah kota metropolitan Semarang tepatnya di daerah Terboyo pada tahun 1839 M putra dari Raden Thohir bin Yudo Negoro alias raden Syahid bin Raden Surohadi Menggolo alias Sayyid Muhammad. Raden Surohadi Menggolo ini juga dikenal dengan sebutan Kanjeng Sunan Terboyo, makamnya berada tepat dibelakang Masjid Terboyo Semarang.